cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 22527702     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
“Experientia” merupakan istilah dalam bahasa Latin yang artinya “pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman”. Pemilihan nama ini selaras dengan metode transfer dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dipraktikkan di Unika Widya Mandala Surabaya, yakni “experiential learning” (mahasiswa dan dosen belajar bersama melalui partisipasi aktif dalam pembelajaran akademik). Berkala ilmiah ini dipublikasikan oleh Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, terbit dua kali setahun, dan memuat kajian/analisis/telaah/tinjauan empirik dalam ranah psikologi; yang bisa berupa penelitian lapangan maupun kajian teoretik. Misi jurnal ini adalah “give psychology away”—mengutip kata-kata klasik Philip Zimbardo—yakni membantu pengembangan psikologi menjadi ilmu yang sungguh-sungguh bermanfaat bagi kemaslahatan manusia dalam tataran mikro (individual) dan makro (komunal).
Arjuna Subject : -
Articles 127 Documents
Proses Dan Dampak Informasi Dalam Strategi Iklan Bersambung Pond’s Flawless White Versi 7 Days To Love Novita Ekasari Onggosaputra; Florentina Yuni Apsari
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.087 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.782

Abstract

Strategi penayangan iklan yang kreatif ditujukan untuk menarik perhatian masyarakat. Salah satu strategi penayangan iklan yang ternyata menjadi perhatian masyarakat yaitu iklan bersambung seperti iklan produk Pond’s Flawless White. Penelitian tentang strategi penayangan iklan bersambung ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana proses dan dampak informasi dari strategi penayangan iklan bersambung produk Pond’s Flawless White. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Proses pangambilan data dilakukan melalui angket dan wawancara. Informan yang menjadi subjek penelitian merupakan konsumen yang telah menonton keseluruhan episode iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses dan dampak informasi dari iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love hanya sampai pada dimensi afeksi. Iklan bersambung Pond’s Flawless White versi 7 Days to Love belum mampu membuat penontonnya melakukan pembelian produk. Konsumen menyukai konsep cerita yang disuguhkan, tetapi enggan untuk mencoba menggunakan produk karena lebih percaya pada produk yang sudah biasa digunakan.
Coping Stress Penyandang Tunanetra Late-Blind Serafine Hosana Santoso; Erlyn Erawan
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i1.908

Abstract

Penyandang tunanetra late-blind adalah seseorang yang menjadi tunanetra ketika berusia diatas 12 tahun. Ketika menjadi penyandang tunanetra, individu mengalami kejadian yang stressful di mana semua aktivitas yang semula bisa dilakukan menjadi tidak bisa dilakukan. Dalam menghadapi stres, individu akan melakukan usaha coping stress, yaitu usaha yang terus menerus berubah dalam menghadapi tuntutan dari luar maupun dari dalam yang menjadi sumber ancaman seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah berusaha mengetahui coping stress dari seorang penyandang tunanetra late-blind terkait dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menggunakan penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologis, peneliti melakukan wawancara pada tiga informan yang menjadi penyandang tunanetra setelah usia dewasa. Reaksi stres yang paling umum ditampakkan adalah perasaan marah dan kecewa terhadap keadaan yang menimpa diri para informan. Dalam proses menghadapi kemarahan dan kekecewaan tersebut, para informan mendekatkan diri pada Tuhan dan berdoa. Setelah menemukan komunitas penyandang tunanetra, para informan bisa kembali beraktivitas seperti sebelumnya dan menerima keadaan dirinya. Selama proses coping stress para informan membutuhkan dukungan dari orang lain, baik dalam bentuk materi, informasi, maupun emosi. Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi mengenai coping stress yang dilakukan oleh informan terkait dengan kondisinya.
Self-Regulation dan Perilaku Makan Sehat Mahasiswa yang Mengalami Dyspepsia Happy Cahaya Mulya; Agnes Maria Sumargi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.78 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.897

Abstract

Dyspepsia adalah rasa nyeri yang dirasakan di ulu hati dan rasa tidak nyaman pada perut bagian atas. Salah satu hal yang dapat menimbulkan gejala ini terjadi adalah perilaku makan sehat seseorang. Salah satu faktor dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi perilaku makan sehat adalah self-regulation. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada/tidaknya hubungan antara self-regulation dan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia. Subjek penelitian adalah mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya yang mengalami dyspepsia (N=31). Pengambilan sampel dilakukan dengan cara incidental sampling. Pengumpulan data untuk variabel perilaku makan sehat dilakukan dengan menggunakan My Meals Diary, yaitu subjek melakukan pencatatan perilaku makannya selama 7 hari. Variabel self-regulation diukur dengan menggunakan Skala Self- Regulation. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik korelasi non parametric Kendall’s Tau_b. Hasil analisis mendapatkan nilai r = -0.005, p = 0,972 (p > 0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara self-regulation dengan perilaku makan sehat pada mahasiswa yang mengalami dyspepsia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Selain kelemahan pada metodologi penelitian, penelitian selanjutnya dapat memperhitungkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi perilaku makan seperti stress dan pengetahuan mengenai dyspepsia. Kata Kunci: Self-regulation, perilaku makan sehat, dyspepsia
Intensi Social Loafing Pada Tugas Kelompok Ditinjau Dari Adversity Quotient Pada Mahasiswa Sutanto, Stephanie; Simanjuntak, Ermida
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.036 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.778

Abstract

Tugas kelompok dalam perkuliahan dapat menimbulkan social loafing pada mahasiswa. Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi usahanya ketika mengerjakan tugas secara kelompok dibandingkan ketika mereka dievaluasi secara personal. Intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing diduga berhubungan dengan adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa. Adversity quotient adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dalam menghadapi dan mengatasi masalah, hambatan atau kesulitan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Subyek penelitian adalah 85 orang mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala intensi social loafing dan skala adversity quotient. Hasil analisa data menunjukkan nilai -0.299 dengan p < 0.001 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara adversity quotient dengan intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Semakin tinggi adversity quotient yang dimiliki oleh mahasiswa maka semakin rendah intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing pada tugas kelompok. Dosen disarankan untuk memberikan tugas-tugas perkuliahan yang dapat menstimulasi adversity quotient pada mahasiswa sehingga intensi mahasiswa untuk melakukan social loafing dapat menurun.
Positive Youth Development Program, Stimulator to Increase Competences For Sexual Educator: A Documentation Study Andhika Alexander Repi
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.854 KB) | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1552

Abstract

Sexual harassment; teenager premarital sexual activities; and sexually transmitted infections (STIs) among teenager are remain alarmingly high for Indonesian youth. Actually, these three phenomena can be overcome by conduct sex education training. Researchers found that sex education training is still an effective way to prevent youth from those phenomenons and enhance the well being of them. The ideal sex educators are parents and teacher as a closest side to the youth. But, In Indonesia, sex educator still threat by many constraints such as belief of discussion about sex is taboo, lack of knowledge, and lack of confidence to conduct the training.This gap could overcome by developing program called Positive Youth Development Program. Design of this program consist of two topic, the sex education training for the youth, and training of trainer for the sex educator. This paper focused on how to preparing sex educators in case of conduct the Positive Youth Development Program. The discussion on this paper come out with two topics: (1) What is Positive Youth Development Program: concept and training topic and (2) how to be a good sex educator: how to design the program, and how to deliver the positive youth development program.
Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Yang Sedang Rawat Jalan Lia Minarni; Jaka Santosa Sudagijono
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.885 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i2.904

Abstract

Keteraturan minum obat adalah perilaku yang harus dijalani oleh penderita skizofrenia rawat jalan untuk memperpanjang periode relaps. Namun sayangnya banyak penderita yang tidak teratur minum obat yang salah satunya dikarenakan kurangnya dukungan dari faktor sosial seperti kurangnya dukungan dari keluarga maupun lingkungan terhadap diri penderita, juga karena adanya efek samping obat bagi penderita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk dukungan keluarga terhadap perilaku minum obat pasien skizofrenia yang sedang menjalani rawat jalan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang anggota keluarga penderita skizofrenia. Hasil penelitian dianalisa dengan cara mengorganisasi data, melakukan koding, melakukan intepretasi lalu membuat kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dukungan keluarga terhadap penderita tidak hanya terbatas pada perilaku minum obat, namun juga dalam keseharian penderita. Dalam perilaku minum obat penderita, dukungan keluarga yang diberikan secara garis besar terdiri atas dukungan instrumental, dukungan informatif, dan dukungan emosional. Adapun contoh dukungan keluarga yang diberikan seperti menyiapkan obat setiap hari, memberi pengertian dan nasehat pada penderita agar mau minum obat, serta memiliki perasaan kasihan terhadap penderita. Selain dukungan keluarga, sikap positif dan negatif yang dimiliki oleh penderita terhadap obat yang diminumnya juga mempengaruhi perilaku minum obat yang ada.
Antara Harapan Dan Takdir: Resolution To Infertility Pada Perempuan Infertil Tedjawidjaja, Detricia; Rahardanto, Michael Seno
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.48 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.783

Abstract

Infertilitas merupakan masa krisis bagi orang yang mengalaminya. Tujuan penelitian ini ialah mengeksplorasi gambaran psikologis yang dialami perempuan infertil hingga sampai tahap resolution to infertility. Dengan pendekatan fenomenologis, peneliti melakukan wawancara kepada empat perempuan yang memiliki masalah infertilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan infertil akan melalui tahap period of grief sebelum masuk ke tahap penerimaan terhadap infertilitas. Gambaran psikologis yang paling sering ditunjukkan informan ialah perasaan sedih, cemas, dan stres. Proses penerimaan dicapai para informan dengan pertama-tama memaknai kepemilikan anak sebagai takdir dari Tuhan. Pemaknaan akan takdir ini selanjutnya memunculkan harapan bahwa Tuhan bisa memberikan anak pada masa depan. Harapan menjadi sumber utama kekuatan bagi para informan penelitian dalam menerima kondisi infertilitas. Hasil penelitian juga mengungkap faktor-faktor protektif dan risiko yang mampu mempengaruhi keberhasilan perempuan infertil dalam menjalani program kehamilan. Faktor-faktor protektif meliputi aspek spiritualitas, marital benefit, dukungan sosial, dan coping mechanism, sedangkan faktor-faktor risiko meliputi tekanan sosial, kesibukan suami dalam pekerjaan, dan hubungan negatif antara pasien dan tenaga kesehatan profesional. Hasil penelitian ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga profesional kesehatan dalam memberikan bantuan medis dan psikologis bagi perempuan infertile.
Tingkat Flourishing Individu dalam Organisasi PT X dan PT Y Nurlaila Effendy; Herlina Subandriyo
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.491 KB) | DOI: 10.33508/exp.v5i1.1548

Abstract

Kesejahteraan dalam organisasi dapat diukur dengan konsep Psikologi Positif yang dikenal dengan nama Flourishing sebagai tingkat tertinggi dari Subjective well-being sehingga dapat diukur kesehatan organisasi secara keseluruhan. Pada penelitian ini dilakukan pada perusahaan X dan Y dengan jumlah subjek sebanyak 55 orang yang dilakukan teknik sampling kuota. Adapun alat ukur yang digunakan adalah transalasi PERMA yang terdiri dari 5 dimensi Positif Emotion, Engagement, Relationship, Meaningfulness, Accomplishment dengan total dari 15 item. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan karyawan 75% tinggi dan 25% sedang. Sedangkan untuk 5 dimensi diperoleh bahwa tingkat Positif Emotion 78% tinggi dan 22% rendah; Tingkat Engagement karyawan 53% tinggi dan 43% sedang dan 4% rendah; Tingkat Relationship karyawan 85% tinggi dan 11% sedang dan 4% rendah; Tingkat Meaningfulness karyawan 82% tinggi dan 11% sedang dan 7% rendah; Tingkat Accomplishment karyawan 74% tinggi dan 19% sedang dan 7% rendah. Kemudian untuk Tingkat Flourishing karyawan 45% dikatakan sudah mencapai flourishing dan 55% masih dikategorikan Non-Flourishing.
Self Efficacy Pengerjaan Skripsi Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Hapsari, Elisabet Widyaning
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.094 KB) | DOI: 10.33508/exp.v4i2.898

Abstract

Menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan harapan setiap mahasiswa. Untuk meraih jenjang sarjana, mahasiswa harus menyelesaikan tugas-tugas dan menulis skripsi. Selama penulisan skripsi, mahasiswa dapat menjumpai halangan yang membuat mereka melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik merupakan penghambat menyelesaikan tugas-tugas akademik. Completing higher education is an expectation of all students. In order to obtain bachelor’s degree, students need to do assignments and write thesis. During thesis writing, students can experience obstacles that lead them to perform academic procrastination. Academic procrastination is a delay for completing academic tasks. Academic procrastination could be caused by self-efficacy. This research aimed to examine correlation between academic procrastination and self efficacy; where self-efficacy is defined as a belief in one’s abilities to perform a task. Students in this study (N=30) were the students at the Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Catholic University Surabaya who were doing their thesis. The sampling method was incidental sampling . Data were collected from 42 item scale. It was based on Likert’s scale consisting of academic procrastination scale and self efficacy scale. Data were analyzed using Kendal’s Tau B. The results showed a negative correlation between academic procrastination and self-efficacy with the r value of -0.378 and p = 0.005 (p
Mewujudkan Kampung Bersih Dan Sehat Melalui Pemberdayaan Komunitas Kader Lingkungan Untuk Penanggulangan Penyakit Demam Berdarah Dengue Di Kupang Krajan Surabaya Ngonde, Sylvia Kurniawati
EXPERIENTIA : Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.311 KB) | DOI: 10.33508/exp.v3i1.779

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian berkelanjutan tentang pemberdayaan yang berbasis komunitas dalam bidang kesehatan yang sudah dimulai sejak tahun 2013. Penelitian ini merupakan proses penerapan dari rancangan pemberdayaan para kader lingkungan sebagai strategi untuk pemberantasan penyakit demam berdarah dengue di Kecamatan Sawahan Kelurahan Kupang Krajan Surabaya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan seri dari awal model penelitian etnografi karena akan ditindaklanjuti kembali di masa mendatang. Para informan adalah kader lingkungan dan pemangku wilayah di kecamatan Sawahan, Kelurahan Kupang Krajan. Metode pengumpulan data berbasis wawancara mendalam, dokumentasi foto dan rekaman, catatan lapangan. Analisa tematik digunakan untuk menggali aspek-aspek sosial budaya yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini juga mensinergikan pemaknaan teori pemberdayaan dari Rappaport (1987), Zimmerman dan Wandersman (2003) dengan teori The Interactive Systems Framework (ISF) of dissemination and implementation. Penelitian ini sekaligus menggali pemaknaan penerapan teori ISF yang hasilnya belum optimal. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya optimalisasi intervensi komunitas dan kelemahan penerapan teori ISF bila dikaitkan dengan situasi sosial budaya dan konflik internal yang berdampak terhadap optimalisasi pelaksanaan intervensi komunitas. Dengan demikian rangkaian penelitian etnografi yang menggambarkan dinamika kehidupan warga masih harus dimaknai dan digali di masa mendatang.

Page 3 of 13 | Total Record : 127