cover
Contact Name
Wahyu Wiji Astuti
Contact Email
ahyu_wiji@yahoo.com
Phone
+6281375372028
Journal Mail Official
wahyu_wiji@yahoo.com
Editorial Address
Medan tembung
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
BAHAS
ISSN : 24427594     EISSN : 24427594     DOI : https://doi.org/10.24114/bhs.v32i1
Jurnal BAHAS memuat kajian-kajian tentang bahasa, sastra, seni dan budaya. Jurnal ini dikelola oleh Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan.
Articles 549 Documents
ANALISIS KESALAHAN MENULIS SURAT RESMI BAHASA JERMAN Tanti Kurnia Sari
BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i69TH XXXV.2429

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam menguraikan pikiran utama (Berücksichtigung der Leitpunkte), koherensi kalimat (Kommunikative Gestaltung) dan menerapkan tata bahasa (Formale Richtigkeit) dalam menulis surat resmi bahasa Jerman. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Jurusan Bahasa Asing, FBS Unimed, terhadap 24 orang mahasiswa semester IV angkatan tahun 2006 yang sedang mengikuti perkuliahan pada matakuliah ZIDS-Vorbereitung. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Instrument penelitiannya adalah tes menulis surat resmi dalam Bahasa Jerman. Hasil penelitian menunjukkan, dari 68 pucuk surat balasan yang ditulis mahasiswa dalam penelitian ini, 19 pucuk surat dinyatakan lulus (27,94%), sedangkan 49 pucuk surat lainnya dinyatakan tidak lulus (72,06%), karena tidak memenuhi criteria penilaian menulis surat yang berlaku dalam ujian ZIDS. Adapun penyebab kesalahan dalam menulis surat yaitu minimnya penguasaan kosa kata dan tata bahasa Jerman. Data ini menunjukkan, bahwa mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam menulis surat resmi bahasa Jerman.   Kata Kunci : analisis kesalahan, surat resmi bahasa jerman
PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN DASAR BAHASA Mutsyuhito Solin
BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i76 TH 37.2598

Abstract

Keterampilan dasar bahasa atau keterampilan dasar belajar berperan penting dalam mengawal keberlanjutan belajar siswa dan mereka yang lemah dalam hal ini akan mendatangkan masalah bukan saja dalam kegiatan akademiknya tetapi juga dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari, seperti berkomunikasi. Oleh karena begitu pentingnya keterampilan dasar ini maka tulisan ini mengajukan beberapa pendekatan untuk meningkatkan keterampilan dasar dimaksud. Pendekatan-pendekatan tersebut adalah integrasi keterampilan berbahasa, pembelajaran berbasis tugas, pembelajaran TIK dan pembelajaran berdasarkan kontekstual. Keempat pendekatan ini secara terpisah-pisah telah diteliti para ahli dan menyatakan bahwa masing-masing berkontribusi pada peningkatan keterampilan dasar. Di Indonesia penelitian mendalam belumm dilakukan tetapi patut diduga keempatnya sangat berkontribusi untuk peningkatan keterampilan dasar. Kata kunci : Keterampilan dasar, integrasi bahasa, pembelajaran berbasis tugas, pembelajaran TIK dan pembelajaran kontekstual.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PIKTOGRAM SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MAHASISWA PADA MATAKULIAH SCHREIBFERTIGKEIT III Herlina Jasa Putri Harahap
BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i1.5543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penerapan media piktogram pada matakuliah Schreibfertigkeit III (2) perbedaan prestasi menulis kemampuan menulis bahasa Jerman  antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan teknik piktogram dan mahasiswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional, dan (3) keefektifan penggunaan teknik piktogram pada pembelajaran menulis bahasa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain eksperimen  pre-test-post-test control group. Variabel penelitiannya yaitu variabel bebas (piktogram) dan variabel terikat (kemampuan menulis bahasa Jerman). Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program studi bahasa Jerman angkatan 2011 berjumlah 40 orang mahasiswa. Data diambil dengan menggunakan tes menulis pada  pre-test dan  post-test. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa skor tertinggi pada saat  pre-test kelas eksperimen mencapai 39 sebanyak 3 orang (15%) dan terendah adalah 18 sebanyak 4 orang (20%), dan skor post-test tertinggi mencapai 42 sebanyak 2 orang (10%) dan skor terendah adalah 18 sebanyak 2 orang (10%), sedangkan skor pre-test tertinggi untuk kelas kontrol mencapai 36 sebanyak 3 orang (15%) dan terendah adalah 15 sebanyak 8 orang (40%), sedangkan skor post-test tertinggi mencapai 36 sebanyak 3 orang (15%) dan skor terendah adalah 15 sebanyak 6 orang (30%). Dari tingkat kelulusan kelas eksperimen mencapai 75 %  sedangkan kelas kontrol hanya 45 %. Dengan demikian dapat  disimpulkan bahwa (1) ada perbedaan prestasi yang signifikan dalam kemampuan menulis bahasa Jerman mahasiswa antara mahasiswa yang diajar dengan menggunakan teknik piktogram dan  mahasiswa yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional, (2) pembelajaran menulis bahasa Jerman dengan menggunakan teknik piktogram lebih efektif daripada dengan menggunakan teknik konvensional. Implikasi  dari penelitian ini adalah teknik piktogram dapat digunakan dalam pembelajaran menulis karena lebih efektif  dari pada teknik konvensional.   Kata Kunci: Penerapan, media, piktogram, menulis
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN LAGU RAP TERHADAP KEMAMPUAN KONJUGASI KATA KERJA MAHASISWA BAHASA JERMAN Rina Evianty; Hafniati Hafniati
BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i1.11561

Abstract

Penggunaan lagu merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam pembelajaran konjugasi bahasa Jerman. Dengan menggunakan lagu pembelajaran bahasa Jerman  lebih menyenangkan dan lebih menarik sehingga memotivasi mahasiswa dalam mempelajari bahasa ini. Dalam penelitian ini, lagu yang digunakan adalah lagu rap ‘Ich’  . Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan  adalah kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari hasil penelitian ini disimpulkan ada  signifikansi  dalam kemampuan berbicara mahasiswa dengan penggunaan Lagu Rap yang mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk lebih mudah memahami materi sehingga  mahasiswa menjadi aktif dan kreatif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENGEVALUASI METODE PEMBELAJARAN PADA TAHAPAN PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Berlin Sibarani
BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i72TH XXXVI.2471

Abstract

Any language teaching method is developed with certain  philosophical assumptions on the nature of both language and language learning. These assumptions are reflected in the other two aspects of a method, namely design and technique. Therefore, once these assumptions are clearly understood,  the other two aspects will be understood more easily. The understanding of the nature of both language and language learning is changing from time to time in line with the development of researches in language and language learning. Consequently, the language teaching methods are also changing from time to time following the developing understanding of language and language learning. Encountering such a situation, an English teacher should be able to evaluate the strength and weakness of any new method, to decide which method is the most suitable and effective to teach what aspect of the language. Since a language teaching method is developed mainly based on the nature of language, and language learning, the teacher should do the evaluation of the method based on this philosophical assumption in order to obtain accurate judgment on it, and also in order to understand it thoroughly and by so doing they can implement it properly. The mastery of the philosophical assumptions of a new method is a key factor in evaluating, understanding as well as applying it properly. On the other hand, the assumption is continuously changing due to the continuous researches conducted in these fields. In order to keep competent in evaluating a language teaching method, an English teacher should keep up with the continuous development in the two field researches.   Key words: Evaluation, Methods, dan Teaching English  
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN DRAMA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IX TANJUNG BALAI TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 M.Oky Fardian Gafari
BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v26i4.5623

Abstract

Permasalahan dari penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan Model Demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan bermain drama Siswa dalam pada pelajaran Bahasa Indonesia Materi berbicara di kelas  IX SMP Negeri 1 Tanjung Balai tahun pembelajaran 2014/2015.Penelitian ini bertujuan untuk  Untuk Meningkatkan keterampilan bermain drama Siswa Dengan Menggunakan model demonstrasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas  IX SMP Negeri 1 Tanjung Balai dengan jumlah 25 orang siswa. Penelitian menggunakan desain PTK dengan tindakan menggunakan  model demonstrasi. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan angket. Untuk mengetahui perubahan kreativitas belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan persentase dan analisis kualitatif .   Hasil penelitian diperoleh nilai rata – rata kelas IX yang berjumlah 25 orang.  Setelah diberikan tindakan pada siklus I diperoleh nilai rata – rata menjadi 45,6  dengan tingkat kreativitas belajar sebanyak 5 orang (20%) mendapat nilai sangat rendah dan sebanyak 19 orang siswa (76%) mendapat nilai rendah dan sebanyak 1 orang siswa (4%) mendapat nilai tinggi. Pada siklus II nilai rata – rata siswa meningkat lagi menjadi 81,8 dengan tingkat kreativitas belajar belajar sebanyak 1 orang siswa (4%) mendapat nilai rendah, sebanyak 6 orang siswa (24%) mendapat nilai tinggi dan 18 orang siswa (72%) mendapat nilai sangat tinggi dan tidak ditemukan siswa yang memiliki nilai sangat rendah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap kegiatan mengajar guru menggunakan model demonstrasi tergolong rendah dengan rata-rata yaitu 67,2 pada siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 96,86. Sedangkan hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu nilai rata-rata 46,0 dan siklus II meningkat dengan nilai rata-rata 72. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan dengan menggunakan model demonstrasi dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa dalam bermain drama di Kelas kelas  IX SMP Negeri 1 Tanjung Balai tahun pembelajaran 2014/2015.   Kata Kunci: Keterampilan, Drama, Model, Demostrasi
PENGGUSURAN DIALEK MEDAN OLEH DIALEK JAKARTA SYAHNAN DAULAY
BAHAS No 84 TH 38 (2012): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v0i84 TH 38.26613

Abstract

AbstrakBahasa Indonesia dialek Jakarta sudah mulai menggusur bahasa Indonesia dialek Medan. Penggusuran ini disebabkan oleh pencitraan ¥baik¥ dialek Jakarta dan berkurangnya kepercayaan diri penduduk Medan dalam menggunakan dialek mereka sendiri. Apabila kita menganggap penggusuran dialek Medan oleh dialek Jakarta sebagai masalah, kita perlu melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu yang akan berdampak besar adalah menggalakkan penggunaan dialek Medan di media massa Medan.
Modalitas Dalam Bahasa Karo Aninta Khairunnisa Ginting; Mulyadi .; Nurlela .
BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v29i4.13342

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengungkapkan klasifikasi dan makna modalitas  yang terdapat dalam bahasa Karo. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Analisis data menggunakan metode padan dan metode agih dengan teknik ganti. Penyajian hasil data dilakukan dengan metode formal dan informal. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa klasifikasi modalitas dalam bahasa Karo adalah modalitas intensional, modalitas epistemik, modalitas deontik dan modalitas dinamik. Modalitas intensional memiliki makna keinginan, harapan, ajakan, pembiaran dan permintaan,. Modalitas epistemik memiliki makna kemungkinan, keteramalan, keharusan, dan kepastian. Modalitas deontik adalah izin dan perintah dan modalitas dinamik memiliki makna kemampuan.                    Kata kunci: modalitas, klasifikasi, makna
MEDAN MAKNA AKTIVITAS MEMASAK (MEMBAKAR) DALAM BAHASA PRANCIS NURILAM HARIANJA
BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v25i4.2503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat medan makna aktivitas memasak (membakar) dalam bahasa Prancis dengan menggunakan teori Trier (1934) dan metode penelitian deskriptif kualitatif. Objek pada penelitian ini berupa kata-kata memasak dalam bahasa Prancis yang difokuskan dalam kata-kata memasak dengan cara membakar dalam bahasa Prancis. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan medan makna Griller. Kata kunci : medan makna, semantik
Testing And Assessment In English Language Instruction Farida Hanim Saragih
BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS
Publisher : BAHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bhs.v27i1.5683

Abstract

This present paper aims at discussing the term Testing and Assessment and also the use of them in English language instruction. Most of the teachers consider both testing and assessment are the same aspects; assessment is much more than test. Assessment refers to a variety of ways collecting information on learners’ language ability or achievement, although testing and assessment are often used interchangeably, assessment is an umbrella term for all types of measures used to evaluate students’ progress and test is a subcategory of assessment. Teachers are used to on their own in constructing tests to measure students’ progress and performance. The result is they write traditional grammar-based items in a discrete point format that doesn’t fit the communicative of the learning materials or the underlying teaching principles. By having a better understanding both testing and assessment, teachers can distinguish and  identify both of them and it is hoped that they can create or construct better testing and assessment for their students based on teaching principles.  Keywords: Testing, Assessment  

Filter by Year

2007 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 34, No 1 (2023): BAHAS Vol 33, No 4 (2022): BAHAS Vol 33, No 3 (2022): BAHAS Vol 33, No 2 (2022): BAHAS Vol 33, No 1 (2022): BAHAS Vol 32, No 4 (2021): BAHAS Vol 32, No 3 (2021): BAHAS Vol 32, No 2 (2021): BAHAS Vol 32, No 1 (2021): BAHAS Vol 31, No 4 (2020): BAHAS Vol 31, No 3 (2020): BAHAS Vol 31, No 2 (2020): BAHAS Vol 31, No 1 (2020): BAHAS Vol 30, No 4 (2019): BAHAS Vol 30, No 3 (2019): BAHAS Vol 30, No 2 (2019): BAHAS Vol 30, No 1 (2019): BAHAS Vol 29, No 4 (2018): BAHAS Vol 29, No 3 (2018): BAHAS Vol 29, No 2 (2018): BAHAS Vol 29, No 1 (2018): BAHAS Vol 28, No 4 (2017): BAHAS Vol 28, No 3 (2017): BAHAS Vol 28, No 2 (2017): BAHAS Vol 28, No 1 (2017): BAHAS Vol 27, No 4 (2016): BAHAS Vol 27, No 3 (2016): BAHAS Vol 27, No 2 (2016): BAHAS Vol 27, No 1 (2016): BAHAS Vol 26, No 4 (2015): BAHAS Vol 26, No 3 (2015): BAHAS Vol 26, No 2 (2015): BAHAS Vol 26, No 1 (2015): BAHAS Vol 25, No 4 (2014): BAHAS Vol 25, No 3 (2014): BAHAS No 89 TH XL (2014): BAHAS No 86 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 39 (2013): BAHAS No 85 TH 37 (2012): bahas No 84 TH 38 (2012): BAHAS No 83 TH 38 (2011): BAHAS No 82 TH 38 (2011): BAHAS No 81 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 38 (2011): BAHAS No 80 TH 37 (2011): BAHAS No 79 TH 37 (2010): BAHAS No 78 TH 37 (2010): BAHAS No 77 TH 37 (2010): BAHAS No 76 TH 37 (2010): BAHAS No 75TH XXXVI (2009): BAHAS No 74TH XXXVI (2009): BAHAS No 73TH XXXVI (2009): BAHAS No 72TH XXXVI (2009): BAHAS No 69TH XXXV (2008): BAHAS No 65TH XXXIV (2007): JURNAL BAHAS More Issue