cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Interaktif Menulis Deskriptive Text Menggunakan Media Wizer dalam Mempromosikan Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk Siswa Kelas 8 Di MTSN 2 Medan Edi Rahmadani; Firsty Azirila Putri
BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v32i1.25442

Abstract

AbstractThe aimed of this study was to develop students’ interactive writing worksheet descriptive text to promote higher order thinking skill. This study was conducted by using Research and Development (R&D) through six stages: gathering information and data, analyzing data, designing materials, validating by experts, revising, and final product. The subject of the study was grade 8 at MTSN 2 Medan. The instruments of the data collection were gathered by interview the teacher and giving the questionnaire. The study conducted interview to English teacher and giving the questionnaire to 35 respondents to get the students’ needs. The interview and questionnaire result proved that the students’ need English learning media which can motivate the students to understand about interactive writing worksheet descriptive text. The product had been validated by the experts are English teacher and English lecturer. The product result was interactive writing worksheet which had been modified to promote Higher Order Thinking Skill. The result of the experts’ validation showed that the media was appropriate to be used on the interactive writing worksheet by getting the average score is 4.5 categorized excellent.Keywords: Interactive writing, Worksheet, Improving Higher Order Thinking Skill, Research and DevelopmentAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan LKS menulis descriptive text  menggunakan media Wizer dalam mempromosikan Higher Order Thinking Skill (HOTS) untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui enam tahapan yaitu pengumpulan informasi dan data, analisis data, perancangan bahan, validasi oleh ahli, revisi, dan produk akhir. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 8 di MTSN 2 Medan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan angket. Penelitian ini wawancarai guru bahasa Inggris dan kuesioner kepada 35 responden untuk mengetahui kebutuhan siswa. Hasil wawancara dan angket membuktikan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran bahasa Inggris yang dapat memotivasi siswa untuk memahami descriptive text. Produk divalidasi oleh guru bahasa Inggris dan dosen bahasa Inggris. Produk yang dihasilkan berupa LKS Interaktif yang telah dimodifikasi untuk mengembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa media tersebut layak digunakan dengan skor rata-rata 4,5 dengan kategori sangat baik.Kata Kunci: Penulisan Interaktif, LKS, Descriptive text, Peningkatan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Penelitian dan Pengembangan
EKSISTENSI DAN BENTUK LANDOK BEGU PADA MASYARAKAT LAWE SAWAH KECAMATAN KLUET TIMUR DI KABUPATEN ACEH SELATAN Nur wani
BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i4.10086

Abstract

Seni dapat dilihat dari wujud, dan juga dapat berarti apabila dikaitkan dengan realitas lainnya. Agar seni dapat dipahami sebagai bagian dari dinamika sosial kultural, maka perlu diketahui eksistensi dan fenomena dari seni itu sendiri. Eksistensi landok begu sebagai tarian tradisi pernah terhenti karena tidak kondusifnya kondisi masyarakat, sebagai dampak dari konflik politik antara pemerintahan dengan GAM. Ketika perselisihan GAM dan Pasukan TNI mulai menemukan titik terang ke arah perdamaian, sehingga masyarakat yang dulunya tidak berani berekspresi kembali menunjukan eksistensi. Landok begu yang semula merupakan tarian ritual untuk tolak bala dari serangan harimau, telah mengalami pergeseran menjadi pertunjukan. Gerak-gerak tarian adalah gerak silat dan gerak-gerak harimau. Adapun ragam gerak adalah gerak salam pembuka, gerak silat, silat main, harimau bertengkar, harimau bertarung, dan salam penutup. Musik iringan Landok begu terdiri dari satu buah gong besar, dua buah gendang dan dua buah canang. Kostum Landok begu sangat sederhana yang menyesuaikan dengan karakter seekor harimau yaitu dengan kostum bercorakkan  harimau berwarna coklat.
UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH BARUS SANGGUP
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2457

Abstract

This scientific writing is aimed to know the efforts in enhancing the quality of listening instructional in Indonesian language at school. The points to discuss are related to listening instructional, causes of less effective in listening instructional at school, and some efforts to enhance the quality of listening instructional at school. The results of discussion showed that there are some efforts in enhancing the quality of listening instructional at school such as using various and relevant techniques, using relevant listening materials, using various learning medias, managing conducive classroom, implementing good and well evaluation, having correct assumption and giving the training of planning in producing listening instructional materials. Key words : listening instructional, efforts in enhancing the quality
KONTRIBUSI FILSAFAT TERHADAP PERKEMBANGAN ILMU BAHASA Zainuddin .
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.3132

Abstract

Abstract   Sepanjang sejarah peradaban manusia, filsafat telah menjadi sebuah ilmu sebagai dasar pemikiran yang mendapat perhatian sangat dalam karena filsafat memberikan dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Telah berabad-abad lamanya ilmu pengetahuan dikaji dan berkembang sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri serta memberi perhatian terhadap kehidupan manusia. Faktor-faktor tentang perkembangan ilmu filsafat ini tentu memberikan pengaruh atau kontribusi yang signifikan kepada berbagai bidang ilmu lainnya termasuk filsafat bahasa. Filsafat bahasa selalu dipahami pada dua perspektif yang berbeda, yaitu pertama sebagai alat analisis konsep-konsep, kedua sebagai kajian tentang materi bahasa yang dianalisis . Dalam keterkaitan konsep-konsep dan analysis, filsafat telah melahirkan bahasa tentang bentuk bahasa ekspresi (expression) dan makna (meaning). Bentuk bahasa secara umum direpresentasikan oleh tata bahasa, sedangkan makna dibahas secara mendalam dalam kajian semantik. Beberapa filsuf pada zaman Yunani seperti Plato memberikan gambaran yang jelas terhadap bentuk bahasa, yakni onoma dan rhemata. Onoma berfungsi sebagai nomina atau subjek dan rhemata berfungsi sebagai adverba atau predikat. Dalam dunia pengajaran bahasa, filsafat juga memberikan jalan yang sangat luas dimulai dari teori-teori tentang pemerolehan bahasa (language aquisation device) baik berdasarkan pandangan behaviorisme dan kognitivisme. Secara praktis dalam merepresentasikan sebuah pemikiran yang logis (logos) berpedoman pada teori induktif dan deduktif. Deduktif berpedoman pada aliran rasionalisme dengan bertitik tolak dari sesuatu yang umum kepada yang bersifat khusus. Dengan demikian dapat kita lihat bahwa filsafat dapat memberikan kontribusi atau nuansa yang positif terhadap perkembangan bahasa baik secara teoritis maupun praktis. Kata Kunci  : Kontribusi Filsafat, Ilmu Bahasa  
ISU-ISU KRITIS TENTANG UNIT COST SISWA/MAHASISWA Lamhot Basani Sihombing
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5574

Abstract

Sistem biaya pendidikan merupakan proses di mana pendapatan dan sumber daya tersedia digunakan untuk memformulasikan dan mengoperasionalkan sekolah. Sistem biaya pendidikan sangat bervariasi tergantung dari kondisi masing-masing negara seperti kondisi geografis, tingkat pendidikan, kondisi politik pendidikan, hukum pendidikan, ekonomi pendidikan, program pembiayaan pemerintah dan administrasi sekolah. Setiap keputusan dalam masalah pembiayaan sekolah akan mempengaruhi bagaimana sumber daya diperoleh dan dialokasikan. Oleh karena itu perlu dilihat siapa yang akan dididik dan seberapa banyak jasa pendidikan dapat disediakan, bagaimana mereka akan di didik, siapa yang akan membayar biaya pendidikan. Hal itu perlu dilihat dari faktor kebutuhan dan ketersediaan pendidikan, tanggung jawab orang tua dalam menyekolahkan versus social benefit secara luas, pengaruh faktor politik dan ekonomi terhadap sektor pendidikan.   Kata Kunci :      Sistem Biaya Pendidikan, Konsep Produksi Di Bidang Pendidikan
ENRICHISSEMENT DE VOCABULAIRE EN UTILISANT LA CARTE HEURISTIQUE Pengadilen Sembiring
BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i3.12210

Abstract

Le besoin est l’élément principal qui pousse quelqu’un pour faire une chose. Sans besoin on ne fera rien. Néanmoins l’effort d’appliquer l’apprentissage base sur la compétence a déjà augmenté la note et le résultat d’apprentissage. Le vocabulaire est un cours qui nous apprend comment enrichir la phrase et la phrase devient plus variée. L’enseignement d’un vocabulaire que l’on utilise pour connaître le sens d’un mot á partir d’un contexte. De cette manière les apprenants possèdent la compétence, non seulement de connaître le sens des mots, sans consulter le dictionnaire. Elle permet aux apprenants de savoir comment employer un mot ayant plusieurs sens grâce á la différence contextuelle. Alors, pour enseigner le vocabulaire, ce n’est pas évident, on ne peut pas traduire le vocabulaire directement, alors la méthode qui peut supporter les choses que l’auteur a déjà énuméré c’est la carte heuristique car cette méthode facilite les apprenants à mémoriser pas seulement le sens du mot mais aussi son utilisation contextuelle. L’une des méthodes contextuelles utilisables est nommée la carte heuristique.
PEMBELAJARAN SILANG BUDAYA (INTERKULTURELL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN INTERPRETASI SASTRA JERMAN Siti Kudriyah
BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i73TH XXXVI.2489

Abstract

Bei dieser Forschung möchte man sehen, wie  die Anwendung der ’interkul turellen Moderation” die Fähigkeit der Studenten  bei der Interpretation   einer deutschen lirarischen Werke beeinflusst. Diese gilt als eine Forschung schung “Klassenaktionforschung”  und wurde   acht Monate (vom April bis November 2007 in der Deutschabteilung der FBS UNIMED durchgeführt, als die Studenten vom 6. Semester am Seminar “Interpretation moderner literarischen Werke” teilnahmen. Die Zahl der Probanden betrug 26 Studenten. Die Daten wurden vom  Test einer literarischen Interpretation  und die  Umfrage ’interkulturelle Moderation”. Das Ergebnis der Untersuchung zeigte, dass interkulturelle Unterrichtsverfahren die Fähigkeit der Studenten bei der Interpretation einer deutschen lirarischen Werke  verbessern  kann.
PENERAPANMETODE EKSPOSITORI BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARYA ILMIAH Hajar Aswaddaini Lubis
BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i3.5664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran ekspositori yang divariasikan dengan metode peer review writing task. Objek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 43 medan kelas IX-6 yang berjumlah 41 orang. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK).Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus yang terdiri dari tahap -tahap perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi,dan refleksi. Strategi pembelajaran ekspositori variasi adalah suatu strategi pembelajaran yang dilakukan guru untuk mengajak siswa aktif dan dituntun untuk dapat mengkomunikasikan  ide -ide dibenak siswa ke dalam bentuk tulisan  melalui karya ilmiah yang  disusun siswa. Padasiklus I kemampuan menulis karya ilmiah siswa berjumlah menjadi 23 orang artinya sekitar 58% siswa sudah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Pada siklus II peneliti memvariasi strategi pembelajaran ekspositori dengan metode peer review writing task. Di siklus kedua ini siswa dibagi menjadi sepuluh kelompok. Dengan pembagian kelompok ini aktivitas siswa semakin  meningkat. Di siklus kedua kemampuan menulis karya ilmiah siswa menjadi sekitar 30 orang atau sekitar 73%.Kata Kunci :  menulis, strategi pembelajaran,ekspositori, variasi,metode, peer review writing task.
cover dan daftar isi no 89 TH XL 2014 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i89 TH XL.3107

Abstract

ABSTRACT The aims of the present study are to describe the tehnique of translating English collocations and Indonesian collocation. The tehnique of translating the subject matters by comparing the patterns of English collocations and the Indonesian collocations in terms of lexical collocation and grammatical collocation as source of translation studies. The source of the translation studies based on the writer’s teaching experiences from Postgraduate Studies teaching the subject matters of collocations at the English Applied Linguistics Study Program Postgraduate School, State University of Medan academic year of 2013/201. Key Words: tehnique, collocation,patterns
IDENTIFIKASI FOLKLORE DALAM KESENIAN MANTAU Ahmad Zaidi
BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v30i3.17178

Abstract

Abstrak Tradisi lisan sangat banyak jumlahnya di nusantara ini, bahkan bisa dikatakan bahwa setiap etnik suku yang ada di nusantara memiliki tradisi lisannya sendiri. Akan tetapi minimnya kajian akademis mengenai tradisi lisan atau folklore di Indonesia membuat penelitian terhadap objek folklore sangat sukar untuk diteliti. Pada dasarnya Mantau merupakan sebuah tradisi lisan musikal yang terdapat di daerah Jambi, yang mana lirik lagu dalam kesenian Mantau ini sesuai dengan kehendak atau perasaan yang dirasakan oleh sang pelantun lagu. Sesuai dengan permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan etnografi dan etnologi. Pendekatan etnografi dan etnologi dipakai untuk mempelajari etnik (ethnos:rakyat) atau masyarakat berdasarkan kelompok etnis dan formasi etnis, etnogenesis, komposisi, perpindahan tempat tinggal, karakteristik, relasi sosial, juga budaya material dan spiritual mereka; pengumpulan data empiris tentang masyarakat dan budaya manusia yang biasanya dilakukan melalui pengamatan partisipan dan wawancara yang bertujuan untuk menjelaskan keadaaan masyarakat yang dipelajari, serta mempelajari berbagai relasi atas aspek budaya suatu suku bangsa dan hubungannya dengan suku bangsa lainnya.  Kata Kunci : Mantau, Folklore, Identifikasi, Tradisi Lisan

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue