Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Articles
455 Documents
Simvastatin sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Sprague Dawley yang Diinduksi Aloksan
Akrom, Akrom;
Meilan, Meilan
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3022
Secara klinis simvastatin dimanfaatkan tidak hanya sebagai antidislipidemia namun juga diindikasikan sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Adanya gugus karbonil pada struktur simvastatin yang dapat berikatan dengan electron bebas dari radikal reaktif diduga kuat berhubungan dengan aktifitas antioksidan ini.Bagaimana pengaruh simvastatin terhadap fungsi hepar pada tikus SD yang diinduksi aloksan belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh simvastatin terhadap kadar SGPT dan SGOT pada tikus Sprague dawley (SD) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan metode pre and post test design pada 7 kelompok hewan uji (n=7). Kelompok pertama sebagai kontrol normal. Kelompok kedua, kontrol negatif, hewan uji diberi aloksan (12,5 mg/kgBB). Kelompok ketiga diberi simvastatin (15mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan. Kelompok keempat diberi vitamin C (20mg/kgBB) selama 7 hari sebelum dan 2 hari setelah diinduksi aloksan.Induksialoksan dilakukan pada hari ke-7 secara intraperitoneal. Darah tikus diambil melalui sinus orbitalispada hari ke-7 sebelum diinduksi aloksan dan pada hari ke9. Kadar SGPT dan SGOT ditetapkan secara enzimatik. Kadar SGPT/SGOT yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian perlakuan 7 hari dengan simvastatin dan vitamin C tidak mempengaruhi kadar SGPT dan SGOT. Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok perlakuan tidak berbeda dengan rerata kadar SGPT/SGOT kelompok normal (p>0,05). Induksi aloksan meningkatkan rerata kadar SGPT/SGOT. Pemberian simvastatin dan vitamin C sebelum dan setelah diinduksi aloksan dapat mengurangi peningkatan rerata kadar SGPT/SGOT pada kelompok perlakuan dankelompok kontrol positif. Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin lebih rendah dari pada kelompok vitamin C (p<0,05). Rerata kadar SGPT/SGOT kelompok simvastatin dan vitamin C lebih rendah dari kelompok aloksan (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitiandapat disimpulkan bahwa simvastatin dapat mencegah kenaikan kadar SGPT/SGOT tikus yang diinduksi aloksan.
Aktivitas Inhibisi A-Amilase Ekstrak Karagenan dan Senyawa Polifenol dari Eucheuma denticulatum
Samudra, Agung Giri;
Nugroho, Agung Endro;
Husni, Amir
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3023
Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan karagenan dan polifenol dariEucheuma denticulatum terhadap karbohidrat enzim α-amilase secara in vitro. Ekstrasi karagenan menggunakan larutan kalium hidroksida 0,5%. Polifenol diekstraksi dengan 50% (v/v) metanol. Identifikasi karagenan ditentukan dengan Fourier Transform Infrared (FTIR). Kandungan total fenol ekstrak ditentukan menurut metode Folin-Ciocalteu. Kemudian hasil ekstraksi diuji daya hambat aktivitas α-amilase. Ekstrak karagenan dan polifenol mempunyai kemampuan menghambat aktivitas IC50 α-amilase yaitu 12,16 dan 11,64 mg/mL. Ekstrak Polifenol  memiliki daya hambat α-amilase lebih tinggi dari pada ekstrak karagenan.Kata Kunci: Eucheuma denticulatum, karagenan, polifenol, α-amilase.
Layanan Pesan Singkat Pengingat untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat dan Kontrol Glikemik Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
Alfian, Riza
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3024
Diabetes melitus adalah penyakit metabolisme yang merupakan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang karena adanya peningkatan kadar glikemik darah di atas nilai normal. Ketidakpatuhan merupakan faktor kunci yang menghalangi pengontrolan glikemik darah sehingga membutuhkan intervensi untuk meningkatkan kepatuhan terapi. Pemberian layanan pesan singkat pengingat diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan terapi demi mencapai kontrol glikemikdarah yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan pesan singkat pengingat yang diberikan farmasis terhadap kepatuhan minum obat dan kontrol glikemik pasien diabetes melitus rawat jalan di Poliklinik penyakit dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini dilakukan menggunakan rancangan kuasi eksperimental dengan pengambilan data secara prospektif pasien rawat jalan selama bulan April-Mei 2015. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 65 pasien. Pasien diberikan intervensi layanan pesan singkat pengingat selama 7 hari berturut-turut.Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner kepatuhan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS) dan data glikemik darah diambil dari rekam medik. Uji statistik Wilcoxon digunakan untuk menganalisis data pre dan post penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat dapat meningkatkan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus dimana kepatuhan pre pengukuran hanya 6,01±1,81 sedangkan post meningkat menjadi 7,30±0,99 (p<0,05). Kadar glikemik darah puasa dan kadar glikemikdarah 2 jam post prandial mengalami penurunan dengan rata-rata penurunan untuk kadar glikemik darah puasa sebesar 14,66 ± 43,19 mg/dl dan 2 jam post prandial sebesar 25,09 ± 67,17 mg/dl (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian layanan pesan singkat pengingat oleh farmasis dapat meningkatkan kepatuhan pasien minum obat, hal ini ditunjukan dengan penurunan kadar glikemik darah pasien diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin (p<0,05).
Proportion and Factors Predicted Self- Medication in Elderly Population in Yogyakarta
Sari, Andriana;
Supadmi, Woro;
Perwitasari, Dyah Aryani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3025
Pharmacists should give more attention in giving pharmaceutical care services to the elderly patients, because the decrease of physiological function could result more drug related problems. Currently, elderly patients are interesting to do self- medication before visiting the physician. Thus, our study was aimed to understand the proportion of elderly patients who are interesting to do the self-medication and to explore the factors predicted self-medication behavior. This study was carried out by cross-sectional design. Data was collected by doing interview and giving questionnaire to the 544 elderly patients in the pharmacies of YogyakartaProvince which were chosen by proportional area sampling method. Data was analyzed descriptively and using the chi square test to understand factors which could be influenced self medication behavior. Most of the patients choose to do the self medication (63.6%) rather than directly went to the physician (36.4%). There were 3 predictors of self medication behavior in our study, which were occupation, income and type of disease with the RR were; 0.823 (95% CI:0.7010.965), 1.433 (95% CI:1.173-1.751) and 1.027 (95% CI: 1.059-1.376), respectively.The occupation, income and chronic disease could predict of self medication behavior in elderly patients.
Formulasi Emulgel Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) sebagai Sediaan Penyembuh Luka Bakar
Monika, Tika;
Edityaningrum, Citra Ariani;
Binarjo, Annas
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3026
Luka bakar merupakan suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Asam linoleat dan β-sitosterol merupakan senyawa aktif yang ditemukan didalam minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus L.) yang mempunyai aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik emulgel dan efek konsentrasi minyak biji bunga matahari pada sediaan emulgel terhadap aktivitas penyembuhan luka. Pada tahapan awal, minyak biji bunga matahari diidentifikasi kandungan β-sitosterol (menggunakan KLT) dan kandungan asam linoleatnya (menggunakan GS-MS). Selanjutnya minyak diformulasikan dalam emulgel dengan berbagai konsentrasiminyak biji bunga matahari yaitu F1 (3%), FII (5%), dan F III(10%). Krimdievaluasi sifat fisik meliputi pH, daya lekat, kemampuan proteksi, dan daya sebar; serta daya penyembuh luka bakar denganhewan uji marmut. Pembuatan luka bakar dilakukan dengan menggunakan solder yang telah dimodifikasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistika ANOVA dan LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan emulgel minyak biji bunga matahari dapat mempercepat penyembuhan luka bakar. Semakin tinggi konsentrasi minyak biji bunga matahari, semakin tinggi aktivitasnya terhadap penyembuhan luka, serta daya sebar dan daya lekatnya.
