cover
Contact Name
Tri Wardhani
Contact Email
twd@widyagama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agrika@widyagama.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIKA
Published by Universitas Widyagama
ISSN : 19075871     EISSN : 25416529     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrika mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bidang ilmu pertanian meliputi penelitian di bidang budidaya pertanian, agrobisnis dan teknologi pengolahan hasil pertanian, juga menginformasikan berbagai paket teknologi, ulasan ilmiah, komunikasi singkat dan informasi pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
PENGARUH BEBERAPA KONSENTRASI Streptomyces sp. TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Sclerotium rolfsii PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BATANG TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) Ersyaf, Ihza Muhammad; Mujoko, Tri; Wiyatiningsih, Sri
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6844

Abstract

ABSTRAK Sclerotium rolfsii adalah salah satu patogen yang tergolong penting pada tanaman kacang tanah. Upaya pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan kandungan senyawa antibiotik Streptomyces sp. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penghambatan Streptomyces sp. terhadap S. rolfsii. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) skala in-vitro dan in-vivo dengan perlakuan konsentrasi 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh perlakuan konsentrasi Streptomyces sp. terhadap pertumbuhan S. rolfsii pada skala in-vitro tetapi pada skala in-vivo aplikasi perlakuan belum sepenuhnya optimal. Aplikasi 25% menunjukkan hasil terbaik pada seluruh parameter dibanding konsentrasi lainnya pada skala in-vitro dan in-vivo.
PENGARUH KONSENTRASI PAKLOBUTRAZOL DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Dinanti, Adisty Nerananda; Sulistyono, Agus; Makhziah, Makhziah
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6846

Abstract

ABSTRAK Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan komoditas hortikultura yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan mengandung berbagai vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paclobutrazol dan konsentrasi POC bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada bulan September-Desember 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 2 faktor. Faktor pertama atau petak utama adalah konsentrasi paclobutrazol dan faktor kedua atau anak petak adalah POC bonggol pisang Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan paclobutrazol dan POC bonggol pisang berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman kacang panjang, jumlah daun, waktu berbunga, dan jumlah bunga tetapi tidak berpengaruh nyata pada berat polong total/petak maupun berat polong total/hektar. Masing-masing perlakuan tunggal paclobutrazol konsentrasi 125 ppm dan 150 ppm dan konsentrasi POC bonggol pisang 400 ml/l, 600 ml/l dan 800 ml/l memberikan berat polong total/petak dan berat polong total/hektar yang terbanyak.
EFEKTIVITAS Streptomyces sp. SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI CEKAMAN PESTISIDA DI PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) KECAMATAN BAGOR KABUPATEN NGANJUK Lius, Michelle; Mujoko, Tri; Nirwanto, Herry
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6847

Abstract

ABSTRAK Pestisida merupakan bahan beracun yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Pengaplikasian pestisida secara langsung pada tanaman dapat meninggalkan residu yang berdampak pada kesehatan serta mengendap di dalam tanah dan menyebabkan kesuburan tanah terganggu. Bioremediasi merupakan pengembangan di bidang bioteknologi lingkungan yang memanfaatkan agen biologis untuk mengendalikan pencemaran.  Streptomyces sp. dapat menjadi agen bioremediasi yang membantu menurunkan nilai residu klorpirifos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Streptomyces sp. sebagai agen bioremediasi serta untuk mengetahui konsentrasi Streptomyces sp. yang efektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan kontrol atau tanpa Streptomyces sp., penambahan konsentrasi Streptomyces sp. 10 ml/100 ml aquades dan 20 ml/100 ml aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Streptomyces sp. pada tanah tercemar residu klorpirfos dengan konsentrasi 20 ml mampu menurunkan nilai residu klorpirifos sebanyak 94% yaitu dari 1.08 ppm menjadi 0.06 ppm dalam waktu 21 hari.    
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PULUT UNGU (Zea mays ceratina L.) TERHADAP PEMBERIAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL DAN DOSIS PUPUK KCl Rajagukguk, Via Clarita; Sulistyono, Agus; Djarwatiningsih, Djarwatiningsih
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.6848

Abstract

Kandungan unsur hara mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut ungu. Peningkatan produksi tanaman jagung pulut didukung oleh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pupuk KCl. ZPT Paclobutrazol diperlukan untuk meningkatkan kandungan klorofil, mengatur tinggi tanaman dan meningkatkan kekuatan struktural agar tahan cuaca ekstrem, sedangkan pupuk KCl penting untuk mendukung fotosintesis, pengisian biji, dan kualitas hasil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pulut ungu terhadap pemberian konsentrasi ZPT paclobutrazol dan dosis pupuk KCl. Penelitian dilakukan di Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan September-November 2024. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT) dengan petak utama konsentrasi paclobutrazol dan anak petak dosis pupuk KCl yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama adalah konsentrasi paclobutrazol (K) dengan 4 taraf perlakuan: 0 ppm (K0) (kontrol), 1250 ppm (K1), 1500 ppm (K2), 1750 ppm (K3). Sedangkan anak petak adalah dosis pupuk KCl (P) dengan 4 taraf perlakuan: 1.125 g/tanaman (75 kg/ha) (P1), 1.5 g/tanaman (100 kg/ha) (P2), 1.875 g/tanaman (125 kg/ha) (P3), dan 2.25 g/tanaman (150 kg/ha) (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Interaksi perlakuan konsentrasi paclobutrazol dengan dosis pupuk KCl  memberikan respon yang bervariasi terhadap parameter yang diamati, antara lain panjang tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot tongkol berklobot/tanaman, bobot tongkol tanpa klobot/tanaman dan klorofil daun. Konsentrasi paclobutrazol 1750 ppm dengan dosis pupuk KCl 100 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap parameter bobot tongkol berklobot/tanaman sebesar 316.67 g dan bobot tongkol tanpa klobot/tanaman sebesar 251.67 g.  
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR PATOGEN Colletotrichum sp. SECARA IN VITRO Firmansyah, Moch Ryan; Purnawati, Arika; Mujoko, Tri
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7270

Abstract

Peningkatan permintaan cabai di Indonesia diiringi dengan tantangan produksi, salah satunya adalah penyakit antraknosa yang disebabkan oleh Colletotrichum sp. Penyakit ini menurunkan hasil dan kualitas buah, dan umumnya dikendalikan dengan fungisida kimia. Penggunaan fungisida kimia menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pengendalian hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak bawang putih sebagai agen hayati terhadap Colletotrichum sp. secara in vitro dan membandingkannya dengan fungisida propineb. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dengan dua faktor, yaitu jenis perlakuan (ekstrak bawang putih dan fungisida kimia) dan konsentrasi (5%, 10%, dan 15%). Parameter yang diamati meliputi diameter koloni, persentase hambatan, intensitas serangan pada buah, serta karakteristik makro dan mikroskopis jamur. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih 15% mampu menghambat pertumbuhan jamur sebesar 38.73% dan intensitas serangan sebesar 21.33%, sedangkan fungisida propineb 5% menunjukkan hambatan tertinggi sebesar 78.43% dan intensitas serangan terendah sebesar 2.67%. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki potensi antijamur. namun efektivitasnya masih lebih rendah dibandingkan propineb.
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN BUKIT LAMBOSIR TAMAN NASIONAL GUNUNG CIREMAI KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Naufal, Priya Pratista; Arifin, Moch.; Maroeto, M.; Wijaya , Kemal
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7356

Abstract

Analisis kemampuan lahan dilakukan sebagai langkah pemanfaatan sumber daya lahan sesuai dengan kemampuannya. Penilaian terhadap kemampuan lahan menjadi sangat penting, terutama untuk merumuskan kebijakan pemanfaatan dan pengelolaan lahan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan untuk menganalisis kemampuan lahan di wilayah Bukit Lambosir, Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bukit Lambosir memiliki ketinggian 800-1200 m dpl merupakan kawasan dengan topografi bervariasi dan terdiri dari hutan rimba serta semak belukar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Bukit Lambosir memiliki tiga kelas kemampuan lahan: kelas III (15.95%). kelas IV (67.99%). dan kelas VIII (16.05%). Faktor pembatas utama yang mempengaruhi kelas kemampuan lahan meliputi kemiringan lereng, kepekaan erosi, dan permeabilitas tanah. Lahan dengan kelas III dan IV memiliki potensi untuk pengelolaan terbatas, seperti penanaman tanaman semusim, tetapi memerlukan tindakan konservasi intensif, termasuk sistem terasering dan penambahan bahan organik. Sebaliknya, lahan kelas VIII disarankan untuk tetap dibiarkan dalam kondisi alaminya untuk tujuan konservasi. Penelitian ini memberikan informasi penting tentang potensi yang dimiliki wilayah Bukit Lambosir, meskipun adanya pembatasan aktivitas masyarakat akibat kebijakan taman nasional.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERSEMAIAN SOIL BLOCK PADA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK Trijaya, Dewi Sekarsari; Prihandarini, Ririen; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Latifah, Evy; Suharjanto, Toto
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7357

Abstract

Budidaya bawang merah memiliki biaya produksi yang mahal dan beresiko pada saat musim tanam karena seringkali harga umbi menjadi tinggi. Penggunaan bahan tanam berupa benih menjadi solusi keterbatasan bahan tanam umbi. Media semai soil block harus mendukung pertumbuhan tanaman serta saat pertumbuhan di lapang diupayakan efisiensi dosis pemupukan anorganik terjadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik. Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo Kota Batu Batu (760-770 m dpl) bulan Mei-Desember 2024. Penelitian menggunakan RAK faktorial, faktor pertama lima taraf dan faktor kedua tiga taraf, diulang sebanyak tiga kali. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Uji perbandingan antar perlakuan menggunakan beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter pengamatan sebab kondisi lingkungan di lapangan yang beragam serta kondisi media semai (soil block) menyebabkan pengaruh faktor lain menjadi tidak signifikan. Pengaruh kedua faktor tunggal dominan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah umbi/rumpun, bobot kering umbi/rumpun, dan hasil produksi. Efisiensi terjadi akibat pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan, dimana dosis pemupukan 75% (P2) berbeda nyata dengan dosis pemupukan 50% (P1) dan sama baiknya dengan dosis pemupukan 100% (P3). Efisiensi dosis pemupukan sebesar 25% dari dosis rekomendasi direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bawang merah yang tinggi. Perlakuan S3 merupakan komposisi soil block yang direkomendasikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bawang merah hingga panen.
POTENSI BIOPESTISIDA FOBIO DALAM MENEKAN PENYAKIT BERCAK DAUN (Helminthosporium oryzae) PADA TANAMAN PADI GOGO ORGANIK DI MOJOKERTO Wiyatiningsih, Sri; Eben, Philipus Wahyu Baskoro; Mujoko, Tri
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7358

Abstract

Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Helminthosporium oryzae merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang tanaman padi. Terdapat strategi pengendalian dalam pertanian berkelanjutan yang dapat diterapkan, salah satunya menggunakan biopestisida ramah lingkungan yang dapat menekan perkembangan penyakit tanaman. Penggunaan biopestisida Fobio diharapkan mampu mengandung berbagai mikroorganisme, baik yang sengaja diisolasi dari perakaran tanaman maupun yang terkandung didalam medium pembawanya. Tujuan penelitan ini adalah mengetahui potensi berbagai konsentrasi biopestisida Fobio dalam menekan perkembangan patogen  H. oryzae penyebab penyakit bercak daun pada tanaman padi gogo organik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dalam penelitan ini adalah KT sebagai kontrol (konsentrasi 0 ml/liter), FA (konsentrasi 5 ml/liter), FB (konsentrasi 10 ml/liter), FC (konsentrasi 15 ml/liter) dengan dosis 8 liter/plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula biopestisida Fobio pada konsentrasi 10 ml/liter paling efektif dalam menghambat infeksi patogen penyakit bercak coklat yang disebabkan oleh H. oryzae dibanding perlakuan lainnya. Pada perlakuan ini intensitas serangan penyakit akibat H. oryzae adalah yang paling rendah, yaitu 53.47% pada 10 MST, menghasilkan bobot basah gabah 979.0 gram dan bobot kering gabah 887.33 gram.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK SILIKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KROKOT (Portulaca oleracea L.) PADA BEBERAPA TINGKAT SALINITAS TANAH Sarirukhoyyatin, Erli; Dewanti, F. Deru; Triani, Nova
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7361

Abstract

Cekaman salinitas merupakan salah satu cekaman abiotik di mana kondisi tanah kelebihan kadar garam dan menjadi masalah di lahan pertanian semua negara. Cara untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan menggunakan tanaman yang tahan cekaman dan dengan pemberian pupuk silika. Pupuk silika mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman biotik dan abiotik. Krokot merupakan tanaman halofit potensial. Selain itu tanaman krokot juga kaya nutrisi karena memiliki kandungan nutrisi omega-3 dan vitamin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama yaitu tingkat salinitas (N) terdiri dari 3 taraf yaitu NaCl 0 dS/m (tanpa NaCl), NaCl 5 dS/m, NaCl 10 dS/m. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk silika (S) terdiri dari 4 taraf yaitu 0 g/liter (tanpa pupuk silika), pupuk silika 1 g/liter, pupuk silika 2 g/liter, pupuk silika 3 g/liter. Terjadi interaksi nyata antara perlakuan tingkat salinitas dan konsentrasi pupuk silika terhadap bobot basah tajuk tanaman krokot. Berat basah tajuk pada interaksi perlakuan konsentrasi pupuk silika 1-3 g/liter dengan tanpa NaCl serta  interaksi perlakuan 3 g/liter Silika & NaCl 5 dS/m memberikan berat basah krokot yang paling tinggi dengan rentang berat 117.44 g/tanaman sampai 124.40 g/tanaman. Analisa regresi antara jumlah cabang dan jumlah daun mendapatkan nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.6492, dan pada analisis regresi antara jumlah daun dan berat basah tajuk diperoleh nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.5937.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Utami, Nabila Sofia Rizka; Wurjani, Widi; Hidayat, Ramdan
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7362

Abstract

Mentimun memiliki banyak manfaat sebagai bahan makanan, bahan obat-obatan dan kecantikan. Kandungan gizi mentimun cukup baik terutama sebagai sumber mineral dan vitamin. Ketersediaan lahan budidaya yang semakin sempit dan terbatas akibat alih fungsi lahan sebagai bangunan perumahan dan industri menjadi kendala. Salah satu solusinya adalah budidaya tanaman dengan menggunakan polibag sebagai wadah dari media tanam, tetapi terdapat kendala dalam budidaya sayuran menggunakan polibag yaitu media tanamnya. Pemberian pupuk NPK dengan proporsi dan dosis yang tepat bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi mentimun. Penelitian ini disusun secara rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. M1 = komposisi media tanam tanah tanpa campuran; M2 = tanah : pupuk kandang sapi : arang sekam = 2:1:1; M3 = 1 tanah : 2 pupuk kandang sapi : 1 arang sekam = 1: 2: 1; dan M4 =  tanah : pupuk kandang sapi :  arang sekam = 1 : 1 : 2. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dari 4 level  yaitu  N1 = 400 kg/ha; N2 = 600 kg/ha; N3 = 800 kg/ha, dan N4 = 1000 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat pengaruh interaksi yang nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan dosis NPK terhadap jumlah buah total panen/tanaman serta bobot buah/tanaman. Interaksi perlakuan yang memberikan hasil terbaik adalah M3N3 atau interaksi perlakuan komposisi media tanam 1 tanah : 2 pupuk kandang sapi : 1 arang sekam + 800 kg/ha, yaitu berturut-turut sebanyak 8.33 buah/tanaman dan 1399.04 g/tanaman.