cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : 2355620X     DOI : 10.12928
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Tutor Sebaya pada Pokok Bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik Sumarli Sumarli; Eka Murdani
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.232 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i2.10845

Abstract

Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yang kurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Hal tersebut menyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitan dalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan peserta didik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat atau gagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmu yang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel Hambatan Listrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya.Pada pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih sering ditemukan peserta didik yangkurang aktif atau tidak aktif sama sekali dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.Hal tersebutmenyebabkan tidak meratanya ilmu yang disampaikan oleh seorang guru dan terjadi kesulitandalam melakukan penilaian kepada peserta didik di dalam kelas. Model pembelajaran kolaboratifdengan tutor sebaya merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan dalam kegiatan pembelajarandi kelas. Setiap kelompok terdiri dari peserta didik yang berprestasi rendah, sedang dan pesertadidik yang berprestasi tinggi bertindak sebagai tutor. Tujuannya agar setiap peserta didik merasaterlibat aktif dalam proses pembelajaran dan tidak malu dalam mengemukakan pendapat ataugagasan kepada sesama teman kelompoknya. Dengan demikian akan didapatkan pemerataan ilmuyang diterima oleh peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran. Telah dibuat RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP) mengenai pokok bahasan Rangkaian Seri-Paralel HambatanListrik yang sesuai dengan model pembelajaran kolaboratif dengan tutor sebaya.
Sampul Vol. 1 No. 2 JRKPF UAD
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.993 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i2.1992

Abstract

JRKPF Vol. 1 No. 2 [Oktober 2014]
Efektivitas Metode Diskusi Dengan Pendekatan Open-Ended Questions untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Muhammadiyah Kota Tegal Nurul Budiarti
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.702 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i1.3133

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui hasil belajar fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa (2) mengetahui perbedaan efektivitas pembelajaran fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions dan pembelajaran fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan tes. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, LKS, Soal Pretes dan Posttest. Hasil penelitian ini antara lain (1) hasil belajar fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions lebih baik daripada hasil belajar fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questionsditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa. (2) terdapat perbedaan efektivitas dari pembelajaran fisika menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions dan pembelajaran fisika tanpa menggunakan metode diskusi dengan pendekatan open-ended questions ditinjau dari keterampilan berpikir kritis siswa.
Profil Musiman Gelombang Laut di Laut Sulawesi Achmad Fahruddin Rais; Rezky Yunita
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.522 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i1.4537

Abstract

Laut Sulawesi memiliki gelombang tinggi yang menyebabkan kecelakaan transportasi. Pemodelan global dan pengamatan satelit akan gelombang laut di Laut Sulawesi memiliki keterbatasan resolusi spasial dan temporal. Untuk mengevaluasi luaran gelombang signifikan model Wavewatch III (WW3), digunakan korelasi dan root mean square (RMSE) terhadap pengamatan satelit. Analisis temporal dan spasial menggunakan nilai rata-rata dan principal component analysis (PCA) ditujukan untuk mengetahui karakteristik musiman. Hasil evaluasi gelombang signifikan WW3 menunjukkan nilai yang baik secara umum (0.3-0.7) dengan RMSE bernilai 0.3-0.5 meter. Pola utama distribusi spasial gelombang signifikan memiliki pusat tertinggi di timur laut dan nilai temporal terbesar pada akhir dan awal tahun. Gelombang tinggi pada Laut Sulawesi disebabkan oleh intrusi gelombang monsun baratan yang berasal dari Samudera Pasifik bagian barat. The Celebes Sea has high wave that may cause transportation accident. Global modeling and satellite observation of sea wave over the Celebes Sea have a limitation of spatial and temporal resolution. To evaluate significant wave of Wave watch III (WW3) model output, correlation and root mean square (RMSE) are used towards satellite observation. Spatial and temporal analysis based on mean values and principal component analysis are used to understand seasonal characteristic. Generally, WW3 significant wave evaluation result is good (0.3-0.7) with 0.3-0.5 meter of RMSE. Maximum area of significant wave spatial distribution main pattern is over northeastern Celebes Sea and maximum temporal pattern is in end and beginning of the year. High sea wave over the Celebes Sea is generated by westerly monsoon wave from western Pasific Ocean. Kata kunci: Gelombang Laut, Laut Sulawesi, WW3
Penerapan metode pembelajaran resitasi dan treffinger dalam pembelajaran fisika Fajar Fitri
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.877 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5147

Abstract

Masyarakat tahun 2020 harus mampu bersaing secara global dengan bangsa lain. Mahasiswa Pendidikan Fisika selama ini masih memiliki kemampuan yang kurang dalam hal pemecahan masalah menggunakan konsep fisika, terutama pada matakuliah Mekanika. Diantara metode pembelajaran yang mampu membekali mahasiswa untuk memiliki berbagai kemampuan terutama dalam hal memecahkan masalah, berdiskusi, dan mengemukakan gagasan adalah metode pembelajaran Resitasi dan Treffinger. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha membedakan penerapan metode pembelajaran Resitasi dan Treffinger terhadap penguasaan konsep dan keaktifan mahasiswa dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah Kuasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan fisika, sedangkan sampelnya adalah mahasiswa prodi pendidikan fisika UAD yang sedang menempuh mata kuliah mekanika pada kelas A dan B. Pre tes terhadap pemahaman konsep siswa diberikan sebelum pembelajaran berlangsung, dan pos tes diberikan setelah pembelajaran berlangsung. Observasi terhadap keaktifan mahasiswa dilakukan selama pembelajaran berlangsung. Hasil observasi selama proses pembelajaran pada kelas A dibandingkan dengan kelas B sehingga diperoleh metode pembelajaran mana yang lebih dapat meningkatkan pemahaman konsep dan keaktifan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada mahasiswa kelas A (dengan metode resitasi) pemahaman konsep mahasiswa lebih tinggi dan signifikan dibandingkan dengan mahasiswa kelas B. Rata-rata pos tes mahasiswa kelas A adalah 9,2 sedangkan rata-rata pos tes kelas B adalah 8,5. Dari sisi keaktifan mahasiswanya, ternyata berlaku sebaliknya yakni pada kelas B keaktifan mahasiswanya lebih tinggi dibandingkan dengan kelas A. Rata-rata skor observasi kelas A sebesar 19,5 sedangkan rata-rata pada kelas B adalah 25,5. Community by 2020 should be able to compete globally with other nations. The Students of Physics Education still have less ability in problem solving using concepts of physics, particularly on the subject Mechanics. Among the learning method that is capable give the students to have a wide range of capabilities, especially in solving the problems, discuss, and put forward the idea of learning is a method of Recitation and Treffinger. This research distinguishes the application of Treffinger and Resitation learning methode towards mastery of concepts and activeness of students in learning physics. The method used is Quasi Experiment. The population in this study were students of physics department of education, while the sample is student education department of physics UAD who are taking courses in the mechanics of class A and B. Pre test given before the learning takes place, and post test given after the learning takes place. Observations on the activity of the students do during the learning takes place. Observed during the learning process on the class A class B compared with that obtained by the learning method which could further enhance the understanding of the concept and activity of students. The results showed that the students of class A (the method of Recitation), the student conceptual understanding is significantly higher than the students of class B. The average post test of class A was 9.2 while the average post test of class B is 8.5. The activity of the students in class B is higher than class A. From the observation, the average score in the class A is 19.5 while the average in the class B is 25.5.
Kajian kinematika gerak pada jalur lokasi kecelakaan berisiko tinggi (blackspot) sebagai sumber belajar fisika di SMA Widya Septyaning Virani; Supeno Supeno; B Supriadi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.273 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v5i1.9211

Abstract

Kajian fisika real life bermanfaat dalam pembelajaran fisika karena menyediakan sumber belajar kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk memperkaya sumber-sumber belajar kontekstual maka perlu dilakukan kajian terhadap berbagai fenomena kontekstual, salah satunya adalah kajian kinematika peristiwa kecelakaan yang terjadi di daerah blackspot. Peristiwa kecelakaan merupakan peristiwa kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dikaji secara kinematika gerak. Untuk itu perlu dilakukan kajian kinematika gerak tentang peristiwa kecelakaan sehingga dapat digunakan untuk memperkaya rancangan sumber belajar kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Penelitian diawali dengan pengumpulan data sekunder tentang kronologi kejadian kecelakaan yang ada di kepolisian dan beberapa surat kabar. Penelitian dilanjutkan dengan pengumpulan data di lapangan, yaitu data bentuk lintasan, jenis kendaraan yang lewat, dan kecepatan kendaraan yang melewati daerah blackspot. Data-data tersebut kemudian dianalisis menurut kajian kinematika gerak. Hasil kajian peristiwa kontekstual berupa kronologi kecelakaan dan besaran-besaran dinamis serta simulasi agar kecelakaan dapat dihindari. Hasil kajian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan utama untuk mengembangkan sumber belajar kontekstual dan memberikan contoh nyata dalam pembelajaran fisika karena siswa dapat dengan mudah menaksirkan kejadian kontekstual tersebut. Contextual physics studies are useful in physics learning. It provides a source of contextual learning that is close to everyday life. To enrich the sources of contextual learning, it is necessary to study the various contextual phenomena, one of which is the kinematics study of accidents that occurred in the police office and newspaper. An accident is contextual events that are close to everyday life and can be studied in kinematic motion. Therefore, it is necessary to study the kinematics of motion about accidents so that it can be used to enrich the concept of contextual learning resources. The research method used descriptive analytical. The research begins with the completion of secondary data about the chronology of accidents in the police and several newspapers. Further research with field data, i.e trajectory data, passing vehicle type, and vehicle speed passing through blackspot area. The data are then analyzed according to motion kinematics studies. Review results are the contextual event, the chronology of accidents, dynamic quantities, and simulations for accidents. The results of this study are expected to serve as the main reference material for the development of contextual learning resources and provide a real example in physics learning because it can estimate the contextual events. Kata kunci: kinematics of blackspot, contextual learning resource, physics instruction
Pengembangan Modul Fisika Pokok Bahasan Hukum Newton bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Di Kelas Inklusi SMA/MA Kelas X Fitriany Yudistia R; Winarti Winarti
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.231 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v1i1.1515

Abstract

Siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, MAN Maguwoharjo dan SMAN 1 Sewon belum memiliki sumber belajar mandiri berupa modul Braille khususnya pada materi Hukum Newton. Berdasarkan kenyataan ini maka dibutuhkan sebuah sumber belajar yang didesain khusus bagi siswa tunanetra di kelas Inklusi yakni modul Braille pada pokok bahasan Hukum Newton.Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk: (1) mengembangkan modul fisika pokok bahasan Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X sebagai sumber belajar mandiri, (2) mengetahui kualitas modul fisika Braille materi Hukum Newton untuk siswa tunanetra SMA/MA kelas X, (3) mengetahui respon siswa terhadap modul fisika Braille yang telah dikembangkan.Penelitian ini merupakan penelitian R & D dengan model prosedural yang mengadaptasi dari pengembangan perangkat model 4-D, yakni Define, Design, Develop, and Disseminate. Instrumen penelitian berupa angket kualitas modul yaitu menggunakan skala Likert yang dibuat dalam bentuk checklist. Instrumen untuk siswa berupa angket respon siswa yaitu menggunakan skala Guttman yang dibuat dalam bentuk checklist. Modul dinilai kualitasnya oleh 3 ahli materi, 1 ahli media, dan 2 guru fisika SMA/MA. Kelayakan modul berdasarkan respon siswa pada uji coba terbatas sebanyak 2 siswa dan uji coba luas sebanyak 8 siswa.Hasil penelitian berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan guru fisika SMA/MA modul memiliki kategori sangat baik (SB). Persentase keidealan menurut ahli materi adalah 87,88%; persentase keidealan menurut ahli media adalah 90,00% dan persentase keidealan menurut guru Fisika SMA/MA adalah 75,00%. Respon siswa terhadap modul fisika Braille pada uji coba terbatas diperoleh persentase 97,22%; sedangkan pada uji coba luas diperoleh persentase 89,58%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul layak dijadikan sebagai salah satu sumber belajar mandiri bagi siswa tunanetra.
Pengembangan Alat Peraga Sains Fisika Berbasis Lingkungan untuk Materi Listrik Statis pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Pleret Eliska Preliana
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.8 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i1.3128

Abstract

Sampai saat ini pelajaran IPA (fisika) masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan karena banyak materi yang abstrak. Materi listrik statis pada pokok bahasan teori atom merupakan materi yang abstrak dimana atom dan contoh-contoh pemodelan atom masih dalam bentuk gambar  tidak dapat dilihat langsung oleh manusia. Oleh karena itu pemahaman materi listrik statis pada pokok bahasan teori atom perlu diadakan model riil.Untuk itu, peneliti mengembangkan alat peraga sains fisika berbasis lingkungan. Peran peraga salah satunya adalah menjadikan konsep yang abstrak menjadi lebih konkrit.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat peraga sains fisika berbasis lingkungan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang menarik dan bermakna, serta mengetahui kelayakan media pembelajaran tersebut dalam pembelajaran fisika pada materi listrik statis untuk siswa SMP kelas IX.Subjek penelitian ini adalah siswa di kelas IX SMP Negeri 3 Pleret.Desain penelitian ini menggunakan desain ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket respon untuk ahli materi dan ahli media (dosen dan guru fisika), angket respon untuk siswa dan nilai hasil belajar dari pretest dan posttest. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.Berdasarkan analisis penilaian oleh ahli materi dan ahli media, alat peraga sains fisika berbasis lingkungan untuk siswa SMP kelas IX, jika di rata-rata diperoleh hasil 87,50% yang berada pada kategori sangat layak. Kemudian untuk angket respon siswa terhadap penggunaan alat peraga sains fisika diperoleh rata-rata sebesar 90,92% yang berada pada kategori sangat layak. Untuk hasil pretest sebelum menggunakan alat peraga diperoleh nilai rata-rata 56,89. Sedangkan dari analisis terhadap hasil posttest setelah menggunakan alat peraga diperoleh rata-rata 85,86. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa alat peraga yang dirancang, dibuat dan dikembangkan layak digunakan sebagai alat peraga dalam pembelajaran.
Identifikasi Tes Kemampuan Verbal Siswa Menurut WISC dengan Tema "Suhu dan kalor dalam Kehidupan" di MTs Plus Az Zahro Cilacap Siti Fatimah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.737 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v2i2.3251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan verbal siswa menurut WISC dengan tema "suhu dan kalor dalam kehidupan" berdasarkan standar kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan subjek penelitian siswa kelas VII MTs Plus Az-Zahro Cilacap. Penelitian dirancang dengan memberikan tes kemampuan verbal menurut WISC yang terdiri dari 6 skala verbal yaitu Information (pengetahuan umum), Comprehension (pemahaman), Arithmetic (berhitung), Similarities (kemiripan), Digit span (rentang angka), dan Vocabulary (perbendaharaan kata). Data hasil pemberian tes menunjukkan bahwa 63,40% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala pengetahuan umum; 58,29% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala pemahaman; 38,72% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala berhitung; 40,43% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala kemiripan; 28,08% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala rentang angka; dan 53,19% peserta didik mampu menyelesaikan soal tes kemampuan verbal di skala perbendaharaan kata.
Peningkatan kemampuan memecahkan masalah antara model penalaran kausal berbasis etnosains dan sains modern Supriyadi Supriyadi; Haeruddin Haeruddin; Nurjannah Nurjannah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.567 KB) | DOI: 10.12928/jrkpf.v3i2.5142

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan memecahkan masalah fisika antara model penalaran kausal berbasis etnosains dengan sains modern. penelitian ini menggunakan desain penelitian "The Non Equivalen Pretest-Postest Design". Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada MA Al-Khairaat Pusat Palu. Sampel dipilih secara Proportional Sample, dengan sampel penelitian adalah kelas XD dan kelas XC. Hasil analisa data yang diperoleh adalah kemampuan memecahkan masalah fisika kelas eksperimen pertama rata-rata 17,11 dengan standar deviasi 3,82 dan kelas eksperimen kedua rata-rata 14,30 dengan standar deviasi 4,07. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh thit = 2,03 dengan kriteria adalah terima Ho jika -2,02 < t < 2,02 dan tolak Ho dalam hal lainnya. nilai thitung berada di luar penerimaan Ho. Dengan demikian Ho ditolak sedangkan H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara model penalaran kausal berbasis etnosains dengan sains modern. This study aims to determine the difference between the ability to solve problems of physics-based models of causal reasoning etnosains with modern science. The design of this research study "The Non equivalent Pretest-Posttest Design". The study population was all students of class X in the MA Al-Khairaat Palu Center. Samples selected Proportional Sample, the sample is first class and the class XC XD. Results of analysis of the data obtained is the ability to solve the problem of experimental physics first class average of 17.11 with a standard deviation of 3.82 and the second experimental class average of 14.30 with a standard deviation of 4.07. Based on the hypothesis testing results obtained thit = 2.03 with the criteria is accept Ho if -2.02 <t <2.02 and reject Ho in other cases. tcount is outside the reception Ho. Thus Ho is rejected while H1 is accepted and concluded that there are differences between the models of problem-solving skills-based causal reasoning etnosains with modern science.

Filter by Year

2014 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 1 (2021): April 2021 Vol 7, No 2 (2020): October 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 2 (2019): Oktober 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 1 (2018): April 20180 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 2 (2018): Oktober 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 1 (2017): April 20170 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 2 (2017): Oktober 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 4, No 1 (2017): April 2017 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 20160 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3: Oktober 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3: April 2016 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 20150 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2: April 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 20140 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol I: April 2014 Vol 1, No 1 (2014) More Issue