cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Diglossia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan diterbitkan oleh Fakultas Bahasa dan Sastra Unipdu
Arjuna Subject : -
Articles 183 Documents
Linguistik Kognitif dalam Majas Metafora, Metonimi dan Sinedoke Bahasa Jepang Nuzulia Fitriatun Nisa'
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 1 (2018): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i1.1453

Abstract

Abstrak            Majas merupakan sebuah fenomena bahasa yang ada di tiap bahasa di dunia. Majas dipakai untuk menjelaskan perubahan, pergeseran, dan perluasan makna kata dapat terjadi akibat perkembangan dan kemajuan yang dialami manusia sebagai pemakai bahasa. Dalam bahasa Jepang ada 3 majas yakni metafora, metonimi, sinedoke. Cabang ilmu linguistik kognitif sering dipakai untuk menjelaskan majas, karena penjabarannya yang dapat diterima oleh akal. Linguistik kognitif juga berperan untuk menjembatani kearbiteran bahasa agar sebuah makna dalam sebuah majas dapat dipahami para pembelajar.Keyword : linguistik kognitif, majas, fenomena bahasa AbstractFigurative language is a language phenomenon that exists in every language in the world. It is used to explain changes, displacement, and can be drawn word meaning can occur development and progress made by humans as language users. There are 3 figurative languages in Japan, namely metaphor, metonymy, synecdoche. Cognitive linguistics branch is often used to explain them because of the logically explanation as a reason. Besides, cognitive linguistics also has a role as a bridge the language arbitrary in order the meaning of figurative speech can be easily understood by the readers.Keywords: cognitive linguistics, figurative language, language phenomena
Self-Determination of Liz’s Character in Elizabeth Gilbert’s Eat, Pray, Love Tarwia Ulfa; Trikaloka Handayani Putri
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 1 (2018): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i1.1454

Abstract

Abstract This study focuses on depicting self-determination performed by main character’s act and how her self-determination gives the impact to her existence. The self determination is the way she takes decision in love life, beliefe, and social life that give impact in her existence. The first problem talks about how Elizabeth Gilbert or Liz determines herself from the conflict in her life. The second will continue the impact she get from her self-determination. This research applies literary criticism in order to describe Self-Determination of Liz’s Character for her existentialism in the phrase, quotation, and statement that related with self-determination in the novel. To answer the problems, this study uses the theory of existentialism by Jean Paul Satre,especially in his book entitled Existentialism is Humanism. The data divides into 2 part that explain about what are the decision Liz take in love life, beliefe, and social life then the impact of her self-determination. The result from the first statement is Liz’s decision as her actualization to determine her destiny in life. Then the impact as her choise she takes is the circumstances she responsible. Key words: Self-determination, existentialism, Jean Paul Sartre, Eat, Pray, Love novel. Abstrak Penelitian ini berfokus pada penggambaran penentuan nasib sendiri yang dilakukan oleh tindakan utama dan bagaimana penentuan nasib sendiri berdampak pada keberadaannya. Penentuan nasib sendiri dari cara dia mengambil keputusan dalam kehidupan cinta, kepercayaan, dan kehidupan sosial yang memberi dampak pada keberadaannya. Masalah pertama berbicara tentang bagaimana Elizabeth Gilbert atau Liz menentukan dirinya dari konflik dalam hidupnya. Yang kedua akan melanjutkan dampak yang didapat dari penentuan nasib sendiri. Penelitian ini menggunakan kritik sastra untuk menggambarkan penentuan nasib sendiri karakter Liz untuk eksistensialismenya dalam frasa, kutipan, dan pernyataan yang terkait dengan penentuan nasib sendiri dalam novel. Untuk menjawab masalah tersebut, penelitian ini menggunakan teori eksistensialisme oleh Jean Paul Satre, khususnya dalam bukunya yang berjudul Existentialism is Humanism. Data dibagi menjadi 2 bagian yang menjelaskan tentang keputusan yang diambil Liz dalam kehidupan cinta, kepercayaan, dan kehidupan sosial kemudian dampak dari penentuan nasib sendiri. Pernyataan pertama adalah keputusan Liz untuk mewujudkan takdirnya dalam kehidupan. Maka dampak dari pilihannya yang dia ambil adalah situasi dia bertanggung jawab. Kata kunci: Penentuan nasib sendiri, eksistensialisme, Jean Paul Sartre, Eat, Pray, Novel cinta.
A Case Study of qs.Al-ikhlas and qs.Al-bayyinah Tafseer Delivered by Nouman Ali Khan (A Pragmatics Approach) Ayu Nur Azizah; Irta Fitriana
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 1 (2018): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i1.1501

