cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
WOMAN IMAGES IN INDONESIAN LITERATURE Siti Aisah Ginting
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17125

Abstract

Abstrak This study was aimed to describe the woman images in Indonesian Literature. The data used the word and sentences choices that were taken from some poems and prose. The result of the study showed that the woman images still in less fortunate position Kata Kunci : image, literature 
PENGEMBANGAN SENSITIFITAS DAN KREATIFITAS GURU BAHASA INGGRIS DALAM PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN: ANALISIS METODE PENGAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS TUGAS Berlin Sibarani
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2516

Abstract

Sensitivity refers to the teacher’s ability to find out instantly if learning has happened or not during the process of teaching and learning a second language while creativity to the ability to create improving teaching behaviors to overcome the learning failure happening during the teaching and learning activities. These competencies are very important and considered a key factor of effective teaching. Therefore they badly need to be developed. To develop these competencies, many related teaching variables must be mastered and one of these variables is language teaching method.  For the purpose of sensitivity and creativity development, a language teaching method should be correctly studied by studying its linguistic assumption and its learning principle thoroughly rather than by simply memorizing the methodological procedures proposed by a method and putting them into action as exactly as prescribed. The latter is very far from sufficient. In studying the task-based language teaching for the same purpose, the concept of task and its underlying learning principle-which is the same as that underlying the learning of first language-should be comprehensively mastered. The mastery of a language teaching method in a correct way tends to be more contributive to the development of creativity in the method application rather than to the development of sensitivity.   Key Words: sensitivity, creativity, language teaching, task  
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS REPORT PADA SISWA KELAS IX-6 MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 2 MEDAN MELALUI PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING Indra Hartoyo; Nita Ariani
BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i4.18579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Project-Based Learning dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan menulis teks Report pada siswa kelas IX-6 Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan. Sebanyak 42 orang siswa terlibat dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dari hasil tulisan siswa pada tes diagnostik, tes siklus I dan tes siklus II. Dari hasil analisis, diperoleh data sebagai berikut. Pada tes diagnostik, hanya 10 orang siswa (23,81%) yang telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pada akhir siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 22 orang (52,38%). Sedangkan pada akhir siklus II, sebanyak 29 orang siswa (69,05%) sudah mencapai KKM. Dapat disimpulkan bahwa penerapan Project-Based Learning mampu meningkatkan kemampuan menulis teks Report siswa kelas IX-6 Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Medan.   Kata Kunci: Kemampuan Menulis, Project-Based Learning, Teks Report
PERAN MEDIA MASSA DALAM PERKEMBANGAN DEBAT Rumasi Simare-mare
BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i1.10270

Abstract

Media massa selama ini dimaknai sebagai salah satu pilar demokrasi. Artinya, media memiliki peranan yang penting di dalam menjaga bahkan mempengaruhi jalannya suatu sistem politik yang demokratis di suatu negara atau wilayah tertentu. Sedikit banyaknya praktek media massa berkontribusi terhadap bagaimana prinsip-prinsip demokratisasi mampu terselenggarakan dalam tatanan masyarakat. Melalui media massa debat yang sering terjadi dibidang politik, ekonomi, sosial dan yang lainnya, dapat kita ikuti atau kita lihat bagaimana perkembangan debat tersebut seiring dengan debat-debat yang terjadi dimedia massa tersebut. Media diharapkan mampu mengemansipasi kesaradan masyarakat dan tatanan sosial agar berperan sebagai instrumen kebebasan berekspresi dan berpendapat. Kata Kunci : Debat, Media Massa, Bahasa dan Budaya 
ANALISIS PELAKSANAAN LEARNING ORGANIZATION (LO) DI FAKULTAS BAHASA DAN SENI (FBS) UNIVERSITAS NEGERI MEDAN DANNY IVANNO RITONGA
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2540

Abstract

Universitas Negeri Medan (Unimed) adalah salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia yang mengelola program kependidikan dan non-kependidikan di Sumatera Utara. Pada saat ini, Unimed telah mengelola 7 (tujuh) fakultas dan 1 (satu) program pascasarjana. Salah satu fakultas yang ada di Unimed adalah Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang merumuskan visi dan misi yang sejalan dengan visi dan misi Unimed, dan arah prioritas perkembangan Sumatera Utara di bidang industri, perdagangan dan pariwisata. Untuk mengetahui pelaksanaan Learning Organization (LO) di fakultas ini digunakan instrumen pengukuran (kuesioner) subsystem Learning Organisasi Profile (Buku “Building The Learning Organization”) oleh Michael J. Marquardt (1996), antara lain: (1) Learning Dynamics; (2) Organization Transformation; (3) People Empowerment; (4) Knowledge Management; dan (5) Technology Application. Instrumen ini menggunakan skor dengan empat skala, yaitu: skor 4 (benar-benar terlaksana), skor 3 (terlaksana sebagian besar), skor 2 (terlaksana sebagian), dan skor 1 (terlaksana sedikit/tidak), Setiap subsystem Learning Organisasi Profile terdiri dari 10 indikator. Adapun total jumlah skor sebagai hasil akhir yang diperoleh secara keseluruhan dari instrumen pengukuran (kuesioner) dari 5 (lima) subsystem Learning Organization Profile di FBS Unimed adalah 135, artinya 67,5% Learning Organisasi (LO) di fakultas ini telah terlaksana sebagian besar (applies to a great extent).   Kata Kunci : Profil Unimed, Profil FBS Unimed, The Fifth Discipline Learning Organization (LO), Instrumen Learning Organization Profile.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITION PRONONCIATION BERBASIS WEB Andi Wete Polili
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2629

Abstract

Mata kuliah audition prononciation merupakan mata kuliah yang berhubungan dengan pengucapan, sehingga sangat berperan penting terhadap pemelajar bahasa Prancis untuk dapat berbicara lebih lancar dan jelas sehingga lawan bicara tidak salah pengertian. Pengajaran prononciation berbasis WEB ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa supaya mengaplikasikan teknologi sembari melatih pengucapan yang berhadapan langsung dengan native speaker.   Kata Kunci ; audition prononciation, pengucapan, fonetik, teknologi,pembelajaran
CONJUNCTION OF GRAMMATICAL COHESION IN SPEECH TEXT Stivani Ismawira Sinambela; Nur Lela; Tengku Thyrhaya Zein
BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i3.20200

Abstract

AbstractCohesion of a discourse is divided into two aspects, namely grammatical cohesion and lexical cohesion. In this study what will be examined is grammatical cohesion, especially the conjunction of grammatical cohesion. This study aims to identify the forms of the conjunction of grammatical cohesion in the text of the speech of German Prime Minister Angela Merkel. This research is a qualitative research. The design in this study is content analysis with descriptive characteristics, namely the presentation of data based on the object of research. The results showed that the language elements in the form of words, phrases, clauses and sentences as part of the reference of two sentences in pairs to find out the cohesive relationship was evenly distributed. The percentage of the use of grammatical cohesion in the aspect of conjunction includes (1) additive conjunction (combined) is 153 findings or 45%; (2) causal conjunctions (cause) is 89 findings or 26%; (3) adversative conjunctions (contradictions) is 66 findings or 19%; (4) temporal conjunctions (time) is 35 findings or 10%. The data shows that additive conjunction is the most dominant type of conjunction used in Angela Merkel's text. Keywords: Grammatical Cohesion, Conjunction, Speech Text, Angela Merkel. 
MASALAH KREATIVITAS DAN PENGUKURANNYA Sug ito
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10072

Abstract

Kreativitas berhubungan erat dengan masalah daya cipta,yaitu kemampuan seseorang menciptakan sesuatu yang baru yang sebelumnya belum ada. Gagasannya tumbuh dari imaginasi yang membentuk fantasi, yang bersumber dari dalam diri secara murni atau dapat juga bersumber dari luar diri dari sesuatu yang sudah ada.Kreativitas dicirikan melalui kemampuan yang menggambarkan sensitivitas, kelancaran berpikir dan keluwesan berpikir, orisinalitas dan kerincian seseorang dalam mewujudkan suatu gagasan dalam bentuk produk/karya. Pengukurannya dilakukan dengan tes kreativitas figural atau tes verbal. Berkenaan dengan pengukuran kreativitas, tes yang paling banyak digunakan adalah tes kreativitas figural yang dikembangkan oleh Torrance yang dikenal dengan TTCT(Torrance Tests of Creative Thingking)dalam bentuk tes melengkapi gambar (the drawing completions test) yang dinamai dengan tes Wartegg.
USING ONLINE REFERENCE IN POETRY ANALYSIS (A CULTURAL STUDIES APPROACH TO TEACHING POETRY) SYAMSUL BAHRI; WINDA SETIASARI
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2434

Abstract

Menerapkan  pendekatan studi budaya (cultural studies)  dalam mengajar Sastra adalah  menggabungkan text sastra dengan text lainnya yang memiliki hubungan budaya. Tulisan ini membahas penelahaan puisi dengan menggunakan  referensi online sebagai text pendamping. Strategi membaca intertext ini dapat menjadi alternatif  baru untuk pengajaran puisi yang selama ini terjebak pada aspek  bahasa dan stilistika saja.Pengayaan text dengan memakai text pendamping mempertajam penggalian makna dan analisa tema. Dalam tulisan ini  Puisi Immigrant yang ditulis oleh penyair Amerika Pat Mora dianalisa dengan menggunakan     referensi online yang diupload dari Washington Post web sebagai text  pendamping. Isu dibawa dalam dua text ini membawa isu budaya yang sama yaitu Konflik budaya dalam proses assimilasi Immigrant di Amerika. Dengan menggandeng Referensi online serta mengaplikasikan strategi pembelajaran studi budaya, pembelajaran puisi dapat dilakukan dalam konteks yang lebih variatif dan interdisipliner.   Kata kunci : online reference, poetry, cultural studies, teaching poetry  
A DISCUSSION ON THE ANALYTIC AND SYNTHETIC DISTINCTION Mahmud Layan Hutasuhut
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2602

Abstract

This paper is an attempt to give an account of the analytic-synthetic distinction both inside and outside of physical theory, which is sufficiently non-technical to be followed by a reader whose background in science is not extensive, but it has been necessary to consider problems connected with physical science in order to bring out the features of the analytic-synthetic distinction that seem to be the most important. This paper, then, fights on two fronts; it tries to ‘defend’ the distinction since there is somewhat newer danger of denying its existence altogether, while attacking its extensive abuse by philosophers, which is nevertheless an error.   Key words: Analytic, synthetic, distinction

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue