cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2025): December" : 5 Documents clear
WOMEN’S PARTICIPATION IN LOCAL GOVERNANCE IN MUARA ENIM REGENCY Uyun, Muhamad; Ningsih, Ike Utia; Ismah, Zata; Nurisa, Indah; Fitria, Yulia; fauzi, Royda
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.36527

Abstract

Abstract Women’s participation in local government is a crucial indicator of inclusive and gender-equitable development. This study aims to analyze the roles and participation of women within the bureaucratic structure of Muara Enim Regency, as well as the enabling and constraining factors influencing their involvement in public policy decision-making. A descriptive qualitative approach was employed using literature review, policy document analysis, questionnaires, and interviews with female civil servants in local government institutions. The findings reveal that women’s representation in strategic bureaucratic positions remains limited despite the presence of national and regional affirmative action policies. Structural constraints such as patriarchal culture, gender stereotypes, and restricted access to leadership training continue to impede women’s advancement. Conversely, affirmative regulations, increasing levels of women’s education, and strong social networks serve as key enabling factors. The study emphasizes the need to strengthen gender-responsive regional policies, expand leadership capacity-building for female civil servants, and cultivate an inclusive bureaucratic environment. These findings are expected to contribute as policy references for local governments and gender advocates in promoting women’s roles in equality-oriented development. Keywords: Women’s participation; Local Government; Gender Equality; Public Policy Abstrak Partisipasi perempuan dalam pemerintahan daerah merupakan indikator penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tingkat keterlibatan perempuan dalam struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhi partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui kajian literatur, analisis dokumen kebijakan daerah, kuesioner, dan wawancara dengan aparatur sipil negara (ASN) perempuan di lingkungan pemerintahan daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam posisi strategis masih terbatas meskipun telah tersedia kebijakan afirmatif di tingkat nasional dan daerah. Hambatan struktural seperti budaya patriarki, stereotip gender, dan akses terbatas terhadap pelatihan kepemimpinan menjadi tantangan utama. Sebaliknya, kebijakan afirmatif, peningkatan tingkat pendidikan perempuan, dan keberadaan jaringan sosial yang kuat menjadi faktor pendorong yang signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan regulasi daerah yang responsif gender, penyediaan pelatihan kepemimpinan bagi ASN perempuan, serta pembangunan ekosistem birokrasi yang lebih inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah daerah dan para pegiat gender dalam mendorong peran perempuan dalam pembangunan berbasis kesetaraan. Kata Kunci: Partisipasi Perempuan; Pemrintahan Daerah; Kesetaraan Gender; Kebijakan Publik
ISLAM AND PUBLIC LEADERSHIP: AN ANALYSIS OF GENDER EQUALITY IN THE 2024 EAST JAVA REGIONAL HEAD ELECTION Mufarochah, Siti; Wibowo, M. Ganda Abdi; Amalia, Dini
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.35000

Abstract

Abstract Women have the equal role to men, as demonstrated by their involvement in various professions such as education, healthcare, information technology, and political law. As Islam upholds the equality of men and women in spirituality, social responsibility, and intellect, women are not confined merely to domestic roles. They can actively contribute to public and political spheres when equipped with the necessary competence and commitment. The research problem addressed in this study is: what are societal perceptions regarding women serving as public leaders within the social and cultural context of East Java? The primary goal of this research is to investigate public views and islam on the role of women as public leaders in the context of 2024 East Java Regional Head Election, considering the prevailing social and cultural frameworks. This study applies a qualitative approach. The data collection involves three informants from diverse backgrounds: a community leader, a political activist, and a representative of a social community group. The results of this research reveal that the phenomenon of gender equality in regional leadership has affected more women to fearlessly advocate for gender equality. Moreover, women are expected to capably balance their professional careers with their familial responsibilities. Women support each other through women’s communities, religious organizations, and gender advocacy groups in order to to advocate for public policies related to various fields to achieve gender equality in addressing societal needs. Circles within islam and social community perspectives emphasize the need for women to enhance their skills to achieve parity in education and empowerment, despite the enduring strength of patriarchal norms in East Java.  Keywords: Gender Equality; Public Leadership; Regional Head Election.Abstrak Perempuan memiliki peran yang setara dengan laki-laki, sebagaimana terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai profesi, termasuk pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, serta hukum dan politik. Islam menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam aspek spiritualitas, tanggung jawab sosial, dan intelektualitas, sehingga perempuan tidak terbatas pada peran domestik semata. Perempuan dapat berkontribusi secara aktif dalam ranah publik dan politik sepanjang mereka memiliki kompetensi dan komitmen yang memadai.Permasalahan penelitian yang diangkat dalam studi ini adalah: bagaimana persepsi masyarakat terhadap perempuan yang berperan sebagai pemimpin publik dalam konteks sosial dan budaya Jawa Timur? Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pandangan masyarakat dan perspektif Islam mengenai peran perempuan sebagai pemimpin publik pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2024, dengan mempertimbangkan kerangka sosial dan budaya yang berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melibatkan tiga informan dengan latar belakang yang beragam: seorang tokoh masyarakat, seorang aktivis politik, dan seorang perwakilan komunitas sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena kesetaraan gender dalam kepemimpinan daerah telah mendorong semakin banyak perempuan untuk berani memperjuangkan kesetaraan gender. Selain itu, perempuan diharapkan mampu menyeimbangkan karier profesional dan tanggung jawab keluarga. Perempuan saling memberikan dukungan melalui komunitas perempuan, organisasi keagamaan, dan kelompok advokasi gender untuk mendorong kebijakan publik di berbagai bidang guna mencapai kesetaraan gender dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.Pandangan dari kalangan Islam maupun komunitas sosial menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan agar mampu mencapai kesetaraan dalam pendidikan dan pemberdayaan, meskipun norma-norma patriarkal masih memiliki pengaruh yang kuat di Jawa Timur.  Kata Kunci: Kesetaraan Gender; Kepemimpinan Publik; Pemilihan Kepala Daerah
THE INFLUENCE OF GENDER ON SPEAKING ANXIETY IN ENGLISH CLASSES AT POLITEKNIK NEGERI CILACAP: A MIXED-METHODS STUDY AND PEDAGOGICAL IMPLICATIONS Romadloni, Annisa; Sari, Laura; Wati, Linda Perdana
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.35966

Abstract

Abstract Speaking anxiety serves as a significant barrier to oral proficiency in English for Specific Purposes (ESP) courses. Yet, the influence of gender on this affective factor within Indonesian vocational education remains underexplored. This mixed-methods study investigated speaking anxiety patterns at Politeknik Negeri Cilacap. Data were collected from 90 students (45 male, 45 female) using a modified FLCAS questionnaire,written reflections, and classroom observations, complemented by in-depth interviews with twelve selected participants. Although aggregate anxiety scores did not differ significantly between genders, item-level analysis revealed distinct differences. Female students reported significantly higher anxiety when called upon without preparation (cold calls), when fearing negative evaluation, and when speaking before the whole class. At the same time, both genders experienced comparable anxiety levels during formal presentations. Qualitative data confirmed that the fear of making mistakes, sensitivity to lecturer and peer judgment, and a lack of preparation time were the primary drivers of these patterns. Based on these findings, the research advocates for the implementation of gender-responsive scaffolding. Suggested pedagogical strategies include providing structured "think time" before spontaneous questions, utilizing tiered speaking activities that progress from pair discussions to plenary reporting, and cultivating an error-friendly classroom culture. This approach aims to mitigate specific anxiety triggers for female students while building an inclusive environment that prepares all ESP learners for authentic professional communication.  Keywords: Gender; Speaking Anxiety; English for Spesific Purposes; Vocational Education.Abstrak Kecemasan berbicara merupakan hambatan signifikan bagi kemahiran lisan dalam mata kuliah English for Specific Purposes (ESP), namun pengaruh gender terhadap faktor afektif ini dalam pendidikan vokasi di Indonesia masih jarang diteliti. Studi mixed-methods ini menginvestigasi pola kecemasan berbicara di Politeknik Negeri Cilacap. Data dikumpulkan dari 90 mahasiswa (45 laki-laki, 45 perempuan) menggunakan kuesioner FLCAS yang dimodifikasi, refleksi tertulis, dan observasi kelas, dilengkapi dengan wawancara mendalam terhadap dua belas mahasiswa terpilih. Meskipun skor kecemasan agregat tidak berbeda signifikan antar-gender, analisis tingkat butir mengungkapkan perbedaan nyata. Mahasiswa perempuan melaporkan kecemasan yang jauh lebih tinggi saat dipanggil tanpa persiapan (cold calls), saat takut akan evaluasi negatif, dan ketika berbicara di depan seluruh kelas, sementara kedua gender memiliki tingkat kecemasan yang setara dalam presentasi formal. Data kualitatif mengonfirmasi bahwa ketakutan membuat kesalahan, sensitivitas terhadap penilaian dosen dan teman sebaya, serta kurangnya waktu persiapan merupakan pemicu utama pola tersebut. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan penerapan scaffolding responsif gender. Strategi pedagogis yang disarankan meliputi pemberian "waktu berpikir" terstruktur sebelum pertanyaan spontan, aktivitas berbicara berjenjang dari diskusi pasangan ke pelaporan pleno, serta penciptaan budaya kelas yang ramah terhadap kesalahan. Pendekatan ini bertujuan untuk memitigasi pemicu kecemasan spesifik pada mahasiswa perempuan sekaligus membangun lingkungan inklusif yang mempersiapkan seluruh pembelajar ESP untuk komunikasi profesional yang autentik.  Kata Kunci: Gender; Kecemasa Berbicara; English For Spesific Purposes; Pendidikan Vokasi
THE ROLE OF DIGITAL TECHNOLOGY IN ENHANCING UNIVERSITY RESPONSE TO SEXUAL VIOLENCE Ningsih, Anita Andriya; Istiadah, istiadah; Pratama, Rifky Aryo Wahyu; Tamami, Abi Syamsudin
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.38404

Abstract

Abstract An effective and transparent sexual violence reporting system is crucial for addressing this issue, but in many universities in Indonesia, the existing systems are often inadequate, facing obstacles such as the incapability of the reporting system and the social stigma that blames victims. This study uses a qualitative approach with a case study design, aiming to explore how digital technology can enhance universities' responses to sexual violence, particularly at Maliki Islamic University, as well as the needs that must be met by the university in implementing digital technology for handling sexual violence. The research results indicate that a digital reporting system, whether through an application or an internal web platform, allows reporters to report anytime and from anywhere with a high level of anonymity, reducing psychosocial barriers that usually prevent victims from reporting. Additionally, this system speeds up case management by digitally documenting data, which facilitates verification, follow-up, and efficient report management. Furthermore, clear internal policies and protection of reporter privacy are crucial to ensure that the system operates effectively and safely. Overall, this study suggests that the implementation of digital technology can improve the sexual violence reporting system in universities, but technical and policy challenges must be addressed to ensure that the system operates sustainably and delivers maximum positive impact. Keywords: Sexual violence, the role of digital reporting systems, digital technology, Institutional response.Abstrak Sistem pelaporan kekerasan seksual yang efektif dan transparan sangat penting untuk menangani isu ini, namun di banyak perguruan tinggi di Indonesia, sistem yang ada sering kali tidak memadai, dengan hambatan seperti ketidakmampuan sistem pelaporan dan stigma sosial yang menyalahkan korban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan tujuan untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat meningkatkan respons universitas terhadap kekerasan seksual, khususnya di Maulana Malik Ibrahim Malang, serta kebutuhan yang harus dipenuhi oleh universitas dalam menerapkan teknologi digital untuk menangani kekerasan seksual Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pelaporan digital, baik melalui aplikasi maupun platform web internal, memungkinkan pelapor untuk melapor kapan saja dan dari mana saja dengan tingkat anonimitas yang tinggi, mengurangi hambatan psikososial yang biasanya menghalangi korban untuk melapor. Selain itu, sistem ini mempercepat proses manajemen kasus dengan mendokumentasikan data secara digital, yang memudahkan verifikasi, tindak lanjut, dan pengelolaan laporan secara efisien. Selain itu, kebijakan internal yang jelas dan perlindungan terhadap privasi pelapor sangat penting untuk memastikan sistem ini berjalan secara efektif dan aman. Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan bahwa penerapan teknologi digital dapat meningkatkan sistem pelaporan kekerasan seksual di perguruan tinggi, namun tantangan teknis dan kebijakan harus diatasi agar sistem ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang maksimal. Kata Kunci: Kekerasan seksual; Peran sistem pelaporan digital; Teknologi digital; Respon institusi
Gender Performativity of Women in Responding to Gender Constructs Within the Student Activity Unit (UKM) of Pencak Silat at Unusia Safitri, Erina; Maryaman, Liskawati; Anjani, Emilia; Khoirot, Rossa Umdatul; Maulana, Moh. Faiz
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.33466

Abstract

Abstract This study examines the gender performativity of women in responding to patriarchal gender constructions within the Student Activity Unit (UKM) of Pencak Silat at Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Using Judith Butler’s theory of gender performativity, this qualitative case study explores how female athletes negotiate and challenge masculine stereotypes embedded in martial arts. Data were collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving five female members of the UKM. The findings show that women perform gender through repetitive practices such as intensive training, mixed-gender sessions, and consistent athletic achievements, including competitive success that challenges assumptions of female physical inferiority. The supportive organizational environment of the UKM plays a crucial role in enabling these practices and strengthening women’s agency. This study contributes novelty by situating gender performativity within a campus-based martial arts organization, highlighting sport as a site of gender negotiation. Practically, the findings suggest that inclusive training systems in student organizations can foster gender equality and empower women in traditionally masculine spaces. Keywords: Gender Performativity; Gender Construction; Pencak Silat Abstrak Penelitian ini mengkaji performativitas gender perempuan dalam merespons konstruksi gender patriarkal di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Dengan menggunakan teori performativitas gender Judith Butler, penelitian ini menganalisis bagaimana perempuan menegosiasikan dan menantang stereotip maskulinitas dalam olahraga bela diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima anggota perempuan UKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan melakukan performativitas gender melalui praktik berulang seperti latihan intensif, latihan bersama atlet laki-laki, serta pencapaian prestasi kompetitif yang konsisten. Lingkungan UKM yang relatif inklusif berperan penting dalam memperkuat agensi dan kepercayaan diri atlet perempuan. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis performativitas gender dalam konteks organisasi mahasiswa berbasis olahraga bela diri. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa UKM dapat menjadi ruang strategis dalam mendorong kesetaraan gender di lingkungan kampus. Kata Kunci: Performativitas Gender; Konstruksi Gender; Pencak Silat

Page 1 of 1 | Total Record : 5