Articles
501 Documents
HUBUNGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DENGAN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II KELURAHAN SUNGAI BELIUNG KECAMATAN PONTIANAK BARAT
., Lily Seftiani
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.673 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.33088
Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang degeneratif, Hipertensi sering disebut sebagaisilent killer karena termasuk penyakit yang mematikan. Data Dinas Kesehatan Kota Pontianak prevalensihipertensi pada tahun 2017 terdapat 14.639 kasus. Sedangkan jumlah kunjungan lansia yang menderitahipertensi pada tahun 2017 di Puskesmas Perumnas II sejumlah 1.645 jiwa. Permasalahan hipertensi yang tinggiterutama pada golongan lansia yang akan mempengaruhi kualitas hidup lansia. Tujuan: Mengetahui hubungan kualitas hidup lansia dengan hipertensiMetode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan analitik korelasi. Penelitian dilakukan diWilayah Kerja Puskesmas Perumnas II pada periode 05 juni sampai 2 Juli 2018. Teknik pengambilan sampelmenggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 83 orang lansia. Instrument yang digunakan berupaalat ukur tekanan darah dan kuesioner WHOQOL-OLD. Teknik analisis data dengan analisis univariat danbivariat.Hasil: Analisis Hasil Uji statistik chi square ( 0,05) didapatkan status kualitas hidup tinggi sebanyak 49 orang(59%) sedangkan responden dengan kualitas hidup sedang 34 orang (41%) bahwa nilai p 0,025 lebih dari syaratchi square ( 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara hipertensi dengan kualitas hidup di Wilayah Kerja PuskesmasPerumnas IIKata Kunci: Hipertensi, Kualitas hidup, Lansia, World Health Organizantion Qualty of Life-OLD (WHOQOLOLD)Referensi:(2004-2017)
PENGARUH PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN SISWA DI SDN 06 WONOREJO KABUPATEN KAYONG UTARA
., Andina Isprastika Subagyo
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.463 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27112
Latar Belakang: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) adalah salah satu tindakansanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabununtuk menjadi bersih. CTPS siswa di SDN 06 wonorejo masih sangat rendah, halini diakrenakan belum adanya UKS dan belum pernah dilakukan pendidikankesehatan CTPS dari pihak Puskesmas di sekolah tersebut.Tujuan: Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikankesehatan CTPS terhadap pengetahuan dan perilaku CTPS siswa di SDN 06Wonorejo Kabupaten Kayong utara.Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitan kuantitatif, menggunakan quasieksperiment, dengan desain pre and post test without control. Penelitian inidilakukan di SDN 06 Wonorejo pada Juni 2017. Sampel dalam penelitian iniberjumlah 53 responden yang ditetapkan dengan total sampling. Analisa datamenggunakan uji Marginal Homogeneity dan McNemar.Hasil: Hasil uji statistik pengetahuan menggunakan uji Marginal Homogeneitydidapatkan nilai p yaitu 0,000 (p0,05), sedangkan uji statistik perilaku dengan ujiMcNemar didapatkan nilai p=0,000 (p0,05), yang berarti Ha diterima dan Hoditolak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan CTPS terhadappengetahuan dan perilaku siswa di SDN 06 Wonorejo Kabupaten Kayong Utara.Kata Kunci : CTPS, Pengetahuan, PerilakuReferensi : 45 (2000-2016)
PENGARUH SENAM CHAIR EXERCISE TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN PERILAKU SEDENTARI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KECAMATAN PONTIANAK SELATAN
., Puja Putri Bangsa
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4133.604 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34580
Latar Belakang : Diabetes Melitus (DM) disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Gangguan initerjadi karena adanya gangguan sekresi insulin maupun keduanya. Penyakit diabetes melitus seringdisebut juga penyakit life style di mana penyebabnya dipengaruhi oleh gaya hidup penderita yang tidaksehat atau kurangnya aktifitas fisik (sedentary behavior).Tujuan : Menganalisis pengaruh senam chair exercise terhadap penurunan kadar gula darah padapenderita diabetes melitus dengan perilaku sedentari di wilayah kerja UPTD Puskesmas KecamatanPontianak Selatan.Metode : Penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experiment Pre and PostTest Without Control Group Design. Penelitian ini menggunakan teknik Non probability samplingdengan metode Purposive Sampling dengan jumlah sampel 16 responden. Uji normalitas datamenggunakan uji Shapiro Wilk dan uji bivariat menggunakan Uji T Berpasangan.Hasil : Karakteristik responden berdasarkan usia sebagian besar responden berusia 56-65 tahun denganpersentase 37,5%, jenis kelamin terbanyak perempuan, yaitu 81,2%, berdasarkan aktifitas fisikkeseluruhan mengalami aktifitas fisik ringan dengan persentase 100,0%, pekerjaan terbanyak yaitu iburumah tangga 31,3%. Analisis Bivariat Uji T Berpasangan sebelum dan setelah intervensi padakelompok perlakuan diperoleh nilai p value 0,00 0,05. Maka, dapat dikatakan senam chair exerciseberpengaruh terahdap penurunan kadar gula darah.Kesimpulan : Terjadi penurunan kadar gula darah setelah dilakukan senam chair exercise padapenderita DM.Kata Kunci : Senam Chair Exercise, Kadar Gula Darah, Terapi non-farmakologis, perilaku sedentariReferensi : 50 (2010-2017)
PENGARUH TERAPI BERMAIN MENGGUNTING KERTAS TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS PADA ANAK DENGAN AUTISM SPECTRUM DISORDERS (ASD) DI SLB BINA ANAK BANGSA PONTIANAK
., Irawan Dwi Sentosa
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (523.662 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27428
Latar Belakang:Anak dengan Autism Spectrum Disorders (ASD) memilikigangguan tumbuh kembang salah satunya yaitu gangguan fungsi motorik halus.Terapi bermain menggunting kertas merupakan salah satu intervensi yang dapatdiberikan karena melatih koordinasi antara mata, tangan, dan konsentrasi anak.Tujuan:Mengetahui pengaruh terapi bermain menggunting kertas terhadappeningkatan motorik halus pada anak dengan Autism Spectrum Disorders (ASD).Metode:Menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan pre test and post testwithout control group. Metode pengambilan sampel dengan total samplingberjumlah 16 responden. Analisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil:Hasil menunjukkan nilai median kemampuan motorik halus sebelumintervensi adalah 4,50 (3-7), sedangkan nilai median kemampuan motorik halussetelah intervensi adalah 6,50 (3-9). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilaip=0,0010,05. Nilai ini menyatakan bahwa terapi bermain menggunting kertasdapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan Autism spectrumDisorders (ASD).Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bermain menggunting kertas terhadapkemampuan motorik halus sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada anakdengan Autism Spectrum Disorders (ASD) di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak.Kata Kunci :ASD, Terapi bermain menggunting kertas, Motorik HalusReferensi :50 (2005-2017)
PENGARUH TERAPI REMINISCENCE TERHADAP SKOR DEPRESI PADA LANJUT USIA DIPANTI SOSIAL TRESNA WERHDA MUSTIKA DHARMA KETAPANG
., Deska Kurnia Sari
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (553.796 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.30892
Latar Belakang: Proses menua yang dialami oleh lansia dapat menyebabkan berbagai macamperubahan baik secara fisik, psikologis. Salah satunya adalah depresi. Terapi reminiscencemerupakan salah satu intervensi yang menggunakan memori masa lalu yang menyenangkandengan memberikan kesempatan kepada lansia untuk bercerita dan berkomunikasi dalamkelompok sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup lanjut usia. Persentase di Kalimantan Baratdari total keseluruhan lansia di Indonesia yaitu 6,3% populasi lansia.Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi reminiscence terhadap skor depresi pada lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Mustika Dhama Ketapang.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Experiment pretest and posttest WithoutControl Group. Sampel pada penelitian ini 19 lanjut usia yang mengalami depresi melaluiskirining tanda dan gejala depresi pada lanjut usia yang dipilih secara purposive sampling denganpengumpulan data menggunakan pengukuran Geriatric Depression Scale (GDS) diberikan terapireminiscence selama lima hari dengan waktu setiap pertemuan terapi sekitar 30-40 menit dandianalisis dengan menggunakan uji T Berpasangan.Hasil: Setelah diberikan terapi reminiscence pada lanjut usia di dapatkan hasil yang nilaisignifikan yaitu p=0,000 dan adanya perubahan skor Geriatric Depression Scale yang terjadi padapenurunan sebelum diberikan terapi reminiscence didapatkan nilai mean 7,68 dan setelahdiberikan terapi reminiscence nilai mean berubah menjadi 4,37.Kesimpulan: Adanya pengaruh terapi reminiscence terhadap skor depresi pada lanjut usia di PantiSosial TresnaWerdha Mustika Dharma Ketapang.Kata Kunci : Lansia, Depresi, Terapi ReminiscenceReferensi : (2008-2017)
HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ASUH IBU TERHADAP STATUS STUNTING PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN DI PUSKESMAS X KABUPATEN KUBU RAYA
., Tri Supartini
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.276 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34335
Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita disebabkan oleh kekurangangizi kronis dalam waktu cukup lama sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk seusianya. Keadaan stuntingmerupakan lingkaran setan yang akan berulang dari generasi ke generasi. Salah satu penanganan untukmencegah terjadinya stunting adalah dengan dipenuhinya kebutuhan dasar asuh pada anak. Tujuan : Menganalisis hubungan pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 1-5tahun di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, cara pengambilansampel consecutive sampling pada 100 responden. Uji bivariat dengan Chi square.Hasil : Hasil karakteristik responden didapatkan ibu tidak bekerja (45,2%), pendidikan ibu rendah 55 responden(55%), usia balita stunting 30 balita (46%), jenis kelamin terbanyak mengalami stunting ialah laki-laki sebanyak25 balita (52%), penyakit infeksi terdapat 34 balita (54,8%), dan pemenuhan kebutuhan asuh tergolong baikpada 54 balita (54%). Hasil uji chi square menunjukan p = 0,02 (p 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 15tahundiPuskesmasXKabupatenKubuRaya.Kata Kunci : Status Gizi Stunting, Kebutuhan AsuhReferensi : 86 ( 2008-2018)
PENGARUH SENAM KAKI DIABETES PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN GANGGUAN SIRKULASI SEDANG DI KECAMATAN PONTIANAK BARAT
., Tri Raharjo
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.975 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.26946
Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronik, sistemik danmultifaktoral dengan jumlah penderita yang terus meningkat setiap tahunnya.Komplikasi tersering yang dialami penderita DM adalah ulkus kaki yangdisebabkan oleh gangguan sirkulasi pada daerah kaki. Salah satu terapi yangbermanfaat untuk melancarkan sirkulasi dan mencegah terjadinya ulkus kaki adalahsenam kaki diabetes. Tujuan: Untuk manganalisis pengaruh senam kaki diabetes pada pasien DM tipe 2dengan gangguan sirkulasi sedang di Kecamatan Pontianak Barat.Metode: Penelitian kuantitatif yang menggunakan desain penelitian preexperimentdengan rancangan pre test and post test without control. Tekniksampling yang digunakan adalah Non probability sampling dengan metode Totalsampling dengan jumlah sampel 11 responden. Pengumpulan data dilakukandengan melakukan pemeriksaan nilai ABI sebelum dan sesudah diberikanintervensi senam kaki diabetes. Uji statistik dilakukan secara bivariat denganmenggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Berdasarkan karakteristik responden didapatkan sebagian besar respondenberjenis kelamin perempuan dengan jumlah 10 (90,9%), sebagian besar responden berstatus tidak merokok dengan jumlah 9 (81,8%), sebagian besar responden memiliki IMT normal dengan jumlah 9 (81,8%), usia responden terendah adalah 48tahun dan tertinggi 59 tahun dengan median 57 tahun, rata-rata GDP respondenyaitu 224,54 mg/dl. Hasil uji Wilcoxon didapatkan p value = 0,003 (p value 0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh senam kaki diabetes pada pasien DM tipe 2 dengangangguan sirkulasi sedang di Kecamatan Pontianak Barat.Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Gangguan Sirkulasi, Senam Kaki Diabetes.
PENGARUH SENAM ERGONOMIS TERHADAP PENURUNAN KADAR ASAM URAT PADA LANJUT USIA DENGAN GOUT ARTRITIS DI UPT PANTI SOSIAL REHABILITASI LANJUT USIA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA
., Tesar Pradyka
ProNers Vol 4, No 1 (2019): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.463 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v4i1.34471
Latar Belakang : Gout Artritis merupakan penyakit metabolik yang ditandaidengan peningkatan kadar asam urat. Pengelolaan Gout Artritis dapat dilakukandengan terapi non-farmakologis, salah satunya yaitu dengan senam ergonomisyang dapat menurunkan kadar asam urat. Senam ergonomis memperbaiki fungsiginjal sehingga pembuangan asam urat tidak terhambat melalui urin.Tujuan : Mengetahui adakah pengaruh senam ergonomis terhadap penurunankadar asam urat pada lanjut usia dengan gout artritis di UPT panti sosialrehabilitasi lanjut usia mulia dharma kabupaten kubu raya.Metode : Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment pre test and posttest non equivalent control group. Penelitian ini menggunakan tekniknonprobality dengan metode consecutive sampling dengan jumlah sampel 15responden kelompok perlakuan dan 15 responden kelompok kontrol. Intervensidiberikan setiap hari selama 7 hari. Analisa data menggunakan uji t berpasangandan uji t tidak berpasangan. Hasil : Sebagian besar responden berusia 60-74 tahun dengan persentasekelompok intervensi 66,7% dan kontrol 86,7%, jenis kelamin terbanyak yaitulaki-laki dengan persentase 66,7% pada kedua kelompok. Analisis bivariat uji tberpasangan sebelum dan sesudah intervensi kelompok perlakuan diperoleh pvalue 0,000 0,05 dan hasil uji t tidak berpasangan diperoleh p value 0,935 0,05yang berarti tidak terdapat perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompokkontrol.Kesimpulan : Terdapat pengaruh senam ergonomis terhadap penurunan kadar asam urat di UPT panti sosial rehabilitasi lanjut usia mulia dharma KabupatenKubu Raya.Kata Kunci : Senam Ergonomis, Kadar Asam Urat, Terapi non-farmakologis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK TODDLER DI RSUD SULTAN SYARIF MUHAMMAD ALKADRIE PONTIANAK
., Fitri Fadilah
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (73.648 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.27293
Anak yang dirawat dirumah sakit akan menimbulkan reaksi psikologis berupa kecemasan.Kecemasan yang terjadi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perpisahan,lingkungan yang menakutkan dan sikap petugas kesehatan. Di Indonesia rata-rata 2,8% dari82.666 anak dirawat inap setiap tahunnya, sedangkan untuk di Pontianak ada 1,7% anak yangdi rawat dirumah sakit. Banyaknya jumlah anak yang dirawat semestinya diimbangi dengantingginya perhatian petugas kesehatan pada kebutuhan psikologis anak saat di rumah sakit.Kebutuhan psikologis akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Penelitian ini untukmengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap penurunan tingkat kecemasan pada anaktoddler di RSUD Sultan Syarif Mohammad Alkadrie Pontianak. Penelitian kuantitatif denganpendekatan cross sectional pada 56 sampel. Menggunakan uji analisis chi square untukmengetahui hubungan antar variabel. Berdasarkan uji analisis didapatkan p value hubungandukungan keluarga terhadap penurunan tingkat kecemasan yaitu 0,415 (p0,05). Tidak adahubungan antara dukungan keluarga terhadap penurunan tingkat kecemasan anak, sehinggadiperlukannya pengkajian lebih lanjut mengenai penyebab kecemasan pada anak saatdirumah sakit.Kata kunci : Dukungan keluarga, kecemasan, anak toddler.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNAWERDHA MULIA DHARMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT
., Christina
ProNers Vol 3, No 1 (2015): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (473.774 KB)
|
DOI: 10.26418/jpn.v3i1.29441
Latar Belakang : Lanjut usia sangat rentan terhadap konsekuensi fisiologis dan psikologis dariimobilitas salah satunya ialah depresi. Depresi merupakan masalah kesehatan dan gangguanmental yang paling sering terjadi pada lansia akibat kegagalan dalam menghadapi perubahankehidupan.Tingginya angka depresi pada lansia, disebabkan regangannya kekerabatan antaralansia dan keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Sehingga diperlukannya suatu dukungansosial/emosional yang dapat meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yangmenghadapi masalah yang dirasakan cukup berat.Tujuan :Mengetahui Hubungan Dukungan Sosial dengan Tingkat Depresi Pada Lansia di UPTPanti Sosial Tresna werdha Mulia Dharma Provinsi Kalimantan Barat.Metode : Penelitian ini analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional kuantitatif. Sampelpenelitian berjumlah 23 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner dari Panduan Social Support Assessment(SSA) dan Geriatric Scale Depression Scale (GDS).Uji statistik yang digunakan uji Fisher. Hasil : Analisa univariat berdasarkan pada usia terbanyak adalah rentang usia 64-74 sebesar 16 orang (69,6%).Jenis kelamin yang terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 12 orang (52,2%).Lama dipanti yang terbanyak adalah 1-5 tahun sebesar 13 orang (56,6%). Dukungan social yangterbanyak adalah dukungan social tinggi sebesar 20 orang (87,0%).Tingkat depresi yangterbanyak adalah yang depresi ringan sebanyak 15 orang (65,2%).Uji bivariat uji statisticdukungan social dengan tingkat depresi didapatkan nilai p= 1.000 Kesimpulan : Tidak ada hubungan dukungan sosial dengan tingkat depresi pada lansia Kata Kunci :Dukungan Social, Lansia di Panti, Tingkat Depresi