cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
METODE DEIKSIS DALAM MENINGKATKAN LESEVERSTÄNDNIS MAHASISWA BAHASA JERMAN Jujur Siahaan
BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i3.17175

Abstract

Abstrak Leseverständnis ‘pemahaman membaca’ merupakan proses membaca sandi berupa tulisan yang harus diinterpretasikan sehingga apa yang disampaikan penulis  dapat dipahami dan disimpulkan pembaca. Namun pembaca sering menghadapi kesulitan dalam proses memahami penyandian teks bacaan tersebut, sehingga diperlukan suatu metode, yakni metode deiktische Ausdrücke. Deiktische Ausdrücke adalah sebuah kajian pragmatik yang merupakan salah satu unit linguistik (kata,frasa,klausa) yang rujukan atau referennya ditentukan oleh penuturnya. Rujukan atau acuan yang terdapat dalam teks bacaan sering dihiraukan mahasiswa sehingga menyebabkan kekeliruan dalam memahami informasi tentang isi teks. Pada metode deiksis, setiap referen atau rujukan dalam teks bacaan yang mengacu pada informasi sebelumnya menjadi pedoman untuk memahami isi teks bacaan.  Deiktische Ausdrücke terdiri dari:die Personaldeixsis (deiksis personal) Singen Sie den Anfang eines Geburtstagsliedes,die Ortdeixsis (deiksis tempat atau ruang) Es regnet hier seit 18 Uhr, die Temporaldeixsis (deiksis waktu) Heute fahren die S-Bahn bis zum Hauptbahnhof, die Diskursdeixsis (deiksis wacana) Was ich sagen will, ist dies/Folgendes:Sie können bei Dr. Steffens jetzt einen Termin bekommen dan die Sozialdeixsis (deiksis sosial) Stellen Sie sich Fragen gegenseitig zum Thema. Pada dasarnya Leseverständnis ‘pemahaman membaca’ bertujuan untuk memahami dan menganalisis teks bacaan bahasa Jerman dalam taraf kesukaran tingkat sederhana (A1) sampai ketingkat kesulitan lebih (B1 ). Sehingga sangatlah penting untuk menerapkan metode deiksis ini guna tercapainya tujuan matakuliah Leseverständnis bahasa Jerman Keywords: Metode deiksis dan Leseverständnis
“STATIONENLERNEN” SEBAGAI SALAH SATU INOVASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN Indah Aini Aini
BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i81 TH 38.2520

Abstract

Inovasi dalam pembelajaran dapat berdampak pada perbaikan, peningkatan kualitas pembelajaran serta sebagai alat atau cara baru dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu inovasi dalam pembelajaran adalah ‘Stationenlernen’, yang menuntut mahasiswa untuk belajar secara mandiri dengan bantuan bahan-bahan yang telah disiapkan dan disusun dalam beberapa stasiun (Stationen). ‘Stationenlernen’ menawarkan sebuah proses pembelajaran terbuka, mandiri, dan interaktif.   Kata Kunci: stationenlernen, pembelajaran  
PENERAPAN LEARNING ORGANIZATION (LO) DI JURUSAN SENDRATASIK FAKULTAS BAHASA DAN SENI (FBS) UNIVERSITAS NEGERI MEDAN LAMHOT BASANI SIHOMBING
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2544

Abstract

Menurut Peter Senge (1990), organisasi belajar adalah organisasi dimana anggota-anggotanya terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, dimana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan anggota-anggotanya secara terus menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama. Sebagai suatu organisasi, Jurusan Sendratasik FBS Unimed mempunyai visi dan misi untuk menghasilkan lulusan di bidang seni budaya (pendidikan seni tari dan seni musik) yang selalu tumbuh dan berkembang serta beradaptasi dengan pengaruh perubahan. Hasil evaluasi mengenai organisasi belajar di Jurusan Sendratasik FBS Unimed menunjukkan bahwa organisasi ini mempunyai landasan yang solid untuk menjadi organisasi belajar (OB). Hal ini terlihat dari grand total skor adalah 71 dari instrumen Learning Organization Profile, yang mencakup lima aspek yang diukur sebagai berikut: Dinamika Belajar, skor total 14 dengan rata-rata 2,8 (35%); Transformasi Organisasi, skor total 15 dengan rata-rata 3,0 (37,5%); Pemberdayaan Masyarakat, skor total 13 dengan rata-rata 2,6 (32,5%); Manajemen Pengetahuan, skor total 13 dengan rata-rata 2,6 (32,5%); dan Aplikasi Teknologi, skor total 16 dengan rata-rata 3,2 (40%).   Kata Kunci: Organisasi Belajar (OB), Instrumen Learning Organization Profile, Visi dan Misi Jurusan Sendratasik FBS Unimed 
MORFOLOGI GENERATIF: SUATU TINJAUAN TEORETIS Zainuddin Zainuddin
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.3091

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini berkenaan dengan ihwal teoretis morfologi generatif dalam proses pembentukan kata dan pendekatanya dalam proses morfofonemik bahasa Gayo (BG). Teori Morfologi Generatif model Halle (1973), menyatakan  satuan-satuan dasar leksikon adalah ”morfem” dan menurut leksikalis Aronoff berpendapat bahwa ”kata” adalah dasar semua derivasi. Menurut Halle dalam analisis proses morfofonemik terdiri dari empat subkomponen yang saling terpisah: 1) Daftar Morfem, 2) Kaidah Pembentukan Kata, 3) Saringan, 4) Kamus. Dalam DM semua morfem diidentifikasikan ke dalam kategori-kategori tertentu, yakni dua kategori utama atau kelas utama: 1) Kata pangkal (Kp) dan Afiks, dan 2) Kata pangkal bebas atau kata pangkal terikat. Seperti nomina pangkal, verba pangkal dan adjektiva pangkal. Dalam komponen kedua kaidah pembentukan kata (KPK) bagaimana morfem-morfem di susun dalam gugus tertentu untuk membentuk kata-kata baru dalam hal ini proses morfofonemik untuk menghasilkan kata yang berterima dan yang tidak berterima. Dalam komponen filter menanggani proses pembentukan kata secara fonologis, morfologis dan sintaksis dan penurunan kata dari bentuk struktur asal menjadi struktur lahir dalam proses morfofonemik. Pada komponen kamus merupakan komponen terakhir model morfologi generatif untuk menghimpun kata-kata yang telah melalui filter. Pendekatan analisis teori morfologi generatif dalam proses morfofonemik BG menunjukkan bahwa terdapat rumusan struktur asal (SA) dan struktur lahir (SL) dalalm proses morfofonemik dan kaidah morfofonologis yaitu : (a) kaidah pelesapan fonem nasal  Velar /n/ dengan ciri-ciri [+nasal,-anterior,-koronal,+bersuara]. (b) kaidah asimilasi fonem nasal Velar /ŋ/ dan pelesapan konsonan hambat velar /k/ dengan ciri-ciri [+nasal,-anterior, dan –koronal].   Kata Kunci : Morfologi Generatif, Teoretis.
AN ANALYSIS OF STUDENTS’ ETHICS IN ONLINE LEARNING PROCESS Ade Aini Nuran
BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i4.21858

Abstract

Abstract  Ethics in the learning process is the relationship between teacher and student involvement that affects the learning process to run smoothly. In this pandemic covid-19 era, all activities are done by online, both in the world of work and education, including teaching and learning activities at schools and universities. Students and teachers have various complaints related to the online teaching and learning process. This research conducted by using quantitative descriptive, which the instrument is questioner contains 10 questions, and the sample is 42 college students randomly. The objective of this study to identify students' ethics in online learning process and the result revealed all the aspects to examine students’ ethics are still normal as well as in classroom which almost all students still wear polite clothes, pay attention to the teacher, active in learning, discipline, responsive, take a note about teachers explanation.Keywords: Ethics, Student, Online Learning Process.
PEMBUDAYAAN BAHASA INGGRIS PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN PATUMBAK KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Rafika Dewi Nasution; Elisa Betty Manulang; Yeni Erlita
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10076

Abstract

Untuk mencapai pembudayaan bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar perlu mendapat perbaikan. Kesiapan guru dalam membentuk dan membimbing siswanya sangatlah penting. Guru harus mampu memberikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa. Namun tidak semua guru memiliki kemampuan yang sama. Untuk itu perlu dibentuk persamaan metode, teknis, dan trik  pembelajaran dalam RPP. Dan perlu  pula disesuaikan dengan KKM yang telah dibuat oleh sekolah.
METODE PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN VERBAL BAGI ANAK AUTIS Herlina Jasa Putri Hrp.
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2440

Abstract

Autis adalah gangguan pervasive pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi verbal/non verbal, kognitif, bahasa, prilaku, sensori dan emosi. Gangguan komunikasi pada anak autis ditandai dengan tidak adanya kontak mata, terlambat berbicara atau sama sekali belum dapat bicara dan terkadang huruf vokal saja belum mampu mengucapkannya secara sepontan harus dibantu dengan membuka mulut si anak, sulit untuk memulai percakapan dengan orang lain, mengulang kata-kata atau membeo, berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti atau bahasa planet, serta tidak memahami pembicaraan orang lain. Jadi, salah satu ciri gangguan komunikasi yang muncul pada anak autis adalah terlambat bicara atau sama sekali belum dapat bicara. Adapun sistem pengajaran untuk mengembangkan kemampuan verbal anak adalah dengan permainan tiba-tiba, lomba menamai benda, lagu dan nyanyian, menonton televisi, dan permainan berpura-pura. Kata Kunci:  metode pembelajaran, pengembangan, verbal, anak autis
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBICARA Rafika Dewi Nasution
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2606

Abstract

Kemampuan dan keterampilan berbicara sangat diperlukan, karena berbicara adalah merupakan wujud dari aktifitas lisan dalam berkomunikasi. Kemampuan dan keterampilan berbicara perlu dikembangkan  melalui faktor-faktor  yang mempengaruhi efekifitas berbicara.   Kata kunci : berbicara  
PRODUK SENI KERAJINAN SEBAGAI CERMINAN POTENSI DAERAH MENJADI BAHAN APRESIASI BAGI LEMBAGA PENDIDIKAN Mesra Mesra
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5558

Abstract

Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) merupakan salah salah satu even Tingkat Provinsi yang dilaksanakan setiap tahun. Pada momen tersebut masyarakat dapat melihat dan menikmati berbagai suguhan pameran pada stand-stand setiap daerah Kabupaten/Kota. Keunggulan potensi daerah masing-masing dan capaian target-target pembangunan daerah dapat diketahui di PRSU, melalui informasi-informasi yang disajikan dalam bentuk benda-benda artifak, hasil produksi pertanian, perindustrian, kerajinan, katalog, buku, tayangan video, foto-foto, baliho dan  informasi lisan dari pemandu pada setiap stand. Produk-produk seni kerajinan yang disajikan sering berbeda-beda antara daerah kabupaten/Kota. Hal ini mencerminkan adanya perbedaan sumber daya alam dan sumber daya manusianya antar daerah tersebut. Sebagian produk kerajinan diolah secara hand made (kerajinan tangan) dan sebagian lagi sudah mendapat sentuhan mesin industri (Industri Kecil). Lembaga pendidikan tingkat dasar dan menengah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi siswanya dalam mata pelajaran kerajinan tangan, keterampilan PKK, seni budaya dan  prakarya. Selain guru dan buku pelajaran di sekolah tentu siswa dapat pula belajar melalui sumber lain seperti internet, perpustakaan, pameran dan di tempat pengerajin itu sendiri. Salah satu pusat sumber belajar (PSB) bagi siswa adalah stand-stand PRSU yang menyajikan bermacam-macam produk seni kerajinan. Kemudian pada tingkat perguruan tinggi jurusan seni rupa juga mengkaji, mendalami dan  mencipta karya seni kerajinan dengan memperhatikan potensi-potensi sumber daya alam di setiap daerah.   Kata Kunci : Seni Kerajinan, apresiasi lembaga pendidikan
PENERAPAN MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULISKARANGAN EKSPOSISI OLEH SISWA KELAS VIII SMA MUHAMMADIYAH 48 MEDAN Hera Chairunisa
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan media gambar terhadap kemampuan menulis karangan eksposisi oleh siswa kelas VIII SMA Muhammadiyah 48 Medan. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII-A dan VIII-B Yang berjumlah 62 siswa. Kelas eksperimen atau kelas yang menggunakan media gambar yaitu kelas VIII-A dengan jumlah siswanya 31 siswa, sedangkan kelas kontrol atau kelas yang tanpa menggunakan media gambar yaitu kelas VIII-B dengan jumlah siswanya 31 siswa.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes essay yaitu menulis karangan eksposisi. Hasil penelitian di kelas eksperimen dengan menggunakan media gambar sangat baik. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan diketahui kemampuan menulis karangan eksposisi yang diajarkan dengan menggunakan media gambar yang menunjukkan bahwa 15 siswa (48.38%) mendapat nilai sangat baik, 9 siswa (29.03%) mendapat nilai baik, 7 siswa (22.58%) mendapat nilai cukup, tidak ada siswa yang mempunyai nilai kurang dan tidak ada siswa memiliki nilai sangat kurang. Sementara itu, hasil penelitian di kelas kontrol tanpa menggunakan media gambar Kurang baik. Hal ini dibuktikan berdasarkan perhitungan diketahui kemampuan menulis karangan eksposisi tanpa menggunakan media gambar yang menunjukkan bahwa 4 siswa (12.90%) mendapat nilai sangat baik, 10 siswa (32.25%) mendapat nilai baik, 17 siswa (54.83%) mendapat nilai cukup baik,  tidak ada siswa yang mendapat nilai Kurang baik dan tidak ada siswa yang mendapat nilai  kurang baik. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Ha diterima, karena dari hasil pengujian hipotesis diketahui harga  thittung> ttabel = 3.67 > 1.670).

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue