cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021): June 2021" : 16 Documents clear
Perbandingan Metode Isolasi DNA sebagai Templat PCR untuk Identifikasi Jenis Kelamin Cerek Jawa (Charadriius javanicus) secara Molekuler Menggunakan Primer 2550F/2718R Pratomo, Yulius Wahyu; Zahida, Felicia; Yuda, Pramana
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3444

Abstract

In molecular studies, extraction can be time consuming and costly (especially in large scale studies), therefore some studies examine the success rate of amplification using alternative DNA isolation methods (without extraction). This study aims to determine the most effective DNA isolation method in Javan Plover molecular sexing by comparing several methods, such as extraction kit, alkaline lysis and direct PCR.This study used filter paper (5) and EDTA stored blood (8) as samples, and both sample types would be isolated using extraction kit, alkaline lysis, and direct PCR method. Molecular sexing was carried out using 2550F/2718R primer. The results showed that DNA in filter paper and EDTA stored blood, both using kit extraction, alkaline lysis and direct PCR, methods were successfully amplified with 2550F/2718R primer which produced 621 bp sized CHD1-Z and 459 bp sized CHD1-W band. The results suggested  that extraction kit is the most effective DNA isolation method for Javan Plover molecular sexing.  AbstrakDalam studi molekuler, ekstraksi dapat memakan waktu dan biaya saat diterapkan dalam penelitian skala besar, sehingga beberapa studi mengkaji tingkat keberhasilan amplifikasi menggunakan metode isolasi DNA alternatif (tanpa ekstraksi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode isolasi DNA paling efektif untuk molecular sexing Cerek Jawa. Penelitian ini menggunakan 5 sampel darah kertas saring, dan 8 sampel darah EDTA yang diisolasi dengan metode ekstraksi kit, alkalin lisis dan PCR langsung. Molecular sexing dilakukan dengan primer 2550F/2718R. Hasil penelitian menunjukan bahwa DNA pada sampel darah kertas saring dan EDTA, baik metode ektraksi kit, alkalin lisis dan PCR langsung, berhasil diamplifikasi dengan primer 2550F/2718R yang menghasilkan pita CHD1-Z dengan ukuran 621 bp dan pita CHD1-W dengan ukuran 459 bp. Penelitian ini menunjukan bahwa ekstraksi DNA dengan kit menghasilkan DNA template yang paling efektif untuk molecular sexing Cerek Jawa.
Identifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Adlini, Miza Nina; Hartono, Adi; Khairani, Miftahul; Tanjung, Indayana Febriani; Khairuna, Khairuna
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3842

Abstract

Tumbuhan Cryptogamae merupakan kelompok tumbuhan tingkat rendah yang berkembang biak dengan tidak memakai biji. Tumbuhan paku (Pteridophyta) merupakan salah satu divisi tumbuhan Cryptogamae yang memiliki pola penyebaran yang cukup luas dan lazim ditemui di sekitar lingkungan. Kampus II UINSU. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tumbuhan tumbuhan paku yang terdapat di kampus II UINSU yang diharapkan dapat bermanfaat sebagai pengembangan dalam pembelajaran kontekstual Botani Cryptogamae yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata dengan mengamati berbagai spesies tumbuhan Cryptogamae yang ditemukan di areal kampus II UINSU. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey eksploratif dan deskriptif, dengan melakukan pendataan tumbuhan serta mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan tersebut. sampel dikoleksi dalam bentuk segar dan diidentifikasi di laboratorium Tadris Biologi FITK UINSU. Identifikasi tumbuhan menggunakan prosedur pendataan ciri morfologi tumbuhan dan kunci identifikasi yang bersumber dari buku Tjitrosoepomo (2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 kelas tumbuhan paku yakni kelas Filicinae dan Lycopodiinae, dimana terdapat 1 ordo, 1 famili, 5 sub famili dan 6 spesies untuk kelas Filicinae serta 1 ordo, 1 famili, dan 1 spesies untuk kelas Lycopodiinae yang ditemukan di Kampus II UINSU.
Potensi Antibakteri Ekstrak Tanaman Suku Rubiaceae dan Aplikasinya dalam Sediaan Hand Sanitizer Rasid, Sriwahyuni Iskandar; Mursyanti, Exsyupransia; Sidharta, Boy Rahardjo
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.4165

Abstract

Tanaman suku Rubiaceae merupakan tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Kandungan senyawa aktif yang ada dalam tanaman suku Rubiaceae meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, fenol, dan minyak atsiri (antrakuinon) yang berpotensi sebagai senyawa antibakteri. Kandungan alkohol dalam hand sanitizer yang beredar di pasaran memberi rasa iritasi dan terbakar pada kulit jika digunakan secara terus menerus sehingga inovasi hand sanitizer dari tanaman suku Rubiaceae dapat dijadikan alternatif untuk membersihkan tangan. Hasil literature review ini menunjukkan bahwa ekstrak dan sediaan hand sanitizer tanaman suku Rubiaceae yang diuji aktivitas antimikrobianya dengan metode difusi agar dan broth dilution mempunyai daya antibakteri terhadap S. aureus dan E.coli. Sediaan hand sanitizer tanaman suku Rubiaceae juga memiliki kualitas karakteristik fisik seperti bentuk, warna, dan bau serta  stabilitas seperti pH, viskositas, homogenitas, daya lekat dan daya sebar yang baik. Kategori kualitas baik ini didasarkan pada kesesuaian SNI terkait kestabilan gel antiseptik.
Keanekaragaman Jenis Herpetofauna (Ordo Squamata) di Kawasan Hutan Rawa Gambut Tropis Mangsang-Kepayang, Sumatera Selatan Yuliany, Eka Haryati
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2996

Abstract

Herpetofauna is a group of fauna consisting of amphibians and reptiles. The Squamata Order is one of the Reptiles that has the highest number of species. The Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest area of South Sumatra kepayang is one of the key biodiversity on the island of Sumatra. The diversity of herpetofauna can be used as a parameter of the balance and quality of the area where it lives. The problem raised in this study is how is the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of the tropical peat swamp forest of Mangsang-Kepayang, South Sumatra? Based on the problems that arise, then this study aims at the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of tropical peat swamp forest in Mangsang-Kepayang, South Sumatra. Sampling along the Boyong-Code River from upstream to downstream uses a combination of several methods, namely VES (Visual Encounter Survey), Time Search, and Road Cruising. The results obtained are 7 species of members of the Suborder Lacertilia (lizards) and 2 species of members of the Suborder Serpentes (snakes). Based on these results it can be seen that the area of Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest in South Sumatra is a suitable habitat for Squamata Order members.
Hubungan Panjang Berat Dan Faktor Kondisi Relatif Lima Spesies Ikan di Sungai Suwi Muara Ancalong, Kutai Timur Nugroho, Rudy Agung; Florentino, Apri Pauci; Lariman, Lariman; Aryani, Retno; Rudianto, Rudianto; Kusneti, Monica
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.3524

Abstract

The length-weight relationship of fish and the condition factor provides an overview of the fish growth conditions in the river. The purpose of this study was to determine the length-weight relationship and factor condition of five fish species in the Suwi River wetlands. The method of catching fish used gill nets, ceiling nets, fishing rods, traps, and other nets. The research was conducted for to months in the Suwi river wetlands. The results the length-weight relationship of five fish were varied, Ompok bimaculatus had b value 2,93, Helostoma temminckii (b  value 2.15), Mystus nemurus  (b value 2,62), and Channa) micropeltes (b 2.61) which indicated a negative allometric growth pattern. Meanwhile Leptobarbus hoevenii (b 3.12) was a positive allometric growth pattern. Negative allometric indicates growth in length faster than weight growth, thus the physical shape looks flattened, while positive allometric indicates growth in fish length slower than growth in fish weight. Based on the relative weight (Wr) of Ompok bimaculatus 101.28 ± 19.13, Helostoma temminckii 101.05 ± 15.51, Mystus nemurus 100.95 ± 14.84, Channa micropeltes 101.09 ± 14.14, Leptobarbus hoevenii 103.71 ± 34.57. Condition factor above 100, indicates sufficient food availability or low predator density
Potensi Calotropis gigantea dalam Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) Yulianti, Indah Murwani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2985

Abstract

Timbal (Pb), sering disebut timah hitam, merupakan salah satu logam berat yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya pemulihan tanah yang tercemar logam berat perlu dilakukan salah satunya dengan fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman Calotropis giganteapotensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb serta melihat efektivitasnya.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan logam berat Pb sebanyak 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Tanaman yang digunakan adalah biduri (Calotropis gigantea) yang telah dilakukan aklimasi selama 1 bulan dan perlakuan fitoremediasi selama 28 hari. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa: tanaman Calotropis giganteamemiliki potensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb dengan kemampuan menyerap sampai 93% pada kadar Pb yang rendah namun semakin kecil pada kadar yang tinggi; besarnya faktor transfer Pb Calotropis gigantea masih di bawah 1 sehingga kurang baik sebagai tanaman fitoremediator. Semakin besar logam berat Pb yang terserap semakin meningkatkan berat kering pada tanaman Calotropis gigantea.
Identifikasi Bakteri yang Berperan dalam Pengasaman Kedelai dalam Fermentasi Tempe Berdasarkan Sekuen 16S rDNA Barus, Tati; Widyah, Widyah; Wicaksono, Wisnu Adi; Prasasty, Vivitri Dewi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.4029

Abstract

Proses fermentasi dalam pembuatan tempe di Indonesia terdiri atas dua tahap. Tahap pertama berupa perendaman kedelai untuk pengasaman kedelai yang penting bagi pertumbuhan kapang. Dalam tahapan ini jenis mikroba yang berperan adalah kelompok bakteri. Namun informasi tentang jenis bakteri tersebut masih terbatas. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jenis bakteri yang berperan dalam proses pengasaman kedelai saat fermentasi tempe. Isolasi bakteri dilakukan dari tempe yang diambil langsung dari pengrajin tempe di Jakarta. Bakteri ditumbuhkan pada media Plate Count Agar, de Man Rogosa and Sharpe Agar, MacConkey Agar dan Eosin Methylene Blue Agar. Selanjutnya diuji perannya dalam pengasaman kedelai dengan pengukuran pH air rendaman kedelai dan selanjutnya bakteri tersebut diidentifikasi. Ditemukan isolat P211, P3a, Mc4b, B1p, dan Man2b berperan dalam pengasaman dengan menurunkan pH air rendaman kedelai dari 7 menjadi sekitar 4,7 hingga 5,8. Identifikasi berdasarkan sekuen 16S rDNA lima bakteri tersebut masing masing adalah Klebsiella pneumoniae, Enterobacter ludwigii, Enterobacter sp., Lactobacillus agilis, dan Pantoea sp.  dengan kemiripan 98-100%. Selanjutnya, perlu diteliti tentang perannya dalam menentukan kualitas tempe.
Utilization of Used Cardboard and Vegetable Waste as Growth Media for White Oyster Mushroom (Pleurotus ostreatus) Lavenia, Jovita; Prasetyaningsih, Aniek; Ariestanti, Catarina Aprilia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.4278

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is a highly nutritious food with simple cultivation process using sawdust as its main substrate. Nowadays, availability of sawdust become a problem for some mushroom farmers. Cardboard and vegetable wastes are easily found and difficult to maintain. Based on their characteristics, those wastes can be used as mushroom growth media. This study aims to determine the effect of cardboard and vegetable waste on mushroom growth and the best media composition to obtain maximum productivity. Those wastes are used as the main substrate in eleven composition variations with complete randomized design (CRD) analysis method using One-Way ANOVA and simple linear regression statistical test. The results showed, variations in media composition affect the condition of the media which then influence the growth of P. ostreatus. Maximum productivity was found in media composition XI with mycelium growth rate up to 3.91 cm/day, media IX with the biological efficiency up to 45.38%, and media X with the highest total yield up to 97.28 grams. From this study it can be concluded that cardboard and vegetable waste can be an alternative growth substrate for P. ostreatus in urban areas with a maximum concentration of vegetable waste no more than 30% by weight of the media used.
Potensi Calotropis gigantea dalam Fitoremediasi Logam Berat Timbal (Pb) Rafael Rape Liwun; Indah Murwani Yulianti; Boy Rahardjo Sidharta
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2985

Abstract

Timbal (Pb), sering disebut timah hitam, merupakan salah satu logam berat yang cukup berbahaya bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Upaya pemulihan tanah yang tercemar logam berat perlu dilakukan salah satunya dengan fitoremediasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman Calotropis giganteapotensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb serta melihat efektivitasnya.Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan logam berat Pb sebanyak 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Tanaman yang digunakan adalah biduri (Calotropis gigantea) yang telah dilakukan aklimasi selama 1 bulan dan perlakuan fitoremediasi selama 28 hari. Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa: tanaman Calotropis giganteamemiliki potensi dalam meremediasi tanah tercemar logam beratPb dengan kemampuan menyerap sampai 93% pada kadar Pb yang rendah namun semakin kecil pada kadar yang tinggi; besarnya faktor transfer Pb Calotropis gigantea masih di bawah 1 sehingga kurang baik sebagai tanaman fitoremediator. Semakin besar logam berat Pb yang terserap semakin meningkatkan berat kering pada tanaman Calotropis gigantea.
Keanekaragaman Jenis Herpetofauna (Ordo Squamata) di Kawasan Hutan Rawa Gambut Tropis Mangsang-Kepayang, Sumatera Selatan Eka Haryati Yuliany
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 6, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v6i2.2996

Abstract

Herpetofauna is a group of fauna consisting of amphibians and reptiles. The Squamata Order is one of the Reptiles that has the highest number of species. The Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest area of South Sumatra kepayang is one of the key biodiversity on the island of Sumatra. The diversity of herpetofauna can be used as a parameter of the balance and quality of the area where it lives. The problem raised in this study is how is the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of the tropical peat swamp forest of Mangsang-Kepayang, South Sumatra? Based on the problems that arise, then this study aims at the diversity of herpetofauna species (order Squamata) in the area of tropical peat swamp forest in Mangsang-Kepayang, South Sumatra. Sampling along the Boyong-Code River from upstream to downstream uses a combination of several methods, namely VES (Visual Encounter Survey), Time Search, and Road Cruising. The results obtained are 7 species of members of the Suborder Lacertilia (lizards) and 2 species of members of the Suborder Serpentes (snakes). Based on these results it can be seen that the area of Mangsang-Kepayang tropical peat swamp forest in South Sumatra is a suitable habitat for Squamata Order members.

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue