cover
Contact Name
Kurnia Rahmad Dhani
Contact Email
kurniadhani@isi.ac.id
Phone
+6281362081363
Journal Mail Official
jurnalekspresi@isi.ac.id
Editorial Address
Jl. Parangtritis No.KM.6.5, Glondong, Panggungharjo, Kec. Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55188
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Ekspresi: Indonesian Art Journal
ISSN : 14114305     EISSN : 29645921     DOI : https://doi.org/10.24821/ekp.v1i11
EKSPRESI is a double-blind peer-reviewed international journal published twice a year in April and October. Ekspresi published by Institut Seni Indonesia Yogyakarta. This journal contains articles on research results, conceptual ideas, art creation, and community service activities in the fields of arts and humanities.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 8 Documents clear
Perancangan Video Animasi tentang Pencegahan Konsumsi Daging Anjing di Masyarakat Perkotaan Lazuardy, Mahesa Bintang; Suwasono, Arief Agung; Utama, Aditya
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11531

Abstract

AbstrakPerdagangan hewan merupakan isu yang sudah lama terjadi di Indonesia, namun menjadi masalah yang lebih besar apabila perdagangan tersebut mengancam kesehatan masyarakat, perdagangan daging hewan ekstrim seperti anjing, kelelawar dan biawak berpotensi membawa berbagai penyakit serta masalah moralitas pada masyarakat. Setelah mengumpulkan berbagai data dari jurnal, berita, dan gerakan-gerakan sosial yang sudah dilakukan oleh berbagai organisasi animal welfare, aspek yang bisa dihimbaukan untuk mengurangi perdagangan hewan di sekitar kehidupan masyarakat adalah menghimbau konsumen akan bahaya hewan tersebut kepada kesehatan masyarakat. Untuk memberikan presentasi yang menarik dan dapat memberikan skenario terburuk dari tindakan masyarakat tersebut, perancangan dengan media animasi dipilih. Analisis yang menggunakan metode 5W + 1H untuk perancangan animasi ini. Animasi final menyampaikan cerita akan masyarakat yang mengkonsumsi hewan berbahaya dan menerima akibatnya, diakhiri dengan infografis untuk memperjelas hasil risetKata kunci: edukasi, isu sosial, penyakit, perdagangan hewan, animasi AbstractDesigning an Animation Video about Preventing Dog Meat Consumption in Urban Communities. Animal trafficking is an issue that has been going on in Indonesia for a long time, but it becomes a bigger problem if the trade threatens public health. The trade-in meat from extreme animals such as dogs, bats, and monitor lizards has the potential to bring various diseases and moral problems to society. After collecting various data from journals, news, and social movements that various animal welfare organizations have carried out, the aspect that can be proposed to reduce animal trade in people's lives is to alert consumers to the dangers of these animals to public health. A design using animation media was chosen to provide an interesting presentation and the worst-case scenario of people's actions. Analysis using the 5W + 1H method for designing this animation. The final animation tells the story of people who consume dangerous animals and suffer the consequences, ending with an infographic to explain the research results.Keywords: education, social issues, diseases, animal trade, animation
Perspektif Estetika Timur terhadap Ritual Rambu Solo’ Suku Toraja Bonggaminanga, Putri Isydora
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11517

Abstract

AbstrakPerspektif estetika digunakan sebagai cara pandang untuk memahami keindahan dan seni. Ritual Rambu Solo adalah bagian dari warisan budaya dan seni yang dijaga secara turun-temurun oleh masyarakat suku Toraja. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta memahami keindahan dan seni dalam ritual Rambu Solo Suku Toraja dari sudut pandang estetika Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan penggunaan data dari riset pustaka tanpa memerlukan pengumpulan data lapangan, dan menerapkan teknik analisis untuk mendapatkan data yang valid. Penelitian ini mengusung tiga perspektif estetika Timur, yaitu Cina, Jepang, dan India. Hasil penelitian menunjukkan kesamaan dalam perspektif estetika dari Cina, Jepang, dan India dalam mengakui hubungan penting antara manusia dan alam, serta nilai spiritualitas dalam upacara pemakaman Rambu Solo Suku Toraja. Ritual ini melibatkan rangkaian upacara yang kompleks untuk menghormati orang yang telah meninggal. Penggunaan seni, tarian, musik, dan simbolisme alamiah dalam ritual ini menggambarkan penghargaan terhadap alam dan kesinambungan spiritual. Kata kunci: perspektif, estetika timur, ritual rambu solo, suku toraja.  AbstractIn the field of aesthetics, perspective is used to understand beauty and art. The Rambu Solo ritual is one of the cultural and artistic traditions passed down through generations among the Toraja people. This article aims to explore and comprehend the beauty and artistry of the Rambu Solo ritual of the Toraja people from the perspective of Eastern aesthetics. The research methodology employed is a literature review method, utilizing existing scholarly works without requiring field research, and relying on analytical techniques to ensure the validity of the data obtained. This study presents three Eastern aesthetic perspectives: namely, Chinese, Japanese, and Hindu. The research findings provide an understanding that the aesthetic perspectives from China, Japan, and India share a common recognition of the significance of the relationship between humans and nature, as well as the spiritual value within the Rambu Solo funeral ceremony of the Toraja people. This ritual involves a series of intricate ceremonies to honor the deceased. This ritual's utilization of art, dance, music, and natural symbolism signifies reverence for nature and spiritual continuity.
Kreativitas Grup Musik Gambang Kromong Alunan Silibet di Jakarta Selatan Christiawani, Michelle Darsida; Haryanto, Haryanto; Sukotjo, Sukotjo
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11533

Abstract

AbstrakAlunan Silibet adalah salah satu grup musik Gambang Kromong Betawi di DKI Jakarta yang memiliki kreativitas tinggi dalam kesenian musik Gambang Kromong. Alunan Silibet kerap kali mementaskan musik Gambang Kromong dengan menggabungkan ansambel Gambang Kromong dengan musik etnis lainnya, bahkan sampai ke instrumen musik barat. Tidak hanya itu, Alunan Silibet pun menciptakan lagu yang mereka garap sendiri yang berjudul Menong. Metodologi penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnomusikologis yang menyakup musikologi, sosiologi, etnologi, dll. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kreativitas milik Mel Rhodes untuk mengupas kreativitas lagu Menong yang dibawakan oleh grup musik Gambang Kromong Sanggar Silibet yang disebut dengan Alunan Silibet. Penelitian ini meneliti tentang kreativitas Alunan Silibet, lagu Menong, dan lagu Menong dalam masyarakat. Lagu Menong tidak hanya menggunakan ansambel Gambang Kromong, tetapi juga menggunakan instrumen musik barat. Perpaduan antara alat musik etnis dan diatonis yang berbeda sistem penotasian itu dapat digabungkan menjadi bentuk yang estetik sehingga enak didengar dalam bingkai kreativitas. Kata kunci: kreativitas, Menong, gambang, silibet, Betawi  AbstractCreativity of the Gambang Kromong Music Group Alunan Silibet in South Jakarta. Alunan Silibet is one of the Betawi Gambang Kromong music groups in DKI Jakarta which has high creativity in the art of gambang kramong music. Silibet's strains often perform Gambang Krummong music by combining the Gambang Kromong ensemble with other ethnic music, even Western musical instruments. Not only that, but Alunan Silibet also created a song that they composed themselves entitled Menong. The research methodology uses qualitative research with an ethnomusicological approach which includes musicology, sociology, ethnology, etc. The theory used in this study is Mel Rhodes' theory of creativity to explore the creativity of the Menong song performed by the Silibet Sanggar Silibet gambang kramong music group called Alunan Silibet. This research examines the creativity of Strains of Silibet, Menong songs, and Menong songs in society. Menong songs not only use the Gambang Kromong ensemble but also use Western musical instruments. The combination of ethnic and diatonic musical instruments with different notation systems can be combined into an aesthetic form that is pleasing to the ear within the framework of creativity. Keywords: creativitas, Menong, gambang, silibet, Betawi
Proses Pembelajaran Kreasi Musik Dalam Membentuk Karakter “Profil Pelajar Pancasila (P3)” Firdaus, Azka Rayhan; Triprasetyo, Gathut Bintarto; Hapsari, Prima Dona
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11335

Abstract

AbstrakProgram “Profil Pelajar Pancasila (P3)” dari Kemdikbudristek dilaksanakan untuk membentuk kembali karakter siswa yang mencerminkan nilai luhur Pancasila. SMP Muhammadiyah Srandakan Bantul sebagai satuan pendidikan menerapkan proses pembelajaran kreasi musik untuk membentuk karakter P3 pada siswanya. Aktivitas pembentukan karakter tersebut dianalisis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Kreasi musik di sekolah ini dilaksanakan selama 9 pertemuan dengan materi pengolahan sumber bunyi yang menggunakan limbah bekas seperti botol kaca dan plastik, kaleng cat, kayu, dan karet ban.  Proses kreasi musik dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu siswa diminta membawa, mengidentifikasi, mengeksplorasi, melatih, dan menampilkan sumber bunyi secara berkelompok. Proses berkreasi musik ini memberi dampak perubahan sikap siswa yang semakin kolaboratif, peduli, komunikatif, dan inovatif. Dimensi bergotong-royong tampak saat siswa melatih dan menampilkan bunyi kreasi musik secara berkelompok. Dimensi bernalar kritis tampak saat siswa mengidentifikasi dan mengolah sumber bunyi menjadi alat musik. Dimensi kreatif tampak saat mereka memainkan lagu Gundul-Gundul Pacul dan Cublak-Cublak Suweng dengan limbah bekas serta memodifikasi pola ritme musik untuk mengiringi melodi asli dari lagu-lagu tersebut.Kata kunci: kreasi musik, pembentukan karakter, profil pelajar Pancasila AbstractThe "Pancasila Student Profile (P3)" program from the Ministry of Education and Culture was implemented to reshape student characters to reflect the noble values of Pancasila. Muhammadiyah Middle School Srandakan, Bantul, applies a music creation learning process to form the P3 characters in its students. These character formation activities were analyzed using descriptive qualitative research methods with a phenomenological approach. Music creation was carried out over nine meetings with material processing sound sources using used waste such as glass and plastic bottles, paint cans, wood, and tire rubber. The music creation process is carried out through several stages; students are asked to bring, identify, explore, practice, and display sound sources in groups. This process of creating music has an impact on changing students' attitudes and becoming more collaborative, caring, communicative, and innovative. The dimension of working together is visible when students practice and perform musical creations in groups. The critical reasoning dimension appears when students identify and process sound sources into musical instruments. The creative dimension appeared when they played the songs Gundul-Gundul Pacul and Cublak-Cublak Suweng with used items and then modified the rhythmic patterns of the music to accompany the original melodies of these songs.Keywords: music creation, character building, Pancasila student profile
Danse Macabre Karya Camille Saint-Saens sebagai Puisi Simfonik Putra, Rizky Arya; Syahfitra, Ridho Syawal
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11534

Abstract

Danse Macabre Op. 40 adalah karya puisi simfonik untuk solo biola dan orkestra yang disusun oleh Camille Saint-Saens pada paruh kedua abad ke-19. Karya ini bersumber dari sebuah puisi yang ditulis Henry Cazalis sebagai penggambaran dari wabah kematian yang terjadi di Eropa pada akhir Abad Pertengahan. Saint-Saens menggubah dalam komposisi untuk vokal dan piano pada tahun 1872, lalu mengembangkannya lagi pada tahun 1874. Danse Macabre termasuk dalam kategori musik program karena konsep karya ini berdasarkan narasi. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan struktur dan bentuk Danse Macabre untuk solo biola dan orkestra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil dari analisis bentuk karya  ini terdiri dari introduksi, A, B, B1, B2, B3, B4, A2, C, A3, A+B, dan Coda. Hasil kajian menunjukkan bahwa Danse Macabre memiliki bentuk bebas atau free form karena tidak teridentifikasi sebagai bentuk yang baku pada periodisasi musik klasik. Kata kunci: biola, puisi simfonik, Danse MacabreAbstractDanse Macabre Op. 40 is a symphonic poetry for solo violin and orchestra composed by Camille Saint-Saens in the second half of the 19th century. This work originates from a poem by Henry Cazalis, describing the plague of death that occurred in Europe at the end of the Middle Ages. Saint-Saens composed it for vocal and piano in 1872, then developed it again in 1874. Danse Macabre is included in the program music category because the concept of this work is based on narrative. This research aims to explain the structure and form of Danse Macabre for solo violin and orchestra. Qualitative methods with a descriptive-analytical approach were used in this research. The form analysis results of this work consist of introduction, A, B, B1, B2, B3, B4, A2, C, A3, A+B, and Coda. The study results show that Danse Macabre has a free form because it is not identified as a standard form in the periodization of classical music.Keywords:violin, symphonic poetry , Danse Macabre
Program Selendang Sutera sebagai Media Kreativitas untuk Menanamkan Solidaritas dan Rasa Kebangsaan Mahasiswa Nusantara Arindyasari, Putu Ayu; Pusparini, Ni Made Tirta Baira; Rohmah, Irta Hayyin Nur; Luthfiana, Alfiya Mar'ata; Winarti, Tutik
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11526

Abstract

AbstrakTulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudhayan) DI Yogyakarta yang melibatkan 34 IKPM di Yogyakarta. Fokus kajian dilakukan pada bentuk sajian karya seni dan perannya dalam menanamkan rasa solidaritas dan kebangsaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang disajikan dalam bentuk deskriptif analitik. Adapun tahap penelitian yang dilakukan meliputi tahap pra-lapangan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan tulisan. Hasil yang didapat yaitu, bentuk sajian Program Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera dari tahun ke tahun tidak pernah lepas dari akar budaya tradisi daerahnya. Bentuk sajian tampak pada pemilihan tema, komposisi penari, pola lantai, property, dan musik yang digunakan. Terdapat beberapa pengembangan bentuk pola gerak tari tradisi menjadi gerak kreasi baru, serta pengembangan komposisi bentuk seperti lifting/akrobatik sesuai dengan jiwa jaman para pelakunya. Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera merupakan ajang bagi generasi muda Indonesia yang sedang menimba ilmu di Yogyakarta untuk bersatu, mempererat solidaritas kelompok maupun bersama untuk kemajuan negara dan bangsa. Kata kunci: Selendang Sutera, IKPM, solidaritas, kebangsaan AbstractThis article describes the Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera Program, organized by the DI Yogyakarta Culture Service (Kundha Kabudhayan), which involves 34 IKPM in Yogyakarta. The focus of the study was on the form of presentation of works of art and its role in instilling a sense of solidarity and nationality. This research uses qualitative methods, which are presented in analytical descriptive form. The research stages include pre-field, data collection, data analysis, and writing preparation. The results obtained are that the presentation of the Silk Shawl Ethnic Cultural Degree Program from year to year has never been separated from the traditional cultural roots of the region. The form of the presentation can be seen in the choice of theme, composition of dancers, floor pattern, props, and music used. There are several developments in the form of traditional dance movement patterns into new creative movements, as well as the development of compositional forms such as lifting/acrobatics in accordance with the spirit of the times of the performers. The Gelar Budaya Etnis Selendang Sutera Program event is an opportunity for the young generation of Indonesia studying in Yogyakarta to unite, strengthen group solidarity, and work together for the country's and nation's progress. Keywords: Selendang Sutera, IKPM, solidarity, nationality
Musik Platform Pembelajaran Berbasis Gamifikasi “Marica” sebagai Luaran Magang MSIB 2023 Nurhaliza, Nurhaliza; Kustap, Kustap
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.11521

Abstract

AbstrakProgram Magang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa selama berkuliah. Tulisan ini mendeskripsikan proses produksi luaran dari kegiatan MSIB 2023 yang dilakukan oleh PT. Sebangku Jaya Abadi. Musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi “Marica” disusun berdasarkan penugasan Peserta Program MSIB 2023 yaitu Produser Musik. Musik diproduksi sebagai musik platform pembelajaran berbasis gamifikasi. Adapun yang dilakukan penulis selama proses magang yaitu menyusun musik latar, jingle, sound engineering, voice over, serta aransemen musik anak. Penelitian ini menggunakan metode artistik dengan pendekatan Practice Based Research. Tahapan penelitian yaitu: perancangan, pengadaptasian, uji-coba, dan penerapan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dari manfaat program MSIB yaitu menjembatani kesenjangan antara pembelajaran akademis, pembelajaran berorientasi lingkungan kerja, dan penerapan dunia nyata dengan memungkinkan individu untuk mengembangkan keterampilan di bidang produksi musik. Program MSIB juga memungkinkan penulis menjalin hubungan dengan profesional, mentor, dan sesama peserta magang. Kata kunci: platform musik, MSIB, gamifikasi, Marica  AbstractMagang dan Studi Independent Bersertifikat (MSIB) is an activity organized by the Ministry of Education and Culture to increase student competency while studying. This article describes the output production process from MSIB 2023 activities carried out by PT. Sebangku Jaya Abadi. The gamification-based learning platform music "Marica" was prepared based on the assignment of the 2023 MSIB Program Participants, namely Music producers. Music is produced as a gamification-based learning platform music. The writer composed background music, jingles, sound engineering, voice-over, and children's music arrangements during the internship. This research uses an artistic method with a Practice-Based Research approach. The research stages are design, adaptation, testing, and implementation. The research results show the benefits of the MSIB program, namely bridging the gap between academic learning, work environment-oriented learning, and real-world application by enabling individuals to develop skills in the field of music production. The MSIB program also allows writers to build relationships with professionals, mentors, and fellow interns. Keywords: music platform, MSIB, gamification, Marica
Perubahan Motivasi Latihan Mahasiswa Studi Instrumen Biola Pasca-Pandemi COVID-19 Hanan, Athaya; Indrawan, Andre; de Fretes, Daniel
Ekspresi Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/ekp.v12i2.10404

Abstract

AbstrakPemerintah Indonesia berupaya menghambat penyebaran virus dengan melakukan pembatasan sosial selama Pandemi COVID-19. Praktik mata kuliah instrumen biola di Institut Seni Indonesia Yogyakarta dilakukan melalui Zoom Meeting, Google Duo, Google Meet selama masa Pandemi COVID-19. Setelah pandemi, praktik instrumen biola dilaksanakan secara langsung kembali. Tujuan penelitian ini antara lain mengetahui perubahan motivasi mahasiswa Mata Kuliah Studi Instrumen Biola di masa Pasca-Pandemi COVID-19 dan mengetahui bagaimana proses perubahan dan langkah yang diambil oleh para mahasiswa guna meningkatkan motivasi di masa pandemi hingga pasca-pandemi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa mata kuliah praktik instrumen biola mengalami peningkatan motivasi di masa pasca-pandemi COVID-19 dikarenakan oleh mata kuliah praktik mulai dilakukan secara langsung dan interaksi antar teman sangat berpengaruh pada motivasi mereka. Perubahan motivasi di pasca-pandemi COVID-19 terjadi secara bertahap seiring berjalannya waktu dan perkembangan kondisi pasca-pandemi. Kata kunci: motivasi, pandemi covid-19, biola, mahasiswa AbstractPractice Motivation Changes in Violin Instrument Study Students in the Post-Pandemic COVID-19. The Indonesian government was trying to prevent the spread of the virus by implementing social restrictions during the COVID-19 pandemic. Practical violin instrument courses at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta were carried out via Zoom Meeting, Google Duo, and Google Meet during the COVID-19 pandemic. Practical violin instrument courses at the Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta were carried out via Zoom Meeting, Google Duo, and Google Meet during the COVID-19 pandemic. After the pandemic, violin instrument practice was carried out in person again. The aims of this research include finding out changes in student motivation for the Violin Instrument Study Course during the post-COVID-19 pandemic period and finding out the change process and the steps students took to increase motivation during the pandemic and post-pandemic. The research method used in this research is a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. The research results show that students on practical courses on violin instruments experienced increased motivation in the post-COVID-19 pandemic period because practical courses began to be carried out directly, and interactions between friends greatly influenced their motivation. Changes in motivation in the post-COVID-19 pandemic occur gradually over time, as well as the development of post-pandemic conditions. Keywords: motivation, covid-19 pandemic, violin, student

Page 1 of 1 | Total Record : 8