Uji Antihipertensi Infus Kombinasi Biji dan Rambut Jagung (Zea Mays L.) pada Tikus Jantan (Rattus norvegicus) dengan Metode Tail Cuff Non Invasive
Herman, Hendra;
Putra, Bayu
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3027
Penggunaan infus kombinasi biji dan rambut jagung sangat luas di masyarakat sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui uji efek antihipetensi infus kombinasi biji dan rambut jagung (Zea mays L.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus), menggunakan metode pengukuran tekanan darah Tail cuff non invasive. Tikus dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kelompok infus kombinasi rambut dan biji (50:50) dengan dosis 5 mg/gram, kelompok pembanding menggunakan Furosemid 45,75 mg/50 ml dan kelompok kontrolnegatif sebagai placebo. Tekanan darah sistol dan diastol diukur pada menit 30, 60 dan 120 setelah pemberian obat dengan menggunakan metode Tail cuff non invasive. Hasil penurunan tekanan darah kemudian dianalisis menggunakan metode Anova satu jalur dengan membandingkan pengaruh kelompok pelakuan terhadap penurunan tekanan darah tikus. Infus kombinasi biji dan rambut jagung(50:50) memberikan efek penurunan tekanan darah sistol yang sama dengan furosemid (p>0,05), tetapi memiliki efektifitas yang lebih besar terhadap penurunan tekanan darah diastol (p<0,05).
The Influence of Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) on Piroxicam Absorption with Everted Intestinal SAC Method
Prihapsara, Fea;
Artanti, Anif Nur;
Murrukmihadi, Mimiek
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 1: Maret 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i1.3028
Oral drug absorption was highly influenced by dissolution rate, especially for poorly and insoluble drugs. Piroxicam is a nonsteroidal anti-inflammatory drug that is practically insoluble in water. The oral absorption rate of piroxicam is dependent on its dissolution rate in the GI tract. Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) as surfactant can increase drug solubility by means of a micelle forming mechanism. The aim of the study was to know the influence of addition and variation of Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) on Piroxicam absorption with everted intestinal sac method. The concentration of piroxicam solution was prepared by PVP in 1.0,2.0 and 3.0 % respectively. Crane and Wilson tube containing 75 ml of themucosal fluid was taken at 37 0 C in waterbath. Than, serosal solution of 1.5 mlwas added to intestinal sac by turned upside down and tied to a cannula, then put into the tube containing the mucosal fluid and constantly flowing oxygen gas.Serosal solution of 1 ml were taken every 15 minutes and then diluted with 2 ml of Ba (OH) 2 and 2 ml of ZnSO4 then centrifuge until 25 minute. The absorbant of supernatant was measured by UV spectrophotometer and data analyse wascalculated by one-way ANAVA. PVP at 1%,2% and 3% increased piroxicamabsorption from the phosphate buffer pH 7.5 compared with negative control.According to P app , the values were 2.52 ± 0.43 cm/minute (negative control), 3.41 ± 2.17 cm/minute (1% PVP), 2.75± 1.14 cm/minute (2% PVP) and 4.77 ± 4.93 cm/minute (3% PVP) respectively. In conclusion. Lower doses of the surfactant (1%, 2%, and 3% PVP) significantly increased absorption of the drug by altering the membrane permeability.
Aplikasi Silika Mcm-41 Sebagai Material Berpori Dalam Adsorpsi Ibuprofen
Ahda, Mustofa
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i2.3754
Telah dilakukan kajian terhadap proses pemanfaatan MCM-41 sebagai padatan pendukung dalam transfer ibuprofen. MCM-41 disintesis menggunakan metode hidrotermal. Aplikasi MCM-41 sebagai padatan pendukung dilakukan dengan mengamati perubahan karakter MCM-41 baik struktur kristal MCM-41 dan kemampuan adsorpsinya terhadap ibuprofen. Hasil karakterisasi dengan difraksi sinar X terdeteksi 2Ɵ : 22,62 dan 23,10. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan adsorpsi MCM-41 terhadap ibuprofen terdeteksi dengan penghilangan pelarut pada temperatur kamar. Hal ini juga dibuktikan dengan data kemampuan MCM-41 dalam mengadsorpsi ibuprofen mengalami kenaikan dengan bertambahnya konsentrasi ibuprofen. Kata kunci: MCM-41, ibuprofen, adsorpsi
Perbandingan Antara Penggunaan Pengikat Dan Humektan Terhadap Sifat Fisik Sediaan Pasta Gigi Ekstrak Etanol 96% Daun Sosor Bebek (Bryophylum Pinnatum [Lam.] Oken)
Elfiyani, Rahmah;
Setiadi. R, Naniek;
Me, Sri i Dwi;
Maesaroh, Siti
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i2.3755
Daun sosor bebek (Bryophyllum pinnatum [Lam.] Oken) merupakan bahan alam yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans. Pada pembuatan pasta gigi digunakan Xanthan gum dan Natrium Karboksimetil selulosa sebagai pengikat, serta menggunakan sorbitol dan gliserin sebagai pelembab (humektan). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh penggunaan bahan pengikat dan pelembab (humektan) terhadap stabilitas fisik pasta gigi ekstrak etanol 96% daun sosor bebek. Pasta gigi dibuat dalam 5 formula dengan konsentrasi xanthan gum sebagai pengikat 1,5; 1,75; 2; 2,5; 3%, dan 5 formula dengan konsentrasi sorbitol sebagai humektan 10; 20; 30; 40; 50%. Tiap formula dievaluasi selama 6 minggu meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, tinggi busa. Selain itu dilakukan uji freeze thaw dan sentrifugasi. Hasil data viskositas formula dengan bahan pengikat xanthan gum 232.700 - 555.300 cps, sedangkan hasil data viskositas formula dengan bahan humektan sorbitol 14.133 - 75.600 cps. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa peningkatan konsentrasi pengikat dalam formula lebih efektif untuk meningkatkan konsistensi dan viskositas sediaan dibandingkan dengan peningkatan konsentrasi pelembab sehingga meningkatkan stabilitas sifat fisik sediaan pasta gigi.
Efek Antioksidan Ekstrak Etanol Ganggang Hijau (Ulva Lactuca L.) Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Dan Aktivitas Enzim Superoksida Dismutase (SOD) Hepar Tikus Yang Diinduksi CCL4
Widyaningsih, Wahyu;
Sativa, Riza;
Primardiana, Indra
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/mf.v12i2.3756
Kerusakan hepar sering disebabkan karena stress oksidatif yang berkaitan erat dengan radikal bebas. Karbon tetraklorida merupakan senyawa toksik sumber radikal bebas penyebab timbulnya stress oksidatif. Adanya kerusakan jaringan tersebut dapat ditandai dengan meningkatnya kadar malonildialdehid (MDA) dan kenaikan kadar enzim superoksid dismutase (SOD). Ganggang hijau (Ulva lactuca L.) mengandung senyawa melatonin yang berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) sebagai antioksidan dengan parameter kadar MDA dan aktivitas enzim SOD hepar tikus yang diinduksi CCl4. Penelitian ini bersifat eksperimental menggunakan post-test only control group design dilakukan pada 25 hewan uji yang dibagi menjadi lima kelompok, terdiri dari kelompok I (normal) hanya diberi makan dan minum, kelompok II diberi CMC-Na 1%, kelompok III (kontrol pembanding) diberi tablet curcuma 200 mg/KgBB, kelompok IV dan V diberi ekstrak etanol ganggang hijau dosis 100 dan 200 mg/KgBB. Perlakuan dilakukan selama 21 hari dan pada hari ke-22 diinduksi CCl4 1,0 ml/KgBB intraperitoneal(i.p) kecuali kelompok I. Setelah 24 jam, hepar tikus diambil dan diukur kadar MDA hepar dengan metode TBARs. Aktivitas enzim superoksida dismutase (SOD) menggunakan metode spektrofotometri. Analisis data menggunakan One way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA hepar meningkat dan aktivitas enzim SOD menurun secara signifikan akibat induksi CCl4 (p<0,05). Tablet curcuma dosis 200 mg/kgBB, ekstrak etanol ganggang hijau dosis 100 dan 200 mg/KgBB dapat menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas SOD hepar tikus yang diinduksi CCl4 secara signifikan (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol ganggang hijau (Ulva lactuca L.) mempunyai aktivitas antioksidan dengan menurunkan kadar MDA dan meningkatkan aktivitas enzim SOD hepar tikus yang diinduksi CCl4.