cover
Contact Name
Dr. Istiadah, MA
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
egalita@uin-malang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
EGALITA
ISSN : 19073641     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
EGALITA merupakan Jurnal Kesetaraan dan Keadilan Gender yang menyajikan sejumlah hasil penelitian, pemahaman dan perenungan mendalam tentang problematika gender, baik dalam bangunan intelektual maupun konstruksi sosial yang ada pada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
SEXUAL VIOLENCE SURVIVOR RESISTANCE: RECLAIMING SAFE SPACES FOR SANTRIWATI IN PESANTREN Komala, Ajeng Ratna; Fajriyah, Iklilah Muzayyanah Dini
EGALITA Vol 20, No 1 (2025): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i1.33641

Abstract

Abstract The persistent occurrence of gender-based sexual violence within Indonesian pesantren (Islamic boarding schools) demands urgent academic scrutiny, particularly due to its underreported nature and the complex power dynamics embedded within their exclusive and autonomous educational structures. While existing scholarship has primarily centered on the causes and prevention of sexual violence in these institutions, the lived experiences, agency, and resistance strategies of survivors remain critically underexplored. Addressing this gap, the present study investigates how survivors within pesantren contexts navigate their transformation from perceived powerless victims to active agents of resistance. Specifically, it examines the sociocultural barriers they encounter, the forms of resistance they employ, and the broader implications of their defiance. Employing a qualitative literature review methodology, this research synthesizes insights from 20 relevant studies—7 focused on pesantren in Indonesia and 14 international studies on survivor resistance. Thematic analysis was conducted, with data interpreted through the lenses of radical feminist theory and agency theory, focusing on female representation in pesantren and survivor-driven resistance. Findings indicate that, despite the deeply patriarchal and feudal systems that characterize many pesantren, survivors assert agency through diverse strategies—ranging from personal resilience and storytelling to legal advocacy and collective mobilization. These acts of resistance not only challenge systemic silencing but also contribute meaningfully to shifts in public discourse and legal accountability. This study contributes a critical perspective to gender and Islamic education scholarship by centering survivor agency and offering pathways for transformative justice within religious educational settings. Keywords: Resistance; Survivors; Sexual Violence; Pesantren; Santriwati.Abstrak Kasus kekerasan seksual berbasis gender yang terus terjadi di lingkungan pesantren di Indonesia menuntut perhatian akademik yang mendesak, terutama karena sifatnya yang jarang dilaporkan serta dinamika kekuasaan yang kompleks dalam struktur pendidikan yang eksklusif dan otonom. Meskipun sejumlah penelitian telah menyoroti penyebab dan upaya pencegahan kekerasan seksual di pesantren, pengalaman hidup, agensi, dan strategi perlawanan para penyintas masih sangat minim dieksplorasi. Untuk mengisi kekosongan ini, studi ini menelusuri bagaimana para penyintas di lingkungan pesantren membangun transformasi dari korban yang dipersepsikan tidak berdaya menjadi subjek aktif yang melawan. Secara khusus, penelitian ini mengkaji hambatan sosial dan kultural yang mereka hadapi, bentuk-bentuk perlawanan yang mereka lakukan, serta dampak yang lebih luas dari tindakan perlawanan tersebut. Dengan menggunakan metode tinjauan pustaka kualitatif, penelitian ini mensintesis temuan dari 20 studi relevan—7 di antaranya berfokus pada konteks pesantren di Indonesia dan 14 studi internasional tentang perlawanan penyintas. Analisis tematik dilakukan dengan menggunakan kerangka teori feminis radikal dan teori agensi, dengan fokus pada representasi perempuan dalam pesantren dan resistensi yang digerakkan oleh penyintas. Temuan menunjukkan bahwa, meskipun sistem patriarkal dan feodal sangat mengakar dalam banyak pesantren, para penyintas menunjukkan agensi melalui berbagai strategi—mulai dari ketahanan pribadi dan narasi pengalaman, hingga advokasi hukum dan mobilisasi kolektif. Tindakan perlawanan ini tidak hanya menantang pembungkaman sistemik, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perubahan wacana publik dan akuntabilitas hukum. Studi ini menawarkan perspektif kritis dalam kajian gender dan pendidikan Islam, dengan menekankan agensi penyintas serta membuka jalan bagi keadilan transformatif dalam lingkungan pendidikan keagamaan. Kata Kunci: Perlawanan; Penyintas; Kekerasan Seksual; Peantren; Santriwati.
WOMEN’S PARTICIPATION IN LOCAL GOVERNANCE IN MUARA ENIM REGENCY Uyun, Muhamad; Ningsih, Ike Utia; Ismah, Zata; Nurisa, Indah; Fitria, Yulia; fauzi, Royda
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December (In Press)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.36527

