cover
Contact Name
Kiki Teguh
Contact Email
harpodonborneo@borneo.ac.id
Phone
+6281350529175
Journal Mail Official
harpodonborneo@borneo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan Gedung E Lantai 1 Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No. 1 Tarakan. Kalimantan Utara harpodonborneo@borneo.ac.id
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Harpodon Borneo
ISSN : 2087121x     EISSN : 25416294     DOI : https://doi.org/10.35334/harpodon.v16i2
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal HARPODON BORNEO merupakan jurnal ilmiah dalam bidang Ilmu – Ilmu Perikanan dan kelautan, yang diterbitkan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat lingkungan pesisir) Jurnal Harpodon Borneo menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan penelitian (notes), ulas balik artikel (review or mini review article) dan ulasan / kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris yang belum pernah atau sedang dipertimbangkan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbitan jurnal / bulletin / majalah ilmiah lainya.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022" : 8 Documents clear
PERMASALAHAN DAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN TANGKAP DI KEPULAUAN ARU Ririhena, John
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.3000

Abstract

Kegiatanperikanankhususnya perikanantangkaplebihmendominasi dibandingkandenganyang lain,namunyangterjadikegiatan penangkapanyang dilakukanlebihbanyakdidominasinelayanasing dankapalnya.denganadanya aktivitas  tersebut  maka  banyak  masalah  yang  dihadapi  baik  nelayan  lokal maupun  pemerinta  sehingga  perlu  melihat  masalah  yang  terjadi,  kebijakan dengan strategi-startegiyang ada. Tujuan penelitian adalahpermasalahan, kebijakandanRumusankebijakanmelaluistrategi.Metode pengambilandata dilakukandengandataprimer dansekunder.data primer melaluiwawancara denganpihak-pihakterkait,data sekunder daridinaskelautandanperikanan KepulauanArudanBPSAru.Analisisdata menggunakananalisis SWOTuntuk menjawabrumusanstrategiyang dikeluarkanpemerintah.hasilpenelitianyang didapatDari hasilpenelitianinimaka permasalahan  tentang  perikanan  tangkap di  Kepulauan  Aru  adalah  masalahinternal  dan  eksternal  yang  terdiri  dari 9  masalah  internal  dan  10  masalaheksternal,dan terdapat6 kebijakan khusus untuk   perikanan   tangkap   yang   disimpulkan   dari   kebijakan   pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaluiDinas Kelautan Dan Perikanan dan swasta. sedangkanRumusan strategi kebijakan pengelolaan perikanantangkap adalah 1. strategi kekuatan dan peluang mengendalikan kekuatan untuk : Mengoptimalkan kesempatan dengan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. 2. Strategi kelemahan dan peluang, memanfaatkan untuk mengatasi kelemahan dengan : Pemberdayaan masyarakat nelayan dan pengembangan kemitraan usaha. 3. Strategi kekuatan dan ancaman, mengoptimalkan kekuatan untuk mengatasi ancaman dengan : Pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, dan peningkatan investasi dan ekspor. 4. Strategi kelemahan dan ancaman, Memperbaiki kelemahan untuk mengurangi ancaman dengan : Pembangunan berbasis kepulauan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.Kata kunci :PerikananTangkap,Permasalahan,Kebijakan, SWOTKegiatanperikanankhususnya perikanantangkaplebihmendominasi dibandingkandenganyang lain,namunyangterjadikegiatan penangkapanyang dilakukanlebihbanyakdidominasinelayanasing dankapalnya.denganadanya aktivitas  tersebut  maka  banyak  masalah  yang  dihadapi  baik  nelayan  lokal maupun  pemerinta  sehingga  perlu  melihat  masalah  yang  terjadi,  kebijakan dengan strategi-startegiyang ada. Tujuan penelitian adalahpermasalahan, kebijakandanRumusankebijakanmelaluistrategi.Metode pengambilandata dilakukandengandataprimer dansekunder.data primer melaluiwawancara denganpihak-pihakterkait,data sekunder daridinaskelautandanperikanan KepulauanArudanBPSAru.Analisisdata menggunakananalisis SWOTuntuk menjawabrumusanstrategiyang dikeluarkanpemerintah.hasilpenelitianyang didapatDari hasilpenelitianinimaka permasalahan  tentang  perikanan  tangkap di  Kepulauan  Aru  adalah  masalahinternal  dan  eksternal  yang  terdiri  dari 9  masalah  internal  dan  10  masalaheksternal,dan terdapat6 kebijakan khusus untuk   perikanan   tangkap   yang   disimpulkan   dari   kebijakan   pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melaluiDinas Kelautan Dan Perikanan dan swasta. sedangkanRumusan strategi kebijakan pengelolaan perikanantangkap adalah 1. strategi kekuatan dan peluang mengendalikan kekuatan untuk : Mengoptimalkan kesempatan dengan peningkatan kapasitas pemerintah daerah. 2. Strategi kelemahan dan peluang, memanfaatkan untuk mengatasi kelemahan dengan : Pemberdayaan masyarakat nelayan dan pengembangan kemitraan usaha. 3. Strategi kekuatan dan ancaman, mengoptimalkan kekuatan untuk mengatasi ancaman dengan : Pengembangan ekonomi kelautan dan perikanan, dan peningkatan investasi dan ekspor. 4. Strategi kelemahan dan ancaman, Memperbaiki kelemahan untuk mengurangi ancaman dengan : Pembangunan berbasis kepulauan dan pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan.Kata kunci :PerikananTangkap,Permasalahan,Kebijakan, SWOT
THE LEVEL OF WELFARE OF FISHERMAN IN THE JOINT CAPTURE FISHERIES BUSINESS GROUP IN HANDIL TERUSAN VILLAGE, ANGGANA DISTRICT KUTAI KARTANEGARA REGENCY Oktawati, Nurul Ovia
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2981

Abstract

This research aim was to analze prosperity level based on indicator of Fisherman Exchange Value (Nilai Tukar Nelayan/NTN) and Index of Fisherman Exchange Value (Indeks Nilai Tukar Nelayan/INTN) community business group with capture Fisheries in Handil Terusan Village. This research was conducted on May 2021 to June 2022 in the Handil Terusan Village, Anggana Sub-District, Kutai Kartanegara Regency. Research was used the case study method and applied purposive sampling to select 25 respondents of 5 fishing groups. Data were analyzed by qualitative-quantitative descriptive method that focused on Fisherman Exchange Value (Nilai Tukar Nelayan/NTN) and Index of Fisherman Exchange  Value (Indeks Nilai Tukar Nelayan/INTN). The results of the NTN analysis show that in general the NTN value for fishing families from 5 joint capture fisheries business groups in 2020 and 2021 is above 1 and has increased. The results of the INTN analysis of fishing families in 2020 and 2021 show that 3 groups of Fishermen have increased and 2 groups of Fishermen have decreased. Key Words  : Fisherman Exchange Value (NTN), Handil Terusan Village, Index of Fisherman Exchange Value /INTN, Prosperity
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA TERFERMENTASI DALAM PAKAN IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) herawati, herawati; wahyu, farhanah
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2872

