cover
Contact Name
Nurhadi Siswanto
Contact Email
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
corak.jurnalsenikriya@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Corak : Jurnal Seni Kriya
ISSN : 23016027     EISSN : 26854708     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
CORAK adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan nomor p-ISSN: 2301-6027 dan nomor e-ISSN: 2685-4708. Jurnal ini berisikan tentang artikel hasil penelitan, gagasan konseptual (hasil pemikiran), penciptaan, resensi buku bidang seni kriya dan hasil pengabdian masyarakat dalam bidang kriya.
Arjuna Subject : -
Articles 269 Documents
PENENTUAN PEMILIHAN BAHAN DALAM PEMBUATAN ACUAN ALAS KAKI SECARA MANUAL Abimanyu Yogadita Restu Aji
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.282 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i2.2399

Abstract

Reference of shoe last is something quite unique. In making the reference of footwear, special raw materials are required to produce a reference with good quality. The quality of this reference is very influential on the long life of a reference. In addition, the quality of the raw materials used also affects the shape of a reference. The research question posed is what factors determine the criteria for selecting the material, in the process of making the reference of footwear by manual technique. Data collection methods generally refer to interview techniques based on the principle, namely structured interviews, semi-structured and unstructured. Data analysis techniques use a gradual coding system with a focus of attention on the factors that determine the material selection criteria in manual reference footwear generation. Keywords: Reference of footwear, manuals, material characters Acuan alas kaki merupakan sesuatu yang cukup unik. Dalam pembuatan acuan alas kaki, diperlukan bahan baku khusus agar menghasilkan acuan dengan kulitas yang baik. Kualitas acuan ini sangat berpengaruh terhadap lama pakai dari sebuah acuan. Selain itu, kualitas dari bahan baku yang digunakan juga berpengaruh terhadap bentuk dari sebuah acuan. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah faktor apa yang menentukan kriteria pemilihan bahan, dalam proses pembuatan acuan alas kaki dengan teknik manual. Metode pengumpulan data secara umum mengacu pada teknik wawancara berdasarkan prinsipnya, yaitu wawancara terstruktur, semi terstruktur dan tidak terstruktur. Teknik analisis data menggunakan sistem pengkodean secara bertahap dengan fokus perhatian pada faktor yang menentukan kriteria pemilihan bahan dalam pembuatan acuan alas kaki secara manual. Kata kunci : Acuan alas kaki, manual, karakter bahan
METAFOR ATOM DALAM KARYA KRIYA TEKSTIL Yesi Diana Putri; Timbul Raharjo
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.079 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i1.2390

Abstract

Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Segala sesuatu diseluruh dunia terdiri dari atom, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun benda mati. Model atom dari John Dalton, Joseph John Thomson, Ernest Rutherford, dan Niels Henrik David Bohr digunakan sebagai sumber ide yang akan divisualisasikan dalam bentuk karya kriya tekstil berupa busana. Penciptaan karya ini didasari dari latar belakang penulis yang menganggap sains dan seni dapat dikorelasikan untuk menjelaskan suatu isu melalui metafor atom. Dalam ilmu sains, bentuk model atom tidak dibuat untuk kepentingan estetika, namun didalamnya terdapat beberapa sifat dan bentuk visual yang menarik untuk dijadikan karya seni.Metode penciptaan yang digunakan berupa pengumpulan data-data melalui studi pustaka atau observasi secara langsung, melakukan analisis data dengan menggunakan pendekatan estetika dan desain secara ergonomi. Metode selanjutnya adalah perwujudan karya yang dimulai dari perancangan, persiapan bahan, hingga mewujudkan karya untuk kemudian mengevaluasi kembali. Pengerjaan karya ini menggunakan teknik batik tulis, teknik cat pada kain, tie dye, serta sulam payet, aplikasi benang, dan sulam tapis sebagai finishing. Penciptaan karya seni ini juga diperkuat dengan beberapa teori seperti : teori atom, teori busana, dan teori quantum.Hasil karya yang diciptakan berupa busana cassual wanita, dengan ornamen atom yang sudah digubahkan. Karya ini merupakan karya seni sekaligus bersifat fungsional yang dapat disesuaikan dalam penggunaannya. Diharapkan karya ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat luas, ranah seni dan lembaga pendidikan, agar dapat menciptakan karya yang lebih inovatif dibidang seni, baik dari segi teknik maupun material khususnya seni kriya tekstil.Kata Kunci: Atom, Busana, Ornamen Atom is the smallest particle which can be divided into the smaller ones. The whole things in the world are consist of atom including human, animal, plant and the inanimate object. This work was inspired by the atom model from John Dalton, Joseph John Thomson, Ernest Rutherford, and Niels Henrik David Bohr. The tangible work was visualized in the textiles media as a cloth. This work is based on the writer’s thought about the correlation of science and art which can figure out an issue from atom metaphor. In science, the form of atom can be used for the aesthetic field, but there are some interesting visual form inside the atom that can be explored as an art work.The method used in this work were collecting the appropriate data through literature study, direct observation, and analizing the data using aesthetic approach also ergonomics design. The next step was embodiment the art work. It started with the plans, preparation the materials, its embodiment and evaluating. The technique of this work were using handmade batik, painting on the textile, tie dye, embroidery sequin, aplication thread, and embroidery tapis. The theory that used in this work are atom theory, fashion theory and quantum theory. The art work result was an atom ornament cassual cloth which has new and vary form. This work is an art work also has a function depends on its user. The expectation of this work are giving the inspiration for the whole society, art field and the education institute. Thus, especially for the textile work, they can produce more creative art work, which is from its technique or its material.Keywords : Atom, Cloth, Ornament
TEPAS KEPRAJURITAN SEBAGAI SUATU WADAH ORGANISASI BAGI PRAJURIT KERATON YOGYAKARTA Anna Galuh Indreswari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.03 KB) | DOI: 10.24821/corak.v5i2.2381

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencari tahu mengenai hal-hal penting yangberkaitan dengan Tepas Keprajuritan di Keraton Yogyakarta. Hal-hal penting mengenai TepasKeprajuritan sebagai suatu organisasi yang didirikan untuk kemajuan prajurit KeratonYogyakarta khususnya secara manajemennya. Hal-hal penting tersebut, di antaranya yaitu: (1)struktur organisasinya; (2) manajemennya; (3) sistem perekrutan pegawai; (4) penempatan danrotasi; dan (5) budaya kekuasaan di dalam organisasi tepas.Penelitian yang mengambil Tepas Keprajuritan sebagai obyeknya ini sudah barang tentumembutuhkan metode penelitian. Metode penelitian berguna untuk menemukan jawaban atassegala pertanyaan atau permasalahan. Penggunaan metode penelitian dalam memecahkanpermasalahan atau mencari jawab atas pertanyaan penelitian menggunakan beberapa metodedari disiplin ilmu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode multidisiplin. Beberapametode dari disiplin ilmu yang berbeda di antaranya, yaitu: ekonomi; estetika; sejarah; danantropologi. Sedangkan metode pencarian data dilakukan dengan cara, yaitu: observasi;wawancara; dokumentasi; dan pustaka.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Tepas Keprajuritan adalah suatuorganisasi yang strukturnya dibagi dua, yaitu: secara admininstratif dan seremonial. Tepasadalah suatu organisasi yang mengutamakan pendekatan secara kekeluargaan. TepasKeprajuritan didirikan dengan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan paraanggota prajurit Keraton Yogyakarta. Selain itu, adanya Tepas Keprajuritan, dapat menjaga rasakebersamaan dan kerukunan di antara anggota prajurit Keraton Yogyakarta serta para pengurustepas dalam suatu wadah organisasi. Keywords: Tepas Keprajuritan, Keraton Yogyakarta, organisasi, manajemen.
BATIK TOPO BANTUL: KONSISTEN DALAM PEMBUATAN KAIN BATIK TULIS DAN CAP Anna Galuh Indreswari
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 1 (2016): MEI 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.277 KB) | DOI: 10.24821/corak.v5i1.2372

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencari tahu mengenai usaha Batik Topo,terutama produk kain batik yang dihasilkannya. Produk kain batik yang dihasilkan meliputi motifdan proses pembuatannya. Bagaimana motif-motif batik yang dibuat oleh Batik Topo. Apa danbagaimana proses pembuatan kain-kain batiknya selama ini. Tujuan penelitian ini sangatlah jelasuntuk mengetahui lebih mendalam dan terperinci mengenai segala hal yang diproduksi olehBatik Topo, dalam hal ini kaitannya dengan produk kain batiknya.Penelitian mengenai usaha Batik Topo ini tentunya membutuhkan metode penelitian.Metode penelitian untuk memecahkan permasalahan dalam penelitian menggunakan beberapametode dari disiplin ilmu yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode multidisiplin.Beberapa metode dari disiplin ilmu yang berbeda di antaranya, yaitu: estetika; sejarah; danantropologi. Sedangkan metode pencarian data dilakukan dengan cara, yaitu: observasi;wawancara; dokumentasi; dan pustaka.Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa usaha Batik Topo membuat kain batikdengan cara cap dan tulis, sehingga produknya disebut batik cap dan tulis. Pembuatan kain batikdengan cara demikian ikut mendukung pelestarian batik tradisional. Kain batik tradisionaldengan pembuatan secara cap maupun ditulis menggunakan canting telah diakui sebagai worldheritage. Keywords: batik topo, batik, batik cap, batik tulis, world heritage.
EKSPLORASI ANYAMAN MANIK KALIMANTAN DAN SULAM TAPIS LAMPUNG DALAM KARYA SENI Paskasius Kalis Legi; Timbul Raharjo
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.734 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i1.2395

Abstract

Proses penciptaan karya tugas penciptaan ini terinspirasi dengan proses teknik anyaman manik Kalimantan dan sulam tapis Lampung. Teknik tersebut merupakan warisan kebudayaan asli Indonesia yang sering digunakan untuk membuat produk kerajinan khas daerah masing-masing. Di dalam proses perwujudan dan motifnya terkandung nilai-nilai tinggi yang bermakna positif. Penciptaan karya ini menggunakan pendekatan semiotika dan estetika. Perpaduan seni sulam tapis Lampung dan anyam manik-manik Kalimantan di dalam karya ini menjadikan sebuah keindahan baru yang unik. Proses perwujudan mengunakan teknik sulam tapis, sulam payet dan anyaman manik. Bahan utama yang digunakan adalah kanvas, benang sulam, benag rajut, benang katun, benang jahit dan manik-manik. Bahan pendukungnya adalah kulit kayu, kain beludru, dan berbagai macam aksesoris. Karya penciptaan ini menghasilkan satu karya alternatif dan empat karya populer. Konsep karya alternatif adalah kearifan lokal Nusantara yaitu wanita Dayak. Karya populer merupakan karya aplikasi anyaman manik Kalimantan pada busana yang terdiri dari dua kategori yaitu busana pria dan busana wanita. Bentuk visual karyanya berupa motif icon superhero dunia seperti, superman, batman, wonderwoman dan avengers. Salah satu kategori busana motifnya dikombinasikan dengan motif suku Dayak. Kata kunci: Anyaman Manik Kalimantan, Sulam Tapis Lampung, Karya Kriya alternatif, karya Kriya Populer  This creating process was inspired by the beads care work of Borneo and tapis Lampung embroidery. This technique is the original Indonesia Heritage wich is often used for making handicraft of each area. The process of actualization and its motif exist the high positive value.This result is used the semiotic and aesthetic approach. The blending art process between tapis Lampung embroidery and beads cane work of become a new unique beauty art. The actualization process used tapis embroidery, payet embroidery and beads cane work. The primary material is applied in this art are canvas, embroidery thread, embroidery pout, cotton thread, thread and beads. The secondary material are barks, veluet and various accessories.The result of this works are an alternative work and four popular works. The alternative concept was taken from the Indonesian local heritage. It come froms the Borneo women of Dayak. Beside that, the popular works is an applied art of beads cone work in a cloth. It consists of two categories men cloth and woman cloth. The visual from of th work are the famous icon superhero world like superman, batman, wonderwoman and avengers. One of then cloth motif categories is combined by the motif of Dayak tribe. Key word: cane work of Borneo, tapis Lampung embroidery, alternative craft artwork, popular craft artwork
PENGELOLAAN POTENSI LOKAL MASYARAKAT BANJARNEGARA MELALUI UKM BATIK DI GUMELEM, BANJARNEGARA, JAWA TENGAH Retno Purwandari; Budi Hartono
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 2 (2016): NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.806 KB) | DOI: 10.24821/corak.v5i2.2386

Abstract

Batik merupakan salah satu budaya Indonesia yang saat ini sedang menjadi salah satu pembicaraan di kancah Internasional. Mendunianya batik Indonesia tidak lepas dari peran batikbatik yang berada di seluruh nusantara, terutama batik Jawa. Salah satu kota yang masyarakatnya sudah ada yang menggeluti batik ialah Banjarnegara, khususnya di Gumelem, meskipun tidak setenar Pekalongan. Batik Gumelem ini dipengaruhi oleh batik dari wilayah Sokaraja. Dua UKM Batik yang dirangkul pengabdi sebagai wujud pengelolaan potensi lokal adalah Batik “Mirah” dan “Giat Usaha”. Dari hasil komunikasi antara perajin, pemerintah, dan pengabdi ditemukan beberapa permasalahan yang dimiliki oleh perajin, terutama faktor keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan alat-alat penunjang. Melalui program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan perguruan tinggi diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan perajin tersebut. Perguruan tinggi bisa lebih meningkatkan permasalahan teknis desain yang lebih laku di pasaran, teknik pewarnaan, dan manajeman produksi, sedangkan perajin lebih giat lagi meningkatkan kualitas produk dan menjalin mitra yang lebih maju untuk meningkatkan produksinya. Pemerintah daerah melalui program-programnya untuk memajukan perajin bisa memberikan kelonggaran fasilitas dalam berwirausaha. Sebagai wujud solusi dari permasalahan UKM dilaksanakan beberapa kegiatan. Pelatihan desain motif batik secara manual diharapkan merangsang perajin lebih kreatif menciptakan motif batik bernuansa kekhasan lingkungan Gumelem, Banjarnegara. Pelatihan desain motif batik berbasis komputer ditujukan untuk mempermudah proses mendesain supaya lebih cepat dan kreatif. Pembuatan cap batik kayu dan pelatihan menggunakannya diharapkan mampu membekali perajin supaya lebih bisa meningkatkan produksinya dengan mengenalkan teknik cap batik yang memiliki kekhasan dibanding cap batik tembaga.Kata Kunci: potensi lokal; UKM Batik; Gumelem, Banjarnegara Batik is the one of Indonesian culture that being trending topic in the world recently. A global Indonesian Batik can’t ignore Batiks Nusantara role, especially Javanese Batik. The small city whose community already working Batik is Banjarnegara, actually at Gumelem, although not a well-known like Pekalongan. Gumelem batik gets influence from Sokaraja Batik. Two Batik Small and Medium Enterprises which invited as a form of management local potential are “Mirah” and “Giat Usaha” Batik. From the communication between handicraft workers, government, and volunteers, several problems were found owned by handicrafts workers, especially the lack of knowledge, skill, and supplementary equipment. Through the program of devotion the community that were held college are expected to provide solutions to the problems handicraft workers. College could further improve technical issues design more deportment in the market, staining technique, and management production, while handicraft workers harder to improve the quality of products and develop a partner that more advanced to increase production. Local government through its programs to advance handicraft workers can give a respite of facilities on business activities. As a solution of Batik Small and Medium Enterprises carried out some activities. Training design a batik manually expected to stimulate handicraft workers more creative created a batik specialties Gumelem nuance. Training design a batik based on a computer intended to ease the process design to be faster and creative. Making wood batik stamps and training to use it is expected the handicraft workers to be more easily to increase production with the introduction batik stamp technique that has unique value than copper batik stamp. Keywords: local potential; Batik Small and Medium Enterprises; Gumelem, Banjarnegara
EKSPLORASI DAN EKSPERIMENTASI DALAM KARYA SENI KRIYA KONTEMPORER Andono Andono; Rispul Rispul
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 5, No 1 (2016): MEI 2016
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.556 KB) | DOI: 10.24821/corak.v5i1.2377

Abstract

Bersamaan dengan perubahan dan kemajuan dalam dunia seni kriya, telahbanyak dilakukan eksplorasi dan eksperimentasi oleh para kriyawan di dalam penciptaankarya-karyanya. Eksplorasi dan eksperimentasi banyak dilakukan pada berbagai aspek,seperti dalam pemilihan sumber-sumber ide atau dasar-dasar penciptaan yang tidakhanya berorientasi pada aspek fungsional saja, tetapi telah banyak digali potensi-potensisumber ide dari berbagai aspek kehidupan masyarakat. Banyak karya yang merupakanhasil dari eksplorasi dan eksperimentasi yang merepresentasikan gejala-gejala ataufenomena-fenomena yang berkembang di masyarakat. Perkembangan seni kriya,tersebut menunjukkan adanya dinamika yang menarik, Karya-karya kriya yang dahuluhanya berorientasi pada segi fungsional praktis dan keindahan ornamentasi saja,sekarang menunjukkan adanya fenomena perubahan ke karya-karya yang lebihdinamis, konseptual, kreatif dan inovatif.Karya seni kriya kontemporer dimaksudkan sebagai karya yang sedang berkembang dimasa kini, yang dalam penelitian ini akan dibatasi pada karya yang dibuat antara tahun 2007 s.d2012, sekaligus sebagai populasinya. Adapun sebagai sampel dalam penelitian ini adalah berupabeberapa karya perwakilan dari masing-masing kriyawan yang karyanya pernah diikut sertakandalam pameran-pameran seni kriya kontemporer. Penelitian diawali dengan penelusuransumber kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian baik yang membahas tentang senirupa dan atau seni kriya kontemporer. Selanjutnya dilakukan observasi pendahuluan denganmengidentifikasi kriyawan yang karya-karyanya termasuk dalam kategori seni kriyakontemporer yang pernah diikutsertakan dalam pameran seni kriya dalam kurun waktu limatahun terakhir, dan hasilnya dijadikan sebagai populasi. Dari sejumlah populasi yang ada(kriyawan dan karyanya) dari masing-masing kriyawan diambil satu karya yang representatifsebagai sampel yang diteliti. Cara analisis data akan menyesuaikan dengan jenis data yangdiperoleh dari pengumpulan data yang dilakukan. Tedapat dua jenis data yang akan diperolehyaitu berupa data visual berbentuk foto dan diskripsi dari karya seni kriya yang diteliti. Sifat datayang akan diperoleh adalah diskriptif, maka metode analisis data yang digunakan adalahdiskriptif analitik. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan estetik.Analisis data akan dilakukan terhadap aspek-espek yang berkaitan dengan struktur, fungsi, dangaya karya seni kriya kontemporer.Penelitian ini akan menghasilkan deskripsi tentang struktur, fungsi, dan gaya karyakaryaseni kriya kontemporer. Bagaimana proses kreatif dalam penciptaan meliputi: latar belakang penciptaan karya, metode penciptaan, metode perwujudan, media dan teknikperwujudan karya, bentuk karya yang dihasilkan, dan kandungan maknanya. Hasil penelitian iniakan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa seni kriya maupun para pemerhati seni kriyadalam memahami bagaimana proses kreatif dalam penciptaan karya seni kriya. Kata kunci: eksplorasi, eksperimentasi, kriya kontemporer.
BADAK JAWA SEBAGAI SUMBER INSPIRASI DALAM PENCIPTAAN SENI KRIYA LOGAM M. Imam Khamdani
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 4, No 2 (2015): NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.258 KB) | DOI: 10.24821/corak.v4i2.2368

Abstract

Creating an artwork with javan rhino as the source of inspiration was based on theauthor’s interest towards rhinoceros especially javan rhino. Javan rhino has its own uniquenesscompared to other species of rhinoceros and the phenomenon of its extinction that happenednowadays such as the skin’s physical form that is folded as if it’s forming an armor, its horn, andjavan rhino is considered as an animal that is almost extinct so the author was interested increating a metal craft artwork with Javan rhino as the theme in this final project as well as therequirement to graduate from bachelor degree of craft major.The methods of approach used are the expressive, contemplation, aesthetic, and thenthe data collection was done by using literature study and observation methods. The artworkscreated through three stages : exploration, design, and embodiment. Metal art presented in thisfinal project is a figurative artwork and the object was developed which is the result of Javanrhino embodiment.The produced artwork is a three-dimensional metal craft artwork with the shape ofJavan rhino as the inspiration of the craft art’s creation and has a shape development in such away. This artwork is expected to communicate with the society properly. This metal craftartwork was created neither for finding solutions nor solving the problems, but it is a touch ofexpression and a means of delivering a personal idea which is presented especially for art loversand generally for the society.Keywords: Javan rhino, Crafts art, Metal craft Menciptakan karya dengan sumber inspirasi Badak Jawa didasari atas ketertarikanpenulis terhadap binatang badak khususnya badak Jawa. Badak Jawa memiliki keunikantersendiri dari badak lainnya dan fenomena kepunahan yang terjadi saat ini seperti bentuk fisikkulit badak yang belipat seperti membentuk baju baja, cula, dan tergolong hewan yang hampirpunah sehingga penulis tertarik untuk menciptakan sebuah karya seni kriya logam bertemakanbadak Jawa ke dalam tugas akhir ini sekaligus sebagai syarat menyelesaikan studi S1 jurusankriyaMetode pendekatan yang digunakan adalah ekspresi, kontemplasi, estetis, kemudianmetode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan observasi. Proses penciptaankarya seni ini memalui tiga tahapan yaitu, eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Karyalogam yang disajikan dalam Tugas Akhir ini merupakan karya figuratif dan dikembangkanobjeknya yang merupakan hasil dari perwujudan badak Jawa.Hasil karya ini adalah seni kriya logam tiga dimensi dengan bentuk badak Jawa sebagaiinspirasi dari penciptaan seni kriya dan memiliki pengembangan bentuk yang sedemikian rupa.Diharapkan karya ini dapat berkomunikasi dengan masyarakat secara baik. Karya seni kriya logam ini dibuat bukan dimaksudkan untuk mencari solusi ataupun menyelesaikan masalah,tetapi merupakan sebuah sentuhan ekspresi dan sarana penyampaian ide pribadi yangdisampaikan kepada penikmat seni pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.Kata kunci: Badak Jawa, Seni kriya, Kriya logam
JAMUR DALAM EKSPRESI SENI KRIYA KAYU Nurul Iftitah Abrar; Timbul Raharjo
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 2 (2017): NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.783 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i2.2400

Abstract

The fungus is one known being that has its own kingdom namely the kingdom fungi. Visually, a fungus has a great unique variation with the interesting natural colors; this case has triggered the writer’s imagination as a creator to create a work that becomes kingdom fungi as inspiration sources. In the creation of this work, the writer has chosen the theme of Fungi in the Craft Expressions “Parasitism: Fungi’ Survival System as a Metaphor Human’s Survival System to become system classification of fungi’survival consists of Parasitic Fungi, Saproba Fungi, and Symbiosis Mutualism Fungi as a metaphor system of human’s survival that consist of Parasitism, Commensalism, and Mutualism Symbiosis. The fungi who survives its live in a way be a parasite the same as human who like as a parasitic in the earth. In the creation of this art, the exploration stage, the writer examined about fungi as the object that become the sources in deeply, both in terms of visual or as discourses and the valid data that covered about fungi so that it could help the writer to trigger the imagination largely. It could to ease at the design making. In the next stage, the writer through the improvised stage by doing some experiment thus in the end decided to choose a ferns super as a major media term using the printing resin technique as a helped media in exploring a ferns that has interesting motives and texture as a main ingredient in this creation. The writer used the theory mimesis by taking the kingdom fungi as a natural object that is copy to furnish discourse in review the creation of these artworks. The writer also used the theory of semiotics metaphors as a means of rhetorical choice in the process of semiotics between the two objects that became inspiration sources and also the theory of aesthetic in reviewing of aesthetic side either objectively or subjectively. The writer’s work would not be understood clearly without any a better understanding deeply about the classification of fungi and human survival systems, so that the three theories have an important role in the craft creation like Applied Art (Lamp) and Fine Art (Expression). Keywords: Kingdom Fungi, Heterotrophy, Parasitism, Commensalism, Symbiosis Mutualism.  Jamur merupakan salah satu makhluk hidup yang memiliki kingdom tersendiri yaitu kingdom fungi. Secara visual jamur memiliki berbagai macam bentuk yang unik dengan warna-warna alami yang menarik, hal ini memicu imajinasi penulis selaku creator untuk menciptakan sebuah karya yang menjadikan kingdom fungi sebagai sumber inspirasi. Dalam penciptaan karya dengan mengusung tema Jamur dalam Ekspresi Seni Kriya “Parasitisme: Sistem Bertahan Hidup Jamur Sebagai Metafor Sistem Bertahan Hidup Manusia” ini, penulis menjadikan klasifikasi sistem bertahan hidup jamur yang terdiri dari Jamur Parasit, Jamur Saproba, dan Jamur Simbiosis Mutualisme sebagai metafor sistem bertahan hidup manusia yang terdiri dari Simbiosis Parasitisme, Simbiosis Komensalisme dan Simbiosis Mutualisme. jamur yang bertahan hidup dengan cara menjadi parasit sama halnya dengan manusia yang bagaikan parasit dibumi. Dalam penciptaan karya ini, pada tahap eksplorasi, penulis mengkaji lebih dalam tentang objek yang menjadi sumber inspirasi yaitu jamur, baik dari segi visual maupun berupa wacana dan data-data valid yang mengulas tentang jamur sehingga membantu penulis dalam memicu imajinasi yang lebih luas agar mempermudah pada tahap pembuatan desain. Pada tahapan selanjutnya, penulis melalui tahap improvisasi dengan melakukan beberapa eksperimen hingga pada akhirnya penulis memutuskan untuk memilih batang pakis super sebagai media utama dalam perwujudannya dengan mengunakan teknik cetak resin sebagai media bantu dalam mengeksplorasi batang pakis yang memiliki motif dan tekstur yang menarik sebagai bahan utama dalam penciptaan ini. Untuk melengkapi wacana dalam mengulas penciptaan karya seni ini, penulis menggunakan teori mimesis dengan menjadikan kingdom fungi sebagai objek alam yang ditiru. Penulis juga menggunakan teori semiotika berupa metafor sebagai sarana retorik pilihan dalam proses semiosis diantara kedua objek yang menjadi sumber inspirasi penciptaan serta teori estetika dalam mengulas sisi estetik karya secara objektif maupun subjektif. Karya penulis tidak akan dipahami secara gamblang tanpa adanya pemahaman lebih mendalam tentang klasifikasi sistem bertahan hidup jamur dan manusia, sehingga ketiga teori tersebut memiliki peran yang cukup penting dalam penciptaan karya seni kriya yang berbentuk Aplied Art (lampu) dan Fine Art (Ekspresi). Kata kunci: Kingdom Fungi, Heterotrof, Parasitisme, Komensalisme, Simbiosis Mutualisme.
PENCIPTAAN SENI KRIYA LOGAM KREATIF DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH ONDERDIL KENDARAAN Titiana Irawani; Budi Hartono
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 6, No 1 (2017): MEI 2017
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1105.353 KB) | DOI: 10.24821/corak.v6i1.2391

Abstract

Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas dan ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk memanfaatkan limbah onderdil kendaraan yang berupa skrup, baut, rantai, gir, blog mesin, dan lain-lain menjadi sebuah karya kriya logam yang kreatif-inovatif. Selain itu juga untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomis, dari semula limbah yang umumnya dijual murah dengan harga kiloan, menjadi produk seni kriya yang memiliki nilai artistik dengan harga yang tinggi. Produk yang diciptakan adalah produk-produk fungsional atau home decorative. Kata Kunci: kriya logam, kreatif, limbah onderdil

Page 10 of 27 | Total Record : 269