Abstract

Ayu Nur AzizahSekolah Menengah Pertama Sains Tebuirengnurazizah.ayu27@gmail.com  Irta FitrianaUniversitas of Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombangirtafitriana@fbs.unipdu.ac.id  AbstrakPenelitian ini merupakan studi ilmu requests strategy  pada Quran tafsir yang disampaikan oleh Nouman Ali Khan pada surah Al-Ihklas dan Al-Bayyinah menggunakan teori Blum-Kulka. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan pragmatik untuk menganalisis tipe dan pengaplikasian  strategi-strategi request. Tujuan penelitian ini adalah; (1) untuk mengidentifikasi tipe request yang digunakan oleh Nouman Ali Khan pada pembelajaran Qur’an Tafsir Al-Ikhlas dan Al-Bayyinah dan (2) untuk menjelaskn pengaplikasian request yang disampaikan oleh Nouman Ali Khan dalam pembelajaran Qur’an Tafsir Al-Ikhlas dan Al-Bayyinah. Metode penelitian kualitatif dengan data berupa ujaran yang didapat dalam transkrip video pembelajaran Qur’an Tafsir Al-Ikhlas dan Al-Bayyinah.Hasil dari penelitian ini menjabarkan dua poin. Pertama, ditemukan tujuh tipe request yang diaplikasikan. Tipe yang ditemukan yakni;  (1)Suggestory Formulae 29%, (2) Obligation Statement 21%, (3) Query Preparatory 19%, (4)Strong Hint 13%, (5) Performatives 10%, (6) Mild Hint 6% dan (7) Want Statement. Tipe yang paling sering digunakan adalah Suggestory Formulae dan yang paling sedikit muncul adalah Want Statement. Kedua, setiap request yang digunakan dalam ujaran selalu memiliki kata kunci unsur yang membedakan tipe-tipe request. Ada dua factor yang mempengaruhi pengaplikasian requests yaitu kasus dan fungsi. Suatu kasus mempengaruhi pembicara dalam mengujarkan request yang didasarkan oleh konteks pembelajaran yang sedang dibahas. Sementara fungsi mempengaruhi tipe request yang diujarkan oleh Nouman Ali Khan yang bertujuan untuk menyampaikan tujuan  isi surah. Kesimpulannya, penelitian ini bermanfaat bagi pembelajaran serta pengaplikasian request strategi. Kata kunci: pragmatic, tipe request, quran tafsir ABSTRACTThis is a study of requests strategies delivered by Nouman Ali Khan in Quran tafseer lectures of Qs.Al-Ikhlas and Qs.Al-Bayyinah using Blum-Kulka Theory. This study applied pragmatic approach to analyze the type and the application of request strategies. The aims of this study are; (1) to identify the types of request that are used by Nouman Ali Khan lectures entitled "Qur’an Tafseer of Qs. Al Ikhlas"and " Qur’an Tafseer of Qs. Al Bayyinah" and (2) to explain the application of request used by Nouman Ali Khan lectures entitled "Qur’an Tafseer of Qs. Al Ikhlas"and" Qur’an Tafseer of Qs. Al Bayyinah". This research employed descriptive qualitative method. The data of this study were the utterances taken from the transcript of Quran tafseer lectures of Qs.Al-Ikhlas and Qs.Al-Bayyinah uttered by Nouman Ali Khan. There were 48 data found by the researcher.            The result of this research showed two points. First, seven types of requests appeared. They were (1)Suggestory Formulae 29%, (2) Obligation Statement 21%, (3) Query Preparatory 19%, (4)Strong Hint 13%, (5) Performatives 10%, (6) Mild Hint 6% and (7) Want Statement. The type commonly used was Suggestory Formulae then the least was Want Statement 2%. Second, there found that each request uttered by the speaker always has signal words. The signal differentiates each requests base on the types. There are also two factors that influence the application of requests. Those are case and signal.  The case influenced the speaker to utter the requests based on the context of lectures. While function influenced the requests types spoken by Nouman Ali in order to convey his intention. Finally, this research is advantageous for learning and applying requests strategies. Keywords: Pragmatics, types of requests, quran tafseer  
ABC (De)’s Stages of Relationship as Seen in Henry James’s the Portrait of A Lady Dyah Aju Hermawati
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 1 (2018): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i1.1505

Abstract

 Dyah Aju Hermawatiermawati26@yahoo.comEnglish Department State Polytechnic of Jember  AbstractThis article with reference to James’s novel The Portrait of a Lady (1881) tries to describe Isabel’s stages of relationship. Henry James is primarily known for series of major novels in which he portrayed the encounter of Americans with Europeans, and his plot centered on the personal relationship. Relationship is one of the most domineering and recurring motifs in the works of James. James’ main contention for personal relationship is that a relationship develops through stages of relationship. To analyze it, George Levinger’s stages of relationship theory is applied, starting from the (A) attraction stage, (B) building stage, (C) continuation stage, (D) deterioration stage and (E) ending stage. Based on the analysis,it can be described that Isabel’s relationship with Osmond develop through five stages of relationship. It is began when they are attracted each other and building a relationship, then their relationship become consolidated. When they feel that their relationship as less desirable or worthwhile and the deterioration can not be stopped, they end their relationship due to lack of love, trust and mutual understanding as the root cause for the failure of a relationship. Hence, in a relationship individuals should be aware of loving, understanding, trusting each other and caring commitment to continue and maintain a relationship for long term success.[WU1] Key Words : personal relationship, stages of relationship AbstrakArtikel tentang novel Henry James yang berjudul The Portrait of a Lady (1881) bertujuan mendeskripsikan tahapan-tahapan hubungan dari tokoh utama wanita, yaitu Isabel Archer. Henry James adalah penulis yang terkenal dengan novel-novelnya yang mendeskripsikan hubungan antara orang Amerika dengan orang Eropa, dan alur ceritanya berpusat pada hubungan antar individu. Hubungan antar individu adalah motif yang dominan pada tulisan James, terutama bahwa suatu hubungan antar individu akan berkembang melalui tahapan-tahapan hubungan.Untuk menganalisanya, diaplikasikan teori tahapan-tahapan hubungan George Levinger, mulai dari tahapan perkenalan (Attraction Stage), tahapan membangun suatu hubungan (Building Stage), tahapan melanjutkan hubungan (Continuation Stage), tahapan kemunduran hubungan (Deterioration Stage) dan tahapan akhir hubungan (Ending Stage). Berdasarkan analisa, dideskripsikan bahwa hubungan Isabel dan Osmond, berkembang melalui lima tahapan hubungan. Mulai dari tahapan perkenalan, yaitu tahap mereka pertama kali bertemu, kemudian tahapan membangun suatu hubungan yang lebih dekat, sampai berlanjut pada satu ikatan berkomitmen. Ketika mereka mulai merasakan bahwa hubungannya tidak lagi diinginkan dan mengalami kemunduran, dan hal ini tidak dapat dihentikan, maka mereka mengakhiri hubungan. Sebab utama kegagalan suatu hubungan karena kurangnya kasih sayang, kepercayaan dan pengertian.  Oleh karena itu untuk menjalin suatu hubungan, antar individu harus saling mengerti dan percaya satu sama lain dan selalu memegang komitmen serta menjaga hubungan tersebut berlansung sukses.Kata-kata Kunci: hubungan antar individu,Tahapan-tahapan hubungan 
Wacana Kekuasaan dalam Kumpulan Cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali Karya Puthut EA (Kajian Analisis Wacana Kritis Michel Foucault) Vitria Fismatika
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 10 No. 2 (2019): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v10i2.1651

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kumpulan cerpen Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali dengan menggunakan konsep wacana Michele Foucault. Penelitian ini mengaplikasikan metode penelitian kualitatif yang mengolah data lunak dalam bentuk kata-kata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1)Kumcer Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut EA memberikan perspektif  tentang sebuah wacana yang dihubungkan dengan kompleksitas relasi kekuasaan dan pengetahuan, (2) konsepsi kekuasaan ada di mana-mana, dan pemahaman kekuasaan sebagai bentuk relasi kekuatan yang imanen dalam ruang di mana kekuasaan itu beroperasi, tercermin dalam kumcer Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut EA yang mengusung adanya setiap kepentingan dalam relasi kekuasaan yang dilakukan oleh berbagai pihak, (3) peran dan aplikasi wacana yang dimainkan kumcer Bebek yang Mati di Pinggir Kali karya Puthut EA direpresentasikan melalui legitimasi aturan dan hukum dalam berbagai bentuk, juga salah satunya melalui hukum yang tak tertulis atau kepercayaan di masyarakat di antaranya: wacana dalam hubungan keluarga, mitos masyarakat. Kata kunci: wacana, kekuasaan, Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali   AbstractThis study aims to analyze a collection of short stories of ducks on the edge of the river using the concept of Michele Foucault's discourse. This study applies qualitative research methods that process soft data in the form of words. The results of the study show that (1) the short stories set of Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali by Puthut EA provides a perspective on a discourse that is related to the complexity of power and knowledge relations, (2) the conception of power is everywhere, and the understanding of power as a form of power relations immanent in the space where the power operates, reflected in the Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali by Puthut EA which carries every interest in power relations carried out by various parties, (3) the role and application of the discourse played by Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali of Puthut EA's work is represented by the legitimacy of rules and laws in various forms, one of which is through unwritten law or trust in the community including: discourse in family relations, community myths.Keywords: discourse, power, Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali
Penerjemahan Lagu Anak Berbahasa Inggris dalam “Youtube” Berbasis Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Rahma Ilyas
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 1 (2019): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i1.1750

