cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
ANALISIS SUMBER REFERENSI ONLINE DALAM MENERJEMAHKAN TEKS HUKUM PERJANJIAN JUAL BELI Hany Harriani; Muhizar Muchtar; Umar Mono
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sumber referensi online yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan teks hukum. Subjek dalam penelitian adalah dua orang penerjemah. Teks yang diterjemahkan merupakan teks perjanjian jual beli. Proses penerjemahan dilakukan dengan aplikasi Camtasia untuk menemukan laman web apa saja yang dirujuk penerjemah selama melakukan proses penerjemahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber referensi online yang dirujuk penerjemah antara lain adalah: Google Search sebanyak 82 kali, Proz.com sebanyak 13 kali, Google Translate sebanyak 18 kali,  the free dictionary.com sebanyak 2 kali.
TEKNOLOGI INFORMASI DAN DUNIA PENDIDIKAN Rumasi Simaremare
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2497

Abstract

Dalam teknologi informasi dan dunia pendidikan di sini ialah dimana teknologi informasi telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tampa batas. Pendidikan di Indonesia membawa kepada terjadinya involusi pendidikan 10. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah kerapkali bersifat ”jalan pintas”, misalnya yang masih ”hangat” adalah penetapan angka batas minimal kelulusan UN dengan nilai sebesar 4,25. Inefektifitas adalah kata yang cocok untuk menggambarkan pola sistem pembelajaran kita sekarang, sebab seiring dengan perkembangan jaman, pertukaran informasi menjadi semakin cepat dan instan, dengan sangat lambat dengan seiring perkembangan IT dan mobilitas informasi itu sendiri. Untuk mencegah kebanjiran; informasi, diperlukan tenaga educatif sebagai pengontrol loansung di lingkungan akademik dan orang tua di lingkungan rumah untuk sama-sama memberikan penjelasan secara gamblang/ tidak ditutup-tutupi kepada peserta didik. Sehingga dengan demikian mereka mendapatkan informasi yang tepat dan berguna. Kata Kunci :  Teknologi Informasi dan Dunia Pendidikan
ANALISIS ISI BERITA DI STASIUN TELEVISI “TVRI, SCTV DAN METROTV” Mhd. Surip
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5676

Abstract

Stasiun televisi merupakan stasiun televisi yang dimiliki pemerintah dan swasta yang memuat berbagai kategori tayangan, diantaranya politik, ekonomi, kesehatan, kriminal, bencana dan kecelakaan, pendidikan, human interest, ceremonial, keagamaan dan sosial budaya. Tontonan tersebut akan mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam mengembangkan kehidupannya. Kata Kunci : isi berita dan stasiun televisi
THE REQUIREMENT OF HOKKIEN LANGUAGE IN THE FIELD OF WORK Indra Hartoyo
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2377

Abstract

This study was aimed to find out the requirement of Hokkien language in the field of work in Medan at present. The data were from three sources: job advertisements advertised in Analisa daily newspaper in January and March 2004, interviews to Tionghoa people and questionnaires sent to companies by their PO BOX number.  The results showed that there were 242 positions requiring Hokkien language offered in the two months. They were categorized into 14 types. Out of all the positions, Marketing/Sales seized the biggest portion, with the total number 90 or 37.19%. The second position was Bookkeeping & Accounting reaching 44 positions or 18.18%, and the third top was Administration, 24 positions or 9.92%. The three positions, in fact, were typical jobs of the Tionghoa. However, Education had also become an interesting business for them, as it took the fourth position. The reasons for requiring the language, according to two informants, were first because it was the language of social relations which might help with business relation, and second because business in Medan was dominated by the Tionghoa. The two reasons were actually to show their intimacy or closeness. Despite the fact that such requirement could cause discrimination, companies or business people did not want to take a chance for hiring those who were unable to speak the language. Both informants agreed that the language would only be useful in Medan but for international business affairs they suggested Mandarin Language. No results were found from questionnaires as no companies sent them back.
MEMBACA WINNETOU Indah Aini
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18574

Abstract

Sejak tahun 1960-an, karya sastra popular Amerika berkembang pesat yang menyebabkan lunturnya anggapan bahwa karya sastra popular adalah karya sastra rendahan yang tidak layak dibaca. Salah satu contoh karya sastra popular yang sampai saat ini masih diapresiasi oleh banyak orang, terutama di Jerman, adalah Winnetou karya Karl May. Karya sastra ini kemudian diadaptasi kelayar lebar, drama panggung, komik, dan diterjemahkan kedalam banyak bahasa, termasuk bahasa Indonesia, bahkan bahasa Sunda. Diskusi dalam artikel ini meliputi perkembangan/transformasi Winnetou sejak tahun 1950 sampai dengan tahun 2012, dan bagaimana apresiasi dan penerimaan masyarakat Jerman dan Indonesia terhadap transformasi karya sastra tersebut, dengan menggunakan teori resepsi sastra sebagai pisau analisis. Pada akhir diskusi dapat disimpulkan bahwa Winnetou telah “menyihir” banyak orang, bukan saja di “tanah kelahirannya” di Jerman (tempat di mana Winnetou ditulis dan terbit pertama kali, namun juga di Indonesia, daerah yang secara geografis maupun kultural memiliki perbedaan yang sangat jauh. Kata kunci: sastra populer, resepsi sastra, Winnetou, Karl May
LANGUAGE, CULTURE AND SOCIETY: A THEORETICAL ANALYSIS OF STUART HALL'S REPRESENTATION AND SIGNIFYING PRACTICES Mahmud Layan Hutasuhut
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2530

Abstract

Language and culture are familiar issues in human life. In fact, some people do not realize that they, as a member of society, produce meanings to their life called 'culture'. Commonly, culture is comprehended as the way of behaving or the way of living. In addition, ordinary people who do not clearly understand this concept think that culture involves traditional performances or some ritual events of a group. Some other people, including the writer, interpret culture as arts creations, such as painting, music and literature. In fact, Hall's concepts on culture have opened up the writer's view on culture. This paper is aimed at exploring Hall's concept of culture in relation to language and society. To make this concept more understandable the writer would like to apply this concept into a specific context in our daily life and the writer's cultural experiences.   Key Words: language, culture, society
KONTRIBUSI PHONETISCHE ZEICHEN TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA JERMAN MAHASISWA Jujur Siahaan
BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i1.18583

Abstract

AbstrakPedoman fonetik  alphabet bahasa Jerman dapat mengurangi jumlah mahasiswa yang enggan berbicara bahasa Jerman karena takut salah bunyi (Aussprache) atau takut tidak mendapat tanggapan dari si pendengar. Pedoman itu disebut Internationales Phonetisches Alphabet (IPA). Bagaimana mengucapkan setiap lambang bunyi baik itu vokal, diftong dan konsonan, telah ditranskripsikan dengan jelas melalui phonetische Zeichen. Untuk mampu berbicara bahasa Jerman  dengan benar sesuai hakekatnya, diharapkan lebih dulu memahami alphabet bahasa Jerman maupun artikulasi yang tepat yang disusun dalam IPA. (Zur Beschreibung der gesprochenen Sprache, d.h. seiner Laute (Vokale, Konsonanten) und seiner prosodischen Merkmale (Intonation, z.B. Wort und Satzakzent), bedient man sich der Lautschrift, des Zeichensystem IPA (“Internationales Phonetisches Alphabet”) (Kaunzner, Ulrike A. 1997). Berpedoman pada kriteria IPA dengan mengaplikasikannya melalui phonetische Zeichen, maka mahasiswa akan lebih trampil berbicara bahasa Jerman dan dapat dipahami oleh si pendengar. Sehingga pesan atau ide apa yang disampaikan akan segera mendapat tanggapan dan komunikasi dapat berjalan lancar. The primary function of language is for interaction and communication (Setiyadi: 2006). Apabila mahasiswa telah mampu berkomunikasi dengan baik, hal ini berarti bahwa keterampilan berbicara mahasiswa telah tercapai yang menjadi sebagai tujuan utama dari program studi pendidikan bahasa Jerman.  Keywords:  phonetische Zeichen dan  keterampilan berbicara
THEEFFECT OF USING PICTURE SERIES ON YOUNG LEARNERS’ VOCABULARY MASTERY Siti Aisyah Ginting
BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i1.13331

Abstract

 Abstract           The aim of the research is to know the effect of using picture series on young learners’ vocabulary mastery at the third grade of MIS Luqman Al Hakim TanjungMorawa2016/2017. The design of this research was experimental method that consists of pre-test (X1), treatment (T) and post-test (X2). Population of this research was the whole third grade students in MIS Luqman Al Hakim TanjungMorawa. The sample of this research was the Class III-Utsman Bin Affan consist 20 students. In collecting the data, the researcher used pre-test and post-test. Pre-test is given to know young learners’ vocabulary mastery before getting treatment by using picture series. Post-test is given to know young learners’ vocabulary mastery after getting treatment by using picture series. The treatment has been given as many three times to the sample. After the data collected, it was analyzed by using t-test. The result showed the value of‘t’ observed = 3.085 and ‘t’ table = 2.024. Therefore, the value of ‘t’ table exceeds ‘t’ observed value. It means that Ho has no influence on young learners’ vocabulary mastery and Ha has influence on young learners’ vocabulary mastery. In other words, the picture series was effective in teaching vocabulary on students of class III-Utsman bin AffanMIS Luqman Al Hakim TanjungMorawa.Keywords:Picture Series, Young Learners, Vocabulary Mastery
PERAN MOTIVASI DAN STRATEGI BELAJAR, DAN PERAN GURU DALAM BELAJAR BAHASA JERMAN Rina Evianty
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2410

Abstract

Belajar bahasa Jerman bagi seseorang membutuhkan beberapa hal yang mendukung dalam proses belajar bahasa tersebut. Beberapa diantaranya adalah faktor motivasi, strategi belajar siswa, dan juga peran guru memegang peranan penting dalam mensuksekan seseorang dalam belajar. Bahasa  Jerman menempati kedudukan kuat dalam pengetahuan dan sastra. Jerman sebagai bahasa pengetahuan dan teknologi memainkan peran penting dalam penelitian dan pendidikan Terdapat  beberapa faktor yang berkaitan dalam mempelajari bahasa kedua dan hal ini terkait dengan pembelajar sebagai pelaku langsung dalam proses pembelajaran ini adalah motivasi. Kata Kunci : Motivasi, strategi belajar  dan peran guru
BAHASA DAN PIKIRAN Muhammad. Natsir
BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i83 TH 38.2553

Abstract

manusia dan binatang. Pikiran dan bahasa adalah satu dan bersifat nurani ; sudah ada didalam otak begitu manusia dilahirkan. Worf dan Sapir  memaparkan keterkaitan antara bahasa dan pikiran dimungkinkan karena berpikir adalah upaya untuk mengasosiasikan kata atau konsep untuk mendapatkan  satu kesimpulan melalui media bahasa. Kata-kata adalah bentuk pemberian pakaian  pada realita faktual yang terjadi  secara nyata. Bahasa yang diwujudkan dalam kata-kata adalah representasi realitas. Setiap budaya memiliki cara tersendiri dalam memilih satu wilayah tertentu dari keseluruhan realitas untuk diwujudkan dalam kata-kata. Ketika bahasa memproduksi satu perilaku tertentu, serta  ketika perilaku tersebut diulang-ulang menjadi kebiasaan maka yang tercipta adalah keperibadian. Pada awalnya manusia membentuk kebiasaan, tetapi setelah itu kebiasaanlah yang membentuk manusia.   Kata Kunci : Bahasa, pikiran, kata-kata.

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue