cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Eduhealth
ISSN : 20873271     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 220 Documents
HUBUNGAN ANTARA PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES -, Masruroh
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.101 KB)

Abstract

ABSTRAK Melahirkan adalah kondisi fisiologis yang dapat menyebabkan traumatis yang sangat menentukan kehidupan selanjutnya bagi ibu dan bayi. Perubahan hormon, kelelahan, perubahan peran, paritas, mekanisme koping ibu dan dukungan sosial keluarga adalah faktor yang bisa menyebabkan masalah psikologis post partum. Post partum blues adalah salah satu kondisi dimana ibu post partum mengalami kesedihan, stress akibat pengalaman dan persepsi yang tidak nyaman. Bila hal ini tidak segera akan menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan dan psikologis ibu dan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas ibu dengan kejadian Postpartum Blues.Jenis penelitian yang digunakan adalah “ Analitik Korelasional “ desain penelitiannya Cross – Sectional. Populasi adalah semua ibu post partum. Sampel adalah 29 ibu postpartum . Pengumpulan data menggunakan Teknik simplerandom sampling.Variabel independen adalah paritas ibu dan variabel dependen adalah kejadian post partum blues. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dengan Uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian tidak ada hubungan paritas ibu dengan kejadian post partum blues.Ada faktor lain yang mempengaruhi kejadian post partum blues, untuk itu diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan pemenuhan kebutuhan ibu post partum dan dukungan sosial bagi post partum agar tidak mengalami post partum blues. Katakunci: Paritas ibu, Postpartum Blues. ABSTRACT Childbirth is a physiological condition that can cause traumatic determine the next life for both mother and baby . Hormonal changes , fatigue , changes in roles , parity , maternal coping mechanisms and social support of the family is a factor that can cause psychological problems post partum . Post partum blues is one of the conditions in which postpartum mothers experience sadness , stress due to the experience and perception of discomfort . If this is not immediately will cause adverse effects on health and psychological mother and baby . This study aims to determine the relationship of maternal parity with Postpartum Blues events . This type of research is " Analytical Correlational " research design Cross - Sectional . The population is all women post partum . The sample was 29 mothers postpartum . The place of research in the Village Polindes Permisan Jabon subdistrict of Sidoarjo regency . Using simple random sampling technique sampling.Variabel is parity independent and dependent variable is the mother incidence of post partum blues . Data collection using questionnaires . Data were analyzed using Chi - Square test statistics . The results of the study there was no association with the incidence of maternal parity postpartum blues . There are other factors that affect the incidence of post partum blues , it is expected to meet the needs of health workers improve maternal post partum and post partum social support in order not to experience post partum blues. Keywords: Parity mother, Postpartum Blues.
HUBUNGAN PERSEPSI ANAK TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PRODI D-III KEBIDANAN UNIPDU Fatimah, Listrana
Eduhealth Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMotivasi belajar terdiri dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Salah satu faktor timbulnya motivasi belajar ekstrinsik adalah lingkungan keluarga, karena sebagian besar anak menghabiskan waktunya bersama keluarga. Selain itu keluarga adalah tempat pertama anak menerima pendidikan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar mahasiswa D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif, observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan kurang lebih 6 bulan dari bulan Juli sampai Desember 2010. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang sebesar 129 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling dengan jumlah 97 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan dari masing-masing variabel adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian berdasarkan uji regresi logistik didapatkan nilai sig. 0.001 > 0.05, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. Nilai B menunjukkan bahwa 1 skor persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.921dan peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap pola asuh orang tua akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.878.Kata Kunci: keharmonisan keluarga, pola asuh orangtua, motivasi belajar ABSTRACTLearning motivation consists of intrinsic and extrinsic motivation. One of factor raising extrinsic learning motivation is the family environment, since it believed that children spend their time with their family.Besides, family is the first educational place for children. The study aims at knowing the is relationship between children perception family harmony toward parent’s nurturing pattern and learning motivation of the D-III Midwifery Student of Nursing Science of UNIPDUJombang. This study uses quantitative research, analytic observational with cross sectional approach. This study was conducted in 6 months, since July to December 2010. The population is 129 Midwifery Students of Nursing Science of UNIPDU Jombang. Technique of sampling is stratified random sampling with 97 students. Measurement test of each variable is a questionnaire which has already been tested on its validity and reliability. This study result based on logistic regression test shows sig. value of 0.001 > 0.005, means that there is significant relationship between children perception family harmony toward parent’s nurturing pattern and learning motivation. Meanwhile B mark shows that score one for children’s perception toward family harmony will raise the learning motivation as much as 0.921. while there is a increase of score one for children’s perception toward parent’s nurturing pattern will raise learning motivation as much as 0.878Keywords: family harmony, learning motivation, parent’s nurturing pattern.