Abstract

ABSTRAKKendala utama yang ditemui ketika memanfaatkan kulit buah naga adalah tingginya kandungan serat kasar, rendahnya protein kasar, dan adanya zat anti nutrisi sehingga dapat mempengaruhi proses pencernaan ikan, penyerapan nutrisi yang berujung  pada  rendahnya  pertumbuhan  ikan.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk mengetahui pengaruh tepung kulit buah naga femerntasi terhadap pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, dan sintasan hidup ikan nila salin.  Rancangan  percobaan  yang  digunakan  adalah  Rancangan  Acak  Lengkap  (RAL).  Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuandan tiga kali ulangan yaitu tanpa penambahan kadar tepung tepung kulit buah naga tanpa fermentasi A (kontrol) 0%, kemudian B penambahan tepung kulit buah naga  terfermentasi (10%), C penambahan tepung kulit buah naga terfermentasi (20%) dan D penambahan tepung kulit buah naga refermentasi (30%). Pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian dan sintasan hidup diuji menggunakan ragam  ANOVA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung kulit buah naga terfermentasi dalam pakan dapat meningkatkan pertumbuhan bobot mutlak dengan nilai tertinggi pada perlakuan C sebesar 3,92 g dan yang terendah terdapat pada perlakuan A (kontrol) sebesar 1,49%, nilai laju pertumbuhan spesfik ikan  nila salin dengan  nilai  tertinggi  pada  perlakuan  C  yaitu  5,61 g. Sementara itu, nilai sintasan hidup tertinggi terdapat pada perlakuan C sebesar 86,67%.Kata Kunci: Kulit buah naga; Fermentasi; Ikan nila salin; Pertumbuhan; SintasanABSTRACTThe main obstacles encountered when utilizing dragon fruit skin are the high content of crude fiber, low crude protein, and the presence of anti-nutritional substances so that it can affect the process of fish digestion, absorption of nutrients which leads to low growth of fish.  The purpose of this study was to determine the effect of femernation dragon fruit skin flour on absolute weight growth, daily growth rate, and survival of saline tilapia.  The experimental design used was a Complete Randomized Design (RAL).  The treatment carried out consisted of four treatments and three repeats, namely without the addition of dragon fruit skin flour content without fermentation A (control) 0%, then B the addition of fermented dragon fruit skin flour (10%), C the addition of fermented dragon fruit skin flour (20%) and D the addition of reference dragon fruit skin flour (30%). Absolute weight growth, daily growth rate and survival were tested using the ANOVA variety. The results of this study showed that the addition of fermented dragon fruit skin flour in the feed could increase absolute weight growth with the highest value in the C treatment of 3.92 g and the lowest was found in the A (control) treatment of 1.49%, the specific growth rate value of saline tilapia with the highest value in the C treatment was 5.61 g. Meanwhile, the highest survival value was found in the C treatment of 86.67%.Keywords: Dragon fruit skin; Fermentation; Saline tilapia; Growth; Survival
PENGARUH EKOSISTEM PERAIRAN YANG BERBEDA TERHADAP KADAR ALBUMIN IKAN GABUS (Channa striata) DI KABUPATEN KAPUAS HULU, KALIMANTAN BARAT Pratama, Wahyu Wira
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2980

Abstract

Analisis dilakukan terhadap tiga kelompok ikan pada ekosistem yang berbeda. Ikan gabus yang digunakan bobot rata-rata 190 gram. Pengambilan sampel plankton mengunakan planktonet yang kemudian diawetkan menggunakan alkohol. Sedangkan daging ikan dilakukan pengujian kadar albumin dan komposisi proksimat. Penelitian bertujuan mengamati pengaruh ekosistem yang berbeda terhadap kadar albumin ikan gabus. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif untuk menggambarkan kadar albumin, komposisi proksimat ikan gabus dari berbagai ekosistem perairan. Sedangkan data kualitas air yang diamati meliputi suhu, pH, DO, Amonia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan kadar albumin tertinggi terdapat pada ikan gabus di danau yaitu sebesar 5,75%, diikuti oleh ikan pada ekosistem rawa yaitu 2,64%, dan terendah pada ikan gabus di ekosistem sungai yaitu sebesar 1,27%. Hasil analisis proximat daging menunjukkan kadar protein tertinggi terdapat pada ikan gabus di ekosistem danau sebesar 17,16%,  diikuti oleh rawa sebesar 16,88%, dan sungai sebesar 16,41%. Parameter kualitas air menunjukkan suhu pada kisaran 25-33oC, pH kisaran 5-6,7. Oksigen terlarut berkisar 2-7 ppm, dan kadar ammonia 0,25-0,33 ppm. hasil identifikasi plankton yang menunjukkan bahwa kelimpahan species plankton paling banyak ditemukan pada ekosistem danau dengan species Chlorella yang ditemukan pada ketiga ekosistem perairan tersebut.
KUALITAS MINYAK IKAN DARI HASIL SAMPING, DAN PRODUK (SOFTGEL) MINYAK IKAN KOMERSIAL Yulianto, Agus
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.2125

