cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
UJI PATOGENISITAS CENDAWAN Metharizium anisopliae DAN Beauveria bassiana TERHADAP LARVA Spodoptera litura (Lepidoptera:Noctuidae) DI LABORATORIUM Mendes, Johana Anike; Sembiring, Jefri; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rupang, Maya Sari; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6660

Abstract

Cendawan entomopatogen Metarhizium anisopliae dan Beauveria bassiana memiliki potensi tinggi sebagai agen hayati untuk mengendalikan populasi hama. Spodoptera litura merupakan hama utama pada beberapa komoditi pertanian. Pengendalian yang umum dilakukan petani untuk menekan populasi hama ini adalah penggunaan insektisida sintetik. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak negatif seperti kerusakan lingkungan, kematian organisme non target, residu pada produk tanaman serta resistensi hama. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan, salah satunya dengan pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan menguji patogenisitas isolat M. anisopliae dan B. bassiana terhadap larva S. litura di laboratorium. Prosedur penelitian mencakup perbanyakan isolat menggunakan media beras, pemeliharaan serangga S. litura, serta pengujian patogenisitas dengan metode pencelupan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan M. anisopliae menyebabkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan M2, M4, dan M5 sebesar 8%. Kegagalan terbentuknya pupa tertinggi tercatat pada perlakuan M5 sebesar 92% dan kegagalan terendah pada perlakuan M1 sebesar 0%. Perlakuan B. bassiana menunjukkan mortalitas larva tertinggi pada perlakuan B3, B4 dan B5 sebesar 4% sedangkan mortalitas terendah pada perlakuan B1 dan B2 sebesar 0%. Kegagalan pupa sebesar 100% pada perlakuan B1 dan B2 sedangkan perlakuan B3, B4 dan B5 mengalami kegagalan pupa sebesar 96%.   Kata kunci: Spodoptera, Metharizium, Beauvaria, patogenitas, laboratorium
KEPADATAN CACING TANAH PADA TANAMAN HORTIKULTURA DI KAMPUNG SALOR INDAH DISTRIK KURIK KABUPATEN MERAUKE Wida, Wa Ode Asryanti; Rupang, Maya Sari; Yusuf, Mani; Anwar, Anwar; Rizal, Abdul; Endrawati, Tri
Agrika Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v18i2.6685

Abstract

ABSTRAK Cacing tanah merupakan salah satu organisme tanah yang mempunyai peran penting dalam memperbaiki aerasi tanah, mengurai bahan organik dan meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan cacing tanah pada tanaman hortikultura. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian diawali dengan melakukan survei untuk menginventarisir jenis tanaman hortikultura yang ada di Kampung Salor Indah. Selanjutnya dilakukan pengambilan sampel tanah pada lahan tempat budidaya tanaman kangkung, jagung, sawi, tanaman terong dan pada lahan yang tanpa tanaman. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan luasan P x L x T yaitu 25 cm x 25 cm x 20 cm. Selanjutnya dilakukan pengamatan keberadaan cacing tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada budidaya tanaman hortikultura di Kampung Salor Indah Distrik Kurik Kabupaten Merauke kepadatan cacing yang paling banyak ditemukan pada lahan jagung dengan total 34 cacing, setelah itu pada lahan kangkung 21 cacing, pada lahan sawi sebanyak 18 cacing, pada lahan terong 12 cacing dan pada tanah tanpa tanaman 10 cacing.  ABSTRACT Earthworms are one of the soil organisms that have an important role in improving soil aeration, breaking down organic matter and increasing soil fertility. This research aims to determine the density of earthworms on horticultural plants. The method used is descriptive quantitative. The research began by conducting a survey to inventory the types of horticultural plants in Salor Indah Village. Next, soil samples were taken on land where kale, corn, mustard greens, eggplant plants were cultivated and on land without plants. Soil samples were taken with an area of L x W x H, namely 25 cm x 25 cm x 20 cm. Next, observations were made for the presence of earthworms. The results of the research showed that in the cultivation of horticultural crops in Salor Indah Village, Kurik District, Merauke Regency, the highest density of worms was found in corn fields with a total of 34 worms, followed by 21 worms in water spinach fields, 18 worms in mustard fields, and 12 worms in eggplant fields. and on land without plants 10 worms. 
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN PADI FASE VEGETATIF PASCA REMEDIASI LAHAN OLEH TANAMAN HIPERAKUMULATOR SAMBANG DARAH PADA LAHAN TERCEMAR TIMBAL (Pb) Dominikus, Dominikus; Agastya, I Made Indra; Karamina, Hidayati
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6519

Abstract

Limbah yang dihasilkan oleh pabrik mengandung unsur logam berat yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Akumulasi logam berat pada tanah dapat mengakibatkan penurunan aktivitas mikroba tanah, kesuburan tanah, dan kualitas tanah. Kabupaten Malang memiliki beragam jenis industri yang meliputi kawasan industri besar seperti pabrik kertas. Limbah dari pabrik kertas sebagai bahan pewarna berpotensi mengandung logam berat timbal (Pb). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan tanaman hiperakumulator (sambang darah) bersama dengan beberapa bahan organik terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi dan kandungan C-organik tanah. Penelitian dilaksanakan di Dusun Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang pada bulan Mei-Agustus 2024. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) di mana terdapat 8 perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan penelitian adalah: HB1: tanpa hiperakumulator + tanpa bahan organik, HB2: tanpa hiperakumulator + pupuk kandang ayam, HB3: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos Tithonia diversifolia, HB4: tanpa hiperakumulator + pupuk kompos limbah tebu, HB5: sambang darah + tanpa bahan organik, HB6: sambang darah + pupuk kandang ayam, HB7: sambang darah + kompos T. diversifolia, HB8: sambang darah + kompos limbah tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman hiperakumulator sambang darah bersama dengan bahan organik berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi. Perlakuan paling efektif terhadap tinggi tanaman, panjang daun dan kandungan C-organik adalah perlakuan tanaman hiperakumulator sambang darah dengan penggunaan pupuk kandang ayam (HB6).  
EKSTRAK BIJI SIRSAK (Annona muricata) SEBAGAI PENGENDALI HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera litura) PADA BUDIDAYA KAILAN (Brassica oleracea) VAR ALLBOGLABRA Taofik, Ahmad
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6534

Abstract

Spodoptera litura, juga dikenal sebagai ulat grayak, merupakan serangga hama bagi berbagai tanaman termasuk hama kailan (Brassica oleracea). Ekstrak biji sirsak (Annona muricata) (EBS) memiliki sifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji in vitro maupun in vivo mengenai efek EBS terhadap Spodoptera litura dan Brassica oleracea var. Allboglabra. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juli 2023. Perlakuan terdiri dari K0 = Kontrol (tanpa EBS), K1 = 1 % EBS, K2 = 2 % EBS, K3 = 3 % EBS, K4 = 4 % EBS, K5 = 5 % EBS. Parameter pengamatan terdiri dari mortalitas S. litura in vitro (%), mortalitas S. litura in vivo (%), intensitas serangan S. litura (%), tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot segar tanaman (g), dan indeks panen. Data yang diperoleh dianalisis ragam, bila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menujukkan bahwa mortalitas S. litura in vitro dan in vivo meningkat mengikuti konsentrasi EBS dan waktu setelah aplikasi. Konsentrasi EBS 1% sudah efektif dalam mengendalikan mortalitas S. litura. Meningkatnya konsentrasi EBS berdampak menurunkan intensitas serangan S. litura. Kecuali indeks panen, parameter pertumbuhan tanaman kailan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar, dan bobot kering kailan tidak dipengaruhi oleh konsentrasi EBS
PENGARUH UMUR BIBIT DAN JUMLAH BIBIT/LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DENGAN METODE HAZTON Nurhalimah, Nurhalimah; Bahri, Syamsul; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6577

Abstract

Kendala dalam budidaya padi ialah rendahnya produktivitas. Dalam upaya peningkatan produktivitas padi, beberapa input teknologi dicoba di lapangan termasuk metode Hazton. Hazton adalah metode penanaman padi yang dirancang untuk meningkatkan produksi dengan menggunakan lebih banyak benih/lubang tanam. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh umur bibit dan jumlah bibit terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi sawah. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT) dengan desain faktorial 3x3 dan empat ulangan. Faktor pertama adalah umur bibit padi (U), yang terdiri dari tiga taraf: U1 = 20 hari setelah tanam (HST), U2 = 25 HST, dan U3 = 30 HST. Faktor kedua adalah jumlah bibit/lubang tanam (J) pada juga terdiri dari tiga taraf, yaitu J1 = 20 bibit/lubang (kepadatan rendah), J2 = 25 bibit/lubang (kepadatan sedang), dan J3 = 30 bibit/lubang (kepadatan tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan umur bibit U1 (20 HST) merupakan perlakuan umur bibit terbaik dengan tanaman paling tinggi, jumlah anakan/rumpun paling banyak, produksi gabah dan 1000 butir gabah paling berat dibanding perlakuan umur bibitU2 (25 HST) dan U3 (30 HST). Sementara perlakuan jumlah bibit/lubang tanam J1 (20 bibit/lubang tanam) dan J2 (25 bibit/lubang tanam) lebih baik dibanding perlakuan J3 (30 bibit/lubang tanam) dalam produksi gabah dan 1000 butir gabah. Temuan ini dapat memberikan panduan bagi petani untuk meningkatkan hasil dan efisiensi dalam budidaya padi.
PENGARUH WAKTU PEMBERIAN DAN DOSIS Trichoderma sp. UNTUK MENEKAN PERKEMBANGAN PENYAKIT MOLER (FUSARIUM OXYSPORUM) PADA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Nurhaliza, Siti; Mulyani, Cut; Iswahyudi, Iswahyudi
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6581

Abstract

Penyakit moler pada bawang merah dapat menyebabkan penurunan hasil yang signifikan. Pengendalian menggunakan agen hayati, seperti Trichoderma sp., menjadi alternatif pengendalian penyakit yang ramah lingkungan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh dosis dan waktu pemberian Trichoderma sp. terhadap perkembangan penyakit dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan dengan rancangan acak kelompok (RAK) factorial. Faktor pertama adalah dosis Trichoderma sp. (350, 400, 450 kg/ha) dan waktu pemberian (sebelum tanam, setelah tanam, saat tanam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara waktu pemberian dan dosis Trichoderma sp. berpengaruh nyata terhadap berat umbi basah/tanaman. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan W3D3, W2D0 dan W2D1 berturut-turut sebesar 10.46 g/tanaman, 9.93 g/tanaman dan 9.72 g/tanaman. Begitu juga untuk umbi kering/tanaman bawang merah, ketiga perlakuan tersebut memberikan hasil yang paling berat berturut-turut sebesar 5.95 g/tanaman, 9.09 g/tanaman dan 8.90 g/tanaman. Interaksi kedua perlakuan maupun masing-masing perlakuan tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap kejadian penyakit dankeparahan penyakit moler.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) TERHADAP MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PGPR Armadianty, Fany Risma; Dewanti, F. Deru; Pribadi, Didik Utomo; Wiyatiningsih, Sri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6629

Abstract

Paria (Momordica charantia L.) merupakan tanaman pertanian hortikultura, memiliki rasa pahit, dan dimanfaatkan sebagai bumbu masak. Paria juga memiliki potensi sebagai alternatif obat herbal karena antioksidan tanaman ini berfungsi sebagai antikanker, antiinflamasi, antimikroba, dan penangkal radikal bebas. Pertanian organik membantu meningkatkan produksi paria yang optimal dengan penggunaan media tanam dan PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus di Kebun Rakyat Brenjonk Organic Farming di Trawas, Mojokerto. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang menggunakan Rancangan Blok Lengkap Acak dua faktor dengan yang pertama adalah kombinasi media tanam (M) yang terdiri dari empat taraf yaitu M1 (tanah), M2 (tanah: arang sekam), M3 (tanah: pupuk kandang sapi), dan M4 (tanah: arang sekam: pupuk kandang sapi). Faktor kedua adalah konsentrasi PGPR (T) yang terdiri dari tiga taraf yaitu T1 (5 ml/l), T2 (10 ml/l), dan T3 (15 ml/l), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Interaksi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata. Perlakuan media tanam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang buah. Perlakuan konsentrasi PGPR memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan media tanam M3 dan M4 dan konsentrasi PGPR T3 (15 ml/l).
PENGARUH ZAT PERANGSANG AKAR DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEBERHASILAN STEK TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) Mila, Karmila; Bahri, Syamsul; Mardiyah, Ainul
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6656

Abstract

Anggur memiliki prospek yang baik di Indonesia. Kendala pengembangan tanaman anggur adalah ketersediaan bahan tanam yang berkualitas baik. Upaya menyediakan bahan tanam anggur salah satunya adalah dengan stek batang. Pemberian zat pengatur tumbuh dapat meningkatkan persentase pertumbuhan stek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman stek anggur terhadap interaksi zat perangsang akar dan pupuk organik. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra pada Maret-Mei 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah zat perangsang akar yang terdiri 3 taraf yaitu air kelapa, madu dan ekstrak bawang merah. Faktor kedua yaitu pupuk kandang yang terdiri 4 taraf: pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam, pupuk kandang kambing dan kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi kedua faktor perlakuan. Perlakuan jenis zat perangsang akar berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan, sementara perlakuan jenis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh. Perlakuan K4 (pupuk kascing) mengakibatkan persentase tumbuh stek anggur lebih tinggi dibanding pupuk kandang sapi dan ayam, tetapi tidak berbeda dengan pupuk kandang kambing.
PENGARUH MACAM PUPUK KANDANG DAN KONSENTRASI URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PARIA (Momordica charantia L.) Hidayatullah, Muchammad Fajar; Dewanti, Felicitas Deru; Moeljani, Ida Retno
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6682

Abstract

Tanaman paria (Momordica charantia L.) merupakan komoditas hortikultura sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Produksi tanaman paria dapat ditingkatkan melalui beberapa cara di antaranya dengan pemberian urin kelinci dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian urin kelinci dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman paria. Penelitian dilakukan di Desa Panjerejo, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor perlakuan dan kontrol. Konsentrasi urin kelinci sebagai petak utama (main plot) dan macam pupuk kandang sebagai anak petak (sub plot). Konsentrasi urin kelinci terdiri dari empat taraf yaitu: U0= 0 ml/l, U1= 10 ml/l, U2= 20 ml/l, dan U3= 30 ml/l. Macam pupuk kandang terdiri dari tiga taraf yaitu: K1= pupuk kandang ayam, K2= pupuk kandang sapi, dan K3= pupuk kandang guano. Kontrol yang digunakan dalam penelitian ini adalah pupuk NPK. Hasil penelitian Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan konsentrasi urin kelinci dan macam pupuk kandang terhadap parameter jumlah bunga tanaman paria saja. Pupuk kandang sapi meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buah/tanaman, dan diameter yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kandang ayam. Perlakuan konsentrasi urin kelinci 20 ml/l memberikan hasil yang tidak berbeda dengan perlakuan konsentrasi 10 ml/l dan 30 ml/l pada parameter panjang tanaman, jumlah bunga betina, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.
RESPON PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin, Benth) PADA BERBAGAI MEDIA TANAM DAN JUMLAH RUAS STEK YANG DIGUNAKAN Wahyuni, Sri; Mulyani, Cut; ., Rosmaiti
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.6707

Abstract

Tanaman nilam mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan, karena merupakan komoditi penghasil devisa negara. Kondisi nilai ekspor yang meningkat tiap tahunnya mengakibatkan permintaan pasar terhadap nilam juga meningkat. Dengan meningkatnya permintaan nilam, petani harus meningkatkan produksi agar dapat memenuhi kebutuhan ekspor atau pasar lokal. Keterbatasan lahan dan kesuburan tanah sering menjadi kendala. Sehingga diperlukan pengaturan media tanam untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas stek nilam. Dengan teknik budidaya yang tepat, di antaranya dengan penentuan jumlah ruas stek yang optimal akan memberikan dampak terhadap kecepatan pertumbuhan stek nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek terhadap pertumbuhan stek nilam. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: M1 (tanah top soil, pupuk kandang), M2 (tanah top soil, pupuk kandang, dan arang sekam), dan M3 (tanah top soil, pupuk kandang, dan cocopeat). Faktor kedua yaitu jumlah ruas yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: J1 (3 ruas), J2 (4 ruas), dan J3 (5 ruas). Data yang diperoleh diuji lanjut menggunakan Uji Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan berbagai komposisi media tanam dan jumlah ruas stek yang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase stek tumbuh dan panjang tunas stek nilam. Perlakuan yang terbaik adalah kombinasi perlakuan antara M1 atau M3 dengan perlakuan berbagai jumlah ruas.