cover
Contact Name
Irwan Effendi
Contact Email
jipas@ejournal.unri.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kurniawanronal09@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bina Widya KM. 12,5 Simpang Baru, Tampan, Pekanbaru 28293 Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science)
Published by Universitas Riau
ISSN : 16932862     EISSN : 27763080     DOI : https://doi.org/10.31258/jipas
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) memiliki ruang lingkup seperti bidang biologi, fisika dan kimia perairan, pemanfaatan hasil perairan, teknologi di bidang penggalian dan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan, konservasi sumber daya kelautan, perencanaan pengembangan wilayah perairan dan pesisir, serta wilayah sosial-ekonomi dan budaya masyarakat pesisir. Jurnal ini diterbitkan sebagai sarana dan wadah para dosen, ilmuan, peneliti maupun pakar bidang perikanan mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya untuk menunjang Tugas dan Program Tri Dharma Perguruan Tinggi secara Umum
Articles 466 Documents
Struktur Populasi Gastropoda Terebralia palustris pada Ekosistem Mangrove Teluk Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan Yozi Ahmad Fadhil; Syafruddin Nasution; Elizal Elizal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.2.p.162-172

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 di Ekosistem Mangrove Teluk Mandeh Kabupaten Pesisir Selatan yang bertujuan untuk mengetahui kepadatan, pola sebaran dan ukuran sebaran Terebralia palustris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Ada lima stasiun yang dipilih di ekosistem mangrove Mandeh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa densitas dari 4,47 menjadi 6,8 ind/m2. Perbedaan densitas Terebralia palustris antar stasiun dianalisis menggunakan One way ANOVA. Hasil uji ANOVA diperoleh nilai signifikansi 0,036 (p value < 0,05) yang menggambarkan bahwa terdapat perbedaan densitas yang nyata dan nyata antar stasiun. Indeks pola sebarannya adalah Id = 1 yang artinya pola sebarannya acak
Komposisi Hasil Tangkapan Rawai Siang dan Malam Hari di Kota Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Ismail Ismail; Syaifuddin Syaifuddin; Bustari Bustari
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.3.p.235-239

Abstract

Kecamatan Pasir limau kapas merupakan satu satunya Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir yang memiliki potensi kelautan dan perikanan dengan jumlah nelayan 4.560 orang nelayan penuh, 222 orang nelayan sambilan dan 16 orang nelayan musiman. Dilihat dari potensi sumberdaya kelautan dan perikanan di Perairan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, maka terdapat peluang untuk peningkatan pemanfatan sumberdaya berupa usaha perikanan tangkap oleh masyarakat setempat.Tujuan yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah komposisi hasil tangkapan rawai pada waktu siang dan malam hari yang dilakukan di  Kota Penipahan Kecamatan Pasri Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir pada September 2019. Selama penelitian,ikan yang didapat pada hasil tangkapan siang dan malam ada 4 jenis ikan yaitu ikan pari  (Dasyatidae), ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum), ikan malong (Muraenesox cinereus) dan ikan mata besar (Thunnus obesus). Dimana hasil tangkapan dengan menggunakan menggunakan alat tangkap Rawai adalah sebanyak 668 ekor yang memiliki berat 668 kg, dengan jumlah hasil tangkapan siang hari sebanyak 261 ekor dengan berat 333 kg, sedangkan jumlah hasil tangkapan malam hari sebanyak 407 ekor dengan berat 517 kg. Dapat dilihat bahwa jumlah hasil tangkapan terbanyak tertangkap pada pengoperasian alat tangkap pada malam hari.
Pengaruh Padat Tebar dan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Larva Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Manahan Nasution; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.3.p.173-179

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh padat tebar dan frekuensi pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kelulushidupan larva ikan baung dengan sistem resirkulasi air. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2020 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor yaitu: pertama faktor padat tebar dengan tiga taraf perlakuan masing-masing pada tebar 5 ekor/L (P5), 10 ekor/L (P10), dan 20 ekor/L (P20). Sedangkan faktor kedua adalah frekuensi pemberian pakan yaitu 3 kali/hari (F3) dan 5 kali/hari (F5). Untuk memperkecil kekeliruan tiap perlakuan dilakukan ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar dan frekuensi pemberian pakan memberikan pengaruh nyata terhadap kelulushidupan dan efisiensi pakan larva ikan baung, padat tebar tidak berpengaruh nyata dan frekuensi pakan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian. Perlakuan P5F5 menghasilkan nilai kelulushidupan dan laju pertumbuhan harian tertinggi berturut-turut 68,89% dan 14,46%/ hari. Parameter kualitas air selama penelitian tergolong optimal yaitu suhu air 25,7-27,9oC pH 5,3-6,3 dan oksigen terlarut 5,4-9,7 mg/L.
Pemanfaatan Tepung Daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Difermentasi Menggunakan Cairan Rumen Sapi Terhadap Pertumbuhan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Rahmat Kurniawan; Indra Suharman; Adelina Adelina
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.1.p.31-41

Abstract

Eceng gondok  mempunyai kandungan protein serta kandungan serat kasar yang cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengolahan sebelum digunakan sebagai bahan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi  terhadap pertumbuhan benih ikan baung. Penelitian ini dilaksanakan pada September-November 2019 yang bertempat di BBI, Sei Tibun, Kabupaten Kampar, Riau. Ikan uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih ikan baung yang berukuran 5 cm dengan rata-rata bobot awal 1,26±1,17 g sebanyak 400 ekor. Benih ini diperoleh di Desa Lipat Kain Kampar, Riau. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan 5 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan adalah pemberian pakan persentase subsitusi tepung kedelai dengan tepung daun eceng gondok terfermentasi yang berbeda yaitu (100:0%), (90:10%), (80:20%), (70:30%), dan (60:40%). Wadah yang digunakan pada penelitian ini adalah keramba yang berukuran 1x1x1m3 sebanyak 15 unit, dengan padat tebar sebanyak 20 ekor/wadah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi sebagai bahan pakan ikan baung mampu mengurangi penggunaan tepung kedelai, ini terlihat dari pertambahan bobot rata-rata benih ikan baung setiap periodenya. Penggunaan tepung daun eceng gondok terfermentasi dalam pakan sebanyak 30% menghasilkan pertumbuhan benih ikan baung terbaik yang menghasilkan efisiensi pakan 46,64%, retensi protein 18,73%, laju pertumbuhan spesifik 3,85% dan kelulushidupan 99-100%.
Penambahan Enzim Phytase pada Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelulushidupan Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) dengan Sistem Resirkulasi Dewi Anggani; Rusliadi Rusliadi; Iskandar Putra
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.3.p.207-214

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian dosis enzim phytase terbaik pada pakan komersial untuk meningkatkan pertumbuhan benih ikan nilem (Osteochilus hasselti) dengan sistem resirkulasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan lima taraf perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya adalah: P0 (tanpa enzim phytase), P1 (enzim phytase 0,5 g/kg pakan), P2(enzim phytase 1 g/kg pakan), P3 (enzim phytase 1,5 g/kg pakan) dan P4(enzim phytase 2 g/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa enzim phytase dengan dosis yang berbeda pada pakan dengan sistem resirkulasi memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan nilem, bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan kecernaan pakan. Perlakuan terbaik adalah P4 (enzim phytase 2 g/kg pakan) dengan pertumbuhan bobot mutlak 4,69±0,45 g, pertumbuhan panjang mutlak sebesar 2,90±0,01cm, laju pertumbuhan spesifik sebesar 3.93±0,19%, FCR sebesar 1,19±0,01%, dan kelulushidupan sebesar 100±0,00 %. Nilai kecernaan pakan ikan nilem 71,26% dan kecernaan protein pada ikan nilem 87,15%. Parameter kualitas air selama penelitian masih mendukung suhu berkisar antara 27,2-28,8˚C, pH air berkisar antara 6,1-7,2, kandungan oksigen terlarut (DO) berkisar antara 4,5-6,5 ml/L dan ammonia berkisar antara 0,00057-0,00195
Struktur Pendataan dan Tingkat Akurasi Data Hasil Tangkapan Ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Sumatera Barat Reska Khairani; Syaifuddin Syaifuddin; Pareng Rengi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.1.p.68-74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur pendataan, proses mekanisme pendataan dan tingkat akurasi data hasil tangkapan ikan di PPS Bungus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif komparatif. Metode analisis yang digunakan adalah metoda analisis keakuratan data hasil tangkapan dengan rumus Penyimpangan Data (PD) dan Tingkat Keakuratan Data (TKD). Untuk mengetahui apakah sebaran data significant atau tidak dilakukan uji tanda (Sign Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pelaksana pendataan hasil tangkapan di PPS Bungus adalah Enumerator, Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) dan Seksi Operasional Pelabuhan. Analisis Nilai rata-rata penyimpangan nyata data (PD) yang dihasilkan dari perhitungan data Enumerator (D1), Log Book (D2) dan Laporan Bulanan (D3) di PPS Bungus pada bulan April 2021 yaitu PD12 sebesar 3.17%, PD13 sebesar 3.17% dan PD23 sebesar 0,00%. Nilai tingkat akurasi data (TKD) pada perhitungan ini adalah TKD12 sebesar 96.83%, nilai TKD13 sebesar 96.83% dan nilai TKD23 sebesar 100%. Bila di uji dengan uji tanda, di dapatkan hasil bahwa nilai P(X≤x) Hitung lebih kecil dari P(X≤x) Tabel. Hasil tangkapan yang di terbitkan oleh PPS Bungus termasuk akurat.
Habitat dan Distribusi Kerang Kepah (Polymesoda erosa) di Kawasan Mangrove Muara Sungai Tiram Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Ranti Wulandari; Syafruddin Nasution; Afrizal Tanjung
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.1.p.1-8

