cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
IDENTIFIKASI METABOLIT SEKUNDER PADA TANAMAN ROSEMARI (Rosmarinus officinalis) DI DESA DOLAT RAYAT, KABUPATEN KARO, SUMATERA UTARA MENGGUNAKAN METODE GC-MS Damanik, Lidya Santi; Wardani, Dwika Karima
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6311

Abstract

ABSTRAKTanaman rosemary (Rosmarinus officinalis) digunakan oleh masyarakat lokal Desa Rolat Rayat Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk pengobatan tradisional, seperti mengatasi gangguan pencernaan, nyeri otot, dan infeksi kulit. Di alam rosemary memiliki kemampuan yang menonjol dalam bertahan dari serangan hama. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisa senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada daun dan akar tanaman rosemary yang diperoleh dari Desa Dolat Rayat, Sumatera Utara. Analisa senyawa metabolit sekunder dilaksanakan secara kualitatif dan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Ekstrakrosemary diperoleh melalui maserasi, di mana sampel daun dan akar masing-masing direndam dalam pelarut etanol 96% selama 3 x 24 jam pada suhu kamar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun rosemary mengandung flavonoid, tanin, dan alkaloid, sementara akarnya mengandung flavonoid, terpenoid, tanin, dan alkaloid. Analisa GC-MS mengidentifikasi senyawa terpenoid utama seperti 9-tetradecen-1-ol dan dodecanal pada kedua bagian tanaman, serta senyawa tambahan 3-cyclohexene-1-acetaldehyde dan cyclohexene,1-methyl-4-(1-m) pada akar. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai potensi farmakologis rosemary yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan produk herbal, obat-obatan dan mendukung pertanian berkelanjutan. ABSTRACTThe rosemary plant (Rosmarinus officinalis) is used by the local community of Rolat Rayat Village, Karo Regency, North Sumatra for traditional medicine, such as treating digestive disorders, muscle pain and skin infections. In nature, rosemary has a prominent ability to defend against pest attacks. The research aims to identify and analyze secondary metabolite compounds found in the leaves and roots of rosemary plants obtained from Dolat Rayat Village, North Sumatra. Analysis of secondary metabolite compounds was carried out qualitatively and used Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Extract of rosemary was obtained through maceration, where each leaf and root sample was soaked in 96% ethanol solvent for 3 x 24 hours at room temperature. Research results showed that rosemary leaves contain flavonoids, tannins and alkaloids, while the roots contain flavonoids, terpenoids, tannins and alkaloids. GC-MS analysis identified the main terpenoid compounds such as 9-tetradecen-1-ol and dodecanal in both plant parts, as well as additional compounds 3-cyclohexene-1-acetaldehyde and cyclohexene,1-methyl-4-(1-m) in the roots. This research provided important insights into the pharmacological potential of rosemary which can be utilized for the development of herbal products, medicines and supporting sustainable agriculture. 
UJI METABOLIT SEKUNDER PADA DAUN DAN BUAH ARBEI HUTAN (Rubus rosifolius) DARI DESA DOLAT RAYAT MENGGUNAKAN METODE GC-MS Siregar, Aser Gunawan; Wardani, Dwika Karima; Rahman, Abdul
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6361

Abstract

ABSTRAKMasyarakat di Desa Dolat Rayat memanfaatkan arbei hutan (Rubus rosifolius) sebagai tanaman obat tradisional dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan arbei hutan sebagai obat lebih didasarkan pada pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam buah dan daun arbei hutan. Penelitian dilaksanakan pada Maret-Mei 20224 di Laboratorium Pengembangan Politeknik Teknologi Kimia Industri (PTKI). Untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif selain dilakukan pengujian kualitatif, juga dilakukan pengujian menggunakan metode GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan pada buah terdapat senyawa flavonoid, terpenoid, tanin, dan alkaloid, sedangkan pada daun terdapat senyawa flavonoid, steroid dan tanin yang bermanfaat untuk kesehatan manusia dan juga untuk pertahanan diri tumbuhan. Berdasarkan hasil uji menggunakan GC-MS pada ekstrak daun arbei hutan terdeteksi beberapa senyawa metabolit sekunder yaitu 4-penten-2-ol, alkoholmethyl alcohol, ethanol, undecanoic acid, hydroxy-1, 1,9-octadecenoic acid (z)-me, methyl ester, n-hexadecanoic acid, oxacyclododecan-2-one. Senyawa yang terdeteksi pada ekstrak buah ekstrak arbei hutan yaitu methyl alcohol, pentadecanoic acid, n-hexadecanoic acid, 9-tetradecen-1-ol, (e), 1-tridecene.                                                     ABSTRACTPeople in Dolat Rayat Village use forest strawberries (Rubus rosifolius) as a traditional medicinal plant in their daily lives. The use of forest strawberries as medicine is based more on traditional knowledge passed down from generation to generation. This research was conducted to identify secondary metabolite compounds contained in forest strawberry fruit and leaves. The research was carried out in March-May 2024 at the Industrial Chemical Technology Polytechnic Development Laboratory (PTKI). To identify the active compound content, besides from qualitative testing, it was also carried out using the GC-MS method The results of the research showed that the fruit contains flavonoids, terpenoids, tannins and alkaloids, while the leaves contained flavonoids, steroids and tannins which are beneficial for human health and also for plant self-defense. Based on the test results using GC-MS on forest strawberry leaf extract, several secondary metabolite compounds were detected, namely 4-penten-2-ol, alcohol-methyl alcohol, ethanol, undecanoic acid, hydroxy-1, 1,9-octadecenoic acid (z)-me, methyl ester, n-hexadecanoic acid, oxacyclododecan-2-one. The compounds detected in forest strawberry fruit extract were methyl alcohol, pentadecanoic acid, n-hexadecanoic acid, 9-tetradecen-1-ol, (e), 1-tridecene. 
UJI TINGKAT KERAPATAN SPORA DAN WAKTU APLIKASI Beauveria bassiana TERHADAP MORTALITAS ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda J.E. Smith) PADA TANAMAN JAGUNG Frimadani, Latifah; Widajati, Wiludjeng; Mujoko, Tri
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6396

Abstract

ABSTRAKInsektisida kimia sintetis masih banyak digunakan kalangan petani untuk mengendalikan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda J.E Smith) yang menyerang tanaman jagung. Penggunaan insektisida kimia secara berlebihan menimbulkan pengaruh negatif bagi lingkungan dan kesehatan. Alternatif pengendalian S. frugiperda yang ramah lingkungan perlu dilakukan dengan memanfaatkan jamur entomopatogen, salah satunya berasal dari spesies Beauveria bassiana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kerapatan spora B. bassiana dan waktu aplikasi yang efektif terhadap mortalitas S. frugiperda pada tanaman jagung. Penelitian disusun secara rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama berupa kerapatan spora (106, 107, 108, dan 109 spora/ml), akuades steril dan insektisida kimia sintetis deltametrin sebagai kontrol. Faktor kedua adalah waktu aplikasi jamur (pagi dan sore hari). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi B. bassiana pada waktu sore hari dengan kerapatan 108 dan 109 spora/ml mengakibatkan mortalitas larva S. frugiperda sebesar 60% dan 73.3%. Waktu aplikasi B. bassiana pada sore hari mengakibatkan persentase mortalitas lebih tinggi dibanding pada pagi hari. ABSTRACTSynthetic chemical insecticides are still widely used by farmers to control armyworm pests (Spodoptera frugiperda J.E Smith) which attack corn plants. Excessive use of chemical insecticides has negative effects on the environment and health. Environmentally friendly alternative control of S. frugiperda needs to be done by utilizing entomopathogenic fungi, one of which comes from the Beauveria bassiana species. This research was conducted to determine the density level of B. bassiana spores and the effective application time for S. frugiperda mortality on corn plants. The research was structured in a factorial Completely Randomized Design (CRD). The first factor was spore density (106, 107, 108, and 109 spores/ml), sterile distilled water and the synthetic chemical insecticide deltamethrin as a control. The second factor was the time of fungal application (morning and evening). The results show that application of B. bassiana in the afternoon with a density of 108 and 109 spores/ml resulted in S. frugiperda larvae mortality of 60% and 73.3%. The application time of B. bassiana in the afternoon resulted in a higher mortality percentage than in the morning.
EFEKTIVITAS MINYAK ATSIRI KEMANGI DAN PALA TERHADAP HASIL TANGKAPAN LALAT BUAH (Bactrocera spp.) PADA TANAMAN BELIMBING DI AGROWISATA BELIMBING BOJONEGORO Putri, Fanny Etrisya; Windriyanti, Wiwin; Rahmadhini, Noni
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6411

Abstract

ABSTRAK Lalat buah merupakan hama utama tanaman belimbing. Atraktan tanaman aromatik merupakan salah satu pengendalian yang ramah lingkungan. Jenis tanaman yang dapat dijadikan atraktan adalah pala dan kemangi. Metil eugenol pada minyak atsiri tanaman menghasilkan aroma feromon seks yang mirip dengan lalat buah betina sehingga menurunkan laju reproduksinya. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Pengumpulan data dilakukan dengan deteksi varian, jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan uji BNJ pada taraf 5%. Korelasi antara faktor abiotik dan populasi lalat buah juga diamati. Atraktan yang paling sering menangkap lalat buah adalah minyak atsiri pala. Korelasi suhu dan jumlah populasi lalat buah Y= 30.275 – 0.001x; R²=0.602 dan korelasi curah hujan dengan populasi lalat buah Y= -14.457 + 0.013x; R²=0.081. Kedua korelasi tersebut sama-sama tidak berpengaruh nyata. Semua lalat buah yang tertangkap adalah lalat buah jantan dari spesies B. carambole. Minyak atsiri pala mampu menangkap lalat buah lebih banyak yaitu sebanyak 262.5-344.7 ekor dibandingkan minyak atsiri kemangi sebanyak 35.6-39.7 ekor. Minyak atsiri pala memiliki masa aktif lebih dari 7 hari sedangkan kemangi hanya memiliki masa aktif 4 hari. ABSTRACT Fruit flies are the main pest of star fruit plants. Aromatic plant attractants are an environmentally friendly control agent. Types of plants that can be used as attractants are nutmeg and basil. Methyl eugenol in the plant's essential oil produces a sex pheromone aroma similar to that of female fruit flies, thereby reducing their reproductive rate. The study used a completely randomized design with 5 treatments and 4 replications. Data collection was carried out by variant detection, and if there were real differences then the BNJ test was continued at the 5% level. Correlations between abiotic factors and fruit fly populations were also observed. The attractant that most often catches fruit flies was nutmeg essential oil. Correlation between temperature and fruit fly population size was Y= 30.275 – 0.001x; R²=0.602 and correlation between rainfall and fruit fly population was Y= -14.457 + 0.013x; R²=0.081. Both correlations had no real effect. All fruit flies caught were male fruit flies of the species B. carambole. Nutmeg essential oil was able to catch more fruit flies, namely 262.5-344.7 compared to 35.6-39.7 basil essential oil. Nutmeg essential oil had an active period of more than 7 days, while basil only had an active period of 4 days.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN POC URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata L.) M. Djibran, Dayyan Hikmal; Triani, Nova; Dewanti, Felicitas Deru
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6434

Abstract

ABSTRAKJagung manis banyak digemari sebab mempunyai rasa lebih manis, beraroma lebih harum dan bergizi lebih tinggi. Pemupukan yang dilakukan petani selama ini terlalu banyak menggunakan pupuk anorganik yang tidak sesuai dosis. Metode ini tidak efektif dan mengganggu keseimbangan sifat-sifat tanah sehingga menurunkan produktivitas tanaman dan menghasilkan residu yang berbahaya bagi ekosistem. Untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik perlu pengaplikasian pupuk organik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK (N) dengan taraf 5 g/tanaman, 10 g/tanaman dan 15 g/tanaman. Faktor kedua yaitu dosis POC urin kelinci dengan taraf yaitu 150 ml/tanaman, 225 ml/tanaman dan 300 ml/tanaman. Kontrol dibuat dengan pemberian pupuk NPK 100% tanpa POC urin kelinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwasa tidak terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan dosis pupuk NPK dengan POC urin kelinci terhadap semua parameter pengamatan. Masing-masing perlakuan dosis pupuk NPK 15 g/tanaman maupun faktor tunggal pada perlakuan dosis POC urin kelinci 300 ml/tanaman pada tanaman jagung manis memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun, panjang tanaman, diameter batang, bobot tongkol tanpa kelobot dan diameter tongkol. Tetapi semua perlakuan tersebut belum dapat menyamai hasil yang diperoleh perlakuan kontrol dosis pupuk NPK 20 g/tanaman (dosis anjuran 100%).  ABSTRACTSweet corn is popular because it has a sweeter taste, has a more fragrant aroma and more nutritious. Fertilization carried out by farmers so far uses too much inorganic fertilizer which is not in the appropriate dosage. This method is ineffective and disrupts the balance of soil properties, thereby reducing plant productivity and producing residues that are harmful to the ecosystem. To reduce dependence on inorganic fertilizers, it is necessary to apply organic fertilizers. The research used a factorial randomized block design (RAK). The first factor was the dose of NPK (N) fertilizer with levels of 5 g/plant, 10 g/plant and 15 g/plant. The second factor was the dose of rabbit urine POC with levels namely 150 ml/plant, 225 ml/plant and 300 ml/plant. Controls were made by recommended 100% NPK fertilizer without rabbit urine POC. The results of the study showed that there was no interaction between the combination of treatment doses of NPK fertilizer and rabbit urine POC on all observed parameters. Each treatment with an NPK fertilizer dose of 15 g/plant and the single factor treatment with a rabbit urine POC dose of 300 ml/plant on sweet corn plants gave the highest results in the parameters of number of leaves, plant length, stem diameter, cob weight without husk and cob diameter. However, all these treatments were not able to match the results obtained by the control treatment with an NPK fertilizer dose of 20 g/plant (100% recommended dose). 
INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT KANTUNG (Metisa plana) TERHADAP TANAMAN KELAPA SAWIT DI KECAMATAN LANGSA BARO KOTA LANGSA Sari, Senja Yunita; Mulyani, Cut; Marnita, Yenni
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6463

Abstract

ABSTRAKIndonesia merupakan salah satu negara yang memiliki potensi dan sentra penanaman tanaman kelapa sawit. Hama ulat kantung (Metisa plana) merupakan salah satu ulat pemakan daun kelapa sawit yang merugikan secara ekonomi karena dapat mengakibatkan defoliasi 10-13%. Hal ini dapat menurunkan hasil kelapa sawit sekitar 33-40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas serangan hama ulat kantung terhadap tanaman kelapa sawit di perkebunan PT Timbang Langsa Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa, dengan ketinggian ±10 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada blok 46 terjadi intensitas serangan hama ulat kantung terbesar yaitu 55% pada luasan 2.7 ha dan tingkat serangan ulat kantung terbanyak yaitu 49 tanaman dengan kategori berat (> 5 ulat/pelepah).  ABSTRACTIndonesia is one of the countries that has the potential and center for oil palm plantations. The bagworm pest (Metisa plana) is one of the caterpillars that eat oil palm leaves that are economically detrimental because it can cause defoliation of 10-13%. This can reduce oil palm yields by around 33-40%. This study aimed to determine the intensity of bagworm pest attacks on oil palm plants on the PT Timbang Langsa plantation, Langsa Baro District, Langsa City, with an altitude of ±10 m above sea level. The study was conducted in July-August 2023. The research method used a descriptive method with purposive sampling. The results showed that in block 46 there was the largest bagworm pest attack intensity, namely 55% in an area of 2.7 ha and the highest level of bagworm attack, namely 49 plants with a heavy category (> 5 caterpillars/stem).
HUBUNGAN KECEPATAN ANGIN DAN EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SORGUM (Sorghum bicolor L.Moench) Asnita, Desi; Adnan, Adnan; Juanda, Boy Riza; Pristiwantoro, Eko Cahyo; Haiqal, Muhammad
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6493

Abstract

ABSTRAK           Unsur iklim erat hubungannya dengan cuaca yang dapat menurunkan suatu usaha budidaya. Salah satu unsur iklim yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman yaitu angin. Kecepatan angin memegang peran penting dalam evapotranspirasi, karena sebanding dengan evapotranspirasi. Data evapotranspirasi digunakan untuk kepentingan sumber daya air dan menghitung kesetimbangan air khususnya keperluan penentuan kebutuhan air bagi tanaman dalam periode pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kecepatan angin dan evapotranspirasi mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sorgum. Penelitian dilakukan di lapangan percobaan Stasiun Klimatologi BMKG Aceh, Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisa regresi linier berganda, uji T, uji F, koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Parameter penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah/tanaman dan berat basah/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan angin berpengaruh terhadap bobot basah tanaman dan bobot basah/plot. Evapotranspirasi berpengaruh secara parsial terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot basah/plot. Hasil analisa uji F simultan menunjukkan bahwa kecepatan angin dan evapotranspirasi memiliki pengaruh secara simultan terhadap tinggi tanaman. Kecepatan angin menunjukkan hubungan yang kuat terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah/plot, serta memiliki hubungan yang cukup berarti terhadap terhadap produksi bobot basah tanaman/plot.  ABSTRACT           Climate elements are closely related to weather which can reduce a cultivation business. One of the climate elements that influences plant growth and productivity is wind. Wind speed plays an important role in evapotranspiration, because it is proportional to evapotranspiration. Evapotranspiration data is used for water resources purposes and calculating water balance, especially for determining water needs for plants during the growth and production period of sorghum plants. This research aimed to determine how wind speed and evapotranspiration affect the growth and production of sorghum plants. The research was carried out at the experimental field of the BMKG Aceh Climatology Station, Aceh Besar. The research methods used include multiple linear regression analysis, T test, F test, correlation coefficient and coefficient of determination. Research parameters included plant height, number of leaves, wet weight/plant and wet weight/plot. The results showed that wind speed had an effect on plant wet weight and wet weight/plot. Evapotranspiration partially influences plant height, number of leaves and wet weight/plot. The results of the simultaneous F test analysis showed that wind speed and evapotranspiration had a simultaneous influence on plant height. Wind speed showed a strong relationship with plant height, number of leaves, and fresh weight/plot, and had a significant relationship with the production of fresh weight of plants/plot.  
EFEK REMEDIASI TANAH DENGAN TANAMAN HIPERAKUMULATOR HANJUANG TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF DI TANAH YANG TERCEMAR TIMBAL Setiawan, Kevin Ishak Tri; Widowati, Widowati; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6512

Abstract

ABSTRAK Limbah pabrik berpotensi mencemari lingkungan. Adanya logam berat dalam tanah dapat diserap oleh tanaman yang dapat berdampak negatif bagi lingkungan dan makhluk hidup. Remediasi lahan perlu dilakukan, di antaranya menggunakan tanaman hiperakumulator hanjuang. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh remediasi lahan dengan tanaman hanjuang terhadap pertumbuhan tanaman padi fase vegetatif. Penelitian dilakukan bulan Maret-Agustus 2024 di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari: tanpa hiperakumulator tanpa bahan organik (HB1); tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam (HB2); tanpa hiperakumulator + pupuk hijau Thitonia diversifolia (HB3); tanpa hiperakumulator + pupuk kompos blotong tebu (HB4); tanaman hanjuang + tanpa bahan organik (HB5); tanaman hanjuang + pupuk kandang ayam (HB6); tanaman hanjuang + Thitonia diversifolia (HB7): tanaman hanjuang + blotong tebu (HB8). Data dianalisa menggunakan anova taraf 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penanaman hiperakumulator hanjuang dan pemberian berbagai jenis bahan organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan padi fase vegetatif yang meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan dan total klorofil. Pada 56 HST perlakuan HB6 (hiperakumulator hanjuang + pupuk kandang ayam) memberikan jumlah anakan padi yang paling banyak (19.00) dibanding tanpa penanaman hiperakumulator hanjuang (14.33-14.50). Pada 30 HST perlakuan HB6 (24.02 mg/l) juga memiliki total klorofil yang paling banyak (32.71 mg/l) dibanding semua perlakuan lainnya (19.70-26.03). Semua perlakuan tidak mempengaruhi pH tanah.  ABSTRACTFactory waste has the potential to pollute the environment. The presence of heavy metals in the soil can be absorbed by plants that can have a negative impact on the environment and living creatures. Land remediation needs to be carried out, including using hanjuang hyperaccumulator plants. The research aims to study the effect of land remediation with hanjuang plants on the growth of rice plants in the vegetative phase. The research was conducted in March-August 2024 in Gampingan Hamlet, Pagak District, Malang Regency. The study used a randomized block design with eight treatments and three replications. Treatment consisted of: no hyperaccumulator without organic material (HB1); without hyperaccumulator + chicken manure (HB2); without hyperaccumulator + Thitonia diversifolia green manure (HB3); without hyperaccumulator + sugarcane filter cake compost (HB4); hanjuang plants + without organic matter (HB5); hanjuang plants + chicken manure (HB6); hanjuang plant + Thitonia diversifolia (HB7): hanjuang plant + sugar cane filter cake (HB8). Data were analyzed using anova at 5% level and if there was a real effect, it was continued with the least significant difference test at 5% level. The results of the research showed that the hanjuang hyperaccumulator planting treatment and the provision of various types of organic materials had a significant effect on rice growth in the vegetative phase which included plant height, number of tillers and total chlorophyll. At 56 HST the HB6 treatment (hanjuang hyperaccumulator + chicken manure) gave the highest number of rice tillers (19.00) compared to without hanjuang hyperaccumulator planting (14.33-14.50). At 30 HST the HB6 treatment (24.02 mg/l) also had the highest total chlorophyll (32.71 mg/l) compared to all other treatments (19.70-26.03). All treatments did not affect soil pH.
IDENTIFIKASI METABOLIT PRIMER PADA TANAMAN BLACK SAPOTE (Diospyros dygina) Dalimunthe, Nur Asyiah; Steven, Bobby; Fitrah, Saidul; Sahfitra, Angga Ade
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6514

Abstract

ABSTRAKBlack sapote (Diospyros dygina) termasuk buah yang baru dikenal masyarakat, disukai dan mulai banyak ditanam. Informasi nutrisi pada black sapote masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan mengidentifikasi metabolit primer pada daun dan daging buah black sapote yang dikenal sebagai sawo hitam atau kesemek hitam, menggunakan metode SNI 01-2891-1992. Parameter nutrisi yang diamati mencakup kadar air, karbohidrat, lemak total dan protein. Hasil analisis menunjukkan bahwa daun black sapote mengandung kadar air sebesar 58.8%, karbohidrat 1.95%, lemak total 0.72%, dan protein 87.26%. Sementara itu, daging buahnya memiliki kadar air 84.1%, karbohidrat 2.31%, lemak total 0.29%, dan protein 1.05%. Temuan ini mengindikasikan bahwa black sapote memiliki potensi sebagai sumber pangan bernutrisi tinggi dan dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam pengembangan produk olahan serta mendukung pertanian berkelanjutan. ABSTRACKBlack sapote is a fruit that has just become known to the public, is liked and is starting to be widely planted. Nutritional information on black sapote was still limited, so this research aimed to identify primary metabolites in the leaves and flesh of black sapote (Diospyros dygina), known as sawo hitam or black persimmon, using the SNI 01-2891-1992 method. The nutritional parameters observed included water content, carbohydrates, total fat and protein. The analysis results showed that black sapote leaves contain water content of 58.8%, carbohydrates 1.95%, total fat 0.72%, and protein 87.26%. Meanwhile, the flesh of the fruit had water content of 84.1%, carbohydrates 2.31%, total fat 0.29%, and protein 1.05%. These findings indicated that black sapote had potential as a highly nutritious food source and can be further utilized in developing processed products and supporting sustainable agriculture.  
IDENTIFIKASI LOGAM BERAT PADA TANAMAN PADI DI DAERAH INDUSTRI LIMBAH KERTAS DI KABUPATEN MALANG Lado, Oldiana Umbu; Sutoyo, Sutoyo; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6520

Abstract

ABSTRAKIndustri kertas merupakan salah satu industri penting di Indonesia yang cukup besar kontribusinya terhadap pendapatan negara. Industri kertas menghasilkan limbah yang disebut sebagai sludge. Sludge dapat dikategorikan sebagai limbah organik karena berasal dari kayu dan bubur kertas (pulp) yang diolah untuk menjadi kertas. Akan tetapi limbah tersebut terindikasi mengandung logam berat yang diperlukan sebagai bahan baku dan katalis. Pencemaran logam berat pada lahan pertanian dapat berlanjut pada tercemarnya organ tanaman seperti akar, daun, batang dan gabah yang dihasilkan. Hal ini berbahaya bagi kesehatan lingkungan dan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur cuaca selama pertanaman padi dan kandungan logam berat (Hg, Cd dan Pb) pada tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) di kawasan industri limbah kertas di Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan dengan mengkaji data cuaca dari BMKG Karangploso dan menguji organ tanaman padi di lahan pertanian di sekitar industri tersebut. Penelitian dilaksanakan Februari-Maret 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi dan temperatur maksimum tertinggi serta lama penyinaran terpanjang dan radiasi matahari tertinggi terjadi pada Oktober 2023 berturut-turut adalah 25.6°C; 32.3°C; 92% dan 445 gr Kal/cm2, sedangkan temperatur minimum tertinggi 21.1°C pada November 2023. Curah hujan tertinggi sebesar 496 mm pada September 2022. Uji laboratorium menunjukkan bahwa logam berat Hg, Cd, dan Pb yang ditemukan pada organ tanaman padi (akar, batang, daun dan bulir) pada lahan pertanian lokasi atas, tengah dan bawah di sekitar industri kertas semuanya berada di atas ambang batas yang diijinkan.  ABSTRACTPaper industry is one of the key industries in Indonesia, significantly contributing to state income. This industry produces waste known as sludge, which can be categorized as organic waste because it comes from wood and pulp processed to make paper. However, this sludge is indicated to contain heavy metals which are needed as raw materials and catalysts. Heavy metal pollution on agricultural land can lead to contamination of plant organs such as roots, leaves, stems and grain produced. This is dangerous for the environment and human health. The aim of this research is to examine weather elements during rice planting and heavy metal content (Hg, Cd and Pb) in rice plants (roots, stems, leaves and grains) in the waste paper industrial area in Malang Regency. The research was carried out by reviewing weather data from BMKG Karangploso and testing rice plant organs on agricultural land around the industry. The research took place in February-March 2024. The results showed that the highest average temperature, highest maximum temperature, longest exposure time, and the highest solar radiation occurred in October 2023, with values of 25.6°C; 32.3°C; 92% and 445 gr Cal/cm2, respectively. Meanwhile, the highest minimum temperature was 21.1°C in November 2023. The highest rainfall was 496 mm in September 2022. Laboratory tests showed that the heavy metals Hg, Cd, and Pb were found in the rice plant organs (roots, stems, leaves and grain) on agricultural land in the upper, middle and lower locations around the paper industry, all exceeding the permitted threshold. Â