cover
Contact Name
Brigitta Laksmi Paramita
Contact Email
brigitta.laksmi@uajy.ac.id
Phone
+6282329549978
Journal Mail Official
journal.biota@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknobiologi, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jalan Babarsari No. 44, Sleman, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati
ISSN : 25273221     EISSN : 2527323X     DOI : doi.org/10.24002/biota
Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil-hasil penelitian, kajian-kajian pustaka dan berita-berita terbaru tentang ilmu dan teknologi kehayatian (biologi, bioteknologi dan bidang ilmu yang terkait). Biota terbit pertama kali bulan Juli 1995 dengan ISSN 0853-8670. Biota terbit tiga nomor dalam satu tahun (Februari, Juni, dan Oktober).
Articles 1,193 Documents
Skrining Tumbuhan Atraktif terhadap Lalat Buah Jantan Bactocera carambolae D&H A, Almahdy; Putra, Deddi Prima; Hasyim, Ahsol; Mardinus, Mardinus
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 11, No 3 (2006): October 2006
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.716 KB) | DOI: 10.24002/biota.v11i3.2545

Abstract

Odour and frequently visited plants by Bactocera sp. were screened for fruit fly attractants. The attractiveness of hexane extracts for B. dorsalis were determined by Y-tube method. Of 20 species treated, 5 species such as Cymbopogon nardus, Ocimum basillicum, Cymbopogon citratus, Cananga odorata, and Hyptis suaveolens showed the attractiveness and the presence of methyl eugenol (ME). These plants could be used as the source of ME for controlling fruit flies infestation. It was also found that Ruta graveolens (Rutaceae) revealed the absence of ME peak by GC-spectrum but responded to fruit flies B. carambolae. The results reveal that the chemical compounds existing in the extracts of R. graveolens may have great potential for development as attractants of the Oriental fruit fly. However, further isolation, identification, and evaluation of active compounds are needed in future studies.
Skrining Senyawa Antibakteri dari Beberapa Jenis Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) dari Pantai Drini, Daerah Istimewa Yogyakarta Sidharta, Boy R.; Atmodjo, P. Kianto; Mursyanti, E.
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 13, No 1 (2008): February 2008
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.552 KB) | DOI: 10.24002/biota.v13i1.2614

Abstract

This present research was trying to determine the antibacterial compounds from several brown seaweeds from Drini beach. Previous studies have shown that several seaweeds from this beach were proved to have antibacterial activities. Therefore, it needs to be studied whether the extracts of several brown seaweeds utilizing three (3) kinds of extraction solutions such as aquadest, ethanol, and hexane, will also show antibacterial activities. The three solutions were chosen based on the difference of polarization activities. Research design utilized was randomized complete block design and the data compiled was treated by Anova and followed with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) with degree of confidence 95%. Microbes utilized in this research were Escherichia coli and Bacillus subtilis, that were common pathogenic bacteria known to human and animals. The research found six (6) species of brown seaweed during the research period, i.e. Sargassum dotyi, S. ohnoi, S. abbottiae, S. bataanense, Caulerpa prolifera, and Laurencia papillosa. This present research also revealed that ethanol was the best extraction solution to extract the secondary metabolite from the brown seaweeds found. The best antibacterial activities was shown by S. dotyi extract’s to inhibit the two (2) microbes used in the research compared to other seaweed extracts. However, this result was still low and significantly different compare to pure antibiotics utilized, i.e. penicillin and streptomycin.
Etika Lingkungan: Saatnya Menjadi Bacaan Wajib bagi Penyelenggara Negara (Kajian Buku) Zahida, Felicia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 3 (2004): October 2004
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.045 KB) | DOI: 10.24002/biota.v9i3.2918

Abstract

Mungkin terlalu idealis harapan saya agar penyelenggara negara bisa menerapkan anjuran-anjuran yang dituliskan dalam buku ini. Namun seperti banyak harapan lain yang digantungkan pada pemerintahan baru ini, tidak berlebihan kiranya bila setidaknya departemen yang berkepentingan dan yang berkaitan (semua pihak) memiliki pengetahuan dasar yang kuat sebagai landasan fikir bagi pembuatan keputusan strategis yang dibuatnya bagi keberlanjutan negara ini. Dengan kata lain sudah saatnya negara ini mengubah pendekatan pembangunan yang direncanakan. Alangkah bahagianya bila Indonesia memiliki pemimpin-pemimpin yang mau belajar.
Sistematik Filogenetik Isolat-isolat Kapang Indigenous Indonesia sebagai Entomopatogen Kutu Sisik (Lepidoshapes beckii Newman) Hama Tanaman Jeruk Suharjono, Suharjono; Marhendra, Agung P.W.; Triwiratno, Anang; Wuryantini, Susi; R, Lina Oktavia
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 15, No 2 (2010): June 2010
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.827 KB) | DOI: 10.24002/biota.v15i2.2708

Abstract

Citrus fruits constitute a basic agricultural product in many countries. They are a source ofnational income, empowering labor market in rural zones and those surrounding urban areas,and in addition to being an important part of the diet. Insects are common problems to plantingof citrus. Purple Scale, Lepidosaphes beckii (Newman) is one of the destructive insect pests ofcitrus worldwide. The control of purple scale insects in citrus utilizes native natural enemiesincluding pathogens. Most known species of mould are pathogens of purple scale insect of citrus.The objective of this research was to study phylogenetic systematics of Indonesian indigenousmould isolates as pathogen on purple scale insect (Lepidoshapes beckii Newman) pest of citrusplants. Seven mould isolates derived from Purworejo, Brastagi, and Poncokusumo were showedpathogenic on purple scale insect. The fungal isolates were cultured on PDA. The DNA of fungalmaterial was isolated with Kit Prepman Ultra (Applied Biosystems). Nuclear ribosomal LargeSubunit 28S rDNA (LSU) was amplified using primers ITS1 and ITS4. Products of PCR werepurified and sequenced. Based on the 28S rDNA sequence, the result was showed that isolate ofPW ASG D4 was related to Gibberella moniliformis dx-12, PC ORG D4 was related to Gibberella sp.1893, PW ASG D2 was related to Gibberella moniliformis BZ070101, PW LB D2 was related toGibberella moniliformis 52, BRS D22 was related to Fusarium oxysporum DC-1-67, PWRJ I D4 wasrelated to Fusarium culmorum SQ070108, and BRS D23 was related to Aschersonia sp. Ag-11.
Analisis Kandungan N, P, K, Porositas Media Pembibitan dan Pertumbuhan Bibit Sengon Paraserianthes falcataria (L) Nielsen Santosa, Slamet; Umar, Muhammad Ruslan; Amir, Nur Jannah
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.147 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3068

Abstract

Media pembibitan merupakan faktor eksternal yang juga menentukan pertumbuhan bibit tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kandungan N,P, K, porosita,s dan pertumbuhan bibit sengon Paraserianthes falcataria (L) Nielsen pada 5 macam media pembibitan. Media pembibitan dibuat dari tanah ultisol dicampur sekam padi atau serbuk gergaji dengan takaran berbeda lalu diinkubasi selama 30 hari. Hasil analisis kandungan N total  media M1 yaitu 0.18% (kategori rendah); media M2, M3, M4 dan M5, berkisar antara 0.20-0.50% (kategori sedang). Kandungan P media M1 yaitu 13.98 mg/kg  (kategori rendah); media M2, M3, M4 dan M5,  berkisar antara 26-35 mg/kg (kategori tinggi).  Kandungan K semua media berkisar antara 9.68-18.63 me/100g (kategori tinggi).  Porositas media M1= 52%; M2=66%; M3 = 84%; M4 = 75% dan M5 =71%.  Hasil analisis pertumbuhan bibit sengon P. falcataria (L) Nielsen pada 5 media pembibitan yaitu: tinggi = 12.3-17.5 cm; diameter batang = 0.65-0.85 cm; jumlah daun = 110–140 helai dan panjang akar = 9.0–14.3 cm. Media pembibitan M3 berbahan tanah ultisol 50% dan sekam padi 50% menghasilkan kandungan N sedang, kandungan P dan K tinggi, porositas tertinggi, dan menghasilkan  pertumbuhan bibit sengon P. falcataria (L) Nielsen terbaik.
Potensi Skeletonema costatum (Greville) sebagai Fikoremediator Logam Berat Timbal (Pb) Limbah Batik Liwun, Rafael Rape; Yulianti, L. Indah; Sidharta, Boy Rahardjo
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.844 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.2950

Abstract

Industri batik domestik menghasilkan limbah cair yang umumnya pengolahannya tidak dilakukan dengan baik sehingga limbah tersebut mencemari badan air. Salah satun kandungan logam berat pada limbah cair industri batik adalah timbal (Pb). Fikoremediasi dengan menggunakan mikroalga Skeletonema costatum adalah salah satu solusi menurunkan kadar Pb. Percobaan penelitian menggunakan RAL (rancangan acak lengkap) dengan tiga kali pengulangan selama 7 hari perlakuan dengan variasi kepadatan inokulum berupa V1 (kontrol, tanpa pemberian mikroalga), V2 (kepadatan inokulum2x105 sel/ml), V3 (kepadatan inokulum4x105 sel/ml) dan V4 (kepadatan inokulum6x105 sel/ml). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan V4 paling efektif menurunkankadarPb dalam limbah batik dengan persentase penurunan 36,453% dan menurunkan kadar BOD dalam limbah batik dengan persentase penurunan 81,006%.
Perbandingan Karakteristik Minuman Probiotik Semangka (Citrullus lanatus) Dengan Variasi Jenis Semangka Merah Dan Kuning Menggunakan Starter Lactobacillus casei Strain Shirota Sari, Maria Fetty; Catarina, Retno Herrani
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.807 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.2945

Abstract

Buah semangka berpotensi untuk diolah menjadi minuman probiotik semangka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh variasi jenis semangka merah dan kuning terhadap karakteristik minuman probiotik semangka, 2) jenis semangka yang dapat menghasilkan karakteristik minuman probiotik tertinggi, dan 3) jenis semangka untuk produk minuman probiotik yang paling disukai oleh panelis. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan diterapkan ke  variasi jenis semangka merah (M) dan kuning (K). Data uji karakteristik dan organoleptik dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan variasi jenis semangka merah dan kuning berpengaruh secara signifikan pada uji total BAL dan pH, tetapi tidak berpengaruh secara signifikan pada uji total gula. Semangka merah menghasilkan karakteristik tertinggi dengan rerata nilai total BAL 7,2x104 CFU/ml, total gula 12,63%Brix, dan pH 5,8. Minuman probiotik semangka merah paling disukai oleh panelis dari aspek warna 4,19 (suka), sedangkan semangka kuning paling disukai oleh panelis dari aspek aroma 3,59 (cukup suka) dan rasa 3,92 (cukup suka).
Status Kepunahan dan Upaya Konservasi Jenis-jenis Ikan Chondrichtyes yang Teridentifikasi di TPI Tegalsari, Kota Tegal Setiati, Ning; Indriyanti, Dyah Rini; Partaya, Partaya
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.443 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji status kepunahan jenis ikan hiu dan ikan pari yang diperdagangkan di TPI Tegalsari Kota Tegal. Metode penelitian ialah metode deskriptif eksploratif, Metode tersebebut dilakukan dengan identifikasi sampel yang diperoleh selama dua bulan di TPI  Tegalsari Kota Tegal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 10 jenis ikan Chondrichthyes, yang terdiri dari 2 ordo. Pertama ialah ordo Lamniformes yang meliputi species (status kepunahan) Sphyrna lewini  (EN), Carcharinusfalciformes (LC), Carcharinusplumbeus (NT), dan Chiloschyliumpunctatum (NT). Ordo kedua ialah Rajiformes yang meliputi Gymnuramicrura (DD), Himanturauarnak (VU), Dasyatisannotatus (NT), Dasyatissephen (NT), Dasyatiskuhlii (DD), dan Aetobatisnarinari (NT). Kesimpulan penelitian ini ialah 10 jenis ikan Chondricthyes yang terancam punah berada dalam status kepunahan. Upaya konservasi yang dapat dilakukan ialah penerapan eputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/Kepmen-Kp/2013 tentang penetapan status pelindungan penuh dan mengatur pelindungan ikan hiu dan ikan pari sebagai respons daftar Appendix II dalam CITES. Tahapannya KKP mengecek dua kali muatan container dan  menerapkan tes DNA hiu sebelum diekspor.
Quantity of Coliform Bacteria as Bioindicator of Water Pollution (Case Study: Several Tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency, Central Java) Rahayu, Nur Laila; Hendarto, Eko; Sulistiyawati, Indah; Agustiani, Rina Dwi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.91 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.2938

Abstract

The city of Purwokerto is crossed by several large rivers, this research examines several tributaries of a large river. Some tributaries that pass through the city of Purwokerto are the Raden River, the Caban River, the Jurig River and the Luhur River. Tributaries have the potential to influence water quality. This study aimed to analyze the quantity of coliform bacteria as an indicator of water pollution in several tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency. Microbiological tests were carried out by calculating the total coliform quantity and fecal coliform using the Most Probable Number (MPN) test. Total coliform and fecal coliform can be used as a reference indicator of water quality in the presence of water pollution. The laboratory test results for the quantity of coliform bacteria showed in several tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency, very high in total coliform or fecal coliform, exceeding the water quality standard.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 Purwaningsih, Desi; Wulandari, Destik
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.826 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.3077

Abstract

Pseudomonas aeruginosa ATCC 27833 merupakan bakteri patogen oportunistik penyebab infeksi nosocomial pada pasien septikemia, sistik fibrosis, luka bakar, dan infeksi luka yang dapat menyebabkan tingkat mortilitas tinggi. Bakteri P. aeruginosa dilaporkan mengalami resistensi terhadap beberapa macam antibiotik. Hal tersebut dapat mengakibatkan lamanya waktu penyembuhan dan meningkatkan resiko kematian. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini ialah dengan mengambil jalan alternatif menggunakan obat-obatan alami berbahan dasar tumbuhan. Salah satu tumbuhan yang memiliki potensi sebagai antimikroba adalah suruhan (Peperomia pellucida L. Kunth). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun suruhan dalam membunuh bakteri P. aeruginosa. Metode uji antibakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dilusi untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Ekstrak suruhan dibuat dalam 9 seri konsentrasi yaitu 50, 25, 12,5, 6,25, 3,12, 1,56, 0,78, 0,39, dan 0,19%. Hasil uji menunjukkan nilai KHM yang tidak dapat ditentukan karena campuran ekstrak daun suruhan dan bakteri P. aeruginosa sangat keruh. Nilai KBM yang diperoleh dari uji aktivitas antibakteri ekstrak daun suruhan terhadap bakteri P. aeruginosa adalah sebesar 25%.

Page 45 of 120 | Total Record : 1193


Filter by Year

2003 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026): February 2026 Vol 10, No 3 (2025): October 2025 Vol 10, No 2 (2025): June 2025 Vol 10, No 1 (2025): February 2025 Vol 9, No 3 (2024): October 2024 Vol 9, No 2 (2024): June 2024 Vol 9, No 1 (2024): February 2024 Vol 8, No 3 (2023): October 2023 Vol 8, No 2 (2023): June 2023 Vol 8, No 1 (2023): February 2023 Vol 7, No 3 (2022): October 2022 Vol 7, No 2 (2022): June 2022 Vol 7, No 1 (2022): February 2022 Vol 6, No 3 (2021): October 2021 Vol 6, No 2 (2021): June 2021 Vol 6, No 1 (2021): February 2021 Vol 5, No 3 (2020): October 2020 Vol 5, No 2 (2020): June 2020 Vol 5, No 1 (2020): February 2020 Vol 4, No 3 (2019): October 2019 Vol 4, No 2 (2019): June 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 4, No 1 (2019): February 2019 Vol 3, No 3 (2018): October 2018 Vol 3, No 2 (2018): June 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 3, No 1 (2018): February 2018 Vol 2, No 3 (2017): October 2017 Vol 2, No 2 (2017): June 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 2, No 1 (2017): February 2017 Vol 1, No 3 (2016): October 2016 Vol 1, No 2 (2016): June 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 1, No 1 (2016): February 2016 Vol 19, No 1 (2014): February 2014 Biota Volume 19 Nomor 1 Tahun 2014 Biota Volume 13 Nomor 2 Tahun 2014 Vol 18, No 2 (2013): June 2013 Vol 18, No 1 (2013): February 2013 Biota Volume 18 Nomor 1 Tahun 2013 Vol 17, No 3 (2012): October 2012 Vol 17, No 2 (2012): June 2012 Vol 17, No 1 (2012): February 2012 BIOTA Volume 17 Nomor 3 Tahun 2012 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 2 (2011): June 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 16, No 1 (2011): February 2011 Vol 15, No 3 (2010): October 2010 Vol 15, No 2 (2010): June 2010 Vol 15, No 1 (2010): February 2010 Vol 14, No 3 (2009): October 2009 Vol 14, No 2 (2009): June 2009 Vol 14, No 1 (2009): February 2009 Vol 13, No 3 (2008): October 2008 Vol 13, No 2 (2008): June 2008 Vol 13, No 1 (2008): February 2008 Vol 12, No 3 (2007): October 2007 Vol 12, No 2 (2007): June 2007 Vol 12, No 1 (2007): February 2007 Vol 11, No 3 (2006): October 2006 Vol 11, No 2 (2006): June 2006 Vol 11, No 1 (2006): February 2006 Vol 10, No 3 (2005): October 2005 Vol 10, No 2 (2005): June 2005 Vol 10, No 1 (2005): February 2005 Vol 9, No 3 (2004): October 2004 Vol 9, No 2 (2004): June 2004 Vol 9, No 1 (2004): February 2004 Vol 8, No 3 (2003): October 2003 Vol 8, No 2 (2003): June 2003 Vol 8, No 1 (2003): February 2003 More Issue