Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Articles
262 Documents
PENDEKATAN TEORI KOMIK PADA ADEGAN RELIEF KRESNAYANA CANDI WISNU
Yohanes Sambodo
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1101.772 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v21i3.2856
Penelitian ini mengetengahkan pengidentifikasian unsur-unsur komik yang terdapat pada relief tersebut menggunakan teori komik. Berbagai unsur dalam komik dapat dipelajari dari teori yang ditulis oleh Scott McCloud. Memang tidak semua unsur komik terdapat pada relief itu, khususnya disebabkan oleh medianya. Beberapa unsur yang terpenting di antaranya adalah panel, pertokohan dan transisi antarpanel. Unsur komik lainnya juga dapat digunakan untuk membedah relief Kresnayana, kecuali yang termasuk kata-kata. Sebagai hasilnya, relief Kresnayana dan komik menunjukkan adanya beberapa kesamaan maupun ketidaksamaan dalam unsur-unsurnya. Semua panelnya ternyata merupakan gabungan pecahan-pecahan batu. Kemudian, parit (gutter) dalam relief ini juga unik, yaitu berupa dua pilar yang mengapit panel. Transisi antarpanel dalam relief Kresnayana berpatokan pada cara pradaksina.
POTENSI TANAH LIAT GUNUNG MERAK DALAM PENGEMBANGAN DEKORASI ENGOBE DAN FINISHING GLASIR KERAMIK PAGERJURANG
Linda Nur Mastuti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (489.87 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v22i2.2532
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanah liat Gunung Merak dalam dekorasi engobe dan finishing keramik Pagerjurang. Pagerjurang merupakan desa vokasi keramik. Pagerjurang terletak di Kecamatan Bayat, Klaten. Hal menarik yang ada di Pagerjurang adalah finishing gerabahnya yang unik. Finishing tersebut disebut sebagai finishing irengan. Pagerjurang memiliki persoalan mengenai persaingan pasar keramik yang ketat. Setiap perajin membuat produk dengan desain yang sama tetapi harga berbeda. Selain itu saat ini kebutuhan akan variasi keramik baru di Pagerjurang meningkat dan pemanfaatan alat dan teknologi yang ada kurang, sehingga penelitian ini penting dilakukan agar mampu memberikan solusi serta memberikan variasi produk baru keramik Pagerjurang dengan tidak meninggalkan ciri khas tanah Pagerjurang menggunakan dekorasi engobe dan finishing glasir.Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dan kuantitatif menggunakan teori eksperimen dan action research dengan teorti-teori keramik dan estetika sebagai pendukung dalam tahap penelitian. Hasil penelitian dianalisis sesuai teori keramik yang ada pada setiap proses eksperimen. Penelitian ini menunjukkan hasil dekorasi engobe dan finishing glasir pada tanah liat Gunung Merak yang diimplementasikan di prototype tableware. Sampel tanah liat Gunung Merak yang digunakan dicampur dengan tanah liat Sukabumi dengan perbandingan 3:2. Hasil dekorasi engobe yang diterapkan pada tanah liat sampel mampu menempel dengan baik pada permukaan tanah, selain itu kondisi engobe yang diterapkan memiliki hasil yang rata dan warna tidak kusam. Kemudian finishing glasir underglaze yang dilakukan menghasilkan efek bening pada tableware.
TELUSUR SEJARAH BERDIRINYA MASJID AL MANSHUR WONOSOBO
Zia Ghifari Muhammad
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (494.728 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v22i2.2942
Sejarah merupakan bagian dari dinamika sosial budaya yang ada dimasyarakat. Faktanya, suatu bangunan dapat menjadi representasi dari nilai sejarah. Masjid Al Manshur merupakan salah satu bangunan ikonik di Kabupaten Wonosobo. Bagi masyarakat, masjid ini tak hanya berdiri sebagai tempat ibadah, namun juga merupakan saksi bisu dari lahirnya Kabupaten Wonosobo itu sendiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif. Usaha pencarian dan pengumpulan data dilakukan melalui proses observasi, wawancara mendalam, serta studi literatur. Tujuan dari penelitian ini untuk menelusuri, merangkum, serta memberikan gambaran terkait bagaimana Masjid Al Manshur sebagai bangunan bersejarah di Wonosobo. Masjid Al Manshur merupakan bangunan bersejarah yang menjadi narasi vital dimasyarakat. Beragam cerita tentang bagaimana masjid ini berdiri, merupakan bentuk respon apresiatif masyarakat bahwa masjid ini memegang peranan penting dalam perkembangan Kabupaten Wonosobo. Terdapat empat riwayat yang mengarah pada bagaimana masjid ini berdiri. Pertama, masjid didirikan pasca perang Diponegoro pada masa pemerintahan Bupati Wonosobo R.A. Mangunkusumo. Kedua, masjid didirikan pada masa Kewalen(kewalian). Ketiga, masjid didirikan pada masa kolonial Belanda yang awalnya berlokasi di sebelah barat alun-alun Wonosobo.Keempat, masjid ini didirkan oleh kalangan ‘Alawiyin yang bermarga Ba’abud dan Bin Yahya dari daerah Batang dan Pekalongan pada sekitar tahun 1700M dalam rangka penyebaran Islam.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL KOTA SALATIGA SEBAGAI KOTA MULTIKULTUR DAN TOLERAN
Danang Wiratama
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.334 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v21i3.2894
Tujuan dari penalitian ini adalah menghasilkan sistem identitas visual Kota Salatiga yang merepresentasikan spirit keberagaman dan toleransi melalui logo dan aplikasinya pada berbagai media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melaluistudi literatur, observasi, dan wawancara sehingga menjadi acuan terhadap penyusunan konsep branding, perancangan identitasvisual, dan aplikasinya ke berbagai media. Dari analisis dihasilkan “big idea” brandingKota Salatiga sebagai “Salatiga: Miniatur Indonesia”yang berarti bahwa multikulturalisme dan toleransi di Kota Salatiga merupakan miniatur (cerminan nyata) dari spirit ke-Indonesia-an yang begitu beragam namun tetap satu jua. Kemudian strategi komunikasi “Tiga M” (Mari Datang, Mari Kenal, Mari Gabung) juga menjadi strategi komunikasi yang dirasa cocok mewadahi berbagai potensi Kota Salatiga. Gagasan brandingSalatigaini diterjemahkan ke dalam logo berkonsep “Tiga Wajah” yang menggambarkan multikulturaliwsme, toleransi, keramah-tamahan, keharmonisan, dan legenda Salatiga. Sistem logo dibuat fleksibel dan mempunyai banyak peluang aplikasi agar merepresentasikan spirit keanekaragaman. Selanjutnya, identitas “Salatiga: Miniatur Indonesia”diterapkan dalam berbagai aplikasi seperti stationary, environmental graphics, booklet, website, video, dan suvenir.
KOMIK INDONESIA PASCA REFORMASI 1998: STUDI KASUS KECENDERUNGAN VISUAL PADA KARYA PEMENANG LOMBA NGOMIK YUK! TAHUN 2001
Savitri Putri Ramadina;
Alvanov Z Mansoor
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1449.082 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v21i2.2880
Komik di Indonesia muncul pada periode 1930-an yang dipengaruhi oleh kisah bernuansa budaya Tionghoa dan Belanda serta tema keseharian menjadi tema utama komik Indonesia sampai 2017. Pada tahun 2001, majalah Animonster yang merupakan majalah yang berorientasi pada dunia animasi (anime), komik (manga), kebudayaan dan lifestyleterbarudi Jepang mengadakan lomba komik amatir bertajuk Ngomik Yuk! dan diikuti oleh 29 peserta. Makalah ini menganalisis karya peserta, khususnya pemenang berdasarkan gaya visualisasinya untuk menunjukkan kecenderungan visual yang muncul di Indonesia di antara komikus amatir pada tahun 2001. Disimpulkan bahwa, komikus amatir peserta lomba Ngomik Yuk!Tersebut mayoritas dipengaruhi gaya gambar Manga dan merupakan sebuah proses yang berulang sebelum menghasilkan karya-karya yang dianggap khas pada dekade 2010-an.
Novel Grafis: Studi Awal Tentang Istilah dan Bentuk
Mohammad Hadid
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 1, No 16 (2012): Mei - Agustus 2012
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.342 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v1i16.2826
This article would like to begin a short studyon the term ‘graphic novel’. As we can see, the termis problematic. Most arguments shaped around‘graphic novel’ clearly show that the works havebeen regarded as a part of literature, while theothers have been considered the term as a formof sequential art which has lengthened story. Theaim of this article, then, is to deconstruct the term‘graphic novel’ by pointing out the weaknesses, boththrough the meaning of the term and also by meansof the discourses that have been strengthened withsome episteme built with the essence to justify themeaning of graphic novel amidst the discourses ofsequential art
STUDI PERUBAHAN DESAIN TATA LETAK SURAT KABAR HARIAN “KOMPAS” TAHUN 1965 – 2015
Clara Victoria Padmasari
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 3 (2019): Desember 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (920.22 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v22i3.2523
Surat kabar KOMPAS adalah raksasa media cetak yang terbit secara berkala dan merupakan salah satu surat kabar yang telah lama berdiri di Indonesia. Dari awal terbit, yakni tahun 1965 hingga tahun 2015, surat kabar ini telah mengalami perubahan desain, baik yang signifikan maupun yang berevolusi. Perubahan desain tentunya memiliki alasan, karena surat kabar yang terbit setiap hari telah membentuk citra surat kabar terhadap pembacanya. Surat kabar harus bertahan di tengah gempuran kemajuan teknologi, maka ia harus beradaptasi dengan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang telah berubah maupun bagaimana perubahan tersebut dapat terjadi. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis sekaligus pendekatan analisis konten. Hasil penelitian ini berupa pemaparan perkembangan surat kabar harian KOMPAS dari tahun 1965 hingga 2015 dengan menjelaskan alasan di balik perubahan tersebut.Kata kunci : perubahan, surat kabar, tata letak
MANAJEMEN STRATEGI PADA PENGELOLAAN KERSAN ART STUDIO
Meita Anggi Pangesti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 22, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (448.516 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v22i1.2533
Penelitian tentang Manajemen Strategi pada Pengelolaan Kersan Art Studio bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang sesuai untuk Kersan Art Studio. Sangat penting bagi Kersan Art Studio untuk memiliki perencanaan strategi jangka panjang agar tetap mampu bertahan di dunia seni rupa. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam upaya mendapatkan formulasi strategi yang sesuai untuk Kersan Art Studio. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari dua poin yaitu pengumpulan data primer dan data sekunder dengan melihat pengelolaan Kersan Art Studio untuk mengetahui dua faktor yaitu, faktor internal (kekuatan, kelemahan) dan faktor eksternal (peluang, ancaman), kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis SWOT. Hasil penelitian ini menghasilkan; (1) Berdasarkan Matrik IFAS dan EFAS pengelola Kersan Art Studio merespon dengan baik faktor internal dan eksternal yang dimiliki. (2) Berdasarkan kuadaran analisis SWOT pengelolaan Kersan Art Studio berada pada posisis kuadran I dengan arah kebijakan strategi agresif. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy) yang diwujudkan dalam bentuk pengembangan pasar, integrasi horizontal dan integrasi ke belakang (3) Berdasarkan matrik SWOT, pengelolaan Kersan Art Studio Kersan memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat melakukan percepatan pengembangan dengan memaksimalkan posisi peluang dan kekuatan untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman, posisi tersebut mengarah pada strategi SO.
PERANCANGAN CONCEPT ART FILM ANIMASI 2D “SMARADHANA”
Hernila Dwi Anissa
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (587.087 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v21i1.2871
Cerita Panji adalah salah satu mahakarya masyarakat Indonesia yang beredar luas hingga ke berbagai daerah Asia Tenggara. Dalam perkembangannya, Cerita Panji juga tak hanya mengenai pencarian Panji Asmarabangun terhadap kekasihnya Dewi Sekartaji. Munculnya banyak versi serta turunan cerita memberikan ragam warna kepada cerita asli Nusantara ini. Tak hanya muncul di relief-relief candi, cerita panji juga dihadirkan di berbagai macam kesenian tradisional seperti pertunjukan Tari Topeng Malang. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni di atas, disusunlah sebuah konsep Film Animasi 2D yang diadaptasi dari Cerita Panji dan potret kehidupan masyarakat sekarang dengan Perancangan Concept Art Karakter Film Animasi 2D “Smaradhana” sebagai tahap awal dalam proses penyusunannya. Concept art ini dirancang menghadirkan cerita dan visual baru untuk mendukung dan mengangkat karya seni tradisional dengan menggunakan media baru dalam bertutur yang lebih dekat dengan generasi muda. Data berupa budaya dan sejarah diolah menjadi sebuah bentuk konsep visual dan style visual unik sehingga yang memiliki daya tarik tersendiri. Menggunakan mediaconcept art book sebagai media penyajian bagi target audience untuk mendapatkan informasi proses awal pembuatan film, serta sebagai sarana promosi film itu sendiri. Diharapkan, perancangan Concept art karakter film animasi ini dapat menjadi tambahan pengetahuan bagi masyarakat tentang proses pra produksi film animasi khususnya perancangan karakter, serta memberi dorongan terhadap masyarakat Indonesia untuk menjunjung dan melestarikan sejarah, budaya dan kesenian lokalnya.
TRANSFORMASI KRIYA DALAM BERBAGAI KONTEKS BUDAYA PADA ERA INDUSTRI KREATIF
Alvi Lufiani
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1102.799 KB)
|
DOI: 10.24821/ars.v21i2.2889
Transformasi yang ada dan terjadi pada ranah kriya saat ini merupakan sebuah konsekuensi dari pengaruh informasi dan teknologi global yang berdampak di berbagai bidang. Aplikasi teknologi tinggi pada proses perwujudan bidang kriya menjadikan produk kriya bertransformasi menjadi karya yang kaya karena memadukan unsur seni, teknologi, ekonomi, budaya, personal dan tangan. Pada era industri kreatif dimana kriya menjadi salah satu sub sektornya, transformasi yang ada adalah keniscayaan karena secara tidak langsung merefleksikan bagaimana kondisi sosio cultural masyarakat yang ada. Selain tentu saja sebagai upaya meningkatkan pendapatan karena produk yang dihasilkan bersifat inovatif dan distingtif. Topik tulisan ini menarik untuk dikaji karena melihat sisi lain dari transformasi yang ada di seni kriya.Transformasi tersebut tentu dilihat positif dan memberikan keuntungan bagi masyarakat dan kriyawan Indonesia.Temuan dari tulisan ini adalah bagaimana sinergi yang kuat antara berbagai pihak seperti pengrajin, kriyawan, akademisi, praktisi dan pemerintah akan menghasilkan karya kriya berkualitas, sustain, dan mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan akar kultur yag dimiliki bangsa Indonesia.