cover
Contact Name
Suryo Tri Widodo
Contact Email
jurnal.ars@isi.ac.id
Phone
+6281353937626
Journal Mail Official
jurnal.ars@isi.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Jl. Parangtritis Km. 6,5 Sewon, Bantul, D. I. Yogyakarta, 55188, Indonesia
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
ISSN : 18297412     EISSN : 25807374     DOI : https://doi.org/10.24821/ars.v27i3
Core Subject : Humanities, Art,
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
PERANCANGAN AKSESORI FESYEN BERBAHAN RESIN DENGAN INSPIRASI MOTIF MARBLE Tantri Ayunda Saputri
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 23, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v23i3.4511

Abstract

Fashion bukan hanya soal pakaian, gaya dalam fashion juga meliputi pelengkapnya. Di dunia fashion, aksesori digunakan sebagai pelengkap busana yang membuat seseorang terlihat lebih menarik sehingga aksesori kini sudah dianggap menjadi bagian penting dari fashion. Resin adalah suatu campuran yang kompleks dari ekskret tumbuh-tumbuhan dan insekta. Resin dapat digunakan sebagai bahan dasar aksesori fashion karena bahannya mudah diolah dan tahan lama. Produk yang dihasilkan berupa anting, dan cincin yang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri.          
Perancangan Buku Decoupage berdasarkan Desain Komunikasi Visual Rizkita Ayu Mutiarani
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i1.4483

Abstract

Decoupage merupakan bahasa yang berasal dari Prancis Tengah yaitu ”decouper” yang berarti memotong. Decoupage adalah teknik dengan mengambil motif-motif tertentu menjadi sebuah karya yang dapat difungsikan, maupun sebagai media ekspresi visual dari desainer. Saat ini telah masuk era industri 4.0 dengan persaingan yang ketat sehingga generasi muda harus bisa eksis menghadapinya. Salah satu cara dengan decoupage, yaitu dengan memberikan nilai visual yang dipandang dari sisi desain memiliki nilai tertentu sebagai alternatif. Upaya yang dilakukan untuk memberikan makna pada motif-motif decoupage adalah dibuatkannya Buku Decoupage Berdasarkan Desain Komunikasi Visual. Agar masyarakat tidak hanya memotong dan menempelkan motif begitu saja, tetapi juga dapat membuat desain decoupage yang bermakna secara visual. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat disusun buku tentang decoupage berdasarkan Desain Komunikasi Visual yang terfokus pada prinsip, agar masyarakat memiliki pengetahuan dan inspirasi bernilai estetis. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan, selanjutnya dianlisis dengan metode deskriptif kualitatif.
REDESIGN PAKAIAN SECONDHAND BERWARNA PUTIH DENGAN TEKNIK BATIK TULIS MENGGUNAKAN PENCELUPAN PEWARNA ALAMI Shabrina Defti Widyaputri
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 23, No 3 (2020): Desember 2020
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v23i3.4510

Abstract

Pasar Cimol Gedebage adalah tempat terbesar di kota Bandung yang menjual pakaian secondhand. Pasar Cimol Gedebage menjual berbagai model dan warna pada pakaian secondhand, biasanya berbahan katun, linen, dan sifon. Dilihat dari segi warna salah satunya pakaian secondhand berwarna putih yang sudah cacat seperti menguning atau terkena noda warna lain sulit dijual ataupun dijual dengan harga yang lebih murah. Oleh karena itu, peneliti melihat potensi diolah menjadi produk fashion baru layak pakai dan menjadikan konsep dengan style yang menarik, menggunakan teknik redesign dan teknik surface textile design yaitu batik tulis dengan pencelupan pewarna alami. Motif pada batik tulis yang diangkat salah satu batik dari Yogyakarta yaitu batik parang barong dan parang curigo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pengumpulan data melalui studi literatur sebagai landasan dalam penelitian, observasi lapangan guna melihat ketersediaan bahan yang akan digunakan, wawancara secara acak kepada pedagang di Pasar Cimol Gedebage, dan eksplorasi guna mengetahui teknik yang optimal untuk diaplikasikan pada bahan baku yang akan diolah. Penelitian dilakukan untuk memberikan manfaat jangka umur produk dan agar tidak menambah dampak buruk bagi lingkungan dengan menggunakan teknik redesign pada pakaian secondhand berwarna putih, Selain itu juga untuk meningkatkan nilai fungsi, estetika, dan nilai ekonomi pada pakaian secondhand tersebut.
Eksplorasi Teknik Sulam pada Permukaan Anyaman Pandan Tasikmalaya Elisabet Prisilia Hokianti; Sari Yuningsih
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.5067

Abstract

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan sumber daya alamnya. Hal ini menghasilkan keberagaman dalam hal kerajinan tangan, salah satunya adalah pemanfaatan anyaman pandan Tasikmalaya menjadi berbagai jenis produk fesyen. Namun dalam perkembangannya, produk fesyen yang berbahan dasar anyaman pandan saat ini kurang diminati oleh pasar, karena bentuk dan elemen dekorasi yang dinilai sulit untuk mengikuti selera pasar dan anak muda jaman sekarang. Para pengrajin cenderung menggunakan material dekoratif yang monoton, sebab helaian anyaman pandan yang rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif teknik dekoratif yang memungkinkan untuk diterapkan pada anyaman pandan. Berdasarkan hasil eksplorasi hasilnya adalah menggunakan teknik sulam benang dengan beberapa jenis tusuk seperti tusuk rantai, tusuk tikam jejak, tusuk jelujur dan tusuk bullion. Dengan adanya alternatif teknik pengrajin diharapkan dapat mengembangkan produknya secara kreatif sehingga produk fesyen yang diproduksi menjadi lebih bervariatif. Penerapan alternatif teknik dan material inilah yang sekiranya dapat membawa perubahan dan menaikan value dan nilai jual pada produk fesyen tersebut. Alternatif teknik dan material yang ada dalam jurnal ini sekiranya dapat memberikan solusi bagi para pengrajin untuk menghindari kerusakan pada helaian anyaman pandan.
Pembelajaran Daring Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Saat Masa Pandemi di SMA Muhammadiyah 1 Taman Mohammad Syamsul Arifin; Setyo Yanuartuti
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4683

Abstract

Artikel ini disusun untuk menggambarkan pembelajaran daring mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan saat masa pandemi COVID-19 pada siswa kelas XI di SMA Muhammadiyah 1 Taman, Sidoarjo. Metode yang digunakan untuk tujuan tersebut adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian dideskripsikan dalam bentuk uraian kata, yang menggambarkan tahapan pelaksaan pembelajaran daring. Hasil penelitian adalah berupa pembelajaran daring prakarya dan kewirausahaan kelas XI yang terdiri dari 3 tahap, yaitu: (1) tahap persiapan, (2) tahap pelaksanaan dan (3) tahap pemberian tugas terstruktur berupa laporan hasil pembelajaran. 
Amplifikasi Kahoot sebagai Kuis Tanya-Jawab Online Pilihan Pendidik dalam Model Pembelajaran Game-Based Learning Afrilya Puji Prayoga
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4599

Abstract

Kahoot merupakan platform kuis tanya jawab online yang digunakan dalam model pembelajaran game-based learning. Platform Kahoot dapat dikatakan sebagai bagian dari budaya siber karena wujudnya berupa artefak di dalam jaringan internet. Pertanyaan yang mengemuka adalah terkait latar belakang dan alasan mengapa Kahoot menjadi pilihan dalam sebuah proses pembelajaran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui amplifikasi platform Kahoot dalam sebuah model pembelajaran game-based learning. Metode yang digunakan untuk menguraikan dan menganalisis adalah metode etnografi virtual dengan pendekatan Analisis Media Siber (AMS). Analisis dilakukan di level mikro terhadap unit teks (konten) pada platform Kahoot, dan di level makro terhadap unit konteksnya, yaitu melalui wawancara dari sisi pendidik sebagai narasumber. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa terjadi amplifikasi platform Kahoot di tiap level mikro maupun makro. Amplifikasi tersebut menjadi latar belakang pendidik memilih dan menggunakan Kahoot dalam model pembelajaran game-based learning.
Pemanfaatan Buku Ilustrasi Berbasis Kearifan Lokal Kota Kudus sebagai Penanaman Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar Sakila Nurkhofifah; Aisya Puspa Anggita; Deni Setiawan
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4525

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anak-anak berusia 8-17 tahun di Kabupaten Kudus banyak mengalami degradasi moral yang dapat membuat lupa akan jati dirinya yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Kudus kepada anak-anak sekaligus juga sebagai media penanaman pendidikan karakter pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menghasilkan rancangan pengembangan buku ilustrasi berbasis kearifan lokal Kudus dan menghasilkan buku ilustrasi yang berjudul “Asal-Usul Desa Bulusan”. Berdasarkan studi pustaka yang dilakukan penulis menunjukan buku ilustrasi tersebut dapat digunakan sebagai sumber bacaan untuk anak-anak khususnya siswa Sekolah Dasar.
Makna Motif Nago Besaung pada Kain Songket Pengantin di Rumah Songket Adis Palembang Ayu Lestari; Dessy Wardiah Hera
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4253

Abstract

Kain songket adalah jenis produk kain tradisional bermotif  unik dan beragam, yang banyak ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu daerah yang menghasilkan produk kain songket adalah daerah Palembang. Penelitian ini dilakukan untuk menelaah baju adat pernikahan masyarakat Palembang yang sering disebut dengan Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko. Jenis kain songket ini penuh dengan unsur serta simbol keagungan atau kebesaran bagi pasangan pengantin yang mengenakannya. Aesan Gede dan Aesan Pak Sangko memiliki berbagai motif yang mana setiap motif memiliki makna tersendiri. Salah satunya adalah motif Nago Besaung yang merupakan simbol dari hewan mitologi “Naga” atau "Nago" merupakan hewan yang dipercaya oleh rakyat Tiongkok memiliki nilai spritual yang melambangkan kekuatan, keberuntungan, kebaikan dan kemakmuran. Penelitian ini mencoba menjelaskan makna yang terkandung di dalam motif Nago Besaung pada kain songket pengantin Palembang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana data diperoleh dari hasil wawancara dengan informan penelitian (narasumber). Hasil analisis dengan metode analisis deskriptif, menghasilkan kesimpulan bahwa makna motif Nago Besaung dianggap masyarakat Palembang dapat melambangkan cinta dan perdamaian.
Perancangan Produk Penunjang Kegiatan Work From Home (WFH) Elora Yoel Pudjiono
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4748

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan orang bepergian dan berkumpul dalam rangka untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Salah satu tindakan untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan penerapan sistem Work From Home (WFH), dimana pekerja dan pelajar melakukan kegiatan dari rumah atau secara online. Tujuan perancangan ini adalah membuat produk yang membantu kegiatan selama WFH agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Metode yang digunakan ialah design thinking yang terdiri dari 6 tahapan, yaitu emphatize, Observe, Point of View, Ideate, Prototype dan Test. Hasil yang didapatkan yaitu ide perancangan produk penunjang WFH berdasarkan proses aktivitas kegiatan pelaku WFH selama bekerja ataupun belajar. Tiap ide desain memiliki batasan desain yang sama.
Kajian Ikonografi dan Ikonologi: Ragam Hias pada Bangunan Bale Rante di Kompleks Makam Sunan Drajat Angga Fajar Ramadhan; Djuli Djatiprambudi; I Nyoman Lodra
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ars.v24i2.4791

Abstract

Kompleks makam Sunan Drajat merupakan warisan budaya yang memiliki hubungan dekat dengan periode kehiduan Sunan Drajat. Bale Rante merupakan bangunan berbahan material kayu yang berasal dari kerajaan Majapahit. Memiliki bentuk ragam hias yang unik dan berbeda dengan bentuk ragam hias pada bangunan kompleks makam lainnya. Bale Rante berbetuk joglo beratap limas,  digunakan oleh para Wali Songo untuk berkumpul dan bermusyawarah. Tujuan: mendeskripsikan makna ragam hias yang ada pada bangunan Bale Rante. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Tahap pra ikonografi dilakukan dengan mengkaji bentuk penyusun ragam hias pada bangunan Bale Rante berdasarkan makna faktual dan makna ekspresionalnya. Tahap analisis ikonografi dilakukan dengan mengidentifikasi makna sekunder yang telah dikaji sebelumnya dengan mengaitkan pada tema dan konsep penciptaan sesuai peristiwa atau sejarah ragam hias tersebut diciptakan. Tahap interpreasi ikonologi dilakukan dengan melakukan intuisi sintesis untuk mengungkap makna yang terkandung dalam simbol yang ada pada ragam hias. Hasil penelitian: Bentuk rantai menyimbolkan kesatuan dan pengayoman. Daun ukel menyimbolkan sumber kehidupan dan kebaikan hati. Pohon hayat dan bunga teratai menyimbolkan keabadian dan penyatuan manusia dengan Allah.