HUBUNGAN ANTARA PENYAKIT PERIODONTITIS PADA IBU HAMIL SEBAGAI FAKTOR RESIKO KEJADIAN BBLR -, Pujiani; -, Khotimah; Isdianto, Bayu
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKebersihan mulut yang buruk pada ibu hamil dapat menyebabkan infeksi pada gigi atau jaringan periodontium seperti periodontitis. Infeksi dapat menyebar secara sistemik dan menyebabkan peningkatan mediator pro inflamasi yang akan mempengaruhi terjadinya bayi BBLR.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penyakit periodontitis pada ibu hamil sebagai faktor resiko kejadian BBLR di Paviliun Anggrek RSUD Jombang.Design yang digunakan adalah metode survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang dirawat di paviliun anggrek RSUDJombang. Jumlahsampel 35 responden.Teknik pengambilan sampel dengan concecutive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan berat badan bayi dan indeks periodontitis.Pengolahan data dengan program SPSS13.0 for windows dengan uji chi square dan dilakukan penghitungan POR (Prevalensi Odds Rasio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa periodontitis pada ibu hamil mempunyai risiko 8,6 kali mengalami kelahiran bayi BBLR kurang bulan (POR=8,6) dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami periodontitis,danp=0,082. Menunjukkan bahwaada hubungan antara penyakit periodontitis sebagai faktor resiko kejadian BBLR.Kata Kunci : Bayi Berat Lahir Lendah (BBLR), Ibuhamil, Penyakit periodontitis AbstractPoor oral hygiene in pregnant women can cause infection in teeth or periodontium tissue such as periodontitis. Infection may spread systemically and increase proinflammatory mediators that lead to LBW.The purpose of this study to know the relationship between periodontitisdesease in pregnant women as a risk factor in the incidence of LBW inAnggrekPaviliun at Jombang Hospital. This study was an analitic observational with cross sectional design.The Population of the study was mothers who have aninfant who treatment in Anggrekpaviliun at Jombang hospital. The number of samples was 35respondents. Sample was collected using concecutive sampling technique.Data were collected by interview, to examine infant weight, and periodontitis index The data analysis was conducted SPSS 13.0 for Windows program with Chi square test, and done calculation POR (Prevalence Odds Ratio).The research result showed that periodontitis in pregnant women have 8.6 times the risk of having low birth weight babies compared with pregnant women who did not have periodontitis p=0.082 shows that there was relationship between periodontitis disease in pregnant women as a risk factor for the incidence of LBW.Keywords: Disease Periodontitis, Pregnant women, Low Birth Weight (LBW)
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN INDEKS PRESTASI KOMULATIF MAHASISWA AKADEMI KEBIDANAN Khairunnisa, Anjani
Eduhealth Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecukupan  gizi  dan  pangan  merupakan  salah  satu  faktor  terpenting  dalam  mengembangkan kualitas  sumberdaya  manusia,  hal  ini  merupakan  foktor  kunci  dalam  keberhasilan pembangunan  suatu  bangsa.  Dalam  hal  ini  gizi  ternyata  sangat  mempengaruhi  terhadap kecerdasan  dan  produktivitas  kerja.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan status  gizi  dengan  indeks  prestasi  komulatif  mahasiswa  akademi  kebidanan  gema  nusantara bekasi  tahun  2011.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  deskriptif  analitik dengan  pendekatan  Cross  Sectional  yaitu  pengumpulan  data  sekaligus  pada  suatu  saat. Instrument  penelitian  ini  berupa  kuesioner.  Sampel  pada  penelitian  ini  sebanyak  83  orang mahasiswa.Hasil  analisa  univariat  mendapatkan  hasil  mahasiswa  yang  memiliki  IPK  rendah (21,7%),  mahasiswa  yang  memiliki  status  gizi  Kurang  Sesuai  (24,1%).Hasil  analisa  bivariat menunjukkan hubungan status gizi dengan IPK di peroleh nilai P = 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dengan IPK. Pada uji statistik diperoleh juga nilai OR = 9,778. Berarti status gizi baik mempunyai peluang 9,778 kali lebih besar  untuk  memperoleh  IPK  yang  baik.Kesimpulan  dalam  penelitian  ini  adalah  terdapat hubungan  antara status  gizi dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa akademi kebidanan gema  nusantara  bekasi  tahun  2011.  Dan  di  harapkan  bagi  mahaswa  yang  gizinya  kurang sesuai dapat di perbaiki sehingga tidak di temukan lagi IPK yang rendah.Kata Kunci : IPK, status giziABSTRACTNutrition  and  food  is  one  of  the  most  important  factors  in  improving  the  quality  of  human resources,  it  is  a  key  to  success  foktor  development  of  a  nation.  