cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
PENGARUH KADAR AIR DAN KEDALAMAN ELEKTRODA BATANG TUNGGAL TERHADAP TAHANAN PEMBUMIAN PADA TANAH LIAT . Wahyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem pembumian yang baik adalah suatu sistem yang memenuhi peryaratan  instalasi yang berlaku. Nilai tahanan pembumian (grounding)  dipengaruhi oleh bentuk elektroda, tahanan jenis tanah, kedalaman penanaman elektroda dan lain sebagainya. Sedangakan tahanan jenis tanah juga dipengaruhi oleh struktur  tanah, Pengaruh temperatur, pengaruh gradien tegangan, pengaruh besarnya arus, pengaruh kandungan air dan pengaruh kandungan bahan kimia. Bagaimana  menurunkan tahanan pembumian dengan elektroda batang pentanah pada tanah liat. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh nilai tahanan pembumian  terhadap kedalaman penanaman elektroda dan jenis tanah. Sistem kelistrikan supaya aman terhadap gangguan yang terjadi dan untuk membantu perencana yang akan  memasang elektroda pembumian maka perlu diadakan penelitian tentang pembumian.  Metode pengukuran dengan menggunakan elektroda batang, sistem pengukurannya dengan tiga titik dan  alat ukur digital earth resistance tester tool Statistical Process Control (SPC). Hasil penelitian ini menampilkan pengaruh kadar air terhadap tahanan pembumian dan  menurunkan tahanan pembumian dengan menambah kedalaman elektroda  pada tanah liat. Tahanan pembumian pada tanah liat dicapai 4,7 Ω pada kedalaman 225 cm dan kadar air 49,8 %.   Kata kunci : grounding, elektroda, kadar air
APLIKASI MOTOR DC 1000 W 48 V SEBAGAI PENGGERAK MOBIL LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN . Margana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan krisis bahan bakar minyak khususnya di bidang otomotif,  inovasi yang berkaitan dengan menipisnya sumber energi banyak dikembangkan disamping tanpa polusi sehingga ramah lingkungan. Salah satunya yaitu mengaplikasikan motor listrik sebagai penggerak mobil listrik. Tujuan  dari perancangan ini adalah untuk menciptakan mobil listrik dengan menggunakan 2 buah  motor listrik DC  masing-masing mempunyai daya 500 Watt 48 Volt dilengkapi pengatur kecepatan dengan PWM ( Pulse Width Modulation ).   Adapun metode yang digunakan adalah dengan membuat mobil listrik kapasitas satu penumpang dengan berat keseluruhan 170 kg , lebar 140 cm dengan panjang 2 m  menggunakan pipa, dan pernah digunakan untuk mengikuti lomba kompetisi mobil listrik III di Bandung. Hasil yang diperoleh yaitu dapat menempuh jarak  7,5 km dengan waktu tempuh 12,37 menit  dengan kecepatan maksimum 36,4 km/jam dengan energy yang diperlukan sebesar 206,17 Wattjam sehingga memperoleh juara 1 kategori kecepatan. Adapun jarak tempuh yang dapat dicapai tergantung dari batere yang ada, dengan batere 48 V/128 A Jam dapat mencapai jarak 181 km.   Kata kunci: motor DC, PWM, mobil listrik
KAJIAN SISTEM KENDALI SPACE VECTOR PULSE WIDTH MODULATION SEBAGAI PENGENDALI MOTOR INDUKSI 3 FASA Emmanuel Agung Nugroho; Joga Dharma Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas metode Space Vector Pulse Width Modulation (SVPWM) inverter sebagai pengendali motor induksi yang dimodelkan dengan software Power Simulator. Tujuan kajian ini adalah memberikan referensi agar dapat diimplementasikan ke dalam hardware untuk mendorong pemanfaatan metode SVPWM inverter sebagai pengendali motor induksi secara lebih luas.  Melalui simulasi dengan software Power Simulator ini diketahui kurva tegangan, arus, torsi dan kecepatan motor yang terkendali oleh sistem SVPWM, selain itu juga menghasilkan data pola penyaklaran inverter yang secara langsung dapat digunakan untuk diaplikasikan kedalam pemrograman mikrokontroler.  Kajian ini sangat membantu bagi para peneliti untuk menyelesaikan algoritma pemrograman SVPWM yang sangat panjang menjadi mudah sebab data pola penyaklaran inverter dapat secara langsung diprogram kedalam mikrokontroler secara look up table sehingga menghemat flash memory yang digunakan oleh mikrokontrol.   Kata kunci : motor induksi, space vector pulse width modulation, power simulator, look up table
IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI SPACE VECTOR PWM PADA INVERTER 3 FASA MENGGUNAKAN MIKROKONTROL AT89S52 Emmanuel Agung Nugroho; Joga Dharma Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini merancang inverter yang dikendalikan dengan metode Space Vector Pulse Width Modulation  (SVPWM) sebagai pengendali motor induksi 3 fasa. Untuk merealisasi sistem kendali SVPWM dilakukan dengan pemodelan menggunakan software Power Simulator.  Melalui pemodelan ini dihasilkan data digital yang digunakan untuk mengisi mikrokontroler AT89S52 sebagai rangkaian kontrol digital yang mengendalikan saklar daya inverter.  Hasil pengujian inverter SVPWM ini dibandingkan dengan pengujian inverter Volt/Hertz dengan beban motor induksi 3 fasa yang memiliki rating daya 1 KVA. Pengujian meliputi pengukuran frekuensi, arus, tegangan dan kecepatan kerja motor induksi. Dengan menggunakan metode SVPWM sebagai pengendali inverter untuk menggerakkan motor induksi berhasil meningkatkan efisiensi tegangan keluaran inverter sehingga menyebabkan motor induksi bekerja lebih optimal.  Hasil penelitian pada skala laboratorium menunjukkan dengan menggunakan metode SVPWM efisiensi tegangan inverter sebesar 58,8% sedangkan dengan metode Volt/Hertz efisiensi tegangan inverter sebesar 53,7%. Kata kunci :    Inverter, Space vector pulse width modulation, mikrokontrol AT89S52, Power Simulator
RESPON SISTEM DITINJAU DARI PARAMETER KONTROLER PID PADA KONTROL POSISI MOTOR DC Dwiana Hendrawati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Aspek penting dalam  penerapan  kontroler PID ialah penentuan parameter kontroler PID supaya sistem closed loop mempunyai respon sistem yang baik (memenuhi kriteria performansi yang diinginkan). Untuk  mendapatkan respon tersebut,  dapat dilakukan dengan mengkaji secara eksperimental terhadap beberapa nilai parameter kontroler PID. Pada prinsipnya, penambahan kontroler PID akan menaikkan tipe sistem. Semakin tinggi tipe sistem, ESS (Error Steady State)  sistem makin mendekati nol. Untuk itulah perlu dikaji penambahan kontroler PID dengan parameter yang tepat untuk mendapatkan sistem dengan ESS mendekati nol, dengan tidak mengesampingkan kestabilan sistem. Untuk mengetahui dampak perubahan parameter terhadap respon sistem inilah, diujikan pada kontrol posisi motor DC yang digunakan pada boiler mini (skala laboratorium). Respon sistem yang terbaik pada model plant tersebut ditentukan dengan Metode  Ziegler-Nichols pada penerapan kontroler PID dengan Kp =6,84; Ti =0,06; dan Kd = 0,015 Kata kunci: respon, kontroler PID, kontrol posisi, motor DC
ANALISIS KEANDALAN SISTEM MEKANIK CONTROLLABLE PITCH PROPELLER DENGAN PENDEKATAN KEGAGALAN KEAUSAN . Gutomo; Widyanto Susilo Adi; Ismoyo Haryanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perancangan komponen mesin merupakan proses yang menghasilkan bentuk geometrik, ukuran komponen secara lengkap, jenis bahan komponen, beban yang bekerja, dan kondisi lingkungan tempat komponen akan bekerja. Hasil perancangan tersebut diharapkan komponen dapat bekerja dengan aman, namun dalam prakteknya kadang kala ada komponen yang mengalami kerusakan atau kegagalan (failure).  Untuk itu dilakukan  analisis kegagalan (failure analysis) untuk mengetahui keandalan suatu produk.  Sasaran utama analisis keandalan adalah untuk mengidentifikasi atau meramalkan perilaku kegagalan sebuah produk sedini mungkin.  Tulisan ini meneliti  kegagalan produk pena engkol pada sistem mekanik Controllable Pitch Propeller (CPP) untuk penggerak hovercraft dengan pendekatan keausan. Parameter yang digunakan jumlah siklus putaran. Pengukuran keausan komponen dilakukan mulai dari jumlah 250.000 siklus sampai dengan 2.000.000 siklus.  Hasil yang diperoleh diperbandingkan dengan masa hidup (life cycle) sebuah produk terhadap kegagalan melalui kurva bak mandi (bathtub curve). Kata kunci: sistem mekanik CPP, analisis keandalan, kegagalan keausan.
