EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia
“Experientia” merupakan istilah dalam bahasa Latin yang artinya “pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman”. Pemilihan nama ini selaras dengan metode transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dipraktikkan di Unika Widya Mandala Surabaya, yakni “experiential learning” (mahasiswa dan dosen belajar bersama melalui partisipasi aktif dalam pembelajaran akademik). Berkala ilmiah ini dipublikasikan oleh Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, terbit dua kali setahun, dan memuat kajian/analisis/telaah/tinjauan empirik dalam ranah psikologi; yang bisa berupa penelitian lapangan maupun kajian teoretik. Misi jurnal ini adalah “give psychology away”—mengutip kata-kata klasik Philip Zimbardo—yakni membantu pengembangan psikologi menjadi ilmu yang sungguh-sungguh bermanfaat bagi kemaslahatan manusia dalam tataran mikro (individual) dan makro (komunal).
Articles
127 Documents
Gambaran Subjective Well-Being pada Single
. Wiranti;
Jaka Santosa Sudagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (498.361 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v5i1.1553
Menjadi seorang single mother pastilah sangat berat, karena tugas-tugas dalam keluarga yang biasanya diemban ayah dan ibu, namun dalam kondisi sebagai single mother haruslah ditangani seorang diri. Beberapa hal yang menjadi masalah cukup berat bagi para single mother adalah mengasuh anak-anak yang dimiliki seorang diri serta pada saat yang bersamaan mereka harus bekerja untuk mendapatkan penghasilan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari hari. Meskipun menjadi single mother sangatlah berat namun berdasarkan wawancara awal diketahui bahwa mereka ternyata juga masih memiliki kebahagiaan sebagai seorang single mother. Oleh karena itu, menjadi seorang single mother ternyata memiliki gambaran penderitaan dan kebahagiaan (kesejahteraan) yang tersendiri. Gambaran beratnya hidup sebagai single mother telah banyak diketahui secara umum. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran subjective well-being yang dimiliki oleh single mother. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model yang dipakai adalah fenomenologis. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 3 (tiga) orang dengan kriteria wanita dewasa awal yang berusia 18 sampai dengan 40 tahun. Partisipan juga harus memiliki minimal seorang anak yang hidup bersama dengannya. Partisipan memiliki status single mother baik karena kematian pasangan atau perceraian. Metode pengambilan data yang digunakan adalah wawancara semi tersruktur. Data yang diperoleh akan diolah dengan analisis data induktif, validitas yang digunakan dalam penelitian adalah validitas komunikatif dan validitas kumulatif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pada ketiga informan didapat gambaran subjective well-being yang mengacu pada kondisi perekonomian karena ketika perekonomian sudah tercukupi dengan sendirinya maka kebahagiaan bisa didapatkan dan kehidupan partisipan bisa sejahtera. Demikian keyakinan dari para informan. Walaupun informan sudah bercerai tetapi informan masih menginginkan figur keluarga yang utuh dan informan tetap bekerja keras untuk menghidupi anak anaknya.
Pengaruh Psychological Capital Terhadap Work Engagement pada Dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Suharianto, .;
Effendy, Nurlaila
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.558 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v3i2.905
Berdasarkan hasil keputusan Kopertis, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mendapatkan peringkat ketiga dalam penilaian kampus unggulan. Penilaian berdasarkan 4 kriteria penilaian (1) tata kelola kelembagaan dan kerjasama, (2) pendidik dan tenaga kependidikan, (3) penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, (4) pembelajaran dan kemahasiswaan. Untuk meningkatkan penilaian di tahun berikutnya, UKWMS harus mengevaluasi hasil tersebut dan meningkatkan di bagian tata kelola dan kerjasama serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Kinerja tenaga pendidik supaya bisa menghasilkan hasil yang optimal maka diperlukan work engagement pada tenaga pendidik atau dosen untuk meningkatkan kinerja. Work engagement adalah hubungan yang positif yang memiliki keterlibatan emosional, komitmen antara karyawan dengan pekerjaan untuk mencapai kesejahteraan. Work engagement dipengaruhi beberapa faktor, salah satu faktornya yaitu psychological capital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh psychological capital terhadap work engagement pada dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Metode yang digunakan accidental sampling dan purposive sampling dengan kriteria dosen tetap Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Penelitian ini dilakukan dengan membagi kuesioner sebanyak 71 dosen di UKWMS. Teknik analisa data adalah regresi sederhana, analisa data menggunakan bantuan program Statistical Package for Sosial Sciences (SPSS) for windows versi 16. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh psychological capital pada work engagement pada dosen di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang digambarkan dengan persamaan Y = 6,079 + 0,645X, sumbangan efektifnya sebesar 69,7% dan nilai sig nya sebesar 0,00 ( < 0,05).
RESILIENSI PADA WANITA DEWASA MADYA SETELAH KEMATIAN PASANGAN HIDUP
Isanyora Mariana Fielda Fernandez;
Jaka Santosa Soedagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (462.889 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1788
Peristiwa kematian pasangan hidup bisa menjadi hal yang tidak terduga bagi pasangan yang ditinggalkan. Kematian suami memicu pasangan yang masih hidup untuk mengatasi tekanan kesedihan dan emosional serta menerima realitas sosial dan status baru sebagai janda. Hidup menjanda merupakan tantangan emosional dan masalah bagi wanita. Masalah yang dihadapi selama menjanda terkait masalah ekonomi, sosial, hubungan keluarga, dan pekerjaan sehari- hari. Padahal, wanita harus mampu berperan sebagai orangtua tunggal dan bertahan bersama anak, mengatasi tekanan secara sehat, serta dapat bangkit dari keadaan tertekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk beradaptasi, bertahan dan bangkit dari masalah dengan mengandalkan kekuatan dari dalam diri untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui metode wawancara dengan tiga informan. Kriteria informan penelitian ini adalah wanita dewasa madya yang menjanda (karena kematian suami) dan memiliki anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran resiliensi pada wanita dewasa madya setelah kematian pasangan hidup dari ketiga informan yaitu dengan menghindari pandangan negatif, merawat anak, dan mencukupi kebutuhan keluarga. Hal tersebut memicu informan agar dapat bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah dalam proses beradaptasi. Hubungan yang kurang harmonis dengan keluarga suami, kehilangan peran suami dan ayah, dan berperan ganda sebagai ibu dan ayah bagi anak merupakan faktor resiko. Faktor protektif meliputi adanya dukungan dari anak dan keluarga, dukungan dari teman, jabatan karir yang meningkat, dan keaktifan di gereja dan di masyarakat yang mampu meningkatkan adaptasi diri informan dalam menjalankan kehidupannya setelah kematian pasangan hidup.
Sikap Terhadap Kenakalan Remaja Dengan Religiositas Pada Anggota REKAT (Remaja Katolik) Di Surabaya
Margaretha Wahyu Widyarti;
Johannes Dicky Susilo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.866 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v3i1.780
Kenakalan remaja adalah salah satu perilaku menyimpang yang disebabkan oleh kegagalan individu dalam menjalankan tugas-tugas perkembangannya di masa remaja. Perilaku kenakalan remaja ini juga dilandasi oleh sikap yang dimiliki para remaja. Sikap yang mendukung terhadap kenakalan remaja memiliki potensi untuk memunculkan perilaku kenakalan pada remaja. Upaya pencegahan kenakalan remaja dapat dilakukan dengan pembinaan dari segi agama untuk menumbuhkan religiositas pada remaja dan pengetahuan baik-buruk sehingga akan membentuk sikap yang tidak mendukung pada kenakalan remaja. Salah satu pembinaan keagamaan yang ada adalah pembinaan Remaja Katolik (REKAT). Namun pada kenyataannya masih ada anggota REKAT yang melakukan kenakalan remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiositas dengan sikap terhadap kenakalan remaja pada anggota REKAT di Surabaya. Subjek penelitian (N = 108) adalah anggota REKAT di Surabaya yang berusia 12-17 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi non parametrik Kendall’s tau-b. Hasil analisis menunjukkan nilai r = 0,426 dengan p < 0.001 yang berarti ada hubungan yang signifikan antara religiositas dengan sikap terhadap kenakalan remaja.
TINJAUAN HIERARCHY OF EFFECTS PADA PROMOSI INSTITUSI PENDIDIKAN MELALUI BROSUR
Budi, Caecilia Setya
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.855 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1789
Perkembangan teknologi dan pergeseran generasi mempengaruhi dampak di berbagai bidang, termasuk dampak promosi di pendidikan tinggi. Perkembangan teknologi modern menjadi perhatian tenaga profesional bidang marketing terkait strategi pemasaran atau promosi. Terjadi pertentangan pendapat bahwa meski era sudah berubah namun promosi melalui brosur masih dipertahankan karena menurut beberapa pihak, strategi ini dianggap masih berdampak positif. Di sisi lain, beberapa orang merasa bahwa bentuk promosi tersebut seharusnya mulai ditinggalkan karena dampaknya kurang sesuai hasil yang diharapkan. Meninjau fenomena ini, maka peneliti ingin meninjau dampak promosi melalui brosur di Perguruan Tinggi X menggunakan teori hierarchy of effects. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui wawancara konsumen (N=5 orang) yang akan memutuskan untuk mendaftar di Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi pendidikan tinggi melalui penyebaran brosur hanya memiliki pengaruh pada area kognitif, yang merupakan tahap awal dari hierarchy of effects. Promosi melalui brosur belum berdampak pada area afektif konsumen. Dengan demikian, diperlukan adanya strategi promosi yang lebih holistik, yang tidak hanya mengandalkan brosur semata, namun juga cara yang lain. Penggunaan brosur untuk promosi masih memiliki dampak pada pengetahuan mengenai jasa pendidikan yang dipromosikan sehingga keberadaan brosur dapat menjadi starting point bagi customer dalam mengenal pendidikan tinggi yang ditawarkan.
Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Student Team Achievement Division (STAD) dengan Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa Statistika Praktikum Fakultas Psikologi
Hapsari, Elisabet Widyaning
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.281 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v5i1.1550
Penelitian ini dilakukan untuk melihat efektivitas penggunaan metode pembelajaran kooperatif STAD terhadap motivasi berprestasi para mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Statistika Praktikum. Matakuliah ini merupakan salah satu mata kuliah yang menjadi “momok†bagi para mahasiswa karena tidak pernah meluluskan 100% mahasiswanya. Melalui pembelajaran kooperatif STAD diharapkan dapat membantu para mahasiwa dalam memahami materi dengan lebih baik melalui bantuan orang yang lebih mampu. Dalam penelitian ini orang yang yang lebih mampu tersebut adalah dosen, asisten dosen dan teman satu kelompok. Hasil yang signifikan (p< 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi berprestasi pada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Statistika Praktikum. Terlihat bahwa motivasi berprestasi para mahasiswa tersebut meningkat setelah mengikuti mata kuliah Statistika Praktikum yang menggunakan metode pembelajaran kooperatif STAD.
DUKUNGAN SOSIAL DAN KEPUASAN HIDUP PADA MAHASISWA UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA YANG 1,2 BERASAL DARI LUAR JAWA
Raharjo, Yosua Ong;
Sumargi, Agnes Maria
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (0.036 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1785
ahasiswa yang berasal dari luar Jawa yang sedang menjalankan studi di Jawa harus melakukan penyesuaian diri yang cukup berat karena adanya perbedaan bahasa dan budaya. Kondisi ini mempengaruhi pergaulan sehari-hari yang kemudian dapat menurunkan kepuasan hidupnya. Dukungan sosial mungkin dapat mencegah menurunnya kepuasan hidup karena lingkungan yang mendukung akan mempercepat proses penyesuaian diri bagi mahasiswa yang berasal dari luar Jawa. Penelitian ini bermaksud untuk menguji ada tidaknya hubungan antara dukungan sosial dengan kepuasan hidup pada mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) yang berasal dari luar Jawa. Lima puluh empat mahasiswa UKWMS yang berasal dari luar Jawa terlibat dalam penelitian ini dengan mengisi skala dukungan sosial dan kepuasan hidup. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial, khususnya yang berasal dari teman, dengan kepuasan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa bagi mahasiswa luar Jawa, dukungan teman memiliki arti penting dalam hidupnya sehari-hari sehingga berpengaruh positif pada kepuasan hidupnya sebagai mahasiswa.