Abstract

Abstract Women’s participation in local government is a crucial indicator of inclusive and gender-equitable development. This study aims to analyze the roles and participation of women within the bureaucratic structure of Muara Enim Regency, as well as the enabling and constraining factors influencing their involvement in public policy decision-making. A descriptive qualitative approach was employed using literature review, policy document analysis, questionnaires, and interviews with female civil servants in local government institutions. The findings reveal that women’s representation in strategic bureaucratic positions remains limited despite the presence of national and regional affirmative action policies. Structural constraints such as patriarchal culture, gender stereotypes, and restricted access to leadership training continue to impede women’s advancement. Conversely, affirmative regulations, increasing levels of women’s education, and strong social networks serve as key enabling factors. The study emphasizes the need to strengthen gender-responsive regional policies, expand leadership capacity-building for female civil servants, and cultivate an inclusive bureaucratic environment. These findings are expected to contribute as policy references for local governments and gender advocates in promoting women’s roles in equality-oriented development. Keywords: Women’s participation; Local Government; Gender Equality; Public Policy Abstrak Partisipasi perempuan dalam pemerintahan daerah merupakan indikator penting dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan tingkat keterlibatan perempuan dalam struktur birokrasi Pemerintah Kabupaten Muara Enim serta mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat yang memengaruhi partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui kajian literatur, analisis dokumen kebijakan daerah, kuesioner, dan wawancara dengan aparatur sipil negara (ASN) perempuan di lingkungan pemerintahan daerah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam posisi strategis masih terbatas meskipun telah tersedia kebijakan afirmatif di tingkat nasional dan daerah. Hambatan struktural seperti budaya patriarki, stereotip gender, dan akses terbatas terhadap pelatihan kepemimpinan menjadi tantangan utama. Sebaliknya, kebijakan afirmatif, peningkatan tingkat pendidikan perempuan, dan keberadaan jaringan sosial yang kuat menjadi faktor pendorong yang signifikan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan regulasi daerah yang responsif gender, penyediaan pelatihan kepemimpinan bagi ASN perempuan, serta pembangunan ekosistem birokrasi yang lebih inklusif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan bagi pemerintah daerah dan para pegiat gender dalam mendorong peran perempuan dalam pembangunan berbasis kesetaraan. Kata Kunci: Partisipasi Perempuan; Pemrintahan Daerah; Kesetaraan Gender; Kebijakan Publik
ISLAM AND PUBLIC LEADERSHIP: AN ANALYSIS OF GENDER EQUALITY IN THE 2024 EAST JAVA REGIONAL HEAD ELECTION Mufarochah, Siti; Wibowo, M. Ganda Abdi; Amalia, Dini
EGALITA Vol 20, No 2 (2025): December (In Press)
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v20i2.35000

Abstract

Abstract Women have the equal role to men, as demonstrated by their involvement in various professions such as education, healthcare, information technology, and political law. As Islam upholds the equality of men and women in spirituality, social responsibility, and intellect, women are not confined merely to domestic roles. They can actively contribute to public and political spheres when equipped with the necessary competence and commitment. The research problem addressed in this study is: what are societal perceptions regarding women serving as public leaders within the social and cultural context of East Java? The primary goal of this research is to investigate public views and islam on the role of women as public leaders in the context of 2024 East Java Regional Head Election, considering the prevailing social and cultural frameworks. This study applies a qualitative approach. The data collection involves three informants from diverse backgrounds: a community leader, a political activist, and a representative of a social community group. The results of this research reveal that the phenomenon of gender equality in regional leadership has affected more women to fearlessly advocate for gender equality. Moreover, women are expected to capably balance their professional careers with their familial responsibilities. Women support each other through women’s communities, religious organizations, and gender advocacy groups in order to to advocate for public policies related to various fields to achieve gender equality in addressing societal needs. Circles within islam and social community perspectives emphasize the need for women to enhance their skills to achieve parity in education and empowerment, despite the enduring strength of patriarchal norms in East Java.  Keywords: Gender Equality; Public Leadership; Regional Head Election.Abstrak Perempuan memiliki peran yang setara dengan laki-laki, sebagaimana terlihat dari keterlibatan mereka dalam berbagai profesi, termasuk pendidikan, kesehatan, teknologi informasi, serta hukum dan politik. Islam menegaskan kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam aspek spiritualitas, tanggung jawab sosial, dan intelektualitas, sehingga perempuan tidak terbatas pada peran domestik semata. Perempuan dapat berkontribusi secara aktif dalam ranah publik dan politik sepanjang mereka memiliki kompetensi dan komitmen yang memadai.Permasalahan penelitian yang diangkat dalam studi ini adalah: bagaimana persepsi masyarakat terhadap perempuan yang berperan sebagai pemimpin publik dalam konteks sosial dan budaya Jawa Timur? Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji pandangan masyarakat dan perspektif Islam mengenai peran perempuan sebagai pemimpin publik pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2024, dengan mempertimbangkan kerangka sosial dan budaya yang berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melibatkan tiga informan dengan latar belakang yang beragam: seorang tokoh masyarakat, seorang aktivis politik, dan seorang perwakilan komunitas sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena kesetaraan gender dalam kepemimpinan daerah telah mendorong semakin banyak perempuan untuk berani memperjuangkan kesetaraan gender. Selain itu, perempuan diharapkan mampu menyeimbangkan karier profesional dan tanggung jawab keluarga. Perempuan saling memberikan dukungan melalui komunitas perempuan, organisasi keagamaan, dan kelompok advokasi gender untuk mendorong kebijakan publik di berbagai bidang guna mencapai kesetaraan gender dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.Pandangan dari kalangan Islam maupun komunitas sosial menekankan pentingnya peningkatan kapasitas perempuan agar mampu mencapai kesetaraan dalam pendidikan dan pemberdayaan, meskipun norma-norma patriarkal masih memiliki pengaruh yang kuat di Jawa Timur.  Kata Kunci: Kesetaraan Gender; Kepemimpinan Publik; Pemilihan Kepala Daerah