cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 22527702     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
“Experientia” merupakan istilah dalam bahasa Latin yang artinya “pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman”. Pemilihan nama ini selaras dengan metode transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dipraktikkan di Unika Widya Mandala Surabaya, yakni “experiential learning” (mahasiswa dan dosen belajar bersama melalui partisipasi aktif dalam pembelajaran akademik). Berkala ilmiah ini dipublikasikan oleh Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, terbit dua kali setahun, dan memuat kajian/analisis/telaah/tinjauan empirik dalam ranah psikologi; yang bisa berupa penelitian lapangan maupun kajian teoretik. Misi jurnal ini adalah “give psychology away”—mengutip kata-kata klasik Philip Zimbardo—yakni membantu pengembangan psikologi menjadi ilmu yang sungguh-sungguh bermanfaat bagi kemaslahatan manusia dalam tataran mikro (individual) dan makro (komunal).
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
Prokrastinasi Akademik dan Dukungan Sosial Teman Sebaya pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Pradinata, Sherlin; Susilo, Johannes Dicky
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.189 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.899

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang dilakukan secara sengaja ketika memulai atau mengakhiri suatu tugas dengan tujuan menghindari kesulitan pada bidang akademik, seperti skripsi, yang berdampak keterlambatan pengumpulan tugas dan kelulusan bagi pelaku prokrastinasi. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah dukungan sosial. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada-tidaknya hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Subjek penelitian ialah mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (N=30) yang menempuh proposal skripsi atau skripsi lebih dari 1 semester. Teknik sampling yang digunakan ialah incidental sampling. Skala dalam penelitian ini terdiri dari dua skala yaitu skala prokrastinasi akademik dan skala dukungan sosial teman sebaya. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis statistik non parametrik Kendall’s Tau b. Hasil pengolahan statistik memperoleh koefisien korelasi sebesar 0,290 dengan nilai p sebesar 0,028 ( p≤0,05). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara prokrastinasi akademik dan dukungan sosial teman sebaya pada mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kata kunci: Prokrastinasi akademik, dukungan sosial teman sebaya
Sikap terhadap Euthanasia Ditinjau dari Jenjang Pendidikan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Kristika, Deshinta Rachma Tsani; Simanjuntak, Ermida Listyani
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.621 KB) | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1554

Abstract

Euthanasia adalah tindakan mengakhiri kehidupan seseorang baik secara aktif maupun pasif untuk menghentikan penderitaan atas penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Mahasiswa kedokteran sebagai seorang calon dokter adalah pihak yang akan berhubungan dengan euthanasia. Mahasiswa Kedokteran pada tahun pertama hingga co-ass mempunyai pengetahuan yang berbeda tentang topik euthanasia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap euthanasia ditinjau dari jenjang pendidikan mahasiswa Fakultas Kedokteran. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kedokteran (N=344 mahasiswa) dari angkatan pertama hingga co-assisten (dokter muda). Data dikumpulkan menggunakan Skala Sikap Terhadap Euthanasia. Data diolah dengan menggunakan uji statistika non parametrik Kruskal-Wallis yang menunjukkan nilai chi-square 2,378 dan p=0,667 (p>0,000) yang berarti tidak ada perbedaan sikap terhadap euthanasia ditinjau dari jenjang pendidikan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran. Sebagian besar subjek memiliki sikap netral terhadap pelaksanaan praktik euthanasia. Hal tersebut dapat diartikan bahwa mahasiswa cenderung tidak berpihak atau tidak mendukung terhadap praktik euthanasia. Fakultas Kedokteran disarankan agar memberikan program-program yang menambah pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran tentang topik euthanasia.
Sikap Terhadap Keperawanan dan Intensitas Perilaku Seksual pada Remaja Goenawan, Emanuela Aviana; Sumargi, Agnes Maria
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.001 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i1.906

Abstract

minat terhadap seks. Budaya sedikit banyak mempengaruhi perilaku seksual, termasuk perilaku seksual remaja. Budaya Indonesia mengharuskan wanita menjaga keperawanannya sampai menikah, hal ini membentuk sikap terhadap keperawanan yang positif yang selanjutnya mempengaruhi perilaku seksual pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan perilaku seksual pada remaja. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA di Surabaya yang terdiri dari 71 orang perempuan dan 72 orang laki-laki (N=143). Sampel dipilih dengan menggunakan metode sampling insidental. Hasil uji hipotesis hubungan antara sikap terhadap keperawanan dengan intensitas perilaku seksual pada remaja laki-laki dan remaja perempuan berdasarkan Kendall tau b menunjukkan nilai r = - 0,431 dengan p = 0,000 (p < 0,05) pada remaja laki-laki dan nilai r = - 0,319 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara intensitas perilaku seksual dengan sikap terhadap keperawanan.
Peningkatan Kemampuan Operasional Penjumlahan Mata Pelajaran Matematika dengan Mengunakan Media Gambar pada Siswa Kelas III Tunagrahita Ringan SDLB Negeri Semarang Agung Santoso Pribadi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.895

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasional penjumlahan mata pelajaran matematika dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas III SLB Negeri Semarang. Hipotesis yang diajukan adalah ada peningkatan kemampuan operasional penjumlahan mata pelajaran matematika dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas III SDLB Negeri Semarang. Subjek penelitian ini berjumlah 9 orang siswa kelas III tuna grahita ringan SDLB Semarang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest posttest desain. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t = -6,275 (p
Regulasi Belajar pada Mahasiswa Psikologi Ermida Simanjuntak
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.54 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.900

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tentang regulasi belajar yang didasarkan pada hasil penelitian oleh Kadioglu, Uzuntiryaki & Aydin (2011) yang merumuskan ada tujuh aspek regulasi belajar yaitu : motivation regulation, planning, effort regulation, attention focusing, task strategies, using additional resources dan self instruction. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan regulasi belajar yang dimiliki oleh mahasiswa Fakultas Psikologi. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Widya Mandala Surabaya yang aktif pada tahun ajaran Genap 2015/2016. Subjek penelitian sejumlah 170 orang. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah self regulatory strategic scale (SRSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar subjek memiliki regulasi belajar yang tergolong tinggi dan sangat tinggi. Prosentase tertinggi pada aspek regulasi belajar adalah pada aspek effort regulation dan attention focusing. Aspek regulasi belajar dengan kategori rendah dan sangat rendah dengan nilai prosentase tertinggi adalah pada aspek task strategies dan planning. Fakultas disarankan untuk dapat mengembangkan program-program yang dapat mengembangkan regulasi belajar pada mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan dapat mengembangkan alat ukur yang lebih variatif untuk mengungkap perilaku regulasi belajar. Kata kunci : self-regulated learning, mahasiswa Psikologi, effort regulation, attention focusing, task strategies, planning
Faktor-Faktor Brand Loyalty Smartphone Pada Generasi Y Tirta Angela; Nurlaila Effendi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.781

Abstract

Brand loyalty terhadap smartphone merupakan bentuk perilaku pembelian berulang yang dilakukan konsumen terhadap suatu merek smartphone yang sama. Brand loyalty merupakan suatu fenomena penting bagi industri. Generasi Y merupakan sasaran penelitian ini karena berkarakteristik sebagai techno-generation yang akan menjadi pimpinan pasar pada masa depan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi brand loyalty terhadap smartphone, pada generasi Y. Teknik sampling adalah purposive dan snowball. Penelitian ini dilakukan dengan perspektif kualitatif, dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan dengan wawancara, dan dianalisis mengunakan analisis tematik induktif. Hasil menunjukkan dua faktor yang memengaruhi brand loyalty terhadap smartphone pada generasi Y, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor interla mencakup faktor-faktor psikologis yang melibatkan motivasi, persepsi, proses belajar, dan faktor-faktor pribadi yang melibatkan kepribadian dan nilai. Faktor-faktor eksternal mencakup faktor-faktor sosial yang melibatkan gaya hidup komunitas, lingkaran kerja atau kuliah, teman, lingkaran keluarga, dan media. Kepribadian yang dipengaruhi oleh lingkaran keluarga merupakan hal terpenting yang memengaruhi brand loyalty generasi Y terhadap smartphone.
Dinamika Kesurupan Patologis: Studi Kasus di Jawa Tengah Anna Maria Anjaryani; Michael Seno Rahardanto
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.104 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i1.907

Abstract

Fenomena kesurupan telah diidentifikasi dalam berbagai budaya yang ada di dunia. Sepanjang sejarah, kesurupan dikaitkan dengan hal gaib, mistik, budaya, dan juga gangguan kejiwaan. Fenomena kesurupan dapat dibagi menjadi beberapa tipe, salah satunya adalah kesurupan patologis. Kesurupan patologis memiliki karateristik yang serupa dengan gangguan identitas disosiatif, gangguan depersonalisasi, atau gangguan derealisasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dinamika kesurupan patologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengambilan data wawancara dan observasi. Tes grafis diberikan untuk menunjang analisis data. Partisipan penelitian adalah individu yang pernah mengalami kesurupan patologis dan significant others. Hasil penelitian mengungkapkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesurupan, simtom-simtom kesurupan, dan proses kesembuhan.
Gambaran Subjective Well-Being pada Wanita Usia Dewasa Madya yang Hidup Melajang Indira Mustika Tandiono; Jaka Santosa Sudagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.896

Abstract

Usia dewasa madya tidak lagi memasuki tahapan perkembangan memilih pasangan hidup dan membina keluarga, melainkan menghadapi peran sebagai individu produktif dan kreatif, baik sebagai orang tua, pekerja, suami/istri. Wanita usia dewasa madya yang masih melajang memiliki konsekuensi yang harus dihadapi, seperti kesepian, kekhawatiran, dan emosi negatif lainnya. Padahal penting bagi wanita usia dewasa madya untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan dalam menjalani tugas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran subjective well-being pada wanita usia dewasa madya yang hidup melajang. Subjective well-being adalah suatu evaluasi positif individu secara afektif dan kognitif terhadap pengalaman hidupnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui wawancara dan observasi dengan tiga informan. Kriteria informan penelitian ini adalah wanita usia dewasa madya dengan status hidup lajang (belum menikah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran subjective well-being dapat terlihat dari evaluasi positif kehidupan sebagai lajang, yaitu kebahagiaan, kepuasan hidup, cara menikmati perjalanan hidup, dan harapan keajaiban mendapatkan jodoh. Dukungan sosial, spiritualitas, dan hubungan interpersonal turut merupakan faktor protektif yang mempengaruhi informan untuk dapat memberikan evaluasi positif terhadap kehidupannya. Faktor resiko yang menurunkan evaluasi hidup secara positif adalah pemikiran dan perasaan negatif, kondisi tidak bekerja, dan keinginan yang belum tercapai. Kata kunci: Subjective well-being, wanita dewasa madya, lajang
Pengetahuan Mengenai Penanganan Penyakit Diabetes dengan Kepatuhan Melaksanakan Diet Diabetes pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Ely Yustiana; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.592 KB) | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1551

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit yang terjadi akibat berkurangnya produksi hormon insulin yang berfungsi mengubah gula menjadi tenaga. Pola makan mempengaruhi stabilitas kesehatan penderita DM tipe 2 (DM2). Berdasarkan hal ini, diet diabetes merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengatasi terjadinya DM. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terlaksana tidaknya diet diabetes adalah pengetahuan individu terhadap penanganan penyakit yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Partisipan penelitian adalah 30 orang penderita DM2 dengan rentang usia dewasa hingga lanjut usia (lansia) yang masih aktif beraktivitas dan tinggal di Surabaya. Teknik pengambilan sampel adalah snowball sampling dan alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil analisis dengan Kendall’s tau b mendapatkan koefisien korelasi sebesar 0,125 dengan p = 0,388 (p > 0,05), sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan mengenai penanganan penyakit diabetes dengan kepatuhan melaksanakan diet diabetes. Tingkat kepatuhan dalam menjalankan diet diabetes pada sebagian partisipan tergolong buruk (53,33%), sedangkan tingkat pengetahuan terhadap penyakit diabetes cenderung menyebar pada kategori rendah (36,67%), sedang (23,33%), dan tinggi (26,67%). Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengatasi kelemahan penelitian ini seperti jumlah sampel yang terbatas dan memperhitungkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kepatuhan melaksanakan diet diabetes berdasarkan teori Health Belief Model.
Pengaruh Metode Wayang Kulit Terhadap Motivasi Belajar Bahasa Daerah Pada Siswa Sekolah Dasar Wahyu Priyono; Ermida Simanjuntak; Desak Nyoman Arista Retno Dewi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.192 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i2.903

Abstract

Eksistensi Bahasa Daerah perlu dilestarikan sehingga saat ini Bahasa Daerah masuk pada kurikulum SD. Salah satu permasalahan belajar Bahasa Daerah di sekolah adalah rendahnya motivasi belajar siswa pada pelajaran Bahasa Daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode pengajaran menggunakan wayang kulit terhadap motivasi belajar bahasa Daerah pada siswa SD. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental dengan desain nonrandomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 Sekolah Dasar St. Mary Surabaya yaitu kelompok eksperimen (N=11) dan kelompok kontrol (N=15). Alat ukur menggunakan skala motivasi belajar Bahasa Daerah dan treatment yang diberikan berupa 6 sesi pelajaran Bahasa Daerah menggunakan wayang kulit. Hasil penelitian yaitu independent sample t-test menunjukkan nilai t = -2.13 dengan p = 0.044 (p

Page 2 of 13 | Total Record : 127