In  this  case  turned  out  to greatly affect the nutritional intelligence and work productivity.This study aimed to determine the  relationship  of  nutritional  status  with  cumulative  grade  academy students obstetric echo bekasi  archipelago  in  2011.The  method  used  in  this  research  is  descriptive  analytic  cross sectional approach, namely the collection of data at once at a time. Research instrument was a questionnaire. Samples in this study were 83 students.The results of univariate analysis to get the students who have a IPK lower (21.7%), students who have less nutritional status line (24.1%).The results of the bivariate analysis shows the relationship of nutritional status with a  IPK  obtained  P  value  =  0.000  <0.05,  it  can  be  inferred  the  existence  of  a  significant relationship between nutritional status with IPK. In statistical tests obtained also value OR = 9.778.  Means  good  nutritional  status  have  a  chance  9.778  times  more  likely  to  earn  a  good IPK.The  conclusion  of  this  research  is  the  relationship  between  nutritional  status  with  a cumulative grade academy students obstetric echo bekasi archipelago in 2011.Keywords : IPK, nutritional status.
HUBUNGAN JENIS KONTRASEPSI SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN -, Suyati
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.428 KB)

Abstract

ABSTRAK Kontrasepsi suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang dibedakan menjadi dua macam yaitu kontrasepsi suntik kombinasi dan kontrasepsi suntik progestin. Perubahan berat badan merupakan salah satu efek samping yang sering dikeluhkan oleh akseptor kontrasepsi suntik, terutama pada pengguna kontrasepsi suntik progestin. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik Cross Sectional. diambil dengan tekhnik simple random sampling. dianalisa dengan uji statistic mann whitney dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (70%) peserta kontrasepsi suntik kombinasi berat badannya tetap . Sedangkan sebagian besar (75%) peserta kontrasepsi suntik progestin berat badannya naik. Hasil SPSS dengan uji statistic mann whitney didapatkan hasil 46,500 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,007 lebih kecil dari 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara jenis kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan jenis kontrasepsi suntik dengan perubahan berat badan. Kata kunci : kontrasepsi Suntik, Berat Badan, Progestine, Kombinasi ABSTRACT Contraceptive injection is a type of hormonal contraception that can be divided into two kinds of CICs and injectable progestin contraceptives . Changes in body weight is one of the most common side effects complained of by the acceptor injectable contraceptives , especially the injectable progestin contraceptive users . The sample is injected contraceptive participants who meet the criteria , which are taken by simple random sampling technique,analyzed by Mann Whitney test statistic with SPSS. The results showed that the majority ( 70 % ) participants injectable combination fixed weight . While most ( 75 % ) participants injectable progestin contraceptives gained weight . The results of the SPSS statistical Mann Whitney test results obtained with Asymp 46,500 . Sig . ( 2 - tailed ) 0.007 is smaller than 0.05, which means there is a significant relationship between the type of injectable contraception with weight change. The conclusion of this study is that there is a relationship type of contraceptive injections with weight change . Keywords : Injectable contraceptives , Weight Loss, Progestine , Combination
HUBUNGAN GIGI KARIES TERHADAP STATUS GIZI ANAK TK ,TK MUSLIMAT 7 PETERONGAN JOMBANG Ghofar, Abdul; Firmansyah, Agus
Eduhealth Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKaries  gigi atau pembusukan gigi adalah suatu kerusakan deskruktif progresif dan mengenai jaringan-jaringan  gigi  yang  mengalami  pengapuran.  Karies  gigi  merupakan  masalah  mulut utama  pada  anak-anak.  Rasa  timbul  tidak  nyaman  pada  orang  yang  menderita  gigi  karies menimbulkan  dampak  pada  status  gizi  anak.  Rancangan  penelitian  ini  menggunakan  cross sectional. Dengan jumlah populasi  29 anak dan sampel yang di gunakan sejumlah 27 anak di TK Muslimat 7 Peterongan Jombang, dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan  data  dengan  menggunakan  lembar  observasi  yang  didalamnya  terdapat beberapa  komponen  yaitu  tabel  tingkat  karies  gigi  dan  komponen  z-score  tabel,  Uji  analisa menggunakan  Spearman’s  corelation  dengan  α  <  0,05.