cover
Contact Name
widyasari putranti
Contact Email
widyasari@pharm.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mediafarmasi@pharm.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Farmasi : Jurnal Ilmu Farmasi (Journal Of Pharmaceutical Science)
ISSN : 14127946     EISSN : 25035223     DOI : 10.12928
Core Subject : Health, Science,
Media Farmasi is a scientific journal published by the University of Ahmad Dahlan worked closely with Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Media Farmasi published two times a year, namely in March and September since 2002 with ISSN 1412-7946 and e-ISSN 2503-5223. The article published in the Journal Media Farmasi selected by editors and reviewed by the reviewer. Articles published in Media Farmasi must not be published in other journals or have been previously published. Media Farmasi publishes a review article, original article, as well as short communication in all scopes of Pharmaceutical Science.
Arjuna Subject : -
Articles 455 Documents
Pengaruh Pemberian Fraksi Etil Asetat Ekstrak Etanol 70% Herba Pegagan Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Tikus Putih Jantan Dwitiyanti, Dwitiyanti; Sediarso, Sediarso; Kusuma, Ade Andar
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3757

Abstract

Luka bakar merupakan respon kulit dan jaringan subkutan terhadap suhu untuk memperbaiki jaringan akibat luka bakar digunakan pegagan. Herba pegagan mempunyai khasiat untuk memperbaiki jaringan granulasi kulit dan penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian fraksi etil asetat herba pegagan terhadap penyembuhan luka bakar. Hewan uji yang dipakai adalah tikus putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Kelompok I (kontrol normal), kelompok II (kontrol negatif), kelompok III (kontrol positif) dilukai dan diberi povidon iodium, kelompok IV, V dan VI dilukai dan diberi fraksi etil asetat ekstrak etanol herba pegagan 0,37%, 0,93% dan 1,49%. Punggung tikus diinduksi dengan logam panas dengan suhu 105oC. Pengamatan dilakukan 2 hari sekali selama 14 hari. Data yang didapat diuji secara statistik dengan uji ANOVA dua arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey. Hasilnya adalah kelompok konsentrasi 0,93% dan konsentrasi 1,49% memiliki khasiat setara dengan kelompok kontrol positif.  
Uji Sifat Fisik Dan Aktivitas Ekstrak Daun Petai Cina (Leucaena Glauca, Benth) Dalam Berbagai Tipe Basis Salep Sebagai Obat Luka Bakar Widyantoro, Olvia Becatami; Sugihartini, Nining
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3758

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang dapat disebabkan kontak dengan sumber panas. Daun petai cina mengandung senyawa aktif saponin, alkaloid, flavonoid dan tanin yang mempunyai aktivitas sebagai penyembuh luka bakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tipe basis salep terhadap aktivitas penyembuhan luka bakar dan sifat fisiknya. Ekstrak daun petai cina diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak dibuat salep dengan basis salep hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air. Salep dievaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya lekat, daya sebar, proteksi dan daya penyembuh luka bakar menggunakan hewan uji marmut. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistika dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji menunjukkan bahwa urutan basis salep yang memberikan homogenitas yang bagus adalah hidrokarbon, absorbsi dan larut air. Urutan daya sebar terluas adalah hidrokarbon, larut air, absorbsi dan tercuci air. Dari hasil uji daya lekat urutan daya lekat dari yang terlama adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air, sedangkan urutan kecepatan penyembuhan luka bakar dari yang tercepat adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air. Diketahui pula bahwa tipe basis tidak mempengaruhi nilai pH. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan basis salep dari urutan terbaik adalah hidrokarbon, absorbsi, larut air dan tercuci air.  
Aktivitas Antihipertrigliserida Dan Antihiperglikemik Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Pada Tikus Hipertrigliserida Diabetes Wardani, Elly; Sunaryo, Hadi; Sopiani, Muhammad Zaki; Fatahillah, Mulki
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3759

Abstract

Gaya hidup yang tidak sehat (obesitas) menjadi pemicu utama meningkatnya prevalensi diabetes mellitus dan aterosklerosis atau bahkan komplikasi keduanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemberian ekstrak etanol 70% daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap penurunan kadar trigliserida dan glukosa darah pada tikus putih hipertrigliseridemia dan diabetes. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok. Sebagai bahan pembanding digunakan Fenofibrat dengan dosis 9 mg/KgBB dan Glibenklamid dosis 0,9 mg/KgBB. Bahan uji diberikan selama 21 hari menggunakan 3 variasi dosis, yaitu 150 mg, 300 mg dan 600 mg/KgBB. Berdasarkan hasil uji analisa statistik ANOVA satu arah disimpulkan bahwa dosis 300 mg/KgBB dan dosis 600 mg/KgBB mempunyai aktivitas yang sama dalam menurunkan kadar trigliserida darah dibandingkan dengan kontrol positif Fenofibrat dosis 9 mg/KgBB. Sedangkan ekstrak etanol 70% daun kelor dosis 150 mg/KgBB, 300 mg/KgBB dan 600 mg/KgBB mempunyai kemampuan menurunkan kadar glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan dan pakan tinggi trigliserida sebanding dengan Glibenklamid dosis 0,9 mg/Kgbb.  
Efek Pemberian Subkronis Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma Longa Linn.) Pada Hati Tikus Maharani, Hestuning Winda; Bachri, Moch. Saiful
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap hati tikus jantan galur Wistar jika diberikan jangka panjang (subkronis) dengan melihat aktivitas AST dan ALT. Tikus sejumlah 32 ekor, dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok I (kontrol) diberi larutan CMC-Na 0,5%, kelompok II, III dan IV diberi ekstrak etanol rimpang kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Perlakuan selama 31 hari, kemudian data hasil uji dianalisis menggunakan Uji Kruskal-Wallis dilanjutkan Uji Mann-Whitney U dengan taraf kepercayaan 95%. Dari hasil penelititan diketahui bahwa aktivitas AST dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB berturut-turut adalah 18,75±0,03 U/L, 18,75±0,03 U/L, dan 20,39±0,05 U/L. Evektivitas ALT adalah 23,42±0,02 U/L, 23,67±0,03 U/L, dan 24,45±0,05 U/L. Kontrol AST adalah sebesar 18,69±0,03 U/L dan ALT sebesar 23,49±0,02 U/L. Hasil analisis menunjukkan nilai AST dosis 50 dan 100 mg/kgBB tidak berbeda signifikan dengan AST kontrol, tetapi nilai AST dosis 200 mg/kgBB berbeda signifikan dengan kontrol namun masih dalam range normal, nilai ALT ketiga dosis tidak berbeda signifikan dengan ALT kontrol. Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak etanol kunyit dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB selama 31 hari tidak menyebabkan toksik pada hati tikus jantan galur Wistar dilihat dari nilai AST dan ALT yang masih dalam range normal.   
Faktor Yang Mempengaruhi Penurunan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri Pada Pasien Kanker Yang Mendapatkan Kemoterapi Doksorubisin Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Maifitrianti, Maifitrianti; Sutandyo, Noorwati; Andrajati, Retnosari
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3761

Abstract

Doksorubisin masih sering digunakan dalam pengobatan kanker. Efek samping doksorubisin terhadap jantung perlu mendapatkan perhatian khusus. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri dan faktor risiko yang mempengaruhinya pada pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin di Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD). Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien. Populasi adalah pasien kanker yang mendapatkan kemoterapi doksorubisin minimal 4 siklus periode Oktober 2011-Oktober 2013. Penilaian fungsi jantung didapatkan dari data Echocardiography jantung yaitu fraksi ejeksi ventrikel kiri sebelum kemoterapi dan setelah siklus terakhir kemoterapi. Penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada penelitian dinilai sebagai penurunan yang bermakna. Analisis statistik menggunakan software Statistical Products Social Science (SPSS) versi 18. Sebanyak 77 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Sebanyak 37 pasien (48,05%)  mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri <10% dan sebanyak  28  pasien  (36,36%) mengalami penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10%. Hipertensi berpengaruh terhadap penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% secara bermakna (p=0,032). Jenis kelamin laki-laki dan radiasi dada kiri menunjukkan adanya kecenderungan berhubungan dengan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% (p=0,095 dan p=0,051). Doksorubisin dapat menyebabkan penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri ≥10% pada lebih dari sepertiga pasien kanker di RSKD dan faktor yang paling mempengaruhinya adalah komorbiditas hipertensi. Kata Kunci: doksorubisin; faktor risiko; penurunan fraksi ejeksi ventrikel kiri 
Quercetin And Curcumin Prevent Decreasing Of LDL-Cholesterol And Increasing Of HDL-Cholesterol In High Fat Diet Rats Harumi P, Made; Trisna, Gita; Odiyana P G, Nyoman; Aulia R, Deby; Khrisnawati, Putri; Farmawati, Arta
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3788

Abstract

Cardiovascular disease is number one killer disease in the world. The most common etiology is atherosclerosis. LDL and HDL-cholesterol are often associated with atherosclerosis which are affected by diet. Quercetin and curcumin considered have influenced to LDL and HDL. They are antioxidant that protect against LDL oxidation and raised HDL-cholesterol. In this study, we invest about comparison effect of prevention in LDL and HDL level change, after giving quercetin and curcumin. 20 males Rattus novergicus rats in 200-300 grams divided into 4 groups. Group B, C, D were given high-fat diet for 4 weeks, while group A (negative control) was given standard woof. Group B was positive control and no treatment, C was given quercetin, D was given curcumin. The treatment and giving high-fat diet was done simultaneously to detect prevention effect. HDL and LDL-cholesterol evaluated two times, pre and post-treatment. Result showed the increase prevention level of LDL-cholesterol and decrease prevention level of HDL-cholesterol in group C and D significantly. The best prevention effect is quercetin, p=0.000. Furthermore, we showed there was no significant correlation between DLDL and DHDL-cholesterol level. In conclusion, quercetin and curcumin have a good effect in preventing hypercholesterolemia, however quercetin have better effect than curcumin.  
STUDI RETROSPEKTIF PENYALAHGUNAAN OBAT PADA PASIEN KETERGANTUNGAN OBAT DI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Miratulhusda, Nada Windayanti; Cahaya, Noor; Fadilaturrahmah, Fadilaturrahmah
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 12 No. 2: September 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v12i2.3807

Abstract

Penyalahgunaan obat di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik pasien ketergantungan obat, pola penyalahgunaan obat, status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit dan mengetahui hubungan karakteristik pasien dan pola penyalahgunaan obat terhadap status pengobatan pasien ketika keluar dari rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengumpulan data dilakukan melalui rekam medik pasien periode Januari 2012-Desember 2013. Analisis data menggunakan uji statistik Frequency dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan pasien dengan tingkat pendidikan terakhir SD persentasenya 34,2%; SMP 36,8%; SMA 26,3% dan D3 2,6%. Pasien menyalahgunakan obat pertama kali pada usia 11-19 tahun persentasenya 50,0%, 20-29 tahun 42,1% dan 30-39 tahun 7,9%. Pola penyalahgunaan obat untuk jenis NAPZA persentasenya 26,3%; non NAPZA 13,3% dan campuran keduanya 60,5%. Penyalahgunaan obat dengan jumlah 1 item persentasenya 15,8%; 2 item 34,2%; 3 item 34,2%; 4 item 10,53% dan 5 item 5,26%. Status rehabilitasi pasien ketika keluar dari rumah sakit untuk new add persentasenya 5,3%; induction 13,2%; younger 13,2%; middle 28,9%; older 18,4% dan re-entry 21,1%. Hasil uji statistik chi-square menunjukkan tidak ada hubungan antara status pengobatan pasien terhadap pendidikan terakhir (p = 0,722), usia ketika pertama kali menyalahkan obat (p = 0,836) dan jumlah obat yang disalahgunakan (p =0,713).Kata kunci: Studi retrospektif, penyalahgunaan obat
Pengaruh Pemakaian PEG 400 Dan Mentol Dalam Patch Mukoadhesif Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Transpor Senyawa Polifenol I, Setyawan E; Samirana, P O; A. Indyayani, I G
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5738

Abstract

Patch bukal merupakan sediaan obat dengan sistem penghantaran transmukosa. Kemampuan absorpsi zat aktif sediaan Patch bukal dapat dimodifikasi dengan penambahan suatu plasticizers dan permeation enhancer.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemakaian PEG 400 dan mentol terhadap transpor serta mengetahui proporsi PEG 400 dan mentol yang dapat memberikan transpor optimum senyawa polifenol ekstrak daun sirih (Piper bitle L.) dari patch bukal secara in vitro. Metode yang digunakan untuk menentukan perbandingan jumlah PEG 400 dan mentol adalah dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji transpor senyawa polifenol dari patch dilakukan selama 23 jam dengan menggunakan sel difusi Franz dengan membran Whatmann No. 1. Jumlah senyawa yang tertranspor ditetapkan kadarnya dengan instrumen Spektrofotometer-UV. Verifikasi formula optimum dilakukan sebanyak 3 kali dengan Single Simple Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PEG 400 dan mentol dapat meningkatkan jumlah polifenol yang tertranspor. Hubungan pengaruh PEG 400 dan mentol dapat digambarkan melalui persamaan special cubic, y =  3,26071 (A) + 4,31372 (B) + 2,80876 (A)(B) + 0,64912 (A)(B) (A-B). Verifikasi formula optimum menghasilkan p-value 0,503(>0,05). Permodelan transpor polifenol melalui membran dapat digambarkan dengan model 4 kompartemen dan menghasilkan kecepatan masing-masing L(2,1) sebesar 0,013 mgEAG/cm2/jam, L(3,2) sebesar 0,050 mgEAG/cm2/jam, L(4,1) sebesar 0,089 mgEAG/cm2/jam, dan L(3,4) sebesar 0,027 mgEAG/cm2/jam. Kata kunci: Piper betle, mentol, Patch bukal, PEG 400, polifenol.
Formulasi Sediaan Sabun Mandi Padat Ekstrak Etanol Umbi Bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Sukawaty, Yullia; Warnida, Husul; Artha, Ananda Verranda
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5739

Abstract

Kulit merupakan bagian dari tubuh yang melindungi bagian dalam tubuh dari gangguan fisik maupun mekanik, gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet dan gangguan kuman. Hal tersebut memicu kebutuhan akan perlindungan kulit dengan menggunakan kosmetika seperti sabun. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai antibakteri adalah umbi bawang Tiwai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Uji mutu sediaan sabun mandi padat yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji organoleptik, pH, kadar air, dan asam lemak bebas. Uji dilakukan pada hari ke-1, ke-7 dan ke-14 untuk mengetahui perbedaan mutu selama waktu penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan sediaan sabun padat dari ekstrak etanol umbi bawang Tiwai (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) dengan variasi minyak zaitun, minyak kelapa dan minyak sawit dapat diformulasikan menjadi sabun mandi padat yang memenuhi persyaratan SNI 06-3532-1994. Kata kunci: antibakteri, Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb., sabun padat, SNI 06-3532-1994
Aktivitas Penangkapan Radikal 2,2–Difenil–1–Pikrilhidrazil (DPPH) Oleh Ekstrak Metanol Paprika Merah (Capsicum annuum, L.) Warsi, Warsi; Guntarti, Any
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 13 No. 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5740

Abstract

Paprika merah (Capsicum annum L.) banyak mengandung β–karoten  (provitamin A), likopen, vitamin E serta vitamin C telah diuji aktivitasnya sebagai penangkap radikal 2,2–difenil–1–pikrilhidrazil (DPPH). Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak yang diperoleh dilakukan analisis aktivitas antioksidannya secara kualitatif dengan larutan DPPH 0,4 mM dan reagen ferri tiosianat. Identifikasi terhadap senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan dilakukan dengan spektrofotometer UV–Vis. Aktivitas penangkapan radikal DPPH oleh ekstrak metanol paprika merah ditetapkan secara spektrofotometri pada panjang gelombang 517 nm. Dari hasil analisis diperoleh nilai IC50 paprika merahsebesar0,299 ± 4,98x10-3 mg/mL. Aktivitas paprika merah sebagai penangkap radikal DPPH  kurang poten dibandingkan dengan β–karoten (IC50 0,066 ± 3,24x10-3 mg/mL). Kata kunci : antioksidan, paprika merah, Capsicum annuum, DPPH

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025 Vol. 22 No. 1: March 2025 Vol. 21 No. 2: September 2024 Vol. 21 No. 1: March 2024 Vol 20, No 2: September 2023 Vol. 20 No. 2: September 2023 Vol 20, No 1: March 2023 Vol. 20 No. 1: March 2023 Vol. 19 No. 2: September 2022 Vol 19, No 2: September 2022 Vol 19, No 1: March 2022 Vol. 19 No. 1: March 2022 Vol. 18 No. 2: September 2021 Vol 18, No 2: September 2021 Vol. 18 No. 1: Maret 2021 Vol 18, No 1: Maret 2021 Vol. 17 No. 2: September 2020 Vol 17, No 2: September 2020 Vol. 17 No. 1: Maret 2020 Vol 17, No 1: Maret 2020 Vol 16, No 2: September 2019 Vol. 16 No. 2: September 2019 Vol. 16 No. 1: Maret 2019 Vol 16, No 1: Maret 2019 Vol 15, No 2: September 2018 Vol. 15 No. 2: September 2018 Vol. 15 No. 1: Maret 2018 Vol 15, No 1 (2018) Vol 15, No 1: Maret 2018 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol 14, No 2 : September 2017 Vol. 14 No. 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol 14, No 1: Maret 2017 Vol. 13 No. 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 2: September 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol 13, No 1: Maret 2016 Vol. 13 No. 1: Maret 2016 Vol. 12 No. 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 2: September 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol 12, No 1: Maret 2015 Vol. 12 No. 1: Maret 2015 Vol 11, No 2: September 2014 Vol 11, No 2: September 2014 Vol. 11 No. 2: September 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol. 11 No. 1: Maret 2014 Vol 11, No 1: Maret 2014 Vol 10, No 2: September 2013 Vol 10, No 2: September 2013 Vol. 10 No. 2: September 2013 More Issue