Articles
549 Documents
MODALITAS BAHASA JEPANG PADA WACANA WATASHI NO NICHIYOUBI
Taulia Taulia
BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v27i2.5643
Penyampaian informasi dapat dilakukan dengan menggunakan media wacana. Penelitian ini membahas tentang modalitas bahasa Jepang yang terdapat di dalam wacana yang berjudul Watashi no Nichiyoubi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan teknik catat. Teori modalitas dalam penelitian ini menggunakan modalitas yang disarankan oleh Masuoka (1989). Hasil dari penelitian ini didapati ada digunakan lima modalitas bahasa Jepang yang ada dalam wacana Watashi no Nichiyoubi, yaitu setsumei, toui, kinshi hyoka, irai dan ishimoushide kanyuu. Kata Kunci: modalitas, setsumei, toui, kinshi kyoka, irai, ishimoushide kanyuu.
SELAYANG PANDANG SENI MARCHING BAND
AHMAD BENGAR HARAHAP
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.2335
Konon, Marching Band lahir pada pasca Perang Dunia II. Kegiatan ini bermula dari prakarsa para veteran PDII. Untuk mengenang patriotisme mereka, bersama generasi muda yang ada dilingkungannya mereka membentuk korps musik dengan memainkan lagu- lagu mars nostalgia PD II sambil berparde keliling kota dalam acara-acara seremonial maupun celebration. Karena memang pada awal pembentukan nya bertujuan untuk bernostalgia Perang Dunia II yang merekam banyak kenangan peristiwa-peristiwa dahsyat itu, maka pada awalnya kegitan ini diberi nama Military Band yang kemudian dalam perkembangannya berganti nama Marching Band hingga sekarang. Berawal dari kegiatan itulah kini Marching Band kian berkembang dan menjadi sebuah kegiatan yang positif yang melibatkan para pemuda dan tidak hanya terbatas pada kegiatan parade saja. Hingga saat ini Marching Band sudah merupakan jenis entertain musical show yang kaya akan warna-warni artistikal, baik musik maupun visual. Oleh kareananya mereka tidak terbatas memainkan lagu-lagi mars saja. Lagu-lagu Pop, Jazz dan bahkan Lagu-lagu Klasik dan Opera kini merupakan bagian dari musical program mereka. Tulisan ini menceritakan sedikit tentang pengertian, pengetahuan dasar, dan style (gaya), jenis, alat dan person yang ada dalam Marching Band.
ALAM SEBAGAI UKURAN OBJEKTIVITAS DALAM UNGKAPAN BUDAYA DAN PANTUN: KAJIAN SEMIOTIK BAHASA
Amrin Saragih;
Muhammad Natsir
BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v30i2.17120
Abstrak Manusia menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan motivasi ke tujuan penggunaannya, teks terstruktur sesuai dengan tujuan penggunaan bahasa. Satu aspek penggunaan bahasa adalah pengodean objektif. Pengodean objektif dapat terjadi di dalam berbagai bidang, seperti di dalam ungkapan budaya dan pantun. Pengodean objektif dalam makalah ini dibatasi sebagai penyampaian makna atau konsep dengan menggunakan sumber daya bahasa dengan makna yang dikodekan atau disampaikan itu sama bagi semua orang. Sebagai sumber daya semiotik, bahasa memiliki sejumlah unsur atau elemen untuk pengodean makna atau konsep objektif. Satu dari sumber daya itu adalah penggunaan alam atau kosa kata yang bertaut dengan alam, yang selalu digunakan dalam ungkapan budaya, seperti peribahasa dan pantun. Makalah ini membicarakan pemakaian bahasa yang objektif dengan rujukan kepada alam atau kosa kata alam di dalam ungkapan budaya dan pantun. Kata kunci : semiotik, pantun
MODEL PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS MANDIRI MELALUI MULTIMEDIA
Junita Friska
BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v0i74TH XXXVI.2512
Sebuah model pembelajaran tidak dapat dikatakan sempurna atau tidak sempurna karena ia bertemali langsung dengan siapa publik sasarannya dan apa tujuan yang ingin dicapainya. Sebuah model pembelajaran dikatakan berhasil baik selama ia memenuhi ukuran-ukuran pencapaian keberhasilan suatu pengajaran. Sebaliknya, model yang bagaimanapun baiknya dapat dinilai tidak berhasil apabila ia tidak mampu mencapai tujuan minimal yang telah digariskan dalam kurikulum (Dahlan, 2004: 44). Kata Kunci : Model Pembelajaran, Multimedia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KREATIF SISWA MELALUI STRATEGI REKAYASA TEKS
ENNY RAHAYU
BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v27i4.5706
Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa.adalah keterampilan menulis. Keterampilan ini terkait erat dengan kemampuan siswa menuangkan gagasan, perasaan, pengalaman secara kreatif ke dalam simbol-simbol tertulis. Penuangan kreativitas itu dapat dipacu oleh guru melalui beberapa strategi. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah rekayasa teks. Rekayasa (otak-atik) dalam bahasa Indonesia sepadan dengan kata engineering dalam bahasa Inggris. Dalam tulisan ini disajikan contoh rekayasa teks yang berjudul "Sekar Romania" ke dalam bentuk tadut. Perekayasaan ini mempertimbangkan faktor sosiobudaya (kebahasaan) masyarakat bersangkutan. Proses rekayasa teks dapat dilakukan oleh siswa dalam rangka pelestarian bahasa dan hasil rekayasa teks ini dapat pula dijadikan bahan pembelajaran. Kata Kunci: kemampuan, menulis, rekayasa teks
PEMBELAJARAN INTERAKTIF BAHASA DENGAN MEDIA KOMPUTER
Risnovita Sari
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2399
Media pembelajaran interaktif adalah sebuah media yang dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing. Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Teknologi computer adalah sebuah penemuan yang memungkinkan menghadirkan beberapa atau semua bentuk stimulus sehingga pembelajaran bahasa asing akan lebih optimal. Pembelajaran dengan computer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapat materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas yang akan memenuhi kebutuhan strategi pembelajaran yang berbeda-beda. Kata Kunci: Media pembelajaran, pembelajaran bahasa, program komputer
PERAN KOMPUTER DALAM PENGAJARAN BAHASA JERMAN
Suci Pujiastuti
BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v0i75TH XXXVI.2536
Tulisan ini berkenaan dengan pemaparan tentang peran komputer dalam pengajaran bahasa Jerman. Pemaparan ini terdiri dari sejarah komputer, peran komputer dalam pengajaran bahasa Jerman, dan contoh bentuk-bentuk pengajaran bahasa Jerman dengan menggunakan komputer. Kata Kunci : komputer, pengajaran bahasa Jerman
METODE IMAGE STREAMING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN REMAJA
Mursini Mursini
BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v0i79 TH 37.2625
Metode Image Streaming merupakan cara mendapatkan kembali memori masa kanak-kanak yang tersimpan. Metode Image Streaming merupakan rincian yang detail, dengan mendeskripsikan suara keras, cepat dan berkesinambungan apapun isinya. Itulah yang menolong proses ini ke suatu tingkat yang bermakna. Jika tidak memperoleh bayangan seperti yang dikatakan maka sudah ada beberapa tips dalam melakukan pengaliran bayangan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yakni mendeskripsikan dengan lantang pengalaman yang indah, mendeskripsikan dengan lantang pengalaman indah yang mudah diingat, mendeskripsikan dengan lantang bayangan sisa. Menulis dapat dipandang sebagai sebuah upaya untuk melatih kita berfikir lebih baik dan juga merupakan latihan terus-menerus untuk memelihara akal sehat. Keterampilan menulis cerita pendek remaja adalah kemampuan yang memerlukan kesanggupan dan kecakapan dalam mengungkapkan buah pikiran dengan bahasa tulis dalam membangun jalinan cinta yang singkat mengenai kehidupan pada masa usia sekolah menengah yang ceritanya ditulis olah anak yang berumur kira-kira 12-17 tahun dengan tujuan memberikan kesan tunggal pada pembaca agar pembaca memahaminya. Kata Kunci : “Metode Image Streaming, Keterampilan Menulis, Cerpen Remaja”
PENDEKATAN SINTAGMATIK PARADIGMA DALAM KAJIAN BAHASA
Zainuddin Zainuddin
BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v31i3.20196
Abstract This study discusses the syntagmatic and paradigmatic phenomena in language studies. In other words, this study is a syntagmatic and paradigmatic relation in language studies. The syntagmatic and paradigmatic relations are based on 2 (two) aspects of language phenomena, namely 1. Intralinguistic aspects and 2. Extralinguistic aspects. In the intralinguistic aspects of syntagmatic and paradigmatic relations, language units are analyzed at the phonological, morphological, and syntactic levels. Whereas in extralinguistic analysis the syntagmatic and paradigmatic meanings of phonological internal units of the word (phoneme) and segmentation of morphological units in morphological processes (morpheme and afix) in syntactic units. In other words, syntagmatic and paradigmatic ideas (notion) linked to lingual elements or units of language can be distinguished that in a syntagmatic and paradigmatic process where syntagmatic relations are horizontal (semantic) meanings. Whereas the paradigmatic relation is a form relation or vertical relation. With the understanding that the syntagmatic relationship is the representation relationship (horizontal) and the inabsentia relationship is the vertical relationship. Keywords: syntagmatic, paradigmatic, language. Abstrak Kajian ini membahas tentang fenomena sintagmatik dan paradigmatic dalam kajian bahasa. Dengan kata lain kajian ini merupakan relasi sintagmatik dan paradigmatik dalam kajian bahasa. Relasi sintagmatik dan paradigmatik berdasarkan pada 2 (dua) aspek fenomena bahasa yaitu 1. Aspek intralinguistik dan 2. Aspek ekstralinguistik. Pada aspek intralinguistik relasi sintagmatik dan paradigmatik dianalisis satuan-satuan bahasa pada tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Sedangkan pada ekstralinguistik dianalisis makna sintagmatik dan paradigmatik pada satuan-satuan internal kata secara fonologis (fonem) dan segmentasi atas satuan morfologis dalam proses morfologis (morfem dan afix) dalam satuan sintaksis. Dengan kata lain, gagasan (notion) sintagmatik dan paradigmatik yang ditautkan dengan unsur-unsur atau satuan lingual kebahasaan dapat dibedakan bahwa dalam proses sintagmatik dan paradigmatik dimana relasi sintagmatik adalah relasi makna (semantik) secara horizontal. Sedangkan relasi paradigmatik adalah relasi bentuk atau relasi vertikal. Dengan pengertian bahwa hubungan sintagmatik adalah hubungan inpresentia (horizontal) dan hubungan inabsentia yaitu hubungan vertikal.Kata kunci: sintagmatik, paradigmatik, bahasa.
ANALISIS KESALAHAN DALAM PENGGUNAAN LIAISON PADA LETTRE MUETTE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING DI PROGRAM STUDI BAHASA PRANCIS UNIMED
Nurilam Harianja
BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS
Publisher : BAHAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/bhs.v28i1.10275
Membaca nyaring merupakan aktifitas antara guru dan siswa atau pembaca dengan pendengar untuk bersama-sama memahami makna suatu bacaan penyambungan kata dalam pengucapan antar kata dalam bahasa Prancis adalah merupakan masalah dalam mempelajari bahasa Prancis. kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa adalah mereka sering kali mengucapkan kata yang seharusnya tidak diucapkan (bisu) dalam suatu kalimat bahasa Prancis. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui jumlah persentase kesalahan dalam penggunaan liaison pada lettre muette untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring di Program Studi Bahasa Prancis Unimed (2) Mengetahui kesalahan kesalahan yang dilakukan dalam penggunaan liaison pada lettre muette untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring di Program Studi Bahasa Prancis Unimed. Metode penelitian yang digunakan dalam metode penelitian ini yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 mahasiswa bahasa Prancis Unimed. Dan lokasi penelitian di prodi Pendidikan Bahasa Prancis. Data berupa kalimat yang terdiri dari penyambung kata (liaison) pada lettre muette. Mahasiswa membaca kalimat tersebut dengan nyaring. Setelah data rekaman dikumpulkan, kemudian data tersebut dikelompokkan sesuai dengan liaison obligatoire dan liaison Interdit. Setelah dikelompokkan maka data tersebut akan dianalisis menggunakan teori liaison pada lettre muette dan kemudian diverifikasi ke native. Hasil kesalahan mahasiswa yang diperoleh berdasarkan penelitian tersebut adalah 42,50%. Kata Kunci: liaison, lettre muette, membaca nyaring, analisis kesalahan