cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Semantik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 386 Documents
Pengaruh Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Study Kasus Pada PT Yamaha Motor Semarang) Andi Kurniawati, SE., MM
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2960.08 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi, kompensasi, lingkungan kerja, dan kepuasan kerja terhadapprestasi kerja karyawan di PT Yamaha Motor Semarang .Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruhkaryawan PT Yamaha Motor Semarang sebesar 109 karyawan.Mengingat jumlah populasi sebesar 109 responden, maka layakuntuk dijadikan sampel dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sensus sampling.Alat analisis yangdigunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, dimana sebelumnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas.Berdasarkan hasil pengujian parsial menunjukkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadapprestasi kerja, dengan nilai t hitung sebesar 2,720 > nilai t tabel 1,9830. Hipotesis kedua menunjukkan bahwa kompensasimempunyai pengaruh yang signifikan positif terhadap prestasi kerja, dengan nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabelyaitu 2,596 > 1,9830. Pada pengujian hipotesis ketiga yaitu lingkungan kerja mempunyai pengaruh signifikan positif terhadapprestasi kerja, dengan nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabel yaitu 5,944 > 1,9830. Pengujian hipotesis keempat,kepuasan kerja mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap prestasi kerja, dengan nilai t hitung lebih besar daripada nilait tabel yaitu 3,650 > 1,9830. Pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan bahwa motivasi, kompensasi, lingkungan kerjadan kepuasan kerja terhadap prestasi kerja adalah signifikan, dengan nilai F hitung = 84,767 > dari F tabel = 2,46.Kata kunci : Motivasi, Kompensasi, Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja dan Prestasi Kerja Karyawan
Background Subtraction Berbasis Algorithma K-Means Klastering untuk Deteksi Objek Bergerak Moch Arief Soeleman; Ricardus Anggi P; Pulung Nurtantio Andono
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2994.549 KB)

Abstract

Background subtraction menjadi bagian yang sangat penting dari deteksi objek bergerak di video. Problem utamanya adalahketepatan dalam proses menentukan objek bergerak. Makalah ini mengusulkan metode klastering dengan k-means padabackground subtraction dalam mendeteksi objek bergerak. Untuk mengevaluasi performa dari k-means digunakan MeanSquare Error (MSE) dan Peak Signal Noise Ratio (PSNR). Hasil eksperimen menunjukkan bahwa k-means mampu untukmelakukan klasifikasi piksel latar depan atau latar belakang dalam mendeteksi objek.Keyword : k-means, background subtraction, objek bergerak
Klasifikasi Kualitas Kayu Kelapa Menggunakan Gray-Level Co-Occurrence Martix Berbasis Backpropagation dan Algoritma Genetika Ricardus Anggi Pramunendar; Catur Supriyanto
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3074.742 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang memiliki tanaman pohon kelapa (Cocos nucifera), batang pohon kelapadapat diproses menjadi kayu sebagai bahan pembuat mebel dan konstruksi bangunan. Kualitas kayu kelapa yaitu kekuatandan keawetan ditentukan oleh banyak faktor salah satunya adalah dari pola kerapatan serat (vascular bundle) pada kayukelapa. Saat ini untuk menentukan kualitas kayu kelapa dengan melihat kerapatan serat hanya dapat dilakukan oleh seorangahli dibidangnya. Karena pola pemotongan pada batang kelapa, kayu kelapa dibagi menjadi tiga kelas yang dilihat darikerapatan serat kayu, yaitu kerapatan tinggi, kerapatan sedang dan kerapatan rendah. Untuk menghasilkan produk yang baikdiperlukan penentuan kualitas bahan baku (kayu) yang sesuai dengan kebutuhan.Kata kunci : Kualitas kayu kelapa, GLCM, Backpropagation, Algoritma Genetika
Media Pembelajaran Sintaksis Bahasa Inggris bagi Mahasiswa Tunanetra Sunardi Sunardi; Raden Arief Nugroho; Budiharjo Budiharjo
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3096.671 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran inklusif bagi mahasiswa penyandang tunanetra yangbelajar di perguruan tinggi, khususnya dalam mata kuliah sintaksis bahasa Inggris. Untuk mencapai tujuan tersebut,penelitian ini dilakukan dengan metode riset dan pengembangan, dengan tahapan penelitian: (1) melakukan identifikasimasalah dan kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris dimana mahasiswa penyandang tunanetra belajar bersama dalam kelasmahasiswa biasa, melalui metode kajian pustaka, observasi, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD); (2)menyusun model pembelajaran inklusif bahasa Inggris bagi mahasiswa tunanetra yang meliputi strategi dan mediapembelajaran; (3) menyusun rencana pembelajaran inklusif; dan (4) mengkonsultasikan model dan rencana pembelajaraninklusif tersebut dengan ahli pembelajaran inklusif (expert judgement).Penelitian ini menghasilkan sebuah modelpembelajaran berbasis web yang telah disesuaikan dengan: a) media pembelajaran Sintaksis bahasa Inggris; b) prinsipkhusus peserta didik tunanetra; dan c) prinsip segmentasi struktur sintaksis bahasa Inggris. Walau temuan hasil telahberhasil diidentifikasi, penelitian ini masih memerlukan pengembangan lebih dalam, salah satunya untuk memperluas fungsimedia pembelajaran Sintaksis bahasa Inggris untuk mencakup analisis yang lebih kompleks, misalnya segmentasi kalimatmajemuk setara atau bertingkat.Kata kunci: model, pembelajaran, inklusif, tunanetra, sintaksis, bahasa Inggris
enerapan Ipteks pada Pesantren dan Kelompok Tani pada Masyarakat Lingkar Rawa Pening sebagai bentuk Akselerasi Kualitas Pendidikan dan Keekonomian Iwan Hermawan; Dody Setiadi
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3158.191 KB)

Abstract

ne"> Pesantren sebagai centre of socio religy dan ekonomi merupakan media di masyarakat yang mampu memberikan contohinduksi pendidikan di masyarakat, baik dalam bidang religi maupun keekonomian, dalam usahanya sendiri membentukkemandirian ekonomi[11]. Peran strategis ponpes dalam kajian model dalam kapasitas sebagai objek pengabdian akanmenjadi percontohan demplot untuk mengajarkan masyarakat di lingkar Rawa Pening mengenai implementasi teknologi tepatguna bidang pendidikan dan produksi. Program kajian sosial-ekonomi dalam program pengabdian akan memiliki arah: a)terbentuknya pendekatan pendidikan yang berakar pada pengkayaan sains dan teknologi internet sebagai dasar kualitaspemahaman pendidikan ponpes dan lingkungan masyarakat di sekitarnya yang saat ini masih awam teknologi; b)pemanfaatan enceng gondok sebagai pupuk organik yang memiliki pasar agribisnis yang masih terbuka luas; penciptaanalternatif pakan ternak baru bagi penduduk lingkar rawa pening dengan bahan utama serat enceng gondok yang kaya nutrisic) publikasi ikon produk unik kewilayahan melalui pengembangan layanan cms-web commerce. d) serta penguatan softskillsantri dalam bidang teknologi informasi dan pemasaran, yang meliputi: pelatihan grafis, video editing untuk mengunggah filevideo informasi melalui media sosial. Solusi capaian dari rancangan program ini selanjutnya akan menjawab sebagian daripokok permasalahan utama ponpes dan kelompok masyarakat Rowosari di lingkar Rawa pening. Dampak strategis dari usulppm ibm ini adalah: “terciptanya nilai tambah limbah gulma enceng gondok bagi kemandirian bidang ekonomi masyarakat dilingkar Rawa pening”. Dalam dampak kewilayahan yang lebih luas, program ini akan menjadi bagian langkah terobosandari upaya pemerintah (Dikti) dalam melakukan konservasi Rawa pening, dengan menjadikan ponpes sebagai model danagen penggerak dalam penciptaan multiplier efek berupa peningkatan produktifias pertanian, peternakan dan produksi sertamunculnya nilai keekonomian dari gulma enceng gondok menjadi pupuk cair.Kata kunci : Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat, Pesantren, Enceng Gondok, Rawa Pening
Analisis Persediaan Multy Item dengan Mempertimbangkan Faktor Kadaluarsa Donny Ciputra; Theresia Sunarni
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3070.522 KB)

Abstract

Home industry Roti Tiga Saudara merupakan suatu industri yang memproduksi roti dengan beberapa jenis roti, yakni : rotitawar, roti zebra, roti 9 merah, roti isi 12, dan roti 577. Permasalahan yang sering terjadi adalah banyaknya jumlah roti yangkadaluarsa, sehingga menyebabkan kerugian bagi perusahaan yang berdampak pada penurunan pendapatan. Home industryini ingin mengoptimalkan perencanaan persediaan roti dengan memperhatikan kapasitas tiap jenis roti berdasarkan faktorkadarluasa.Untuk mengatasi hal tersebut, dalam penelitian ini akan dibahas mengenai perencanaan dengan model multy item terhadappertimbangan faktor kadaluarsa untuk mengurangi produk yang akan kadaluarsa. Dalam model ini didapatkan tingkatproduksi optimum (Q) setiap hari sebanyak 224 unit roti tawar, 88 unit pada roti zebra, 110 unit pada roti 9 merah, 112 unitpada roti isi 12 dan 162 unit pada roti 577. Dengan kemungkinan adanya roti yang akan kadaluarsa berdasarkan tingkatproduksi optimum (Qk) sebanyak 5 unit pada roti tawar, 8 unit pada roti zebra, 13 unit pada roti 9 merah, 16 unit pada roti isi12, dan 20 unit pada roti 577. Berdasarkan data Q dan Qk, didapatkan Total Biaya Persediaan (TAC) pada masing-masingroti yaitu pada roti tawar sebesar Rp 2.476.056,67, pada roti zebra sebesar Rp 1.351.582,67, pada roti 9 merah sebesar Rp1.363.646,19, roti isi 12 sebesar Rp 1.367.478,37, dan pada roti 577 sebesar Rp 1.157.265,79. Jumlah input (Q) yangdiperoleh diharapkan merupakan jumlah pesanan yang optimum dari jenis roti yang sesuai dengan pertimbangan kadaluars,sehingga mampu mengendalikan biaya persediaan yang ada.Kata kunci : Persediaan, Model Multy Item, Pertimbangan Kadaluarsa
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN DOKUMEN TANGIBLE CULTURAL HERITAGE Khafiizh Hastuti; Abu Salam; Budi Handoko; Erwin Yudi Hidayat
Semantik Vol 4, No 1 (2014): Semantik 2014
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.474 KB)

Abstract

ne"> The geographical position of Central Java which is in the middle of the island of Java,making it a“meltingpot”of cultures as well as the cultural center of Java island. Cultural heritage is divided into tangiblecultural heritage and intangible cultural heritage. Tangible cultural heritage is the work ofthe human body thatcan be moved or moving, or that cannot be moved or did not move. Department of Culture and Tourism ofCentral Java has documented manually cultural heritage but very vulnerable to damage. There are also manycultural heritages that have not been recorded. The process ofdata collection and recording are very difficult,since the datasources are scattered and not well organized. Documentation of cultural heritage in Central Javacan be used as a information system database fora wide range ofcultura linterests in Central Java. The aim isto facilitate and ease The Department of Culture and Tourism of Central Java to documents and recordscultural heritage collections for the category of tangible cultural heritage. In the long-term plan, this system canbe used as a reference by another region, thus forming the national cultural heritage documentation system.Kata kunci: database, multimedia, sistem informasi, tangible cultural heritage
Potensi Kewirausahaan dalam Pembelajaran Penerjemahan Akhmad Saifudin
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.189 KB)

Abstract

Makalah  ini merupakan eksplorasi terhadap potensi kewirausahaan yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran Penerjemahan. Metode penelitian menggunakan penelitian lapangan paradigma kualitatif dengan tujuan untuk menjelaskan potensi kewirausahaan yang terdapat pada pembelajaran  Penerjemahan. Data dikumpulkan dengan metode observasi matakuliah dan wawancara informan. Target khusus penelitian ini adalah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa mengenai potensi kewirausahaan dan target jangka panjangnya adalah memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang model pembelajaran Penerjemahan berbasis kewirausahaan.Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pembelajaran Penerjemahan mempunyai potensi yang besar dalam pengembangan kewirausahaan, seperti potensi profesi sebagai penerjemah, juru bahasa, dan penerjemah film.
Revitalisasi Unggah-Ungguh untuk Peningkatan Layanan Wisata di Jawa Tengah: Kajian Komunikasi Interpersonal Berbasis Kearifan Lokal Budi Purnomo
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.902 KB)

Abstract

Sebagai masyarakat yang  berbudaya  luhur, secara turun-temurun masyarakat Jawa mewariskan sikap santun dalam berkomunikasi  dengan orang lain  yang dikenal dengan  istilah  unggah-ungguh.  Penelitian  ini  bertujuan untuk mengungkap penerapan  unggah-ungguh  oleh pelaku wisata  di Jawa Tengah  dalam melayani wisatawan. Penelitian difokuskan pada komunikasi interpersonal antara  pelaku  wisata sebagai tuan rumah dan wisatawan sebagai tamu.  Lazimnya pelaku  wisata akan bersikap santun dan menggunakan  unggah-ungguh yang tepat ketika berkomunikasi dengan wisatawan agar tercipta komunikasi yang harmonis.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku  wisata di Jawa Tengah menerapkan  berbagaiunggah-ungguh  ketika melayani wisatawan pada kala tertentu, tetapi melanggarnya pada kala lain .  Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada persamaan dan perbedaan sudut pandang  antara wisatawan berbahasa Inggris yang memiliki latar belakang budaya Barat dan wisatawan berbahasa Indonesia yang memiliki latar belakang budaya Indonesia terhadap unggah-ungguh  yang dipakai oleh pelaku  wisata di Jawa Tengah.  Hasil penelitian mengimplikasikan perlunya revitalisasi unggah-ungguh  sebagai  norma kesantunan  yang digali dari nilai-nilai luhur budaya Jawa  yang terkenal adiluhung  untuk dapat dilestarikan dan dikembangkan sebagai  kearifan lokal  dan  intangible tourism asset (aset wisata tak benda)  untuk peningkatan layanan wisata pada industri pariwisata yang merupakan industri kreatif di provinsi ini
Strategi Solusi Mahasiswa Mangkir Dengan Pendekatan Root Couse Analysis Dwi Nurul Izzhati; Retno Indah Hernawati; Yuniarsi Rahayu
Semantik Vol 3, No 1 (2013): Semantik 2013
Publisher : Semantik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.04 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang permasalahan yang ingin dianalisis di Program Studi X mengenai permasalahan mahasiswa mangkir.  Informasi data mahasiswa mangkir  tersebut merupakan kejadian yang perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk mendapatkan akar permasalahan dan solusinya, sehingga tidak mempengaruhi pencapaian mutu program studi dan mendukung pencapaian implementasi penjaminan mutu universitas. Berdasarkan latar belakang permasalahan yang menjadi maka tujuan penelitian ini adalah:  membantu memahami situasi sebenarnya akar permasalahan mahasiswa  mangkir  di Program Studi  X  untuk menentukan solusi dari akar permasalahan  (root couse analysis)  untuk  meminimalisasi terjadinya mahasiswa mangkir di  Program Studi  X.  Adapun dari hasil penelitian  penyebab terjadinya permasalahan mangkir adalah alasan bekerja 26,98%, motivasi 25,40%, ekonomi 22,22%, pindah 17,46%, regulasi 4,76%, lain-lain 3,18%. Dari hasil Root cause analysis sangat membantu dalam mengidentifkasi masalah-masalah yang timbul sehingga dapat menemukan solusi/strategi masalah mahasiswa mangkir yang terjadi dengan di imbangi tata kelola/manajemen yang terintegrasi.