Abstract

Produksi perikanan budidaya Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Termasuk didalamnya komoditas ikan patin (Pangasius hypopthalmus) dan tuna (Thunnus sp). Hasil tersebut sangat potensial untuk diolah menjadi berbagai produk termasuk minyak ikan. Permintaan minyak ikan komersial yang semakin hari meningkat menjadi tantangan produsen untuk memproduksi minyak ikan yang berkualitas dana man bagi konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar asam lemak bebas, nilai bilangan peroksida, p-anisidin dan total oksidasi pada minyak ikan patin (Pangasius hypopthalmus) dan minyak ikan tuna (Thunnus sp) kasar serta minyak ikan komersial. Hasil pengujian menunjukkan bahwa minyak ikan yang memenuhi standar IFOS untuk parameter asam lemak bebas yaitu minyak ikan komersial A, B, C, D, E dan minyak ikan tuna kasar; nilai bilangan peroksida pada minyak ikan komersial E sudah memenuhi standar IFOS; nilai p-anisidin minyak ikan komersial D, E, patin dan tuna kasar sudah memenuhi standar IFOS dan untuk total oksidasi minyak ikan komersial E sudah memenuhi standar IFOS. Kata kunci: Asam lemak bebas, Bilangan peroksida, Minyak ikan, p-anisidin, tTotal oksidasi.
PENENTUAN STATUS MUTU KUALITAS AIR SUNGAI BIDADARI DI KELURAHAN JUATA KERIKIL KOTA TARAKAN Anwar, Della Febriolla; Alawiyah, Tuty; Yulma, Yulma
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.3008

Abstract

Sungai Bidadari merupakan sungai yang berada di Kelurahan Juata Kerikil Kota Tarakan yang dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi. Kegiatan rekreasi yang berlebihan dapat berpotensi turunnya kualitas air sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status mutu air sungai berdasarkan indeks pencemaran dengan analisis kualitas air berdasarkan parameter fisika dan kimia. Parameter fisika dalam penelitian ini meliputi suhu, kekeruhan, TDS dan TSS, serta parameter kimia meliputi pH, DO, COD dan BOD. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, sedangkan penentuan lokasi sampling dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 3 kali pengambilan sampel selama 1 bulan. Hasil penelitian dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 dan di hitung nilai indeks pencemaran. Hasil penelitian menunjukkan sebagian parameter memenuhi baku mutu kualitas air sungai dan beberapa parameter lainnya belum memenuhi baku mutu kualitas air sungai. Parameter yang belum memenuhi antara lain TSS dan COD pada stasiun 3. Nilai indeks pencemaran Sungai Bidadari berkisar antara 0,463 sampai 3,243. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa status mutu air Sungai Bidadari di kategorikan tercemar ringan dan berdasarkan klasifikasi mutu air, Sungai Bidadari dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku, rekreasi, budidaya air tawar dan irigasi untuk stasiun 1 dan 2. sedangkan stasiun 3 berpotensi sebagai kegiatan irigasi.
Length Weight Relationship and Enviromental Condition of Red Snapper (Lutjanus sp.) of Polyvinyl Chloride (PVC) Modified Trap Fishing in Bunyu Waters Firdaus, Muhammad; Haryono, Muhammad Gandri; Salim, Gazali
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.3199

