cover
Contact Name
Muhammad Yazid
Contact Email
agripita@unsri.ac.id
Phone
+628153800550
Journal Mail Official
agripita@unsri.ac.id
Editorial Address
Jalan Padang Selasa No. 524 Bukit Besar, Palembang 30139
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
AGRIPITA: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 25800612     EISSN : 27213552     DOI : -
AGRIPITA: Agribusiness and Agricultural Development Journal is published by Department of Agriculture Socio-Economics, Faculty of Agriculture, Universitas Sriwijaya and distributed twice a year in May and October. AGRIPITA is dedicated to researchers and academics intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA" : 5 Documents clear
Analisis Keberlanjutan Usahatani Kelapa Sawit Swadaya di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Eko Wibowo; Yulian Junaidi; Nurilla Elysa Putri
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis pendapatan usahatani kelapa sawit swadaya di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin (2) menganalisis saluran pemasaran, efisiensi pemasaran, dan pangsa petani kelapa sawit swadaya di Desa Bangun. Desa Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjung Lago Desa Bangun Sari Kabupaten Banyuasin pada bulan Nopember 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. merupakan data primer dan sekunder Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Penerimaan petani kelapa sawit swadaya di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin sebesar Rp34.006.000/Lg/Th (Rp .18.960.666,67 / Ha / Th) dengan total penerimaan Rp. 19.565.941,67 / Lg / Th (Rp 10.943.665,74 / Ha / Th). Berdasarkan hasil analisis R/C ratio diperoleh nilai sebesar 2,35/Lg/Ha/Th, serta hasil perhitungan B/C ratio sebesar 1,35/Lg/Ha/Th. (2) Pemasaran kelapa sawit di Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Lago memiliki satu saluran pemasaran dengan konsumen akhir yaitu Pabrik Kelapa Sawit. Dengan tingkat efisiensi 13,79 persen dan Farmer Share 72,41
Dampak Penurunan Harga Jual Karet (Hevea brasiliensis) Terhadap Pendapatan dan Kontribusi Pendapatan Total Petani Karet Di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir Faza Yunas Haniffa; Laila Husin; Henny Malini
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara penghasil karet terbesar di dunia bersama dengan dua negara penghasil karet alam terbesar yaitu Thailand dan Malaysia. Indonesia menyumbang 26 persen dari total produksi karet alam dunia. Karet merupakan salah satu komoditas pertanian penting dalam peredaran nasional dan internasional. Karet tidak hanya diusahakan oleh perkebunan-perkebunan besar milik negara, tetapi juga oleh swasta dan rakyat yang memiliki areal lebih luas. Sumatera Selatan merupakan penghasil karet alam yang penting di Indonesia. Komoditas ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi perekonomian di Sumatera Selatan. Harga Karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap tahunnya, dari harga rata-rata harga Karet tahun 2015 sampai dengan tahun 2017. Bila pada tahun 2015 harga jual karet mencapai Rp 8.590/kg yang dijual petani karet, sedangkan pada tahun 2017 harga jual karet mencapai Rp 8.590/kg. 6.932 Rp/kg dijual oleh petani karet yang memulai produksi karet di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menghitung kontribusi pendapatan usaha tani karet sebelum harga jual karet turun pada tahun 2015 dan kemudian harga jual karet turun pada tahun 2017 di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir, 2) Menghitung anggaran pendapatan kerajinan karet terhadap total pendapatan petani karet di Desa Tanjung Ali Kecamatan Jejawi Kabupaten Ogan Komering Ilir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata pendapatan petani karet sebelum penurunan harga karet tahun 2015 adalah Rp. 62.746.233,- per tahun sedangkan pendapatan petani setelah harga karet sampai dengan tahun 2017 sebesar Rp. 37.804.018 persen per tahun, dimana pendapatan petani sebelum penurunan harga karet lebih tinggi dibandingkan setelah penurunan harga karet. Seluruh pendapatan rumah tangga petani karet pada tahun 2015 adalah Rp. 121.385.737 per tahun, sedangkan pendapatan seluruh rumah tangga petani karet tahun 2017 adalah Rp. 81.500.295 per tahun, dimana peran usahatani karet sangat berperan dalam pendapatan seluruh rumah tangga petani karet. 2) Kontribusi pendapatan usahatani karet tahun 2015 dan tahun 2017 sebesar 51,69 persen dan 46,38 persen, sedangkan kontribusi pendapatan usahatani karet tahun 2015 dan tahun 2017 sebesar 36,94 persen dan 41,35 persen serta kontribusi pendapatan usaha lainnya tahun 2015 dan tahun Tahun 2017 sebesar 11,37 persen dan 12,27 persen, yang berarti bahwa kontribusi usahatani karet lebih penting dari pada kontribusi pendapatan usahatani nonkaret dan penggunaan usahatani terhadap total pendapatan rumah tangga petani karet.
PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA MARDIHARJO KECAMATAN PUWRODADI KABUPATEN MUSI RAWAS Ramadhon Al Ihsan; Imron Zahri; Elly Rosana
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang, sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang diandalkan, karena sektor pertanian memegang peranan penting dalam membangun perekonomian Indonesia. Sasaran utama pembangunan pertanian adalah meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Beras merupakan makanan pokok bagi penduduk Indonesia dan sebagai salah satu komoditas yang memiliki prospek cerah untuk meningkatkan pendapatan petani. Optimalisasi produktivitas padi di lahan sawah merupakan salah satu peluang peningkatan produksi beras nasional. Hal ini sangat dimungkinkan jika dikaitkan dengan areal persawahan pada agroekosistem lahan basah yang masih sangat antar lokasi dan belum optimal. Penggunaan teknologi baru yang efisien akan memberikan peluang bagi petani untuk berproduksi lebih banyak dengan pengorbanan yang lebih sedikit. Efisiensi dalam pengelolaan usahatani termasuk pengelolaan teknologi pertanian erat kaitannya dengan kapasitas kemampuan manajerial petani. Jika kapasitas manajerial petani meningkat, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efisiensi teknis usahatani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, (2) Menghitung pendapatan petani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas, dan (3) Menganalisis pengaruh efisiensi teknis terhadap pendapatan usahatani padi sawah di Desa P1 Mardiharjo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Musi Rawas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda, analisis pendapatan menggunakan alat analisis Microsoft Excel, dan analisis efisiensi teknis menggunakan alat analisis Statistical Package for Social Science (SPSS) for Windows versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis adalah variabel luas lahan, pupuk, dan pestisida. Sedangkan variabel tenaga kerja dan benih tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi teknis, (2) Pendapatan petani sampel pada usahatani padi sawah di desa P1 Mardiharjo adalah sebesar Rp. 761.934.199, dengan pendapatan rata-rata Rp. 19.048.354,98, per hektar per tahun, dan (3) Terdapat pengaruh nyata efisiensi teknis terhadap pendapatan dengan koefisien regresi yang diperoleh sebesar 3522.955, yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 persen efisiensi teknis akan meningkatkan pendapatan sebesar 3622.955 persen.
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI DAN KEBUTUHAN HIDUP LAYAK PETANI PADI RAWA LEBAK DI PULAU KEMARO KOTA PALEMBANG Yeka Puspita Sari; Muhammad Yamin; Muhammad Arbi
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan kondisi sosial ekonomi masyarakat Pulau Kemaro Kota Palembang, (2) Menganalisis apakah pendapatan petani padi sawah mampu memenuhi standar hidup layak (KHL), dan (3) Menganalisis tingkat kemiskinan. dari petani padi rawa. Penelitian dilakukan di Pulau Kemaro Kota Palembang dengan metode survei, terhadap 44 petani yang diambil dari 79 petani secara random sampling. Data diolah dengan tabulasi dan dijelaskan secara deskriptif dianalisis secara kuantiatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial ekonomi meliputi pendidikan, pekerjaan dan pendapatan mayoritas petani padi tamat SD (66,18 %), pekerjaan utama sebagai petani (100%), dan 90,91% memiliki pekerjaan sampingan. Rata-rata pendapatan petani padi pada usahatani padi rawa Rp. 5.608.685,- per tahun dan pendapatan non pertanian sebesar Rp. 20.360.227 per tahun. Rata-rata total pendapatan petani padi adalah Rp 26.541.639 per tahun. Pendapatan keluarga petani adalah Rp. 2.712.420,30 per bulan dan belum dapat memenuhi standar KHL Pulau Kemaro Rp. 5.403.254,55 per keluarga per bulan. Berdasarkan pendapatan per kapita petani dengan rata-rata Rp 653.519,70 dan garis kemiskinan senilai Rp 417. 828,00 per kapita per bulan menunjukkan bahwa 36% petani berada di bawah garis kemiskinan dan 64% berada di atas garis kemiskinan.
ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN PETANI UBI KAYU (Manihot esculenta) ITTARA DAN NON ITTARA SERTA EFISIENSI USAHATANI UBI KAYU DI DESA MUARA JAYA LAMPUNG TIMUR Yeni Setianingsih; Fachrurrozie Sjarkowi; Eka Mulyana
Agripita: Jurnal Agribisnis dan Pembangunan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): JURNAL AGRIPITA
Publisher : Agribusiness Study Program, Universitas Sriwijaya in Collaboration with Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Menganalisis perbedaan pendapatan petani singkong yang memasok hasil panennya ke Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) dengan yang memasok ke pabrik-pabrik besar karena rasio yang berbeda pada kedua skala industri. 2) Mengidentifikasi faktor penyebab Tepung Tapioka Rakyat Industri masih aktif dan tetap sebagai industri kerakyatan 3). Mengidentifikasi kelemahan petani dalam hal produksi dengan menganalisis faktor produksi usahatani dan mengukur tingkat efisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Jaya Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur pada bulan Januari 2018. Hasil dari penelitian ini adalah 1) Dengan uji t sampel Independet terdapat perbedaan pendapatan petani yang menjual hasil panennya dalam jumlah yang besar pabrik dan pabrik yang menjual Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) dan ada juga perbedaan dalam produksi. Pendapatan rata-rata petani yang menjual hasil panennya ke pabrik besar adalah Rp. 7.189.903 per hektar dan pendapatan rata-rata petani yang menjual ke pabrik ITTARA adalah Rp. 9.836.556 per hektar. 2) Dengan deskriptif analisis determinan yang menyebabkan Industri Tepung Tapioka Rakyat (ITTARA) Rukun Sentosa tetap bertahan sebagai industri kerakyatan karena ketersediaan bahan baku, adanya peluang pasar yang baik dan prospek dan komitmen yang kuat dari pemilik ITTARA dalam menjalankan usahanya. 3) Faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi produksi petani ITTARA adalah luas lahan, pupuk NPK, Urea, pestisida sebelum dan sesudah tanam. Nilai elastisitas produksi (koefisien produksi) yang menghasilkan nilai -1.547 menunjukkan bahwa skala pengembalian usahatani singkong petani ITTARA dalam keadaan menurun (Decreasing return to scale). Variabel benih, Pupuk NPK dan pestisida pasca tanam menunjukkan nilai NPMXi/Hxi < 1 dimana penggunaan faktor produksi adalah tidak efisien, sedangkan variabel pupuk Urea, pestisida pra tanam dan tenaga kerja menunjukkan NPMXi/Hxi > 1 artinya faktor produksi tidak efisien dan perlu ditambah. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap produksi petani Non ITTARA adalah luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida sebelum dan sesudah tanam. Elastisitas produksi ubi kayu menunjukkan nilai sebesar -0,508 yang berarti skala pengembalian usahatani ubi kayu untuk petani Non ITTARA dalam keadaan menurun (Decreasing return to scale). Seluruh variabel Non ITTARA petani menunjukkan nilai NPMXi/Hxi < 1 yang berarti penggunaan faktor produksi tidak efisien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5