cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
ANALISA PENGARUH VARIASI SUDUT MIXING CHAMBER INLET TERHADAP ENTRAINMENT RATIO PADA STEAM EJECTOR DENGAN MENGGUNAKAN CFD Bachtiar Setya Nugraha
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Computational Fluid Dynamics adalah salah satu metode komputasi yang menggunakan metode numerik dan algoritma untuk menyelesaikan dan menganalisa masalah-masalah aliran fluida. Dalam penelitian ini Computational Fluid Dynamics (CFD) digunakan untuk menganalisa pengaruh variasi sudut mixing chamber inlet terhadap distribusi tekanan dan entrainment rasio pada steam ejector. Sudut mixing chamber inlet divariasikan : 100,150,200. Tekanan yang melalui Primary fluid dan Secondary fluid dengan kondisi konstan. Metode yang digunakan adalah melakukan eksperimen yang akan mendapatkan data, selanjutnya data tersebut diolah untuk dijadikan acuan pada simulasi dengan menggunakan CFD. Sasaran yang ingin dicapai adalah untuk menentukan besar sudut mixing chamber inlet yang tepat pada distribusi tekanan dan entrainment rasio yang diinginkan. Dalam penelitian ini diharapkan semakin besar sudut mixing chamber inlet, nilai entrainment ratio semakin kecil. Sedang pada distribusi tekanan diharapkan Aliran bertekanan tinggi (primary pressure atau motive pressure) masuk ke konvergen nosel dan mencapai kecepatan sonik pada throat nozzle. Kemudian kecepatan primary flow meningkat lebih dan mengembang saat melintas di divergen nosel. Pada ujung nosel kecepatan primary flow mencapai supersonic dan tekanan menjadi rendah. Gelombang aliran motive (jet core) ini akan menarik secondary flow masuk ke mixing chamber, dimana secondary flow akan mengalami percepatan dan bercampur dengan primary flow. Energi kinetik dari primary flow ditransfer ke secondary flow di daerah throat. Kemudian saat masuk diffuser akan terjadi efek kompresi, energi kecepatan diubah menjadi energi tekanan sehingga kecepatan akan menurun dan tekanan pada discharge pressure/back pressure akan naik.Kata kunci: CFD, chamber inlet, sistem ejector, sudut mixing
KAJIAN PUSTAKA TENTANG GENERATOR LISTRIK BERBASIS MATERIAL PINTAR ELECTROACTIVE POLYMER SEBAGAI PENYEDIA DAYA LISTRIK PORTABLE Bayuseno, A.P.
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi material pintar (smart materials) sangat potensial untuk mengkonversi energi lingkungan menjadi sumber energi terbarukan (renewable energy). Metode ini sangat cocok diterapkan untuk keperluan penyedia daya listrik yang bersih dan murah karena material ini memiliki sifat ringan dan kerapatan energi (energy density, J/cc) dan kerapatan energi spesifik (specific energy density, J/g) yang tinggi. Akan tetapi penggunaan smart material sebagai teknik produksi listrik berbasis tenaga manusia belum banyak dikembangkan di Indonesia karena penguasaan teknologi yang masih terbatas. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan sistem material pintar sebagai generator mikro dari bahan electroactive polymer (EAP) yang dapat dipasang pada sol sepatu. Untuk menghasilkan daya listrik dari konversi energi regangan mekanis, maka rancangan sol sepatu sebagai generator mikro akan dibahas dalam tulisan ini. Secara khusus dibahas rancangan model generator listrik berbasis material EAP karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem material pintar lainnya, terutama dalam kemudahan dalam pembuatan (manufacture) serta pembentukan (forming). Tulisan ini juga menyajikan berbagai analisa sifat elektromekanik EAP untuk rancangan generator listrik yang digerakan oleh injakan sepatu (a-heel strike generator). Tantangan dalam pengembangan material pintar terhadap ketahanan (durability), pengendalian secara presisi, konsumsi energi (energy consumption) dan implementasinya sebagai alas kaki juga akan dibahas secara singkat. Kata kunci: Material pintar, electroactive polymer dan daya listrik
PENGENDALI LOGIKA FUZZY SUHU HIPERTERMIA BERBASIS VISUAL BASIC DAN AKUISISI BERBASIS USB Andi Kurniawan Nugroho
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Therapy using heat (Hyperthermia) have drawn attention and have been done in so many form. The controlling of Hyperthermia temperature determines the therapy efficiency with the thermal effect. This matter is needed so that the obtained result of optimal therapy without generating loss off destruction of healthy cell.PID Controller which is  used in conducting temperature felt still have an inconvenieal overshoot and also oscillation. Something else that becoming constraint is very complicated mathematical model. The aim of this research is to prove that by using fuzzy logic will minimize  the overshoot value so that the result is accurate in determination of temperature set point (43oC). The steps of these research are : doing the sensor compensation, measuring the output voltage of sensor amplifier, determining the  regression coefficients value to find the linear regression equation, determining the deviation standard into Visual Basic 6 program, to interface between the computer and the USB 1208LS through Instacal program, classifying the control of Fuzzy Logic. The conclusions of this research are : the more the number of iteration (temperature increasing), the smaller error, d_error and d_temperature value can get. The using of fuzzy rule and the boundaries of membership value, which not accurate can affect the stability and the system response speed. The life and dead time of the magnetron are determined by the duty cycle that will be put into the graph of membership function, delta_temperature (u). The higher value of the duty cycle, the longer life time that compared to the dead time. Keywords : temperature, hyperthermia, fuzzy logic, USB,  duty cycle.
SISTEM MODUL MIKROFILTRASI DALAM PEMURNIAN L-THEANINE DARI TEH HIJAU LOKAL (Camellia assamica) Pekoe UNTUK MINUMAN FUNGSIONAL Agustine Susilowati; Aspiyanto Aspiyanto; Hakiki Melanie; Yati Maryati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Microfiltration (MF) module system had a potential use in purifying of L-Theanine of local green tea (Camellia assamica) grade Pekoe for functional drink as anti stress compound. Purification process was performed through MF membrane of 0.2 µm at pump motor frequency of 20 Hz, room temperature, and operation pressure of 4 and 6 bar for 30, 60, 90, 120, 150, 180, 210, 240, 270 and 300 minutes. The experiment result showed that MF system was able to pass more much L-Theanine in permeate, but retained more much dry matter and dissolved protein in retentate. Long purification time would decrease permeate flux value and L-Theanine concentration in permeate, but increased dry matter and dissolved protein in retentate. Optimum operation condition based on the highest concentration of L-Theanine in permeate at operation pressures of 4 and 6 bar for 120 and 240 minutes was able to pass L-Theanine in permeate of 86.33 % and 71.21 from all L-Theanine prior to process. Permeate as source of L-Theanine at optimum condition gave permeate flux values of 13.72 and 15.55 L/m2.hour with concentrations of L-Theanine of 10.721 % and 10.203 % (dry weight), dissolved protein of 2.1 and 1.8 mg/mL, and   dry matter of 1.342 and 1.712 %. Retentate has a potential use as functional compounds for anti oxidant,  anti cancer, anti diabetes and anti cholesterol. Key Words : Camellia  asssamica, L-Theanine, Microfiltration (MF), permeate, retentate.
PENGARUH T-JUNCTION SEBAGAI ALAT PEMISAH KEROSENE-AIR Ega Taqwali Berman
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi pemisahan fasa (kerosene-air) ketika T-junction digunakan sebagai alat pemisah fasa. Pengujian dilakukan pada seksi uji dari bahan kaca dengan ukuran diameter dalam 1 inchi dan posisi sudut side arm 900. Data pengujian diukur pada variasi water cut 42%, 58% dan 64%. Untuk memperoleh variasi water cut dilakukan dengan cara mengatur kecepatan superfisial kerosene dan air. Kecepatan superfisial kerosene (Jk) dan kecepatan superficial air (Jw) yang dialirkan dalam seksi uji diatur dengan menggunakan katup dan diukur dengan menggunakan flow meter pada kisaran nilai, Jk = 0,08 m/s ∼ 0,34 m/s dan Jw = 0,15 m/s ∼ 0,58 m/s. Hasil penelitian diperoleh efisiensi pemisahan yang bagus terjadi pada water cut 64% dan Jmix = 0,23 m/s, yaitu sebesar 82 % dan fraksi massa yang terpisahkan sebesar 0,26 dengan kualitas kerosene di inlet sebesar 0,32. Efisiensi tertinggi untuk setiap water cut dapat dicapai ketika fraksi massa yang terpisahkan dikondisikan nilainya mendekati kualitas di inlet.Kata kunci : T-junction, kerosene-air, alat pemisah.
PEMODELAN PROFIL KESRA PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Budi Widjajanto; Nova Rijati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, menganalisis informasi geografis yang mengacu kepada posisi koordinat bumi dengan output peta. Dengan menggunakan SIG,  informasi geografi dapat diketahui dan dianalisa pola sebaran keruangannya. Provinsi Jawa Tengah, sebagai salah satu provinsi yang sedang giat melaksanakan pembangunan pada berbagai bidang dengan motto ”bali ndeso mbangun deso”, maka obyek utama yang menjadi prioritas  pembangunannya adalah kesejahteraan masyarakat pedesaan. Dengan dukungan database yang telah tersedia,  berupa data atribut serta proses digitasi poligon sesuai batas–batas administrasi wilayah kemudian dilakukan proses pengintegrasian database sehingga menghasilkan data spasial berupa profil Kesra Jawa Tengah yang meliputi Peta : Persebaran Prasarana Pelayanan Kesehatan, Persebaran Penyakit Tertentu, Persebaran Pelayanan  Kesehatan  Dasar di Desa, Persebaran Sarana Sosial, Jumlah Dan Jenis Sarana Produksi Sediaan Farmasi, Organisasi/LSM Bergerak Masalah Sosial, Sebaran Jumlah Penduduk Usia Sekolah, Sebaran Jumlah Siswa Menurut Usia dan Sarpras Sekolah Masing-Masing Jenjang Pendidikan. Sehingga dengan dukungan  informasi tersebut penentuan kebijakan dalam bidang pembangunan Kesra lebih terarah Kata kunci: Profil kesra, pembangunan Jawa Tengah, Sistem Informasi Geografis
PIRANTI LUNAK PENILAIAN KEGIATAN AKADEMIK DOSEN DAN ANGKA KREDITNYA Nova Rijati; Budi Widjajanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabatan fungsional dosen pada dasarnya merupakan pengakuan, penghargaan dan kepercayaan atas kompetensi, kinerja, integritas, dan  tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas,  serta tata krama dosen dalam melaksanakan tugas tridarmanya. Jabatan ini  merupakan salah satu instrumen strategis yang dapat dipergunakan untuk mengembangkan reward dan punishment system bagi dosen Perguruan Tinggi. Standar penilaian angka kredit jabatan fungsional dosen berdasarkan pada Lampiran II Kepmenpan No:38/KEP/MK.WASPAN/8/1999, serta petunjuk penilaiannya berdasarkan Kepmendiknas No: 36/D/O/2001. Universitas Dian Nuswantoro sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di wilayah Kopertis VI, juga peduli terhadap jabatan fungsional dosen-dosennya. Untuk mempermudah administrasi penilaian kegiatan akademik dosen dan angka kreditnya, ada devisi khusus yang menangani ini. Sering terjadi, nilai akhir dari penilaian angka kredit dosen yang diperkirakan, lebih buruk dari nilai resmi dari Kopertis. Artikel ini membahas pembuatan perangkat lunak yang dapat membantu penilaian kegiatan akademik dosen dan angka kreditnya, sehingga devisi penilaian angka kredit perguruan tinggi dapat mengantisipasi jatuhnya point angka kredit pada instrumen-instrumen tertentu untuk selanjutnya diadakan perbaikan atau kelengkapan data. Sehingga nilai akhir angka kredit dosen untuk kenaikan jabatan fungsional sesuai dengan harapan. Kata kunci: jabatan fungsional dosen, penilaian angka kredit,  piranti lunak
PERENCANAAN DAN PENGELOLAAN PEMAKAIAN ENERGI PADA RUMAH TINGGAL SUATU TINJAUAN DARI PEMAKAIAN ENERGI LISTRIK Iman Setiono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sumber energy yang semakin langka menyebabkan kemungkinan terjadinya krisis energy. Pemakaian energy yang semakin meningkat setiap tahunnya, sejalan dengan semakin banyaknya jumlah penduduk dan majunya peralatan yang menggunakanan bahan bakar langsung dari alam, baik secara langsung maupun tidak langsung. Khusus untuk pembangkitan tenaga listrik hamper 90 % masih menggunakan bahan bakardari fosil yang suatu saat akan habis, sementara untuk bahan bakar terbarukan hingga dewasa ini belum bisa dikembangkan untuk tujuan komersiil. Sebagai salah satu solusi adalah melakukan upaya penghematan pemakaian listrik di rumah tinggal, karena rumah tinggal merupakan jumlah konsumen terbanyak dai seluruh pelanggan listrik. Upaya penghematan listrik di rumah tinggal ini dimulai dari perencanaan dengan aplikasi konsep hemat energy dan pengelolaannya pada saat pengoperasiannya. Perencanaan dengan menerapkan konsep hemat energy diantaranya adalah dengan memberdayakan energy dari alam berupa sinar matahari guna keperluan penerangan di siang hari. Agar sinar matahari dapat semaksimal mungkin digunakan untuk penerngan pada siang hari, maka perlu perencanaan desain tata ruang dan ventilasi yang memungkiinkan sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah. Selain membuat perencanaan desain rumah, yang tidak kalah pentingnya adalah pengelolaan pada saat pengoperasiannya, diantaranya adalah dimulai dengan memilih peralatan yang hemat listrik dan pengaturan waktu menyalakan peralatan tersebut, sesuai dengan kebutuhan. Apabila perencanaan dan pengelolaan dapat dilaksanakan dengan baik, maka hal ini akan menguntungkan baik bagi konsumen sendiri dapat menekan beaya rekening listrik , terlebih lagi dengan akan dilnaikkannyaTDL pada bulan Juni mendatang , juag bagi suksesnya program 17-22 PLN.Kata kunci : Penghematan listrik ; rumah tinggal.
SISTEM CROSS FLOW DALAM PEMISAHAN SENYAWA FLAVOR SERUPA DAGING (Meatlike flavor) DARI KACANG HIJAU (Phaseolus radiatus) TERFERMENTASI OLEH Rhizopus oligosporus MELALUI MIKROFILTRASI Agustine Susilowati; Aspiyanto Aspiyanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cross-flow Microfiltration System is one of important separation basic using membrane influenced by separation process condition (pressure, flow rate, temperature, time), particles size and molecular weight (MW). The goal of this experiment was to find out composition, type and intensity of flavor compounds produced from autolysate separation of meatlike flavor from fermented mung bean (Phaseolus radiatus L.) through MF membrane at pump motor frequency 20 Hz, room temperature and operation pressure 6 bar for 90 minutes. The experiment results showed that Cross-flow MF System at permeate flux value of 31.83 L/m2.hour was able to separate N-Amino and dissolved protein as meatlike flavor compounds pass through MF membrane more much in permeate, while total solid, fat salt and  protein were rejected and retained more much in concentrate/retentate. Meatlike flavor compounds were dominated by sulphur. MF system was able to separate more much sulphur compounds as meatlike flavor present in permeate than concentrate/retentate. On the permeate was obtained 43 compound of meat analogue dominated by Sulphur-Nitrogen component (71.48%), namely 1,2,3-Triazole,4-flourodinitromethyl-1-methyl (0,01%), 2–Thiopenethiol (0,1%), Chlomethiazole (0,22%), 4-Methyl-5-hydroxyethylthiazole (70,99%), Furfuril-methyl-sulfide (0,11%), 2-Methyl-6-thiopurine (0,05% Area/0,2µg sample), While, other components covered Nitrogen (11), Pyran (4), Furan (5) , Alcohol  (4), Aldehiyde (3), Hidrocarbon (1) and  Ester - organi acid (5).Permeate has potential use as meatlike flavor extract, whereas retentate as concentrate/Hydrolyzed Vegetable Protein (HVP) is used for vegetable food products with meat taste and aroma. Key Words : Meat analog flavor, flavoring reaction, permeate, concentrate/retentate, microfiltration (MF).
ANALISA PENGARUH VARIASI PANJANG THROAT SECTION TERHADAP ENTRAINMENT RATIO PADA STEAM EJECTOR DENGAN MENGGUNAKAN CFD Mohamad Fahris
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Steam ejector pertama kali ditemukan oleh Le Blance dan Charles Parsons. Steam ejector bekerja dengan memanfaatkan panas buang dari sistem pembangkit daya, ruang pembakaran dan pada mesin industri untuk menghasilkan proses refrigerasi. Steam ejector terdiri empat bagian yaitu: divergen nosel (primary nozzle), ruang hisap (suction chamber), constan area duct atau throat section atau mixing tube dan diffuser. Kelemahan dari steam ejector refrigerasi adalah nilai performansi (COP) dan kapasitas pendinginan yang rendah. Maka berbagai eksperimen dari steam ejector dikembangkan untuk meningkatkan nilai COP. Entraiment ratio berpengaruh langsung terhadap nilai COP yang dihasilkan oleh sistem, bentuk geometri steam ejector dan kondisi operasi akan mempengaruhi nilai entraiment ratio.Computational fluid dynamics (CFD) digunakan untuk memprediksi fenomena aliran dan performansi steam ejector. Simulasi dilakukan dengan memodifikasi panjang throat section steam ejector dan memvariasikan kondisi operasi tekanan dan temperatur dari suction (evaporator) dan motive (boiler). Panjang throat section steam ejector divariasikan dari 3 sampai 5 kali diameter throat section Kondisi batas untuk setiap geometri memiliki nilai yang sama, yaitu: tekanan boiler (motive) 2,7 x 102 kPa, temperatur boiler 130o C, tekanan evaporator (suction) 1,5 kPa, temperatur evaporator 15o C, tekanan kondensor (discharge) 4 kPa, temperatur kondesor = 45o C. Eentrainment ratio yang paling tinggi terdapat pada variasi jarak 3D, dimana kondisi batas temperature dan tekanan sama ini memiliki bilangan Mach yang cukup untuk menarik aliran dari saluran suction dan mendorongnya keluar melalui discharge. Akan tetapi pada variasi 5D nilai entrainment ratio negative (-) akibat back pressure menuju saluran suction. Hal ini disebabkan tekanan discharge terlalu besar, sehingga untuk jarak throat sebesar 5D, kecepatan dan momentum pada aliran motive tidak cukup kuat mendorong aliran pada diffuser ejector untuk keluar menuju condenserKata kunci : COP, steam ejector, entrainment ratio, throat section

Page 10 of 134 | Total Record : 1333