Abstract

The characteristics of Bunyu Island as a small island which was surrounded by the sea, has capture fisheries resource potential in an abundant, one of them is red snapper (Lutjanus sp.). These fish was caught by using bottom fish pots from bamboo with one entrance. The aims of the study were to determine the weight length and the aquatics environmental conditions correlation of the red snapper fishing ground (Lutjanus sp.) which was caught by modified bottom fish pots with poly vinyl chloride (PVC) in Bunyu Waters. The research was conducted in September - October 2020. The results showed that the growth of red snapper was negative allometric. The results of partial and simultaneous regression tests show that there is no positive effect of water condition factors (temperature, dissolved oxygen, salinity and brightness) on catches of red snapper (Lutjanus sp.) with modified bottom fish pots
Morphological Diversity and Morphometric Analysis of Commercially Traded Siganus spp. (Baronang Fish) in Tarakan's Beringin Market Gaffar, Syamsidar; Salwa, Salwa; Sumarlin, Sumarlin
Jurnal Harpodon Borneo VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/harpodon.v15i2.3597

Abstract

This study aimed to investigate the morphological diversity and morphometric characteristics of commercially traded Siganus spp. (Baronang fish) in Tarakan's Beringin Market. A total of 100 fish specimens were collected from the market and analyzed using 23 morphometric measurements to identify differences in species and provide insights into their population structure. The measurements included total length, standard length, head length, head height, body height, caudal peduncle height, eye diameter, inter-eye distance, body width, and several other parameters related to fins and jaw length. The results showed a wide range of values for each morphometric parameter, suggesting a high degree of morphological variation among the sampled Baronang fish. For instance, the minimum and maximum total lengths were 15.07 cm and 22.17 cm, respectively, with an average of 10.84 cm and a standard deviation of 1.93. The head length ranged from 2.83 cm to 4.66 cm, with an average of 2.31 cm and a standard deviation of 0.46. Furthermore, the body height varied between 6.52 cm and 8.57 cm, with an average of 4.31 cm and a standard deviation of 0.53. These results, along with the other morphometric parameters, highlight the diverse morphological traits of Siganus spp. present in the Beringin Market. Comparisons with previous studies on Siganus spp. indicate that the morphological diversity observed in the present study is consistent with the known intraspecific variation within this genus. However, further research is required to determine if the observed differences are due to phenotypic plasticity, genetic differences, or a combination of both factors. This research contributes to a better understanding of the morphological diversity and morphometric characteristics of Siganus spp. in Tarakan's Beringin Market, which can be valuable for fisheries management, conservation efforts, and the sustainable use of this commercially important fish species. Future studies should explore the genetic diversity and population dynamics of Baronang fish to complement the findings of this study and further inform management strategies.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue VOLUME 17 NO.2 OKTOBER 2024 VOLUME 17 NO.1 APRIL 2024 VOLUME 16 NO.2 OKTOBER 2023 VOLUME 16 NO.1 APRIL 2023 VOLUME 15 NO.2 OKTOBER 2022 VOLUME 15 NO.1 APRIL 2022 VOLUME 14 NO. 2 OKTOBER 2021 VOLUME 14 NO. 1 APRIL 2021 VOLUME 13 NO. 2 OKTOBER 2020 VOLUME 13 NO. 1 APRIL 2020 Vol 12, No 1 (2019): VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 VOLUME 12 NO. 2 OKTOBER 2019 VOLUME 12 NO. 1 APRIL 2019 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 2 (2018): Volume 11 No.2 Oktober 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 11, No 1 (2018): Volume 11 No.1 April 2018 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 2 (2017): Volume 10 No.2 Oktober 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 10, No 1 (2017): Volume 10 No. 1 April 2017 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 2 (2016): Volume 9 No 2 Oktober 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 9, No 1 (2016): Volume 9 No 1 April 2016 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 2 (2015): Volume 8 No 2 Oktober 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 8, No 1 (2015): Volume 8 No 1 April 2015 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 2 (2014): Volume 7 No 2 Oktober 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 7, No 1 (2014): Volume 7 No 1 April 2014 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 2 (2013): Volume 6 No 2 Oktober 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 6, No 1 (2013): Volume 6 No 1 April 2013 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 2 (2012): Volume 5 No 2 Oktober 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 2 (2011): Volume 4 No 2 Oktober 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 4, No 1 (2011): Volume 4 No 1 April 2011 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 Vol 3, No 1 (2010): Volume 3 No. 1 April 2010 More Issue