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan bahwa  hubungan  karies  gigi  terhadap  status  gizi  anak  sebagian  besar  yang  menderita  karies berstatus  gizi  buruk  atau  kurus  sebanyak  21  responden  (77,8%),  selain  itu  dari  hasil menggunakan Spearman’s corelation didapatkan α = 0,00 dengan koefesien korelasi r = 0,869 yang berarti ada hubungan antara gigi karies dengan status gizi anak  di Kelas A TK Muslimat 7 Peterongan Jombang yang sangat kuat..Kata Kunci : karies Gigi,  status GiziABSTRACTDental  caries  or  tooth  decay  is  a  progressive  and  deskruktif  damage  on  dental  tissues  that had  calcification. Dental  caries  is  the  main  oral  problems  in  children. Sense  of  discomfort arisingin  people  who  suffer  from  dental  caries  have  an  impact  on  nutritional  status  of children. The design of this study using cross sectional. With a population of 29 children and a  sample  that  is  in  use  a  number  of  27  children  in  kindergarten  Muslimat  7  Peterongan Jombang, using simple random sampling technique as sampling methode. Data collection by using the observation sheet in which there are several components of the table level of dental caries and z-score table components, test analysis using Spearman's corelation with α <0.05. The  results  of  this  study  indicate  that  dental  caries  relationship  to  the  nutritional  status  of children who suffer most of the caries status of malnourished or underweight as many as 21 respondents (77.8%), other than that of the results obtained using the Spearman's corelation α  =  0.00  with  a  correlation  coefficient  r  = 0.869,  the  powerful  which  means  there  is  a relationship  between  dental  caries  in  the  nutritional  status  of  children  in  kindergarten Muslimat 7 Class A Peterongan Jombang.  Key words: dental Caries, nutrition Status
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN HIPERTENSI PADA PASIEN DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD JOMBANG Nisa, Nurul Khoirun; Mawarti, Herin
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDiantara semua faktor resiko kardiovaskuler, dua faktor yang muncul saat ini dan akan menjadi pembunuh yang sangat kejam pada abad 21, faktor itu antara lain obesitas dan hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia. Indeks massa tubuh secara signifikan berhubungan dengan kadar lemak tubuh total sehingga dapat dengan mudah mewakili kadar lemak tubuh. Saat ini, indeks massa tubuh secara internasional diterima sebagai alat untuk mengidentifikasi kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan indeks massa tubuh dengan hipertensi. Desain penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode diskripsi analitik, dengan pendekatan cross-sectional. Penentuan sampel dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 43 Responden, sedangkan variabel yang diteliti adalah indeks massa tubuh dan hipertensi. Penelitian ini dilakukan pada Pasien di Poli Penyakit Dalam RSUD Jombang. Metode pengumpulan data dengan lembar observasi dan data yang didapatkan dianalisa dengan uji Spearman’s correlation dengan tingkat kemaknaan r = 0 sampai +1. Sedangkan dari hasil SPSS didapatkan r= 0,142 yang berarti hubungan antara indeks massa tubuh dengan hipertensi sangat lemah. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa indeks massa tubuh bukanlah suatu indikator pengukuran obesitas.Kata kunci : hipertensi, indeks massa tubuh, Pasien di Poli Penyakit Dalam. ABSTRACTAmong all cardiovascular risk factors, the two factors that emerged at this time and will be very ruthless killer in the 21st century, that factors include obesity and hypertension. Body mass index was significantly associated with total body fat content so it can easily represent levels of body fat. At present, the body mass index is internationally accepted as a tool for identifying overweight and obesity. This study aimed to analyze the relationship of body mass index with hypertension. Research design in this study using analytic description, the cross-sectional approach. The samples by using purposive sampling, a sample of 43 respondents, while the variables studied were body mass index and hypertension. The research was conducted on patients in hospitals Jombang Poly Medicine. Methods of data collection with the observation sheet and the data obtained were analyzed with Spearman's correlation test with a significance level r = 0 to 1. While the results obtained SPSS r = 0.142, which means the relationship between body mass index with hypertension is very weak.Key words: hypertension, body mass index, patients in Poly Medicine.
HUBUNGAN ANTARA KETUBAN PECAH DINI DAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR Azizah, Ninik
Eduhealth Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.551 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat sehingga terwujud derajat kesehatan yang optimal. Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) merupakan indikator derajat kesehatan. AKI di Indonesia masih tinggi disebabkan oleh banyak hal, salah satunya akibat infeksi maternal yang disebabkan ketuban pecah dini (KPD). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian analitik melalui pendekatan cross sectional dengan metode simple random sampling.Data keterjadian asfiksia dianalisis dengan menggunakan uji x² (Chi-Square) dengan α = 5%. Dari hasil x² hitung adalah 23,68 yaitu lebih besar dari x² table (5,991). Ini berarti ada hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di Ruang Ponek Bapelkes RSD Jombang. Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini, Asfiksia ABSTRACT The development objective is to increase awareness of helath, willingness and ability of healthy life to realize optimal health status. Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) is an indicator of health status. AKI in Indonesia is still high due to many things, can cause asphyxia in newborns (BBL). The research was conducted by using the analytic study design through cross sectional approach with simple random occurrence sampling. Data asphyxia were analyzed using x² test (Chi-Square) with α = 5 %. From the results of x² is 23.68 which is greater than x² table (5.991). this means that there isa relationship between the incidence of premature rupture of asphyxia in newborns in space Bapelkes RSD Jombang. Keywords: Premature rupture of membranes, Asphyxia
IMPACT OF THERAPEUTIC COMMUNICATION (ORIENTASI LEVEL) TO LEVEL OF FEAR DUE HOSPITALIZATION ON SCHOOL AGE CHILDREN PATIENT (6-12) YEARS, AT SERUNI ROOM, RSUD JOMBANG ., Kurniawati; Aisyah, Nur
Eduhealth Vol 2, No 1 (2012): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHospitalisasi dan saat sakit, merupakan pengalaman yang penuh tekanan bagi anak-anak. Dengan adanya komunikasi diharapkan terjadi interaksi personal antara perawat dan klien sehingga masalah-masalah yang dihadapi klien dapat terselesaikan. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisa Pengaruh Komunikasi Terapeutik (Tahap Orientasi) Terhadap Tingkat Kecemasan pada pasien anak usia sekolah (6-12 tahun). Desain dalam penelitian ini adalah Pre-eksperimental “Static Group Comperasion” dengan populasi semua pasien usia sekolah (6-12 tahun) di Ruang Seruni RSUD Jombang. Sampelnya adalah pasien usia sekolah (6-12 tahun) dengan tehnik Convisience Sampling sebanyak 30 responden, dengan 15 responden diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) dan 15 responden sebagai kontrol. Variabel yang diteliti meliputi komunikasi terapeutik (tahap orientasi) sebagai variabel independen dan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia sekolah (6-12 tahun) sebagi variabel dependen. Uji Statistik Wilcoxon nilai p=0,00. Dari hasil berarti ada perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisai pada pasien anak usia sekolah (6-12 th). Kemudian untuk mengetahui ada pengaruh menggunakan uji Mann-Whitney ada pengaruh antara responden yang diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) dan responden yang tidak diberikan komunikasi terapeutik (tahap orientasi) di Ruang Seruni RSUD Jombang. Melihat adanya pengaruh tersebut, diharapkan para perawat lebih meningkatkan pelayanannya, khususnya dalam komunikasi terapeutik pada saat kontak atau akan melakukan tindakan pada pasien.Kata Kunci : komunikasi terapeutik, tingkat kecemasan. ABSTRACTHospitalization or during suffering the illness is such a full pressure experience for the children. Through communication, expectedly personal interaction can be occured between nurse and patients in order to have the solution for theri problems. Therapeutic communication is not only the menners of speaking softly or politely, but as well it is such a therapy. Design of the reseach is pre-experimental “Static Group Comparison” with all school population patiens aged (6-12 years) at Seruni Room, Jombang RSUD. The sample are patients whose aged (6-12 years) with convisience sampling technique, with the result 30 respondents, 15 respondents provided with communication therapeutic (orientation phase) and 15 respndents as a control. Variabel examined include therapeutic communication (orientation phase) as indendent variable dan level of fear due hospitalization on school age children (6-12 years) as dependent variable. To observe level of fear on school age children pre-provided with therapeutic communication (orientation phase), level of fear on them post-provided therapeutic communication (orientation phase), and level of fear on school age children who are not provided with therapeutic communication (orientation phase). After obtaining information, subsequently analysingthe level of fear on school age children before and after given the therapeutic communication (orientation phase) using Wilcoxon p=0.000. From the result, which means there is the difference of fear level before and after therapeutic communication treatment (orientation phase) to level of fear due hospitalization school age children patient (6-12 years). And then to identify that there is the effect of using Mann-Whitney p=0.000, which means there is the effect between the respondent who is treated an untreated with therapeutic communication (orientation phase) at Seruni Room, Jombang RSUD. According to those effects, hoped that the nurses can be more capable and focus on their services, specifically in therapeutic communication during contact or about to do further action on patients.Key words : level of fear, therapeutic communication
GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI PADA PESERTA KB SUNTIKDEPO MEDROXY PROGESTERON ACETAT (DMPA) -, Suyati
Eduhealth Vol 3, No 1 (2013): Jurnal Eduhealth
Publisher : Eduhealth

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDari berbagai macam alat kontrasepsi yang memiliki prosentase paling tinggi adalah kontrasepsi suntik karena sifatnya praktis, cepat dalam mendapatkan pelayanan. Kontrasepsi suntik merupakan jenis kontrasepsi hormonal yang dibedakan menjadi dua macam yaitu DMPA (depo medroksiprogesterone asetat) dan kombinasi. KB Suntik DMPA mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap 3 bulan dengan cara injeksi secara intramuscular. KB suntik DMPA mempunyai efek samping antara lain gangguan menstruasi, perubahan berat badan, sakit kepala, kekeringan pada vagina dan jerawat. Penelitian bertujuan Menganalisa gangguan siklus menstruasi pada peserta KB suntik Depo Medroksiprogesteron Asetat (DMPA). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah penelitianobservasional. Pada penelitian ini semua populasi digunakan sebagai sampel yaitu seluruh peserta KB suntik depo medroksiprogesteron asetat di dusun klagen kepuhkembeng peterongan jombang dengan kriteria peserta kb suntik DMPA yang tercatat pada kohort Kb BPM Suyati. Data yang terkumpul akan diolah dengan prosentase. Hasil penelitian ini adalah terdapat gangguan siklus menstruasi pada peserta Kb suntik DMPA berupa amenore sebanyak 95%, spotting sebanyak 3%, metrorarghia sebanyak 1% dan menorarghia sebanyak 1%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat gangguan siklus menstruasi pada peserta Kb depo medroksiprogesteron asetat.Kata Kunci : DMPA, Kb suntik, Siklus menstruasi. ABSTRACTOf a wide range of contraceptives that have the highest percentage of injectable contraceptives because it is practical, quick in getting service. Contraceptive injection is a type of hormonal contraception were divided into two kinds of DMPA (depot medroksiprogesterone acetate) and combinations. KB Injection contains 150 mg DMPA DMPA given every 3 months by intramuscular injections. KB DMPA injections side effects include menstrual disturbances, weight changes, headaches, vaginal dryness and acne. The study aims to analyze the menstrual cycle disorders in participants KB injectable Depo medroxyprogesterone acetate (DMPA). The research method used is penelitianobservasional. In this study, all the population is used as a sample of all participants KB injectable depot medroxyprogesterone acetate in the hamlet klagen kepuhkembeng Peterongan jombang with injectable DMPA kb participant criteria listed in this BPM Suyati cohort kb. The data collected will be processed by percentage. The results of this study is that there is disruption of the menstrual cycle on participants Kb DMPA injectable form as much as 95% amenorrhea, spotting as much as 3%, 1% and metrorarghia menorarghia 1%. The conclusion of this study is that there is disruption of the menstrual cycle on participants Kb depot medroxyprogesterone acetate.Keywords: DMPA, Kb injectable, menstrual cycle.