cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
META PESAN DALAM PERSPEKTIF MEME KOMIK INDONESIA Syahnan Daulay; Tara Astika Bangun
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11568

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan hasil kajian tentang praanggapan, implikatur, dan entailmen yang terkandung dalam empat wacana meme komik Indonesia. Data penelitian yang berupa empat wacana Meme Comic Indonesia bersumber dari situs web www.memecomic.id. Kajian dilakukan dengan menerapkan metode padan pragmatik dengan teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya berupa teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutannyateknik hubung banding (HB) piranti berupa daya banding yangbersifat mental.Hasil kajian menunjukkan bahwa meme komik Indonesia memiliki unsur peniruan menggunakan sebuah gambar ilustrasi, gambar yang konkret, dan gambar-gambar berdasarkan fenomena alam dan sosial. Meta pesan meme berfungsi sebagai media pengungkap perasaan, kritikan, pernyataan, dan tanggapan mengenai fenomena yang sering atau sedang terjadi. Komposisi kata dan gambar yang terdapat dalam meme telah mampu memunculkan praanggapan leksikal, faktual, konterfaktual, dan struktural; implikatur praanggapan, konvensional dan nonkonvensional; dan entailmen bagi pembacanya. Entailmen dari keselurahan data bersifat mutlak, tiga meme menggambarkan entailmen secara tersirat dan satu meme menggambarkan entailmen secara tersurat. Dengan demikian direkomendasikan agar penyampaian pesan melalui meme disampaikan dengan menggunakan bahasa yang santun dan tidak mengandung unsur sara. Penyampaian pesan, informasi, saran, atau kritik di media sosial terutama dalam bentuk meme sebaiknya menggunakan pilihan kata yang baik agar terhindar dari kesalahpahaman dan tidak ada pihak tertentu yang merasa tersinggung atau dirugikan. Selain itu, penggunaan gambar pada meme sebaiknya lebih selektif dan mengedepankan  etika.
SUATU TINJAUAN TERHADAP KETERLIBATAN MATEMATIKA DALAM PERIBAHASA T. Thyrhaya Zein
BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i80 TH 38.2478

Abstract

Matematikaa merupakan suatu bentuk pengetahuan yang dibina manusia berdasarkan pengalaman intelektual dan sosial dalam konteks budaya yang tertentu. Matematika juga dianggap sebagai suatu bahasa karena sifatnya yang antara lain dapat menyampaikan dan menguraikan informasi. Pemikiran menggunakan matematika merupakan suatu bentuk pemikiran yang berdasarkan matematika. Peribahasa yang melibatkan pemikiran bermatematika untuk menyampaikan suatu pengetian. Berikut ini akan memaparkan beberapa peribahasa Melayu yang di analisis secara pemikiran bermatematika.   Kata Kunci : tinjauan, keterlibatan matematika dalam pribahasa
RAGAM HIAS ULOS SADUM MANDAILING Netty Juliana
BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i2.5639

Abstract

Ragam hias merupakan suatu bentuk dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar lebih dari satu sisi yang saling bertemu dan berhadap-hadapan dengan menghasilkan suatu bentuk wujud. Selain itu ragam hias mempunyai sisi yang lebih dari satu, ragam hias tidak terlepas dari wujud warna. Maka ragam hias tidak terlepas dari wujud atau bentuk dua dimensi dan warna dalam komposisi bentuk. Lingkungan sosial masyarakat dan lingkugan alam sekitar selalu mempengaruhi bentuk ragam hias. Sehingga bentuk ragam hias Batak Mandailing dengan ragam hias Batak Karo berbeda, hal ini dapat diamati dari hasil kriya tradisional ulos sadum.Ragam hias ulos sadum terdiri dari flora, fauna dan bentuk alam benda. Secara khusus ragam hias ulos sadum batak mandailing terdiri beberapa bentuk yakni: pusuk ni robung, stilasi tumbuhan jagung, bona bulu, jagar-jagar, pilin atau bondul na opat, aropik atau burangir, stilasi bunga kopi, garis tebal vertikal atau alaman na bolak, raga-raga dan stilasi kerbau. Warna yang ditampilkan pada ulos sadum batak Mandailing terdiri dari warna merah anggur, hitam, putih, kuning dan hijau. Perpaduan bentuk dan warna ini menghasilkan ragam hias yang etnis dan mempunyai ciri khas tersendiri. Karena didalam bentuk ulos sadum Maidiling ini terkandung makna dan pesan tersendiri bagi masyarakat Batak Mandailing. Kata Kunci : ragam hias mandailing
PENINGKATAN PENGUASAAN STRUKTUR BAHASA PRANCIS MAHASISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MIND MAPPING PENGADILEN SEMBIRING
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.2333

Abstract

Selama ini pengajaran mata kuliah tata bahasa hanya berfokus pada kuliah mimbar yang begitu membosankan, maka pada makalah ini penulis akan mencoba melakukan sebuah inovasi dalam pembelajaran dengan menggunakan teknik Mind Mapping yang diharapkan dapat memberikan manfaat dalam proses belajar mengajar sebagai berikut : teknik mind mapping dapat merangsang ide dan kreativitas pembelajar, teknik tersebut dapat membantu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pembelajar terutama masalah dalam kehidupan sehari-hari misalnya menyusun daftar sesuatu, dapat merangsang daya ingat pembelajar lebih efektif, dapat memperkaya materi ajar dengan memberikan informasi baru.
KEKERABATAN KOSA KATA BAHASA KARO, BAHASA NIAS, DAN BAHASA SIMALUNGUN DI KOTA MEDAN: KAJIAN LINGUISTIK HISTORIS KOMPARATIF Sherly Novita; Dwi Widayanti
BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i1.16672

Abstract

Abstract  This article is entitled "The Lexical Kinship of Karo Language, Nias Language, and Simalungun Language in Medan City: Comparative Historical Linguistic Study". The research method used is a qualitative method. The methods and data collection techniques used are the method of referring to tapping, skillful, and recording techniques. The data analysis methods and techniques used are qualitative and quantitative methods with lexicostatistics techniques. In lexicostatistics, language kinship is seen based on the sound equations in the lexicon that appear in these languages. This phonetic resemblance will be the basis of whether a word in one language has a relationship with another language. The indicator used to determine the word kinship is a basic vocabulary called the basic Swadesh vocabulary which amounts to 200 vocabulary which is considered to exist in all languages in the world. The results of the study indicate that there was a kinship between the three languages. Keywords: kinship; Karo; Nias; Simalungun; lexicostatistics 
KONTEKS MAKNA DALAM PRASUPOSISI, IMPLIKATUR DAN INFERENSI Malan Lubis
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2510

Abstract

Dalam berkomunikasi pembicara dan pendengar dibatasi oleh beberapa hal. Dari segi pembicara ada faktor pendengar, pembaca, topik yang hendak dibicarakan, situasi atau kondisi, waktu kita mengucapkan ataupun menuliskan gagasan yang login kita sampaikan.Dari segi pendengar, aspek-aspek yang turut menentukan pemahaman pembicaraan itu ada tiga yaitu : (1) prasuposisi, (2) implikatur, (3) inferensi.   Kata Kunci : konteks makna, prasuposisi, implikatur, inferensi
RUMAH MELAYU ‘CINDAI’ MODEL RUMAH PANGGUNG BERCIRIKAN SENIUKIR ORNAMEN MELAYU DELI AZMI AZMI
BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i4.5704

Abstract

Rumah Melayu Cindai merupakan salah satu pelestarian yang penting dalam kehidupan seni dan budaya di kota Medan saat ini. Rumah Melayu Cindai  berupaya menggambarkan satu bentuk budaya bagi orang Melayu yang dahulu pernah mendiaminya kota Medan. Rumah Melayu Cindai  dapat dijadikan model referesentatif mewakili seni bina orang Melayu Deli telah didesain bentuknya serta dibuat sehingga menampilkan betapa arif dan kreatifnya bangsa Melayu dalam bidang seni bangunan. Perencanaan bentuk rumah tersebut menggambarkan kebijaksanaan dalam penggunaan dan keluasan ruang mengikuti keperluan zaman, mengadaptasi cuaca dan penggunaan bahan bangunan. Rumah  Melayu Cindai bercirikan Seni Ukir Ornamen (hiasan) melambangkan cara hidup dan sikap terbuka orang Melayu Deli dan kota Medan itu sendiri. Kata Kunci: Rumah Melayu, Cinai, Seniukir Ornamen dan Akar Tradisional
MANAJEMEN KOMUNIKASI PROGRAM CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN SDM “RUMAH BELAJAR” DI JOGJA STUDY CENTER (JSC) YOGYAKARTA HERA CHAIRUNISA
BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i86 TH 39.2396

Abstract

Penelitian ini adalah adalah sebuah penelitian dasar deskriptif, bertujuan untuk mengetahui manajemen komunikasi CCFI pada program CSR dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM “Rumah Belajar” di JSC Yogyakarta yang meliputi proses perencanaan (planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (actuating), pengawasan (monitoring) dan evaluasi (evaluation) dan ingin mengetahui respon atau tanggapan dari komunikan (pengelola JSC, Bapusda dan Masyarakat) yang memperoleh manfaat dari program CSR “Rumah Belajar” yang dilaksanakan oleh CCFI di JSC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Observasi digunakan untuk memperoleh data kualitatif dari manajemen komunikasi program CSR CCFIdalam meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM ”Rumah Belajar” di JSC, sedangkan wawancara mendalam dan dokumen digunakan untuk menggali data kualitatif dari informan. Data hasil observasi dianalisis dengan deskriptif dan dimasukkan dalam beberapa kategori, sedangkan wawancara dan dokumen dideskripsikan dalam kata-kata atau ungkapan dan kemudian dimasukkan dalam kategori tertentu. Setelah melakukan analisis, penulis menarik kesimpulan, semua hal yang berhubungan dengan pelaksanaan sudah direncanakan sebagai program kegiatan dan sudah dikonfirmasikan oleh pihak CCFI. Dari hasil kesimpulan, maka sarannya adalah selanjutnya untuk evaluasi dari masyarakat, masyarakat sangat terkesan dari program CSR CCFI “Rumah Belajar” dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan SDM. Bahkan karena keberhasilannya, konsep Rumah Belajar selanjutnya difasilitasi oleh pemerintah daerah sebagai program pembangunan di Kota Yogyakarta untuk dikembangkan di daerah lain.
Kearifan Mandailing dalam Tradisi Markobar FAUZIAH KHAIRANI
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2534

Abstract

Oral tradition and oral lore is cultural material and tradition transmitted orally from one generation to another. The messages or testimony are verbally transmitted in speeches or songs and may take the form of folktales, sayings, ballads, songs, or chants. In this way, it is possible for a society to transmit oral history, oral law and other knowledge across generations without a writing system. Markobar is one of the oral traditions that lives in mandailing society which conveys many good values. In spite of its being useful for  the community as  a guidance to talk and act, it gradually dies down. Sad to say that in some occasions Markobar is carried out by unskilful people and it is done basically for money. There are several things that we can do to keep the well -being of this oral tradition namely by inserting it in the local curriculum and by publishing more books about oral traditions, as for the instances.   Key words: oral tradition, markobar, Mandailing, values, curriculum, publishing books
ANALYSE CONSTARTIVE ENTRE L’ADJECTIF FRANÇAIS ET INDONÉSIEN Isda Pramuniati
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2623

Abstract

La langue sert à communiquer. La communication se construit par des phrases soit à l’orale ou à l’écrit. La phrase se construit par l’espèce de mot qui s’occoupe de sa fonction syntaxique qui se trouve dans la langue. L’espèce de mots se compose du verbe, de l’adjectif, d’adverbe, de la préposition, de pronom, de la conjonction, etc. Chaque espèce de mots chacun possède la règle. Comme l’adjectif est un mot que l’on joint au nom pour le qualifier ou pour le détérminer. L’adjectif explique le caractère ou la condition d’une chose possède une régle qui n’est pas pareil entre une langue avec les autres langues. L’adjectif en français connaît l’accord avec le nombre et le genre du nom, tandis que en indonésien, cette langue ne les connaît pas du tout. Cette différence rend toujours mal chez les apprenants du français ou ceux de l’indonésien. Voilà pourquoi l’auter a envie de créer un article qu’il s’agit de l’analyse constrastive de l’adjectif français et indonésien, à fin de pouvoir faciliter surtout les apprenants qui apprennent ces deux langues. Mots clés: Analyse constrastive, adjectif français et indonésien.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue