cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Pertumbuhan dan Hematologi Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Pakan Diperkaya Tepung Daun Kelor dan Dipelihara pada Media Bersalinitas Jernihtayanti, Jernihtayanti; Windarti, Windarti; Hasibuan, Saberina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.66-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan kesehatan ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang dipelihara dalam media bersalinitas dengan pemberian pakan pelet yang diperkaya tepung daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian dilakukan selama April hingga Desember 2023 dengan dua tahap: pemeliharaan selama 60 hari dan infeksi Aeromonas hydrophila pada hari ke-61 s/d hari ke-75. Lima perlakuan diterapkan: kontrol negatif (KN), kontrol positif (KP), serta penambahan tepung daun kelor sebanyak 20 g (P1), 30 g (P2), dan 40 g (P3) per kg pakan. Hasil menunjukkan perlakuan P3 memberikan pertumbuhan dan imunitas terbaik, dengan pertambahan panjang dan berat mencapai 4,73 cm dan 10,70 g, laju pertumbuhan spesifik 1,41%, serta efisiensi pakan 46,83%. Kelulushidupan ikan setelah diuji tantang mencapai 65% (P3) dibandingkan KP hanya 18,33%. Kondisi hematologi ikan yang diberi tepung daun kelor menunjukkan total eritrosit 3,06 × 10⁶ sel/mm³, kadar hemoglobin 9,5 g/dL, kadar hematokrit 35,3%, total leukosit 13,55 × 10⁴ sel/mm³, dan kadar glukosa darah 51,43 mg/dL. Penambahan tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan kesehatan ikan gurami serta daya tahannya terhadap infeksi bakteri.
Estimasi Stok Karbon dan Valuasi Ekonomi Ekosistem Mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara Hafli, R. Diddin Mifdhol; Samiaji, Joko; Windarti, Windarti
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.74-81

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan penting pada ekosistem pesisir dengan fungsinya sebagai penyerap karbon. Degradasi lingkungan dan alih guna lahan di Indonesia yang tidak terkendali mengancam eksistensi ekosistem mangrove. Penyerapan dan penyimpanan karbon di ekosistem mangrove merupakan jasa ekosistem 'karbon biru' pesisir yang penting bagi mitigasi perubahan iklim. Riset ini bertujuan untuk menilai kondisi ekosistem mangrove dan potensi cadangan karbon yang tersimpan guna menentukan valuasi ekonominya di Pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Pengambilan data mangrove dilakukan pada 3 stasiun. Metode non-destruktif dengan menggunakan persamaan alometrik untuk pendugaan biomassa digunakan pada riset ini. Hasil riset menunjukkan bahwa rata-rata biomassa dan karbon yang tersimpan pada ekosistem mangrove adalah sebesar 264,49 ton/ha dan 124,31 ton C/ha. Sedangkan rata-rata potensi serapan karbon adalah sebesar 7,95 ton CO2/ha. Dengan total luas ekosistem mangrove sebesar ± 6.931 ha, maka estimasi nilai ekonomi karbon mangrove di Kabupaten Tapanuli Tengah adalah sebesar Rp. 3.804.131.272 (Nilai Ekonomi Karbon Indonesia pada Emissions Trading Scheme) dan Rp. 42.743.048.000 (Global Social Cost of Carbon).
Komposisi dan Kepadatan Marine Debris di Kawasan Mangrove Desa Concong Dalam Kecamatan Concong, Indragiri Hilir Saulina, Nora; Adriman, Adriman; Prianto, Eko
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.82-88

Abstract

Marine debris merupakan salah satu pencemaran yang banyak ditemukan di ekosistem mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi dan kepadatan marine debris di ekosistem mangrove di Desa Concong Dalam. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Februari 2024. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali (satu kali/2 minggu) pada 3 stasiun pengamatan yaitu S1 (daerah pemukiman penduduk), S2 (daerah penangkapan ikan) dan S3 (hutan mangrove alami). Marine debris dikumpulkan dari 3 plot (10 x 10 m) yang ditempatkan di sepanjang garis transek. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh jenis marine debris yang ditemukan di ekosistem mangrove terdiri dari plastik, kaca, pakaian, styrofoam, jaring, kaleng, karet, kayu, daun dan buah. Kepadatan marine debris berdasarkan lokasi pengamatan adalah: S1 (0.007–1.199 item/m2; 0.898–27.378 g/m2), S2 (0.002–1.042 item/m2; 0.311–25.772 g/m2), S3 (0.003–0.802 item/m2; 0.222–49.995 g/m2). Marine debris yang paling banyak ditemukan adalah plastik dan daun.
Kandungan Mikroplastik pada Lambung dan Usus Ikan Guppy (Poecilia reticulata) di Waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia Popi, Sarah; Purwanto, Eko; Fajri, Nur El; Budijono, Budijono
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.89-95

Abstract

Waduk Koto Panjang telah terkontaminasi mikroplastik yang telah ditemukan pada badan air dan pada beberapa ikan yang tergolong ikan besar pada penelitian sebelumnya. Hal ini memungkinkan mikroplastik juga dapat tertelan pada ikan kecil, seperti ikan guppy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah tipe dan kelimpahan mikroplastik di usus dan lambung ikan guppy dan mengetahui adanya perbedaan jumlah tipe dan kelimpahan mikroplastik pada tiga stasiun penelitian di Waduk Koto Panjang. Penelitian dilakukan pada Maret sampai Mei 2024 di perairan Waduk PLTA Koto Panjang dan Laboratorium Ekologi Perairan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe mikroplastik yang teridentifikasi adalah film, fiber, fragment, foam, pellet dan granual. Kelimpahan mikroplastik paling tinggi di stasiun 3 pada lambung ikan guppy tipe film berkisar 4,44 partikel/individu. Kelimpahan mikroplastik yang tinggi berdasarkan kelas ukuran yaitu pada kelas ukuran 2,9-4,4 cm.
Analisis Perubahan Garis Pantai di Pulau Pagang, Sumatera Barat Putra, Kevin Anandika Dwi; Siregar, Yusni Ikhwan; Rifardi, Rifardi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.96-104

Abstract

Garis pantai bersifat dinamik dan berubah menurut waktu. Penyebabnya merupakan faktor hidro-oseanografi (arus dan gelombang) yang mengakibatkan abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pulau Pagang, Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System) dan pengamatan parameter oseanografi lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengamatan oseanografi dilakukan di setiap stasiun pada bulan Januari 2024. Hasil analisis perubahan garis pantai pulau Pagang selama 30 tahun; 1993-2023 mengalami abrasi sebesar 57 meter dengan laju perubahan 2,6 m/tahun, dan dipengaruhi arus sedang (0,26 - 084 m/detik) dan tinggi gelombang rendah (0,20-0,61 m). Abrasi terjadi di stasiun 2 dan 4 dengan kategori sedang, dan tinggi. Sementara itu, Perubahan lainnya yatu akresi pada stasiun 1 dan 3, serta terdapat wilayah yang tidak mengalami perubahan secara signifikan atau dalam kondisi stabil.
Status Lubuk Larangan Sungai Subayang Desa Padang Sawah Berdasarkan Parameter Kimia Perairan dan Aspek Pengelolaan Rismawati, Febrina; Fauzi, Muhammad; Prianto, Eko
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.105-114

Abstract

Lubuk larangan merupakan suatu pengelolaan perikanan di sungai yang dibentuk masyarakat, dilarang menangkap ikan dalam waktu tertentu. Penelitian Status Lubuk Larangan Sungai Subayang Desa Padang Sawah. Penelitian telah dilaksanakan pada Maret s/d April 2024 di Desa Padang Sawah, Kabupaten Kampar, Riau. Metode penelitian adalah metode survei dan analisis data secara deskriptif. Hasil pengukuran parameter fisika diperoleh rata-rata nilai suhu 29 °C, kedalaman 1,9 m, kecerahan 62 cm, dan kecepatan arus 2,2 m/s. Hasil pengukuran parameter kimia diperoleh rata-rata nila pH 7,1, DO 3,7 mg/L, NO3 0,6 mg/L, Total N 1,63 mg/L. dan rasio TN:TP dengan nilai 487. Kondisi pengelolaan lubuk larangan Desa Padang Sawah berdasarkan status perlindungan hukum masih berada pada tingkat desa. Zonasi lubuk larangan ditetapkan dalam zona penyangga. Pengamanan dan pengawasan dilakukan oleh masyarakat setempat. Perawatan vegetasi tepian sungai belum dilakukan karena kawasan yang rawan banjir. Masyarakat memiliki kesadaran tentang mematuhi aturan lubuk larangan dan memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan lubuk larangan. Status lubuk larangan berdasarkan penilaian aspek parameter kimia perairan adalah baik dan kategori kelas Utama. Namun, aspek pengelolaan lubuk larangan masih kurang baik dan kategori kelas Muda.
Distribusi Kelimpahan Gastropoda di Zona Intertidal Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, Riau Hayen, Nabilla Syima Putri Nur; Rifardi, Rifardi; Tanjung, Afrizal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.115-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan serta hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling. Untuk mengetahui perbedaan kelimpahan Gastropoda digunakan uji one way ANOVA, sedangkan hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan Gastropoda dilakukan uji statistik korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik sedimen pada setiap stasiun berkisar antara 4,52-10,82 %. Pada lokasi penelitian ditemukan 9 famili, 12 genus dan 17 spesies Gastropoda yang terdiri dari Stramonita sp, Bolinus brandaris, Hexaplex trunculus, S.haemastoma, Thais tuberosa, Cerithium nesioticum, Strombus sp, Nassarius sp, N.jacksonranus, Hemifusus elongates, dan Pugilina cochilidium, Neverita sp, N.didyma, N.lineata, Littoraria undulate, L. scabra, dan L.strigata. Kelimpahan Gastropoda antar stasiun memiliki nilai 0,09-0,41 ind/5m2 dengan rata-rata 0,26 ind/5m2 dan terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar stasiun. Kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal memiliki nilai 0,22-0,28 ind/5m2 dan tidak terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal. Pola distribusi Gastropoda bersifat mengelompok dengan nilai indeks morisita 2,92-3,36 (Id > 1). Hasil uji korelasi dan regresi memiliki nilai signifikan 0,574 > 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan Gastropoda. Nilai koefisien korelasi R2 sebesar 0,0471 menunjukkan keeratan hubungan yang sangat lemah. Hasil uji korelasi dan regresi linear diinterpretasikan pada persamaan Y = 0,1789 + 0,01x.
Komposisi Hasil Tangkapan dan Pengoperasian Alat Tangkap Gillnet Nelayan Desa Bagan Barat Kabupaten Rokan Hilir, Riau Jannah, Miftahul; Yani, Alit Hindri; Zain, Jonny
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.124-131

Abstract

Produksi perikanan tangkap di laut Riau tahun 2020 bernilai Rp 1,91 milyar, dengan kontribusi signifikan dari Kabupaten Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. Sungai Rokan dengan panjang 350 kilometer, adalah salah satu dari empat sungai besar di Riau, membentang dari Rokan Hilir hingga Rokan Hulu. Sungai ini berperan penting dalam transportasi, pariwisata dan sumber mata pencaharian utama bagi nelayan. Pengumpulan data primer melalui pengamatan langsung di lapangan yaitu jenis, berat, jumlah dan ukuran hasil tangkapan. Data sekunder berupa data pembanding yang dapat mendukung hasil penelitian. Konstruksi terdiri: jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali selambar, tali pelampung, pelampung, pemberat dan peluntang. Hasil tangkapan utama senangin (Eleutheronema tetradactylum) dan selar tetengkek (Megalaspis cordyla). Hasil tangkapan samping, seperti lidah (Cynoglossus microlepis), tenggiri (Scomberromo commersoni), dan kakap hitam (Macolo niger). Komposisi hasil tangkapan berdasarkan jumlah individu (ekor), hasil tangkapan utama (main catch) senangin (E.tetradactylum) 85 individu dan cencaru (M. cordyla) 76 individu. Hasil tangkapan sampingan tenggiri (S.commerson) 38 individu, lidah (C.lingua) 18 individu dan kakap hitam (M. niger) 12 individu.
Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Desa Apar Kecamatan Pariaman Utara Sumatera Barat Simamora, Enny Herawati; Samiaji, Joko; Efriyeldi, Efriyeldi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.132-141

Abstract

This study aims to determine the ecological condition of mangrove ecosystems and to analyze the level of sustainability of mangrove ecosystem management in Apar Village. The data obtained were analyzed using RAP-Mforest. The results obtained are the condition of the mangrove ecosystem is classified as good with very dense criteria. The results of the analysis of the sustainability of mangrove management, namely the ecological dimension of 62.42% (quite sustainable), the social dimension of 71.97% (quite sustainable) and the economic dimension of 11.36% (less sustainable). The strategy that can be done is to conduct counseling to the community about how important mangroves are for the lives of people around the coast. The next researcher further examines the institutional and legal dimensions in order to find out the opportunities and challenges in mangrove ecosystem management.
Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik pada Sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan Lembah Sari Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Cesilia, Regina Feby; Purwanto, Eko; Sumiarsih, Eni
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.142-149

Abstract

Mikroplastik adalah sampah plastik yang berukuran 0,3-5 mm dan dapat terakumulasi pada sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mikroplastik dan kelimpahan mikroplastik yang terdapat pada sedimen di Danau Buatan Bandar Kayangan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2023. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pengamatan sampel sedimen dilakukan di Laboratorium Kimia Laut, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Sampel sedimen diambil menggunakan pipa paralon 4 inchi dengan kedalaman 0-10 cm sebanyak 1 kg. Pengamatan mikroplastik dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengeringan, pemisahan densitas, penyaringan dan penghitungan dengan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mikroplastik yang ditemukan ada tiga jenis yaitu fragmen (37%), fiber (33%) dan film (30%). Sedangkan kelimpahan mikroplastik tertinggi antar stasiun terdapat pada Stasiun 2 dengan kelimpahan 440,00 partikel/kg dan terendah pada Stasiun 1 dengan kelimpahan 357,78 partikel/kg. Perbedaan jumlah mikroplastik antar stasiun dilakukan analisis Uji T didapatkan menunjukkan bahwa setiap stasiun yang dibandingkan dengan Stasiun 3 tidak memiliki perbedaan, sedangkan antara Stasiun 1 dan Stasiun 2 memiliki perbedaan jumlah mikroplastik antar stasiun.