Abstract

Penerjemahan teks-audio visual atau dikenal dengan istilah subtitling merupakan penerjemahan unsur verbal dan non-verbal dari unsur-unsur semiotik yang berupa channel atau mode yang terdapat dalam teks multichannel/multimodal/polysemiotic (writing, image, sound effects and speech) ke dalam unsur verbal dalam bentuk mode writing yang berupa caption yang terintegrasi dan sinkron dengan unsur-unsur semiotik dalam wujud mode/channel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan lagu-lagu berbahasa inggris di youtube yang berbasis pendidikan karakter anak usia dini, yang meliputi identifikasi lagu-lagu anak berbahasa inggris dalam youtube yang berbasis pendidikan karakter usia dini, penerapan teknik- teknik penerjemahan lagu-lagu anak berbahasa inggris ke dalam Bahasa Indonesia yang berdampak pada kualitas  hasil terjemahan dengan melibatkan rater dan menshare kembali hasil terjemahannya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 jenis arti secara umum yg diterjemahkanan dari total 3 video lagu-lagu anak dimana dalam setiap video tersebut terdiri dari beberapa video lagu-lagu anak yaitu abjad (ejaan), binatang, buah-buahan dan sayuran, bercerita tentang keluarga, berhitung (angka), lagu-lagu menjelang tidur, didalam lagu tersebut menceritakan ketauladanan anak terhadap orang tua. Selain itu, penerapan teknik-teknik tersebut cenderung berdampak baik pada kualitas terjemahan, penilaian terhadap tingkat keakuratan terjemahan lagu-lagu berbahasa inggris yang ada didalam youtube dan berbasis karakter anak usia dini menujukan hasil yang cukup akurat dan berterima dengan hasil akhir 2,60.   Kata kunci: Penerjemahan, Lagu, youtube, Bahasa Inggris
Lexical Cohesions in A Grade X English Textbook by Indonesian Education and Culture Ministry Muhammad Zahrudhin Verdiansyah; Sahiruddin Sahiruddin; Putu Dian Danayanti Degeng
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 1 (2019): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i1.1751

Abstract

The article aims to examine the patterns of lexical cohesion in light of the cohesion model proposed by Halliday and Hasan in 1976. Halliday and Hasan identified 2 categories of lexical cohesion which are: reiteration and collocation. Though, the present study merely discussed the category of reiteration. This study uses English textbook of Indonesian X Grade Senior High School Students published by Indonesian Education & Culture Ministry. Analysis of text comprises Halliday and Hasan’s cohesion model, and analyze linguistic techniques used in the textbook. The result of the study found repeated occurrences of lexical cohesion of reiteration which are: repetition, synonym or near-synonym & superordinate. The sub-category of synonym or near – synonym was found to be the most frequently occurring lexical cohesion; suggesting that the English textbook of Indonesian X Grade Senior High School Students published by Indonesian Education & Culture Ministry are cohesive.Keyword: English textbook, Lexical cohesion
An Analysis of Text Readability in 9th Grade English Textbook Using FRE Formula on Readable Software Putri Rafa Salihah; Sahiruddin Sahiruddin; Putu Dian Danayanti Degeng
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 1 (2019): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i1.1753

Abstract

AbstractThis study measured the readability level of reading texts in English textbook. This study used a text level complexity approach and used quantitative method by utilizing Flesch Reading Ease formula by Rudolph Flesch and calculate by software www.readable.com. The purpose of this study is to find out the readability level of reading texts in English textbook entitled “Bahasa Inggris Think Globally Act Locally SMP/MTs Kelas IX junior high school Published by the Ministry of Education and Culture of Indonesia”. The textbook is revised in 2018 of curriculum 2013. The source of the data in this study were 35 reading texts divided into four levels are: Fairly Difficult, Standard, Fairly Easy, and Easy. While the data in this study were 7 reading texts taken purposively (procedure text, narrative text and report text). The result showed that the textbook is not readable to IX grade of Junior High School. By a final average of71.54 is "Fairly Easy level" level between 70 to 80 for grade VII. Meanwhile, for grade IX should be at average amount of 60 to 70 at “Standard” level. Thus, the analysis of readability level of English textbook is needed in education world. As the best contribution and information for school institution in Indonesia. Keywords: Readability, Textbook, Flesch Reading Ease AbstrakPenelitian ini mengukur tingkat keterbacaan teks bacaan dalam buku teks bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan tingkat kompleksitas teks dengan menggunakan metode kuantitatif dengan rumus Flesch Reading Ease oleh Rudolph Flesch dan dihitung oleh perangkat lunak www.readable.com. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keterbacaan teks bacaan dalam buku teks Bahasa Inggris yang berjudul "Bahasa Inggris Think Globally Act Local SMP / MTs Kelas IX SMP yang Diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia". Buku teks tersebut direvisi pada tahun 2018 dengan kurikulum 2013. Sumber data dalam penelitian ini adalah 35 teks bacaan yang dibagi menjadi empat tingkatan adalah: Cukup Sulit, Standar, Cukup Mudah, dan Mudah. Sementara, data dalam penelitian ini adalah 7 teks bacaan yang diambil secara purposif (teks prosedur, teks naratif dan teks report). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tidak dapat dibaca untuk kelas IX SMP. Dengan rata-rata akhir 71,54 adalah tingkat "Cukup Mudah" level antara 70 hingga 80 untuk kelas VII. Sementara itu, untuk kelas IX harus memiliki jumlah rata-rata adalah 60 hingga 70 berlevel "Standar". Dengan demikian, analisis tingkat keterbacaan buku teks bahasa Inggris sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Sebagai kontribusi dan informasi terbaik untuk institusi sekolah di Indonesia.Kata Kunci: Keterbacaan, Buku Teks, Flesch Reading Ease
The Jokowi’s Ideology Reflected on the Annual Speech Muhammad Muqoffa; Nurul Chojimah; Ika Nurhayani
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 11 No. 1 (2019): September
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v11i1.1788

Abstract

This study aimed to find out the ideology of Jokowi as the seventh president of Indonesia. It followed Fairclough’s framework of critical discourse analysis and Searle’s speech act as analysis tool. The data source of the study involved two Joko Widodo’s speech in the Annual session of the people's Consultative Assembly. Moreover, the main data of the study are the utterances from Joko Widodo’s speech which contain an illocutionary act. The result of this study showed four types of illocutionary act employed by Joko Widodo; they were representatives, directives, commisives, expressives. The representatives were mostly reflected in the speech. This study found that Jokowi expressed his alignment toward the high state institutions.
Campur Kode Bahasa Pemuda Bandung dalam Parodi Blackpink oleh eJ Peace Maryatul Chiftiyah
Diglossia: Jurnal Kajian Ilmiah Kebahasaan dan Kesusastraan Vol. 12 No. 2 (2021): April
Publisher : Unipdu Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/diglossia.v12i2.1790

Abstract

AbstrakPenelitian ini meneliti tentang campur kode bahasa yang digunakan oleh pemuda Bandung yang diwakili dalam video parodi Blackpink. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis pencampuran kode dan fungsinya. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan metode dokumenter digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data dari video parody Blackpink yang sebagian besar digunakan pemuda Sunda dan terdiri dari pencampuran kode dalam lirik lagu dalam video. Dari hasil penelitian ini, terdapat 46 data dalam video parodi yang berisi campur kode. Selain itu, hasilnya juga menunjukkan bahwa ada delapan tujuan ketika tokoh menggunakan pencampuran kode. Tujuan yang dimaksud yaitu, berbicara tentang topik tertentu, mendefinisikan identitas grup, mengangkat dan memperkuat permintaan, injeksi, mengutip orang lain, menjadi tegas tentang sesuatu, kurangnya kata leksikal, dan repetisi. Hasilnya, bahwa fungsi campur kode dalam video parodi Blackpink mencerminkan pemuda Bandung yang ada. Simpulannya, penggunaan pencampuran telah menjadi hal yang unik dalam bahasa.Kata Kunci : Campur kode, video parodi, pemuda Bandung