cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
PENINGKATAN PRESTASI DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH ICT MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MUHAMMAD SURIP
BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i3.2521

Abstract

Mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia kurang memiliki minat yang baik dalam meningkatkan prestasi belajarnya dan memiliki kemandirian belajar bersama dengan sesama mahasiswa. Penyebab dari permasalahan tersebut karena kurang tepatnya strategi pembelajaran yang digunakan oleh dosen. Dosen kurang memberikan kebebasan berpikir dan berkreasi sendiri dalam menyelesaikan permasalahan pengkajian teori dalam perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi dan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah ICT melalui pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data peningkatan prestasi mahasiswa dari siklus I rata-rata nilai mahasiswa 70.15, dan siklus II nilai rata-rata mahasiswa 82.06 sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan prestasi dan kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah ICT di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS Unimed.   Kata kunci : Prestasi, Kemandirian Belajar, Pembelajaran Kooperatif
KILAS BALIK PEMBELAJARAN DIREKSI PADUAN SUARA UNTUK SUMBER BELAJAR Lamhot Basani Sihombing
BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i82 TH 38.2545

Abstract

Pengabah atau yang lebih dikenal dengan istilah conductor atau dirigen (bhs. Belanda) merupakan figure utama dalam kepemimpinan suatu kelompok musik, entah itu vocal ataupun orkes- dalam hal ini yang menjadi focus pembicaraan kita adalah direksi paduan suara. Tugas seseorang pengabah dapat dianalogikan dengan tugas dan tanggungjawab seorang panglima di medan perang. Hanya bedanya bila tugas utama seorang panglima perang adalah mengatur strategi yang jitu untuk memenangkan suatu pertempuran sebaliknya seorang pengabah bertugas untuk mewujudkan suatu keindahan musikal melalui kelompok paduan suara yang dipimpinnya. Karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa keberhasilan suatu kelompok paduan suara dalam mewujudkan keindahan musical tersebut sepenuhnya tidak terlepas dari kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh seorang pengabah, misalnya pengetahuan tentang teknik mengabah, teknik vocal, teori musik, ilmu bentuk analisa, sejarah musik, dan keluasan wawasan tentang repertorir lagu paduan suara   Kata kunci : Teknik Mengabah, Teknik Vocal, Teori Musik, Ilmu Bentuk Analisa, Sejarah Musik, Keluasan Wawasan Tentang Repertorir Lagu Paduan Suara
cover dan daftar isi no 85 TH 37 2012 BAHAS Zainuddin .
BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 37.3099

Abstract

ABSTRAK This paper describes the morphological system of Gayo language (SMBG), a sub-system of grammar in the field of linguistics. It is aimed at describing the morphological phenomena of word formation rules through the process of affixation, reduplication and composition, as a major issue in this study, in terms of developing the typology of language. The theory of word formation process applied Halle’s model (1973) in generative morphology that requires four steps or sub-components, namely (1) a list of morpheme, (2) the rules of word formation, (3) filter, (4) dictionary.  This study used a descriptive qualitative method in which the analysis is primarily based on the description of the grammatical meaning of morphological process. The finding showed that the type and pattern of morphophonemic in SMBG consisting of six types of rules and two types of patterns: such as rule assimilation nasal phoneme / N- / and inhibitory phoneme / p /, with the deep and surface of the structural pattern (SA-SL). Productivity morphemes process in BG include: (1) Affix forming verbs, such as: prefix {muN-}, confix {muN-(-әn)}. (2) Affix forming nouns, such as: prefix {pәN-}, infix{-әn-}. (3) Affix forming adjectives, such as: confix {muN-(-ən)}, prefix {mu-}. (4) Affix forming reduplication such as: suffix {-ən}, prefix {mu-}. (5) affixes forming composition, such as: prefix {mu-}, confix {i-(-ən)}. The typology of BG, it tends to include in the type of mixed type in terms of formation processes at the level of affixation, reduplication, and composition. And said to be qualitative type, since within the words mostly consisting of two morphemes. like muninget, 'remember', which consists of two morphemes, namely [{mu-} + (inget)}], where mu- as bound morphemes and ingat recall (MD). Potential forms found in the BG include / pengunenen /, / penyerahen /, / penyantiren /, / murumen /, / mukamulen /, / penyantoken /, / berguruen /, / perojoken /. Among the words that have the potential exists idiosyncrasy phonological, idiosyncrasy semantic, and lexical idiosyncrasy.   Kata Kunci: Morfologi Bahasa Gayo: Kajian Transformasi Generatif
LANGUAGE FUNCTION IN SOCIAL LIFE AND ITS INFLUENCES Yeni Erlita
BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v31i4.21859

Abstract

AbstractLanguage becomes a necessary thing because it helps the world having the interaction. In addition, a language is a structured system of communication used by humans. Languages consist of spoken sounds in spoken languages or written elements in written languages. There are some functions of language such as communication, the expression of identity, play, imaginative expression, and emotional release. Additionally, a language may consist of other symbolic elements like hand gestures in sign languages. Language becomes a necessary thing because it helps the world having the interaction. There are some functions of language such as communication, the expression of identity, play, imaginative expression, and emotional release. Human needs social life and social life need human. The functions of language give big impact to many aspects especially in social life. In this study, the use of language and how the function of language can give impact to society.                                                                                                   Keywords: function of language, society, system
PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI KARYA SENI RUPA DI KECAMATAN DELI TUA Adek Cerah Kurnia Azis
BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v28i3.10077

Abstract

Mengingat di Kecamatan Deli Tua banyak sampah-sampah plastik yang belum dioptimalkan kegunaannya. Sampah ini justru dibakar dan dibiarkan begitu saja, padahal “pembakaran plastik tidak sempurna dan akan menghasilkan gas yang akan terurai diudara menjadi dioksin yaitu bahan beracun”. Sementara banyak produk-produk yang bisa dihasilkan dari sampah tersebut seperti karya seni rupa. Oleh karena itu, tim pelaksana melakukan kegiatanPengabdian kepada Masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan kepada para anggota yang terlibat atau yang bergabung di kecamatan ini. Dimana kegiatan ini untukmemanfaakan sampah plastik (kantong plastik, botol minuman, makanan, dan produk kecantikan, plastik sachet makanan, minuman, dan produk kecantikan) menjadi karya seni rupa.
PEMBELAJARAN AKTIF SEBAGAI MODEL DALAM MENULIS NARASI INAYAH HANUM
BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i85 TH 39.2441

Abstract

Paradigma baru pendidikan didasarkan pada usaha pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berorientasi pada proses dan  mutu. Bila dikaitkan dengan lembaga pendidikan, hal ini  penting untuk merestrukturisasi sistem pembelajaran yang memposisikan  siswa aktif agar dapat berfikir tingkat tinggi  dan mempunyai inisiatif untuk memecahkan masalah. Hal ini berarti, pembelajaran harus berorientasi dan berfokus pada kebutuhan siswa.
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MELALUI TEAM TEACHING Johannes J. Gultom
BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i77 TH 37.2607

Abstract

Peran pendidik sebagai penentu keberhasilan proses belajar mengajar sangat penting. Keberhasilan tersebut dapat dilihat dari keberhasilan pendidik dalam mengimplementasikan kurikulum. Tuntutan kurikulum yang begitu kompleks ditambah lagi dengan adanya kendala-kendala yang timbul dalam pengelolaan pembelajaran dapat diatasi dengan penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Salah satu alternatif yaitu pengelolaan proses belajar mengajar melalui team teaching. Dalam team teaching, tiap-tiap pendidik memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas dan secara bersama-sama mengatasi permasalahan yang timbul. Keterbatasan individu pendidik dapat teratasi melalui team teaching. Kata Kunci: pendidik, kurikulum, strategi pembelajaran, team teaching
ANALISIS INTERFERENSI BAHASA BATAK TOBA PEMANDU WISATA DESA SIALLAGAN TOBA SAMOSIR Fitriani Lubis
BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i2.5559

Abstract

Bahasa Batak  Toba merupakan salah satu bahasa daerah yang menjadi kekayaan linguistik dan kultur Indonesia. Penelitian ini dibatasi pada masalah interferensi gramatis bahasa Batak Toba yang dilakukan oleh pemandu wisata desa Siallagan Toba Samosir. Interferensi gramatis mencakupi morfologis dan sintaktis. Dari analisis tersebut dapat kita simpulkan bahwa  bahasa kedua yaitu bahasa Indonesia yang diperoleh oleh  Masyarakat yang berbahasa Batak Toba terdapat  interferensi bahasa yaitu terjadinya Kesalahan kosakata, sintaksis, gramatikal.   Kata Kunci: interferensi, bahasa Batak Toba,
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI MENULIS KARANGAN DESKRIPTIF PADA SISWA KELAS VIII SMP HARAPAN MULIA DENPASAR TP 2011/2012 Enny Rahayu
BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i2.11570

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindak kelas yang melibatkan 28 siswa kelas VIII SMP HMD pada semester ganjil TP 2011/2012.  Data penelitian dikumpulkan melalui observasi dan lembar penilaian keterampilan menulis. Penelitian ini menemukan bahwa (1)  sebelum dilaksanakan tindakan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SB, 25% memperoleh nilai B pada proses dan 3,57% pada hasil; 37,71% memeroleh nilai CB pada proses dan 21,43% pada hasil; 28,57% memperoleh nilai KB pada proses dan 46,43% pada hasil, serta 10,72% memperoleh nilai SKB pada proses dan 28,57% pada hasil; (2) setelah dilaksanakan tindakan siklus I terdapat 3,57% siswa memperoleh nilai SB pada proses dan 7,14% pada hasil, 64,29% memperoleh nilai B pada proses dan 17,86 pada hasil, 21,43% memperoleh nilai CB pada proses dan 50% pada hasil, 10,71% memperoleh nilai KB pada proses dan 25% pada hasil, dan tidak ditemukan siswa memeroleh nilai SKB; (3) setelah dilaksanakan tindakan siklus II terdapat 17,86% siswa memeroleh nilai SB pada proses dan 25% pada hasil, 82,14% memperoleh nilai B pada proses dan 21,43% pada hasil, tidak terdapat siswa memperoleh nilai di bawah B pada proses, dan 53,57% memperoleh nilai CB pada hasil; (4) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa  71,68 dengan tingkat ketuntasan (TK) 25% pada pratindakan. Setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 pada siklus I dan 84,25 pada siklus II dengan TK 67,86% pada siklus I dan 100% pada siklus II; (5) sumber kebervariasian proses belajar mengungkapkan sebelum dilaksanakan tindakan rerata kemampuan awal siswa 71,68 dengan TK 25%; sedangkan setelah dilaksanakan CTL, rerata kemampuan siswa naik menjadi 79,71 dengan TK 67,89% pada siklus I dan 84,25 dengan TK 100% pada siklus II; (6) sumber kebervariasian hasil belajar mengungkapkan rerata kemampuan awal siswa 64,39 dengan TK 25% pada pratindakan; sedangkan setelah dilaksanakan CTL rerata kemampuan siswa naik menjadi 75,29 dengan TK 75% pada siklus I dan 79,25 dengan TK 100% pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual meningkatkan kompetensi menulis karangan deskriptif  siswa kelas VIII SMP HMD tahun pelajaran 2011/2012.
MORFOSINTAKSIS BAHASA MELAYU BATUBARA (Kajian Pada Verba Persepsi: teŋok (lihat) dan doŋo (dengar) BASYARUDDIN BASYARUDDIN
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2480

Abstract

Dalam bahasan linguistik terdapat kajian morfologi dan sintaksis. Pada hakikatnya morfologi membicarakan struktur internal kata, yaitu proses pembentukan kata dasar menjadi kata jadian  berdasarkan peristiwa afiksasi (kata berimbuhan), reduplikasi (kata ulang), dan komposisi (kata majemuk). Kata jadian dibicarakan dari segi bentuk, fungsi, dan maknanya. Sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran. Morfosintaksis bukanlah kajian morfologi dan sintaksis yang terpisah antara keduanya. Morfosintaksis adalah sebuah bidang kajian dalam linguistik, yang keberadaannya sama dengan kajian morfologi dan sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis adalah kajian mengenai perubahan-perubahan fungsi, peran, dan kategori di dalam kalimat yang diakibatkan perubahan morfem, dan sebaliknya perbedan-perbedaan morfem/ kata yang digunakan itu adalah akibat dari proses sintaksis. Dengan demikian morfosintaksis bukanlah kajian morfologis dan sintaksis yang masing-masing berdiri sendiri secara lepas hubungan, melainkan dua bidang kajian yang saling behubungan sebagai hubungan kausal. Dalam tulisan ini diperbincangkan morfosintaksis bahasa Melayu Batubara, karena bahasa Melayu Batubara secara fonologi dan kosakata berbeda dengan bahasa Melayu lainnya, seperti bahasa Melayu Langkat, Melayu Deli, dan Melayu Tanjungbalai.   Kata Kunci:  morfosintaksis bahasa Melayu Batubara

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue