Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain merupakan jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini bertujuan memublikasikan karya ilmiah berupa hasil penelitian, penciptaan, pengkajian, serta studi pustaka di bidang seni rupa, kriya, dan desain. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–April, Mei–Agustus, dan September–Desember. Sejak volume 21 tahun 2018, Ars telah terakreditasi Sinta 4, dan seluruh artikel yang diterbitkan telah dilengkapi dengan DOI (digital object identifier).
Articles
249 Documents
Pengembangan Desain Web Senitembaga.com sebagai Sarana Promosi Sentra Kerajinan Tembaga Tumang Boyolali
Annas Marzuki Sulaiman;
Agus Setiawan
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i2.4933
Penelitian ini berupaya menginventarisasi, mendeskripsikan, dan melakukan pengemasan nilai-nilai budaya lokal terkait dengan sentra kerajinan tembaga Tumang dalam rangka implementasi promosi dan pemasaran go online melalui web. Bagaimana media web Interaktif tentang sentra kerajinan tembaga Tumang dalam upaya menopang ekonomi kreatif IKM di Kabupaten Boyolali. Sehingga mengetahui dan memahami media web interaktif tentang sentra kerajinan tembaga tumang dalam upaya promosi dan pemasaran dalam menopang ekonomi kreatif IKM di Kabupaten Boyolali. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi para pelaku IKM sentra kerajinan Tumang Boyolali sebagai sarana promosi dan pemasaran, masyarakat luas yang menginginkan produk-produk kerajinan tembaga dan kuningan Tumang, para peneliti bidang desain dan multi media. Menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis literature dan partisipan dalam mencapai implementasi web bagi pengrajin tembaga Tumang. Dengan studi ini maka pengemasan nilai budaya yang dipadu dengan ekonomi kreatif dalam bidang industri kerajinan diharapkan mendongkrak sektor kegiatan industry yang berdampak positif di bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Luaran Penelitian ini meliputi prototype web “senitembaga.com” dan Jurnal Nasional Terakreditasi terindeks Sinta 4 pada jurnal ARS: Jurnal Seni Rupa dan Desain yang diterbitkan oleh Institut Seni Indonesia Yogyakarta, artikel ilmiah dimuat dalam prosiding seminar nasional, Pemakalah Seminar Nasional, dan Monograf ber ISBN Bahan Ajar serta HKI.
Peran Komunikasi Visual pada Sosial Media Bisnis Pangan dan Kuliner di Tengah Pandemi COVID 19
Pungky Febi
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i2.5173
Regulasi pemerintah tentang pemberlakuan protokol kesehatan yang membatasi konsumen untuk makan di tempat membuat bisnis pangan dan kuliner pada situasi yang sulit. Kondisi demikian membuat pengusaha kuliner mencoba berbagai strategi komunikasi untuk tetap menarik minat konsumen. Salah satu media komunikasi yang banyak digunakan adalah dengan mengembangkan konten di media sosial. Penelitian ini akan memfokuskan pada narasi visual dan verbal dalam konten media sosial dari penyedia pangan dan jasa antar makanan secara daring. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan analisis kualitatif-interpretatif. Analisis dilakukan dengan melihat tanda dan teks sebagai objek kajian berdasar perspektif keilmuan desain komunikasi visual. Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan fungsi identifikasi, informasi dan persuasi dibalik elemen desain komunikasi visual pada konten media sosial bisnis pangan dan kuliner ditengah pandemi Covid-19.
Desain Interior pada Akomodasi Nomadic Tourism dalam Perspektif Postmodern
I Putu Gede Andy Pandy
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i2.3707
Nomadic tourism adalah wisata yang bersifat temporary baik dari segi akses atau amenitasnya. Sasaran utama dari nomadic tourism adalah backpackers yang didominasi oleh kaum milenial. Hal ini sejalan dengan jiwa milenial yang cenderung fleksibel, senang mencari pengalaman baru dan menyukai kepraktisan, sehingga pilihan wisata nomadic tourism mampu dijadikan peluang yang baik untuk kemudahan berwisata. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh cara berwisata nomadic terhadap akomodasi desain interior dari perspektif post modern. Budaya postmodern mengacu pada konsep nomadic tourism yang ringan dan sederhana. Desain interior pada amenitas ini menerapkan pola desain interior minimalis tanpa mengurangi kenyamanan pemakai aktivitas.Perabotan secara lengkap terdapat pada semua ruang dari fasilitas tidur, bersantai, bekerja, fasilitas mandi cuci, dapur bahkan fasilitas hiburan seperti perangkat televisi. Ruangan didesain multifungsi dengan mengambil ukuran minimal dengan sirkulasi yang memadai. Hal yang terpenting dari konsep desain interior nomadic ini adalah pada perlengkapan furniturnya yang memenuhi kriteria yang ringan, dapat dilipat, ditumpuk dan disimpan, dapat mengembang, dapat sekali pakai serta dapat didaur ulang.
Representasi Visual dan Memori Kolektif dalam Foto Karya Hasan Sakri Ghozali
Daru Tunggul Aji;
Fransisca Sherly Taju
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 25, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v25i1.5628
Materi visual dalam fotografi tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan, namun materi visual dalam foto mampu membangun daya sosial. Selain itu, kuasa visual dalam fotografi tidak sekadar membekukan realitas, namun juga mampu menghidupkan realitas, baik secara sinkronik maupun diakronik. Visualitas dalam fotografi menjadi sangat kompleks, terutama jika dikaitkan dengan fakta peristiwa dan aspek sosial. Karya Foto Jogja Dulu dan Sekarang dalam Satu Frame karya Hasan Sakri Ghozali, yang dipublikasikan melalui tribunjogja.com memuat materi visual ruang kota, Ia menyandingkan foto pada masa lampau dan dikomparasikan dengan kondisi saat ini. Foto-foto tersebut dikomposisikan dalam satu frame. Hal demikian dapat dikatakan sebagai bentuk “kolase komunikasi visual”. Tiga aspek yang ditawarkan oleh Gillian Rose pada Site of Image itself memberikan gambaran bagaimana modal teknologi membangun efek visual yang mampu membangun daya pukau dan merepresentasikan suasana ruang dalam fotografi, sedang dalam tataran komposisi dua buah foto dari masa yang jauh berbeda dihadirkan dalam satu frame membangun interpretasi terkait waktu fotografis. Pada sisi makna, secara sosial kota bukan sekadar ruang interaksi, namun kota menjadi ruang memori sekaligus ruang dimana sisi historis menjadi salah satu faktor bagi keberdayaan sebuah foto.
Kajian Motif Benda Teknologis pada Gapura Kompleks Makam Sunan Drajat dan Candi Tegawangi
Angga Fajar Ramadhan;
Warih Handayaningrum
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i3.4758
Bangunan purbakala lekat kaitannya dengan sejarah masa lalu. Arsitektur bangunannya memiliki bentuk yang khas dengan dihiasi berbagai motif yang beragam. Sekian dari banyak motif yang ada, terdapat motif yang memiliki simbol dengan nilai religi yang terkandung didalamnya. Selain itu, juga terdapat kemiripan bentuk motif antara motif yang bernafaskan Hindu-Budha dengan motif yang bernafaskan Islam. Tujuan: mendeskripsikan dasar penciptaan kedua bentuk motif, faktor-faktor penyebab terjadinya kemiripan bentuk motif dan mengungkap makna dari kedua bentuk motif. Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah, untuk mengungkap makna digunakan teori semiotika. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian direduksi, display dan dianalisis. Hasil penelitian: Ide dasar penciptaan motif benda teknologis pada gapura kayu makam Sunan Drajat dan Candi Tegawangi mengambil inspirasi bentuk dari bangunan suci yang telah dibangun sebelumnya, yaitu bangunan masjid dan candi. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya keserupaan bentuk (1) interaksi budaya, (2) adaptasi bentuk motif, (3) akulturasi budaya, (4) perkawinan atau terjalinnya hubungan kekeluargaan. Adapun makna dari kedua motif tersebut yaitu hubungan antara manusia dengan yang trasenden.
Metode Perancangan Logo Brand Kota dengan Partisipasi Warga Lokal
Danang Adi Wiratama;
Agung Eko Budiwaspada;
Deddy Deddy Wahjudi
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 25, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v25i1.5129
Krusialnya logo bagi kepentingan city branding sebanding dengan perlunya keseriusan dalam proses perancangannya. Sejumlah penelitian menyebutkan persoalan utama metode perancangan logo brand kota adalah: tidak dilibatkannya masyarakat lokal secara efektif, serta rendahnya pemahaman bahwa branding kota lebih dari sekadar merancang logo saja. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan metode perancangan logo brand kota yang (1) melibatkan masyarakat lokal dan (2) yang terhubung dengan proses branding kota secara keseluruhan. Untuk itu, dilakukan pengkajian terhadap teori branding kota, personalitas brand, identitas visual brand kota, termasuk studi kasus perancangan logo brand kota-kota di Indonesia. Metode perancangan logo brand kota yang dirumuskan di sini dibedakan dalam tahap pencarian ide (riset, penggalian personalitas brand, konsep branding kota) dan tahap visualisasi (uji preferensi jenis logo dan elemen visualnya). Di setiap tahapnya, dilakukan pelibatan masyarakat melalui kuesioner sementara tim desainer berperan untuk mendesain alternatif bagi masyarakat. Metode usulan ini mampu memfasilitasi kolaborasi desainer dan masyarakat dalam perancangan identitas visual kotanya, serta memberikan output branding yang (tidak hanya logo dan slogan saja, namun) terintegrasi dengan personalitas brand-nya, ide intinya, serta segala strategi yang berperan besar dalam penerapan branding kota secara keseluruhan.
Kajian Makna dan Konsep Estetik pada Ilustrasi Harimau Karya Bodilpunk
Haidarsyah Dwi Albahi
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i3.4883
Perkembangan seni ilustrasi di Indonesia begitu beragam dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan art style pada era postmodern. Dalam era postmodern, para ilustrator cenderung mengedepankan kebebasan dalam mengekspresikan diri dalam visual karyanya, tidak ingin terpaku pada suatu kaidah visual dan standar yang berlaku dalam dunia seni gambar ilustrasi. Bodilpunk (Rahadil Hermana) merupakan seorang seniman ilustrator yang mempunyai kekhasan dalam ide pemikiran postmodern. Ilustrasi karya Bodilpunk selalu tampil dengan objek-objek fantasi melalui deformasi dan imajinasi bentuk. Gaya visual ilustrasi khas Bodilpunk cenderung menampilkan objek dengan wujud imajinatif dalam bentuk yang distorsi, dia adalah cerminan seorang postmodernis dengan metode berpikir intitutional. Ilustrasi ciptaan Bodilpunk bertema harimau merupakan karya yang sangat kental dengan nuansa postmodern. Pengaruh postmodern pada ilustrasi harimau, terlihat pada penggayaan-penggayaan yang diberikan pada unsur visualnya. Penelitian ini membantu menjelaskan permasalahan konsep, estetika dan makna ilustrasi harimau karya Bodilpunk sebagai sebuah karya seni berlatarbelakang postmodern. Fokus penelitian ini adalah memahami konsep, idiom estetik serta makna yang terdapat pada ilustrasi seri harimau. Makna yang muncul dari ilustrasi harimau, sebagai sebuah karya dengan penggambaran realita secara berlebihan (hiperealitas), antara lain: makna ekonomi, makna budaya dan makna ekspresi.
Analisis Ergonomi dan Antropometri Kursi dan Meja Makan pada Dialoog Cafe & Eatery Ambon
Niken Laksitarini;
Ilham Cahyo Nugroho
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i3.4254
Bergesernya peran sebuah cafe dewasa ini mendorong kita untuk dapat memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan bagi pengunjung. Selain suasana, faktor kenyamanan fasilitas duduk pada sebuah café menjadi salah satu hal perlu diperhatikan oleh pengelola café. Kesesuaian fasilitas duduk dan meja yang sesuai dengan ergonomi dan antropometri manusia secara tidak langsung akan memberikan kenyamanan beraktivitas makan pada pengunjung. Dialoog café & eatery merupakan café yang berada di Uritetu, Sirimau, Kota Ambon. Sebagai fasilitas yang menyediakan tempat makan dan minum, café ini bukan hanya sekedar menjual aneka makanan dan minuman, tetapi juga sebagai sarana pertemuan dan berkumpulnya anak muda muda Kota Ambon. Berdasarkan pengamatan lapangan, fasilitas kursi dan meja makan pada café tersebut kurang nyaman Ketika digunakan dalam aktifitas makan, sehingga perlu adanya studi antropometri dan ergonomic yang lebih mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya.
Eksplorasi Digital Printing Motif Wayang sebagai Hiasan pada Busana Pesta
Vina Andayani;
Mila Karmila
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i3.5334
Wayang merupakan warisan bangsa Indonesia yang sudah ada sejak lama dan masih menjadi kebudayaan hingga saat ini. Wayang direpresentasikan menjadi berbagai macam bentuk seperti wayang orang, wayang kulit, wayang golek, dan masih banyak lagi. Namun sejak masuknya budaya modern, eksistensi wayang mulai pudar dari kalangan milenial dan tergerus arus globalisasi. Hal ini dikarenakan Perwujudan perwayangan di Indonesia terbatas salah satunya pada pertujunjukan panggung. Untuk itu diperlukan sebuah inovasi yang mampu memperlihatkan perwayangan Indonesia dapat beradaptasi dengan jaman. Dalam penelitian ini, motif wayang akan diadaptasikan sebagai hiasan pada busana pesta dengan menggunakan teknik digital printing. Metode yang digunakan adalah Project Based Learning yang didukung dengan studi literatur dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini berupa produk busana pesta dengan motif wayang menggunakan teknik digital printing.
Pelestarian Budaya Keris di Surakarta pada Era Masa Kini
Afifah Afifah
Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24821/ars.v24i3.3420
Keris dan senjata lainnya seperti: pedang, tombak, kujang, dan rencong dikenal sebagai “Tosan Aji”. Tosan berarti besi dan aji berarti dihormati, yang merupakan hasil karya para empu sehingga sudah sepantasnya jika warisan leluhur ini dihormati. Di antara berbagai senjata tersebut, keris adalah tosan aji yang biasa digunakan masyarakat Jawa. Akibat perkembangan zaman, pada akhirnya peranan keris terdesak. Kedudukan keris bukan lagi sebagai senjata andalan, melainkan sebagai peninggalan sejarah, pusaka, hiasan dan pelengkap pakaian adat. Minat untuk memiliki keris sangat kecil karena pada umumnya merasa keberatan untuk merawat, berharga mahal, takut tidak cocok dan mungkin juga takut disebut orang kuno. Apalagi bagi mereka yang terpengaruh oleh kehidupan modern. Tahap pembuatan keris secara ringkas sebagai berikut: membesot-membuat lapisan pamor-membentuk kodokan-membentuk bakalan-grabahi–menghaluskan-dan menyepuh. Masyarakat Surakarta masih memandang keris sebagai salah satu simbol budaya Jawa. Bagi sebagian besar, keberadaan keris masih dianggap sinengker (rahasia)-dan dikeramatkan. Keris itu sinengker karana aris, artinya ada rahasia yang dipendam di dalamnya. Keris dipahami sebagai benda pusaka, suatu jimat yang diyakini mampu memberikan berkah dan membantu melakukan kemudahan-kemudahan dalam melakukan usaha.