ANALISIS DAMPAK PEMASANGAN DISTIBUTED GENERATION (DG) TERHADAP PROFIL TEGANGAN DAN RUGI-RUGI DAYA SISTEM DISTRIBUSI STANDAR IEEE 18 BUS Agus Supardi; Romdhon Prabowo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pusat pembangkit listrik berkapasitas besar biasanya terletak jauh dari pusat beban sehingga membutuhkan saluran transmisi yang panjang. Dampaknya adalah susut tegangan dan rugi-rugi dayanya menjadi semakin besar. Distributed generation (DG) dengan kapasitas kecil dan tegangan nominal rendah menjadi salah satu alternatif dalam membangkitkan energi listrik. Pengoperasian DG pada sistem distribusi mengakibatkan aliran daya yang terbalik arahnya sehingga bisa berpengaruh terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya sistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengoperasian DG terhadap profil tegangan dan rugi-rugi daya sistem. Penelitian diawali dengan memodelkan sistem distribusi standard IEEE 18 bus dan DG ke dalam software ETAP. Setelah modelnya lengkap, dilakukan simulasi aliran daya pada berbagai kondisi. Profil tegangan dan rugi-rugi daya sistem akan diamati dari hasil simulasi ini. DG yang dipakai dalam simulasi ini divariasi lokasi pemasangan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pemasangan DG dapat memperbaiki profil tegangan dan menurunkan rugi-rugi daya sistem.   Kata kunci: distributed generation (DG), profil tegangan, rugi-rugi daya
SISTEM PEMANTAUAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN PREMIUM PADA SPBU DI WILAYAH SEMARANG Muhamad Danuri; Alex Sujanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep rantai pasokan kebutuhan persediaan telah banyak digunakan perusahaan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan bagi pelanggannya. Kehilangan penjualan akibat kekurangan persediaan adalah hal penting yang dihindari oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan membangun sistem untuk Pemantauan dan pengendalian persediaan BBM pada SPBU di wilayah  semarang dengan menggunakan sistem pengendalian persediaan Premium berbasis web yang terintegrasi dengan jaringan internet. Pembangunan sistem dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySQL sebagai pengolah databasenya adapun metode pengendalian yang digunakan adalah metode pengendalian persediaan Premium dengan konsep min-max stock level dan time Phased order point  (Danuri, 2011). Hasil dari sistem Pemantauan dan pengendalian ini adalah sebuah sistem yang dapat memantau persediaan premium  pada setiap SPBU dan memberikan informasi setiap saat tentang penjualan dan pengisian kembali pada tiap-tiap SPBU. Kata Kunci : Pengendalian Persediaan, Pemantauan,  Persediaan Premium,  Sistem Pengendalian, SPBU
KONSERVASI LAHAN KRITIS UNTUK PERTANIAN PRODUKTIF DALAM PENCAPAIAN KETAHANAN PANGAN YANG BERKELANJUTAN DI KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Margareta Maria Sudarwani; Yohanes Dicky Ekaputra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian lebih kurang sebesar 2% per tahun, akibatnya adalah berkurangnya total produksi pertanian yang berakibat pada berkurangnya ketersediaan pangan. Situasi ini diperparah lemahnya  kepastian  kepemilikan dan penguasaan tanah. Masyarakat menghadapi masalah ketimpangan struktur penguasaan dan pemilikan lahan, sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha yang bersifat ekonomis untuk meningkatkan kesejahteraan, termasuk akses terhadap lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budi daya pertanian, sebagai salah satu usaha yang paling mudah dalam rangka memanfaatakan potensi sumber daya alam setempat. Kehidupan rumah tangga petani sangat dipengaruhi oleh akses terhadap tanah dan kemampuan mobilisasi anggota keluarganya untuk bekerja di atas tanah pertanian. Beberapa fenomena yang terjadi di wilayah Kota Semarang yang secara fisik menjadi penyebab meningkatnya lahan kritis, adalah sebagai berikut: karakteristik wilayah kota semarang yang bervariasi, perubahan fungsi guna lahan pada kawasan lindung menjadi kawasan budidaya & lahan pertanian menjadi lahan terbangun, dan semakin banyaknya lahan kritis, pada wilayah kawasan yang tidak produktif dan tidak memiliki investasi ekonomi yang tinggi. Konservasi Lahan  melalui Optimalisasi Peningkatan Potensi Sumber Daya Lahan Pertanian bertujuan menjaga kelestarian fungsi lahan di kawasan lindung dan meminimalisir terjadinya bencana, sehingga optimalisasi lahan pertanian akan peningkatan luas areal tanam dan produktivitas pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan  Ketahanan Pangan yang berkelanjutan.  Karena potensi Pertanian Kota Semarang secara khusus banyak tersebar di wilayah Kawasan dataran Tinggi / Kawasan Perbukitan, maka lokasi penelitian ini akan diarahkan pada wilayah kota Semarang yang memiliki potensi Sektor Pertanian cukup besar, dan memberikan sumbangan yang cukup signifikan terhadap upaya pencapaian Ketahanan Pangan di wilayah Kota Semarang, yaitu di Kecamatan  Gunungpati. Kata kunci : konservasi lahan, ketahanan pangan
AMBLESAN TANAH DI MUARA KALI SEMARANG BERPENGARUH TERHADAP LUAS GENANGAN DAN KERUSAKAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN . Soedarsono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Semarang adalah ibukota Propinsi Jawa Tengah Indonesia, memiliki luas wilayah 373,4 km2 dengan jumlah penduduk 1.481.460  jiwa (tahun 2008). Kota dibagian selatan terdiri dari perbukitan struktural denudasional dan perbukitan vulkanik, sedangkan dataran alluvial terletak di bagian utara. Pada dataran alluvial tanahnya terus mengalami amblesan (land subsidence), kondisi ini menjadi masalah yang serius khususnya pada permukiman yang tumbuh secara alamiah di muara kali Semarang. Saat pasang air laut masuk ke permukiman melewati beberapa sungai dan menggenang, akibatnya merusak infrastruktur permukiman. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dan mengevaluasi perubahan luas genangan pada permukiman di muara kali Semarang antara tahun 1996 – tahun 2010 dan untuk mengetahui tingkat kerusakan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan metode survey dan laboratorium, analisis data untuk mengetahui perubahan luas genangan digunakan program Geographic Information System (GIS) dengan software Arc GIS Desktop 9.2 dari Environmental System Research. Untuk  mengetahui pengaruh genangan terhadap kerusakan infrastruktur permukiman digunakan statistik dengan tabulasi silang. Untuk menakar pengaruh genangan terhadap kerusakan lingkungan menggunakan software Statistical Product Service Solution (SPSS) versi 16 dan pengamatan langsung di lokasi penelitian, sedangkan evaluasi perubahan luas genangan di permukiman dengan cara overlay peta genangan tahun 1996 dan tahun 2010, hasilnya merupakan perubahan luas genangan di permukiman penduduk. Hasil penelitian menunjukkan  : antara tahun 1996 sampai tahun 2010 terjadi penambahan genangan seluas 29,62 ha; terjadi kerusakan infrastruktur permukiman antara lain : jalan aspal (37,10%), jalan beton (26,20%), jalan dengan paving block (22,50%) dan saluran drainase (23,90%); 3) secara komulatif genangan berpengaruh terhadap kerusakan infrastruktur permukiman sebesar 20%, sedangkan sisanya dari unsur lain. Beberapa penyebab bertambahnya luas genangan antara lain amblesan tanah pada dataran alluvial terus berlanjut, lokasi penelitian  di lewati beberapa sungai, saat pasang air laut masuk ke permukiman, topografi datar dan jenuh, air yang menggenang merusak infrastruktur jalan. Kata kunci : amblesan tanah, genangan, merusak infrastruktur

Page 8 of 134 | Total Record : 1333