KONSELING BERBASIS TEKS MENGGUNAKAN RILIV-APLIKASI ANDROID
F. Yuni Apsari;
Made Dharmawan Rama Adhyatma;
Eli Prasetyo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.394 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1790
Bangsa Indonesia dengan keberagamannya menghadapi tantangan perubahan perilaku sosial sebagai dampak perkembangan teknologi dan perubahan generasi. Generasi millenial yang saat ini mendominasi merupakan generasi yang lekat dengan teknologi sebagai gaya hidup. Gaya hidup dipengaruhi oleh arus informasi yang cepat, ketidakpastian dan tuntutan tinggi juga mempengaruhi sikap dan pengambilan keputusan yang menjadi sulit. Menjawab kebutuhan diatas maka perlu adanya inovasi diberbagai bidang termasuk inovasi bantuan psikologi dengan pemanfaatan teknologi. Telah dibuat aplikasi Appstore dimana proses konseling dilaksanakan online melalui aplikasi Riliv. Riliv merupakan social network yang menghubungkan klien dengan konselor secara online. Guna menjaga mutu proses konseling berbasis teks melalui teknologi maka penelitian ini bertujuan menemukan model konseling yang tepat melalui aplikasi android. Penelitian terdiri dua tahap : 1) Menemukan kebutuhan pengembangan ketrampilan konseling berbasis teks yaitu microskill konseling dan teknik konseling berbasis teks. Tahap ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara konselor. 2) Berdasar hasil tahap 1, dirancang model pengembangan ketrampilan konseling berbasis teks. Hasil penelitian merancang 5 Modul yaitu konsep konseling berbasis teks,pendekatan konseling, microskill konseling, teknik helping model, studi kasus konseling online. Modul yang dikembangkan menjadi alternatif model konseling berbasis teks melalui aplikasi android sebagai alternatif model bagi generasi Millenial.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DENGAN TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA
Agung Santoso Pribadi;
Rini Sugiarti
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.495 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1786
Penelitian ini ini bertujuan menguji perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dengan tipe Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMA. Subjek Penelitian ini berjumlah 69 siswa kelas X IPS. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan skala kepercayaan diri. Rancangan penelitiannya adalah eksperimen dengan menggunakan static group design. Analisis data dilakukan menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t hitung (-0,026, p 0,980>0,05). maka hipotesis diterima. Rata-rata (mean) untuk kelas yang mengunakan model pembelajaran koperatif tipe Numbered Head Together adalah 0,49 dan kelas yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share adalah 0,53. Disimpulkan bahwa kepercayaan diri siswa di kelas dengan model pembelajaran koperatif tipe think Pair share lebih tinggi daripada kepercayaan diri siswa di kelas dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together.
STUDI DESKRIPSI TENTANG RELIGIOSITAS DAN FAKTORFAKTOR YANG MEMPENGARUHI RELIGIOSITAS PADA MAHASISWA YANG BERAGAMA KATOLIK DI UNIVERSITAS X
Johannes Dicky Susilo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (455.926 KB)
|
DOI: 10.33508/exp.v6i1.1791
Masyarakat Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang religious, namun saat ini penanaman nilainilai religious mulai terdesak oleh perkembangan teknologi, khususnya perkembangan di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin pesat, terbuka dan kurang selektif bisa memberikan dampak negatif bagi keberadaan dan kewibawaan nilai-nilai religious yang dianut dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa juga tidak terlepas dari pengaruh tersebut padahal sebagai calon agen perubahan diharapkan memiliki religiositas yang tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari fenomena tersebut di atas terhadap perkembangan religiositas mahasiswa di universitas Y. Penelitian dilakukan terhadap 449 orang mahasiswa yang beragama Katolik di universitas X dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan incidental sampling. Pengambilan data menggunakan skala religiositas remaja. Hasil penelitian menunjukkan tingkat religiositas dalam kategori sangat tinggi sebanyak 52,9% dan kategori tinggi 40,9%. Faktor-faktor yang dominan dalam mempengaruhi religiositas adalah orangtua, saudara, teman, dan pemuka agama. Orangtua adalah faktor yang paling dominan dalam pertumbuhan religiositas mahasiswa.