cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
BAHASTRA
ISSN : 02154994     EISSN : 25484583     DOI : 10.26555
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 198 Documents
SIMBOL RAMA DAN EPOS RAMAYANA BAGI RAJA DAN MASYARAKAT JAWA Wachid Eko Purwanto
BAHASTRA Vol 33, No 2 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.547 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v33i2.2186

Abstract

Epos Ramayana merupakan epos kuno yang ditulis dalam tujuh kanda terdiri atas 24.000 sloka. Di Jawa epos Ramayana pertama kali muncul secara lengkap dalam bentuk relief di Candi Lara Jonggrang yang dibangun sekitar tahun 782 hingga 872 M. Epos tua yang hidup di masyarakat Jawa ini pastilah mempunyai ajaran. Tokoh Rama sebagai tokoh utama merupakan simbol paling utama dalam epos ini. Berkait dengan simbol ajaran, tokoh Rama dalam epos Ramayana Jawa mempunyai fungsi bagi Raja Jawa dan masyarakat Jawa. Bagi raja simbol tokoh Rama memiliki tiga fungsi utama. Pertama sebagai fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi legitimasi kekuasaan. Ketiga adalah fungsi pencitraan. Adapun bagi masyarakat Jawa, simbol tokoh Rama memiliki dua fungsi utama. Pertama adalah fungsi spiritual. Kedua adalah fungsi filosofis.
CAMPUR KODE DAN INTERFERENSI DI LINGKUNGAN KOS AVITO. Cerianing Putri Pratiwi
BAHASTRA Vol 34, No 1 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.118 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v34i1.3973

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk campur kode pada percakapan pengguni kos Avito dan mendeskripsikan bentuk Interferensi pada percakapan pengguni kos Avito. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa percakapan pengguni kos Avito cukup banyak menggunakan campur kode. Penggunaan campur kode tersebut dipengaruhi oleh  identitas peranan, identifikasi ragam, dan keinginan untuk menafsirkan atau menjelaskan. Pencampuran bahasa dilakukan karena dilatarbelakangi oleh situasi dan penutur yang sama-sama berasal dari daerah (Jawa), penutur A yang mencampurkan bahasa Indonesia ke bahasa Jawa di latar belakangi oleh keterbiasaan dalam menuturkan tuturan dengan orang. Sama halnya dengan penutur B yang mencampurkan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia dilatar belakangi oleh adanya kutipan-kutipan orang yang dibicarakan, sehingga penutur B mencampurkan bahasa Indonesia ketika mengutip pembicaraan seseorang. Interferensi yang terjadi dikarenakan kesalahan bahasa yang berupa unsur bahasa sendiri yang dibawa ke dalam bahasa atau dialek lain yang dipelajari. Interferensi ini terjadi dalam pembentukan kata dengan menyerap afiks-afiks bahasa lain.
JENIS MATERI AJAR CERITA PENDEK DALAM BUKU SISWA BAHASA INDONESIA SMA DAN RELEVANSINYA DENGAN KURIKULUM 2013 Main Sufanti
BAHASTRA Vol 36, No 1 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.947 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v36i1.5059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan jenis materi ajar cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia SMA, dan (2) mendeskripsikan relevansi jenis materi  ajar tersebut dengan kompetensi Kurikulum 2013. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat, dan paragraf yang terdapat dalam buku Siswa dan kompetensi dalam Kurikulum 2013. Sumber data  berupa buku siswa Bahasa Indonesia,  Ekspresi Diri dan Akademik kelas X,XI, dan XII yang diterbitkan oleh Kemendikbud 2014 dan  KI – KD Bahasa Indonesia  SMA Kurikulum 2013. Data-data tersebut dikumpulkan dengan teknik simak dan catat.  Teknik keabsahan data digunakan  trianggulasi teori. Teknik analisisnya adalah pembacaan semiotik dan komparatif.Hasil penelitian ini sebagai berikut. (1) Jenis materi ajar cerpen dalam buku siswa Bahasa Indonesia meliputi materi ajar aspek kognitif yang terdiri fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, materi ajar aspek afektif, dan materi ajar aspek psikomotor. Materi ajar fakta berupa teks cerpen, pertanyaan faktual isi cerpen, dan mengidentifikasi kosa kata dan kalimat dalam cerpen. Materi ajar konsep berupa pengertian, ciri-ciri, dan struktur cerpen, unsur  kebahasaan, latar belakang sosio pengarang, keterkaitan isi cerpen dengan kenyataan, dan peristiwa monologis dan dialogis. Materi ajar prinsip berupa struktur cerpen. Materi ajar prosedur yaitu proses kreatif penulisan dan langkah-langkah menulis cerpen. Jenis materi ajar aspek afektif berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan sikap, tanggapan, pendapat, dan harapan setelah membaca atau sebelum menulis cerpen. Adapun materi ajar psikhomotor berupa tugas membangun, mengabstraksi, mengonversi,  memproduksi,  dan menyunting teks cerpen. (2) Semua materi ajar itu relevan dengan kompetensi Kurikulum 2013. Materi ajar aspek kognitif sesuai dengan KD pada KI-3 yaitu kompetensi  pengetahuan. Materi ajar aspek afektif sesuai dengan KD pada KI-2 yaitu aspek sosial. Adapun materi ajar pada aspek psikhomotor relevan dengan KD pada KI 4 yaitu kompetensi keterampilan. 
PENGARUH METODE DISKUSI BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH SEMANTIK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UMRAH TAHUN AKADEMIK 2014/2015 Indah Pujiastuti
BAHASTRA Vol 37, No 2 (2017): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1671.094 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v37i2.6855

Abstract

This research aims to know the influence of the method of discussion-based mind mapping to learning outcomes of Semantics. Discussion and  mind mapping involves the right brain and left, as well as a focus on learning styles of students.  This study is about Praeksperimental Design Static Group Comparison. The population in this study was all student who became grade of 2013 amounthed to 68 people.  The test results are then analyzed by t-test. The result indicated that experimental classes have an average score of 66, while the control class has an average score of 44. T and t count comparison table of experimental groups showed that t count (6.708) > t table (3.21). T and t count comparison table the control group suggests that t count (6.713) > t table (0.678). The results of the Sig (2-tailed) any two groups indicating that the Sig (2-tailed) confidence level < (0.025). Those results indicated was Ho denied and Ha received, which means the discussion using mind mapping the positive effect to the learning outcomes of Semantics. 
KEARIFAN LOKAL DAN BENTURAN BUDAYA ORANG INDONESIA DI NEGARA LUAR DALAM NOVEL EDENSOR KARYA ANDREA HIRATA Fauzi Rahman; Ryan Hidayat
BAHASTRA Vol 38, No 1 (2018): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.263 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v38i1.8261

Abstract

 This study aims to find out the image of the values of local wisdom and cultural clash of Indonesian people who bring the mission of nationalism in the country outside, in the novel Edensor by Andrea Hirata. The method used in this research is qualitative descriptive with content analysis technique. Content analysis technique means textually searching for words, sentences, or ideas related to the research topic to then the data obtained are presented, verified, and drawn conclusions. The results obtained from this study indicate that the aspects of local culture appear more prominent or more dominant than other aspects, followed by aspects of religion, custom, and social. The dominant aspect of local culture is that of the characters in the novel because the clearly described figures still have an awareness to defend their culture despite the onslaught of Western cultures. If this is analogous to the representation of the people of Indonesia, then this awareness that carried Edensor. The success of the characters won the bets visiting as many countries as possible to foster self-confidence and pride as the nation of Indonesia. The realization that even though Indonesia is still a moratorium, still lagging behind in science and technology, has grown awareness to dare to advance and forge itself in global competition. It is possible for this nation to change for the better, not only in the mastery of science, but also in the improvement of attitudes in maintaining local wisdom, even if it was abroad.
Analisis novel Pudarnya Pesona Cleopatra karya Habiburrahman El-Shirazy ditinjau dari aspek Sosiologi Sastra Ryan Hidayat; Prima Pantau Putri Santosa
BAHASTRA Vol 39, No 1 (2019): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.835 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v39i1.12614

Abstract

The purpose of the study are to assess described the extent to which aspects concerning the achievement of sociology of a literary work in the novels of pudarnya a charm cleopatra the work of habiburrahman el-shirazy .Planned in the methodology for in this research was a method of descriptive of an analysis of the contents of the , by portraying the aspect of sociology literature in the novels of pudarnya a charm cleopatra the work of habiburrahman el-shirazy .The results and of discussion to be addressed the data obtained from the of novels a charm pudarnya clepoatra the work of habiburrahman el-shirazy consisting of 51 in the picture to the .Of novels analyzed according on the aspects falling under sociology literature , which includes the sociology a literary work , 1 ) the element of a social system: a political system as many as 0 points , a system of belief 18 points , the economic system 9 points , and the system of education as many as 6 points , 2 ) value system as many as 20 points and a system of an idea 6 points , and 3 ) culture equipment as many as 3 points
ANALISIS TEKS EKSPLANASI PADA MEDIA MASA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Iis Suwartini
BAHASTRA Vol 32, No 1 (2014): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.605 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v32i1.3242

Abstract

Proses pembelajaran materi teks eksplanasi perlu menerapkan metode pembelajaran yang efektif. Pembelajaran hendaknya mencakup empat aspek keterampilan berbahasa yaitu: menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Penerapan pembelajaran berbasis masalah pada materi teks eksplanasi merupakan salah satu cara untuk menciptakan pembelajaran yang kondusif.Metode Pembelajaran berbasis masalah mengangkat permasalahan yang ada disekitar kita. Peserta didik dapat mengetahui permasalahan yang ada melalui teks eksplanasi. Permasalahan tersebut kemudian dianalisis bersama teman sekelompok dan dievaluasi oleh dosen. Metode pembelajaran berbasis masalah ialah suatu model pembelajaran yang menekankan pada permasalahan yang ada disekitar. Metode ini sengaja dipilih karna terdapat beberapa keuntungan diantaranya: (1) membangun kerjasama antar mahasiswa, (2) membentuk mahasiswa yang cerdas,kritis, aktif dan kreatif. (3) terbentuknya lingkungan belajar yang kondusif. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, teks eksplanasi dan media masa
KLASIFIKASI KOSAKATA PERMAINAN RAKYAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Sabhan Rasyid
BAHASTRA Vol 35, No 2 (2016): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.385 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v35i2.4863

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pengamatan pada objek kebudayaan, yaitu permainan rakyat. Permainan rakyat yang dimaksud adalah permainan yang dimainkan oleh masyarakat yang sifatnya masih tradisional. Kegiatan pengambilan data dilakukan di 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan menerjemahkan data kosakata permainan rakyat Melayu Kabupaten Sambas. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan etnolinguistik yang memandang hubungan bahasa dengan unsur budaya di dalam masyarakat Melayu Sambas. Analisis yang dilakukan peneliti terhadap data yang dikumpulkan adalah analisis jenis makna berdasarkan klasifikasi alat, teknik, nama pemain, dan nama permainan rakyat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, peneliti berhasil menghimpun 173 kata sebagai data penelitian. Keseluruhan data tersebut didapatkan dari proses wawancara dan perekaman yang dilakukan peneliti selama meneliti di Kabupaten Sambas. Keseluruhan data tersebut terdiri atas 30 jenis permainan rakyat dengan klasifikasi, yaitu 51 kata berupa klasifikasi alat, 44 klasifikasi teknik, 4 klasifikasi nama pemain, dan 30 klasifikasi nama permainan.
IMPLIKATUR WACANA HUMOR GELAR WICARA INI TALKSHOW DI NET TV Nur Irfansyah; Sumarlam Sumarlam
BAHASTRA Vol 37, No 1 (2017): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.646 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v37i1.6302

Abstract

The goal reached in this study is to describe and explain (1) implicature entity; (2) violation of cooperative principle; and (3) violation of politeness principle. The research is qualitative approach in content analysis and pragmatics theory designed. Data is humor discourse on Ini Talkshow program at NET TV, collected by recoding and taking a note. Data validation investigated by applying data triangulation. Then, data analyzed by using interactive models. The result study presented that (1) humor discourse of impicature entity on Ini Talkshow such as mentioning, expressing, refusing, instituating, judging, accusing, claiming, asking/want, mocking, evicting, and threatening; (2) violated of cooperative principle maxim such as quantity, quality, relevance, and manner; and (3) besides violating cooperative principle, the implicature expressing also violated positive and negative politeness. This violation was done deliberately in case to create the humor sense of audience minds.
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENYIMAK PADA PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF MELALUI MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA SISWA SEKOLAH DASAR Fauzatul Ma&#039;rufah Rohmanurmeta
BAHASTRA Vol 38, No 1 (2018): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.222 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v38i1.7931

Abstract

The purpose of this research is to know the application of interactive multimedia, improvement of learning achievement, and the advantages of interactive multimedia. This research use desciptive qualitative approach. The subjects studied were the students of grade 1, amounting to 24 people. The type of research used is classroom action research (PTK) with data collection techniques through test, observation, and documentation. This data analysis technique using data analysis with interactive model, and in the analysis and data collection activities using 2 cycles that is cycle I and cycle II. The result of the research shows that there is an increase of learning achievement by using interactive multimedia in integrative thematic learning with the value of ≥70 as much as 80% of students, student cooperation with the provision of ≥75 80% and student motivation with the value of ≥75 as much as 80%. So it can be seen the advantages of interactive multimedia is to make learning more fun, can improve the achievement listening integrative thematic learning, foster student potential, improve student cooperation. While the shortage is a long time in preparation and require the availability of facilities.    Â