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Bulan Oktober 2019 di kawasan mangrove muara Sungai Tiram, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan distribusi kerang kepah (Polymesoda erosa) di kawasan mangrove muara Sungai Tiram. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Kawasan mangrove di lokasi penelitian dibagi menjadi 3 zona  yaitu upper, middle, dan lower  dengan jarak antar zona sejauh 30 m yang terbagi atas 5 titik  sampling pada setiap zona dengan plot berukuran 1 x 1m dengan jarak masing-masing titik sampling sejauh 40 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisik habitat kerang kepah memiliki nilai rata-rata suhu 30°C, salinitas 6 ppt, pH 6, kandungan bahan organik total sedimen berkisar antara 2,48-2,98%, dan bahan padatan tersuspensi memiliki nilai berkisar anta 10-20 mg/L. Kelimpahan tergolong rendah dan tidak ada perbedaan kelimpahan antar zona pengamatan. Pola distribusi bersifat merata yang didominasi ukuran 3,52-3,91 cm.
Pengaruh Pemberian Astaxanthin Bubuk dengan Dosis yang Berbeda Terhadap Kecerahan Warna Ikan Koi (Cyprinus carpio) Jevi Fikrillah; Usman M Tang; Iskandar Putra
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.3.p.180-183

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Juli - Agustus 2019, bertempat di Laboratorium Teknologi Budidaya Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk axtasanthin dalam pakan buatan terhadap peningkatan kualitas warna ikan koi (Cyprinus carpio) serta mendapatkan dosis tepung astaxanthin terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali ulangan. Dosis astaxanthin dalam perlakuan adalah: 0% tepung astaxanthin, 1% tepung astaxanthin, 3% tepung astaxanthin, 6% tepung astaxanthin. Ikan yang digunakan berukuran 3-5cm dengan padat tebar 10 ekor per aquarium. Pemeliharaan berlangsung selama 30 hari dan pakan diberikan sebanyak 3% dari bobot biomassa, frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari. Parameter yang diamati meliputi warna ikan, pertumbuhan panjang mutlak dan bobot mutlak, tingkat kelulushidupan dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian tepung astaxanthin berpengaruh nyata terhadap perubahan kualitas warna ikan koi. Hasil terbaik pada penelitian ini pada perlakuan dosis 6% tepung astaxanthin diperoleh bobot mutlak 3,64 g dan panjang mutlak 0,7 cm, kecerahan warna dengan skor 5,7.
Konsentrasi Larutan NaCl pada Semen Terhadap Fertilisasi dan Penetasan Telur Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var Sangkuriang) Trio Wibowo; Netti Aryani; Nuraini Nuraini
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.10.1.p.42-47

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan NaCl yang terbaik terhadap keberhasilan fertilisasi, tingkat penetasan telur dan kelulushidupan larva ikan lele sangkuriang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), adapun perlakuannya adalah P1 (penambahan NaCl 0,3%), P2 (NaCl 0,5%), P3 (NaCl 0,7%), dan P4 (NaCl 0,9%). Penelitian yang telah dilakukan, penambahan larutan Nacl 0,3% (P1) merupakan hasil terbaik dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya, dapat dilihat dari hasil yang diperoleh yaitu dengan tingkat keberhasilan Derajat Pembuahan (FR) 88,22%, Derajat Penetasan (HR) 97,39%, dan tingkat kelulushidupan (SR) 94,14%.
Perbedaan Lama Waktu Perendaman Alat Tangkap Rawai (Long Line) Terhadap Hasil Tangkapan di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Mustika Zahara; Nelwida Nelwida; Suparjo Suparjo; Fauzan Ramadhan; Lisna Lisna; Muhammad Hariski
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol 9, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.9.3.p.215-221

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama waktu perendaman terhadap hasil tangkapan alat tangkap rawai (long line) di Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Nipah Panjang I Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada tanggal 3 Juni 2021 sampai 30 Juni 2021. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama waktu perendaman 5 jam berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan dibandingkan lama waktu perendaman 3 jam. Untuk jumlah pada perendaman 5 jam (113 ekor) sedangkan 3 jam (70 ekor). Untuk berat pada perendaman 5 jam (67,87 kg) sedangkan 3 jam (44,12 kg). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama perendaman 5 jam terhadap hasil tangkapan dengan alat tangkap rawai lebih banyak dari lama perendaman 3 jam dengan hasil tangkapan yang didapat adalah ikan baung (Mystus nerumus), ikan sembilang (Plotosus canius), dan ikan duri (Hexanematichthys sagor).

Page 5 of 47 | Total Record : 466