cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi
ISSN : 2303114x     EISSN : 2714786X     DOI : 10.26555
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATHY adalah jurnal yang menerbitkan karya ilmiah mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan. Terbit 2 kali dalam setahun. Menerbitkan karya ilmiah ilmu psikologi yang mencakup semua cabang ilmu psikologi yaitu psikologi klinis, psikologi sosial, psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, psikometri dan psikologi industri. Jurnal EMPATHY telah di index di Google scholar, EMBASE, Portal Garuda, dan PILNAS RISTEK.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
HUBUNGAN ANTARA KESELAMATAN KERJA DENGAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI CAHAYA TIMUR OFFSET YOGYAKARTA Yulianto Triadityo, Doni
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1 No 1 Juli 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.265 KB)

Abstract

AbstractThis research is aimed to know the correlation between works safety and works spirit. Research subject is production employee at CV. Cahaya Timur Offset Yogyakarta. Method research in this study is use quantitative approach by using simple random sampling. Data collection tools in this study used works safety scale and works spirit scale. Methods of data analysis in this study used product moment correlation analysis techniques. The result of this research showed a significant correlation with rxy = 0,585 and p = 0,000 (p < 0.01). Effective amount donation given by works safety variable to works spirit variables was 34,2%. The result showed that there is significant positive correlation between works safety and works spirit of production employee at CV. Cahaya Timur Offset Yogyakarta. Hypothesis is accepted and showed that the higher works safety the higher works spirits and the opposite that the lower safety works, the lower also works spirits. Implementation of safety is on the medium level and the majority of subjects had a high work spirit in the high category.Key words : works safety, works spirit.
DAILY LIVING SKILLS PADA ANAK DENGAN GANGGUAN AUTISME Sari, Pustika
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 1 Juli 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.265 KB)

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to determine the ability of daily living skills in children wit autism. Research method used was qualitative.Subjects in this study were three children who had been diagnosed with autism over the age of 6 years. Data collection techniques in this study was conducted using semi-structured interviews and non-participant observation based guideline development task in the Vineland Adaptive Behavior Scale (VABS). The results showed that the ability of daily living skills more quickly controlled by the child on a personal subdomain drinking, wearing shoes, using utensils, dress according to the weather, the beginning of health care, and hair neatness. For domestic subdomain is using a tool, clean up and set the table. For subdomain communities are ordering food in a restaurant. For master developmental tasks in accordance with age VABS developmental tasks in the personal subdomain is eating, playing taps, wash hands, and put some clothes on. In domestic subdomain is cleaning house. To slow development tasks mastered by children in the personal subdomain undress, brush teeth, shower affairs, nasal hygiene, bathing without help, keeping the nails, and skilled health care. For domestic subdomains of moving something, use basic tools, using kitchen utensils, household cleaning tools, cleaning the house, repairing equipment and home appliances, cooking, and sewing clothes. For communities that subdomain safety in the home, the use of telephone or HP, safety on the road, meaning the money, right-left orientation, skills in the diner, calling time: day, date, year, calling time: hours and minutes, giving change, skilled use of the phone, spending money, planning spending, job skills, and manage money. The process of formation of daily living skills influenced by the acceptance of the parents, the ability of the children, the demands of the environment in which the child lives, the childs chronological age, the typical environment in which the task will be done, teaching and instruction loud and clear, and consistent in giving instruction.Keywords: autism, daily living skills.
Hubungan antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik dengan Kinerja Karyawan Sarna, Dwi Aprirahmayani; Sari, Erita Yuliasesti Diah
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 1 (2013): Volume 1 no 1, Juli 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik dengan kinerja karyawan. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu karyawan yang bekerja di PT. PLN Tarakan Kalimantan Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Alat ukur menggunakan Skala Persepsi terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik sedangkan penilaian kinerja menggunakan Daftar Penilaian Nilai Unjuk Kinerja Pegawai Semester I Tahun 2012 PT. PLN Tarakan Kantor Pusat. Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang menggunakan keseluruhan jumlah subjek penelitian sebanyak 88 orang. Metode analisis data menggunakan teknik analisis product moment dengan bantuan komputasi program SPSS 16.0 for windows. Hasil analisis product moment menunjukkan nilai korelasi rxy = 0,536 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,000). Sumbangan efektif variabel persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik terhadap kinerja karyawan sebesar 28,7%. Kategorisasi variabel persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik menunjukkan bahwa mayoritas subjek penelitian yaitu sebanyak 52 (59,09%) subjek memiliki persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik pada kategori sedang dan 54 (61,36%) subjek memiliki kinerja pada kategori sedang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik dengan kinerja karyawan. Semakin tinggi persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik maka semakin tinggi kinerja karyawan sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap gaya kepemimpinan kharismatik maka akan semakin rendah pula kinerja karyawan.Kata Kunci : Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja KaryawanPersepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.  Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Kharismatik, Kinerja Karyawan.    <w:LsdException Locked
PENGARUH PENDEKATAN KOGNITIF UNTUK MENGURANGI STRES DALAM PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN ANGKATAN 2013/2014 Lora, Meysie Diyanna
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3 No 2 (2015): Volume 3 No 2 November 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.713 KB)

Abstract

AbstrakStres dalam penyesuaian diri adalah ketidakmampuan mahasiswa dalam menyesuaikan diri terhadap tuntutan atau perubahan yang terjadi ketika memasuki lingkungan baru yang berpengaruh pada respon kognitif, emosi, serta fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kognitif untuk mengurangi stres dalam penyesuaian diri pada mahasiswa angkatan 2013/2014 di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 10 orang mahasiswa yang mengalami stres dalam penyesuaian diri. Instrument yang digunakan untuk mengukur tingkat stres dalam penyesuaian diri yaitu Skala stres dalam penyesuaian diri yang dibuat peneliti berdasarkan 4 macam respon stres dari Sarafino.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen murni dengan rancangan intervensi dalam bentuk randomized pretest-posttest control group desain dengan follow-up. Intervensi yang diberikan pada subjek berupa pelatihan dengan perlakuan pendekatan kognitif yang menggunakan teknik tiga kolom. Pelaksanaan pelatihan sebanyak tiga kali pertemuan dalam 1 minggu. Analisis kuantitatif menggunakan non parametrik test dengan friedman test chi-square 10,000 dengan tingkat signifikansi 0,007 (p<0,001) dan uji Mann-Whitney pada gain score pre-post kelompok eksperimen dan kontrol, yang menghasilkan nilai z -2,611 dengan taraf signifikansi 0,009 (p<0,01). Analisis kualitatif dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara dan observasi. Hasil yang didapat memperlihatkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan pada tingkat stres dalam penyesuaian diri antara kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengalami penurunan stres dalam penyesuaian diri sedangkan kelompok kontrol tidak mengalami penurunan.Kata kunci: Pendekatan kognitif, stres dalam penyesuaian diri, Mahasiswa.
PENGARUH PELATIHAN TEAM BUILDING UNTUK MENINGKATKAN KOHESIVITAS TIM KERJA DI INNA GARUDA YOGYAKARTA Marcham Darokah, Anna Febrianty Setianingtyas
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 no 1, Juli 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.161 KB)

Abstract

IntisariPelatihan team building adalah salah satu intervensi pelatihan untuk meningkatkan kohesivitas tim kerja yang ditandai timbulnya sikap saling percaya, mampu menemukan solusi masalah-masalah yang dihadapi dan komunikasi intensif mengenai peranan masing-masing anggota tim guna melaksanakan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan tugas dan tantangan bekerjasama untuk membangun sebuah tim kerja dalam bentuk permainan eksperimental secara indoor maupun outdoor. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dan teknik pengumpulan datanya dengan skala kohesivitas tim kerja yang kemudian dianalis dengan program SPSS for windows 13.0 dengan menggunakan uji-t untuk mengetahui efektivitas dari pelatihan. Pengumpulan data juga dengan dokumentasi, wawancara yang mendalam dan observasi untuk mengumpulkan data dari empat belas orang subjek penelitian yang kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan sumbangan efektif pelatihan team building dalam meningkatkan kohesivitas tim kerja marketing aspek task sebesar 16,5 % dan aspek social sebesar 56,2%; sedangkan sumbangan efektif pelatihan team building dalam meningkatkan kohesivitas tim kerja HRD aspek task sebesar 16,5% dan aspek social sebesar 17,1%. Pelatihan team building mampu meningkatkan kohesivitas tim kerja karyawan di Inna Garuda Yogyakarta departemen marketing dan HRD yang dilihat dari hasil analisis kelompok rata-rata skor kohesivitas pada tim marketing aspek task maupun aspek social diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05), pada aspek task amatan pretest-posttest p=0.038, amatan posttest-follow up p=0.023, amatan gain 1-gain 2 p=0.025 dan aspek social amatan pretest-posttest p=0.011, amatan posttest-followup p=0.015, amatan gain 1-gain 2 p=0.018; begitu pula pada pada tim HRD aspek task maupun social diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05), pada aspek task amatan pretest-posttest p=0.025, amatan posttest-follow up p=0.023, amatan gain 1-gain 2 p=0.024; aspek social amatan pretest-posttest p=0.017, amatan posttest-follow up p=0.018, amatan gain 1-gain 2 p=0.011. Dari hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan bahwa ada pengaruh pelatihan team building dengan kohesivitas tim kerja baik pada aspek tugas (task) dan sosial (social) pada tim marketing dan manpower (HRD) dimana tim marketing dan manpower (HRD) termasuk sebagai kelompok boundary role person (BRP). Kata Kunci : pelatihan team building, kohesivitas tim kerja
REGULASI EMOSI PADA PENDERITA HIV/AIDS Sari, Mekar Duwi Indah; Hayati, Elli Nur
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 no 1, Juli 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.146 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui regulasi emosi penderita HIV/AIDS dan faktor-faktor yang mempengaruhi regulasi emosi pada penderita HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi kepada subjek penderita HIV/AIDS. Subjek penelitian terdiri dari dua orang penderita HIV/AIDS dengan dua orang significant person. Hasil penelitian menunjukkan regulasi emosi dilakukan oleh kedua subjek untuk mengatur respon emosi dari permasalahan yang muncul setelah kedua subjek terinfeksi HIV/AIDS. Subjek pertama yang merupakan seorang wanita yang telah menikah, menggunakan strategi regulasi emosi antecendent-focussed strategy (cognitive reapraissal). Melalui proses regulasi emosi yang terdiri dari situation selection, situation modification, attention deployment, cognitive change, dan modulation respon. Faktor yang mempengaruhi penggunaan regulasi emosi subjek pertama yakni harapan akan masa depan anak, keterbukaan (self disclosure) dan dukungan sosial (sosial support). Subjek kedua yang merupakan pria yang belum menikah, meregulasi emosi dengan menggunakan strategi regulasi emosi respon focused strategy (expression suppression) melalui proses regulasi emosi situation selection. Penggunaan strategi regulasi emosi ini dipengaruhi faktor ketidakmampuan membuka diri dan dukungan sosial (sosial support). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kedua subjek meregulasi emosi dengan pemilihan strategi regulasi emosi yang berbeda. Faktor yang paling mempengaruhi penggunaan regulasi emosi penderita HIV/AIDS adalah dukungan sosial (sosial Support).Kata Kunci : Pengidap HIV/AIDS, regulasi emosi
SIKAP TERHADAP KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PADA RELAWAN BENCANA ALAM Sabrina, Aulia; Anam, Choirul
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 1, No 2 (2013): Volume 1 no 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman, perasaan serta kecenderungan perilaku relawan bencana alam terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dan di analisis menggunakan analisis isi. Subjek penelitian adalah laki-laki atau perempuan, memiliki pengalaman menjadi relawan minimal tiga tahun serta telah menjadi relawan di berbagai lokasi bencana alam yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan memiliki pengetahuan serta pemahaman yang cukup mengenai K3 dan merasa senang melaksanakan tugas sesuai dengan prinsip K3. Selain itu, relawan memiliki kecenderungan perilaku yang mengarah sesuai dengan prinsip K3. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap relawan, diantaranya pengalaman pribadi relawan berupa pelatihan maupun lapangan, emosional pribadi relawan, kebudayaan di tempat asal relawan dan lokasi bencana, kehadiran orang yang dianggap penting oleh relawan serta institusi atau lembaga tempat relawan bernaung. Kesimpulannya, relawan memiliki sikap positif terhadap kesehatan dan keselamatan kerja. Faktor yang mempengaruhi sikap positif tersebut berasal dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni pengalaman pribadi dan emosional, sedangkan faktor eksternal yakni kebudayaan, orang yang dianggap penting dan institusi atau lembaga.Kata Kunci : Sikap, K3, Relawan
AFFECTIVE BIBLIOTHERAPHY UNTUK MENINGKATKAN SELF ESTEEM PADA ANAK SLOW LEARNER DI SD INKLUSI Ekowati, Dian
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 3, No 1 (2015): Volume 3 no 1, Juli 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.163 KB)

Abstract

AbstrackSelf-esteem is an important factor affecting the success of a child for a happier life. Have a high self esteem is a difficult thing for a slow learner child in elementary inclusive. This study aims to determine the level of self-esteem slow learner children in elementary inclusion school, and improving their self esteem with affective bibliotherapy techniques.The design of this study using randomized groups pre-test post-test design. This research involves with 9 slow learner children with 4 children as the experimental group and 5 children as a control group. The experimental group was given training bibliotherapy for 10 times.The study have two hypothesis, the first is “Affective bibliotherapy to increase self esteem slow learner children in inclusive elementary school”, and the second hypothesis is “There is an increase in self esteem between experimental group with the control group after the intervention with the experimental group was affective bibliotherapy.Research results show that affective bibliotherapy is effective for improving slow learner childrens self esteem in primary inclusions with z value = -1,841 with 0.033 significansi level (p <0.05). It is also found that the affective bibliotherapy more effective in improving three aspects of self-esteem is significant, virtue, and competence, but the aspects of power increase is not to high.Key word: self esteem, slow learner, affective bibliotherapy.
KEBAHAGIAAN PADA BURUH GENDONG Angriyani, Tri Yuni; Hayati, Elli Nur
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 2 (2014): Volume 2 no 2, Desember 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.897 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebahagiaan dan faktor yang mempengaruhi kebahagiaan pada buruh gendong di pasar tradisional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi. Metode analisis data pada penelitian ini dengan menggunakan analisis tema. Pengambilan sampel menggunakan criterion sampling yaitu sampel yang kriterianya sudah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek I merasa cukup bahagia. pada aspek kognitif dan aspek afektif, ini ditunjukkan dengan adanya perasaan puas pada berbagai domain kehidupannya seperti adanya penerimaan dari pihak keluarga terhadap kondisi pekerjaan subyek, perasaan puas terhadap keadaan keluarga dan pekerjaan, hubungan yang baik dengan sesama buruh gendong dan pandangan positif mengenai kehidupan masa depan serta dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk keluarga. Hal ini membuat subyek merasa senang dan bersyukur dengan keadaannya, namun dengan kondisi pekerjaannya subyek I mengalami masalah kesehatan yang mengganggu kebahagiaan subyek dikarenakan sering mengalami pegal-pegal pada bagian tubuhnya yang terkadang mengganggu aktifitas pekerjaan subyek bahkan pernah membuat subyek tidak bekerja sehingga membuat subyek merasa sedih dan menyalahkan diri sendiri. Sedangkan pada subyek II juga menunjukkan bahwa subyek II cukup bahagia. Pada aspek kognitif dan afektif juga menunjukkan bahwa subyek II merasa puas dan lebih merasakan afek positif di berbagai domain kehidupannya. Kepuasan terlihat dari adanya dukungan dan tidak adanya pemaksaan terhadap subyek untuk bekerja dari keluarga, interaksi dengan sesama buruh gendong yang baik dan penilaian yang positif serta pemanfaatan waktu luang yang positif yang dilakukan subyek membuat subyek lebih banyak merasakan afek positif seperti senang. Hal yang mengganggu kebahagiaan pada subyek II adalah kondisi kesehatan yang mengakibatkan subyek tidak maksimal dalam bekerja karena mengalami batuk-batuk ketika bekerja terlalu berat. Sedangkan faktor yang mempengaruhi kebahagiaan kedua subyek buruh gendong bersifat eksternal yakni uang yang didapat dari bekerja sebagai buruh gendong yang dimanfaatkan untuk membahagiakan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua subyek merasa cukup bahagia, dilihat dari pemenuhan aspek kognitif dan afektif dalam domain kehidupannya seperti keluarga, diri sendiri, pekerjaan, uang, kesehatan dan waktu luang.Kata Kunci : kebahagiaan, buruh gendong
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) Firmansyah, Ibnu; Widuri, Erlina Listiyanti
EMPATHY Jurnal Fakultas Psikologi Vol 2, No 1 (2014): Volume 2 no 1, Juli 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.935 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses subjective well-being pada guru SLB serta faktor-faktor yang mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB. Subjek dalam penelitian ini yaitu guru SLB sebanyak dua orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Analisis data penelitian dengan menggunakan analisis isi. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa susbjective well-being pada guru SLB sebelum bekerja kurang baik, guru SLB masih merasakan afek negatif yaitu adanya perasaan terkejut, cemas, ragu-ragu, tidak adanya ketertarikan dan malas. Subjective well-being setelah bekerja baik, guru SLB merasakan afek positif yaitu perasaan takut  ketika pertama kali bekerja mulai berkurang, ketertarikan terhadap pekerjaan mulai dirasakan dengan melakukan penyesuaian diri. Perasaan guru SLB saat ini yaitu senang atas keberhasilan mengajar, dapat menyalurkan hobi, senang berinteraksi dengan siswa dan tumbuhnya perasaan mencintai siswa. Selain itu guru SLB merasakan kepuasan hidup yaitu cita-citanya sesuai dengan yang diharapkan, memiliki harapan dan tujuan hidup, adanya perasaan bangga dengan profesinya, tumbuhnya rasa empati dan sikap altruisme, memiliki strategi coping dalam menghadapi masalah sehingga dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, mampu mengendalikan diri dan bersikap sabar. Ada beberapa faktor yang diduga mempengaruhi subjective well-being pada guru SLB, yaitu agama, gaji dan latar belakang pendidikan.Kata Kunci : Subjective Well Being, Guru Sekolah Luar Biasa (SLB)

Filter by Year

2012 2025