cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,333 Documents
PENGARUH SUHU UDARA DAN BERAT SAMPEL PADA PENGERINGAN TAPIOKA MENGGUNAKAN PENGERING UNGGUN TERFLUIDAKAN . Suherman; Aprilina Purbasari; Margaretha Praba Aulia
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tapioka di Kabupaten Pati merupakan kategori industri kecil/rumah tangga, yang cukup memeliki potensi ekonomi yang sangat besar. Kendala utama yang dihadapi adalah teknologi proses pengeringan produk. Selama ini proses pengeringan dilakukan dengan menghamparkan tepung di lantai bak penjemuran. Proses pengeringan memerlukan waktu minimal 6 jam, dan apabila mendung atau akan turun hujan, maka produk akan dikumpulkan kembali walaupun masih basah. Hal inilah yang menyebabkan kualitas produk jauh dari standar SNI dan seringkali proses produksi dihentikan. Oleh karena itu, dalam penelitian ini tepung tapioka dengan kadar air 40% telah dikeringkan menggunakan pengering unggun terfluidakan menjadi tapioka kering dengan kadar air dibawah 14%. Paramater operasi yang diteliti adalah suhu pengeringan (30, 40, dan 60 °C) dan berat tapioka basah (100, 200, dan 250 g). Hasil eksperimen menunjukkkan bahwa tepung tapioka bisa dikeringkan hanya dalam waktu 30 menit dengan suhu 50°C. Kurva pengeringan memperlihatkan adanya periode laju pengeringan konstan di awal pengeringan sampai kadar uap air di padatan 0,3. Semakin tinggi suhu pengeringan, maka laju pengeringan semakin besar dan kandungan air sisa di padatan semakin rendah. Sedangkan, semakin banyak material padatan yang diumpankan, maka laju pengeringan semakin rendah, akan tetapi kandungan air sisa di padatan relatif sama.Kata kunci: pengeringan, tapioka, unggun terfluidakan
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLIT 3A TERHADAP LAMA WAKTU PENGERINGAN GABAH PADA FLUIDIZED BED DRYER Maria Augustine Graciafernandy; . Ratnawati; Luqman Buchori
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan air yang tinggi (lebih dari 14%) dalam gabah dapat menyebabkan penurunan kualitas beras. Gabah panen umumnya mempunyai kandungan air sekitar 21-26 %. Gabah ini harus segera dikeringkan setelah pemanenan. Sistem pengeringan tradisional yang sering diterapkan oleh para petani di Indonesia mempunyai kendala antara lain ketergantungan terhadap cuaca, waktu pengeringan yang lama, kualitas produk yang tidak seragam serta mudahnya kontaminasi benda asing. Kajian mengenai sistem pengeringan pada suhu rendah dan waktu yang singkat perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas gabah. Diperkenalkan sistem pengeringan gabah dengan sistem adsorbsi oleh zeolit 3A pada fluidized bed dryer. Secara garis besar gabah panen akan dikeringkan dalam suatu unggun terfluidisasi pada suhu 40 0C, flowrate 3 m/s dengan komposisi perbandingan zeolit:gabah berturut-turut adalah sebagai berikut 0:100; 20:80; 40:60 dan 60:40 (% w). Pengamatan dilakukan terhadap penurunan kadar air serta waktu pengeringan. Pengeringan akan dihentikan ketika kadar air dalam gabah mencapai sekitar 14%. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa waktu pengeringan tersingkat pada kompisi zeolit:gabah = 60:40 yakni selama 17,40 menit. Pengeringan ini menghemat hingga 22,77 menit dibandingkan pengeringan tanpa zeolit.Kata kunci: pengeringan gabah, zeolit 3A, fluidized bed dryer.
TEKNOLOGI IMOBILISASI SEL MIKROORGANISME PADA PRODUKSI ENZIM LIPASE Indah Riwayati*); Indah Hartati,; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enzim lipase merupakan biokatalis yang berperan dalam berbagai transformasi kimia diantarnya hidrolisis, esterifikasi, transesterifikasi dan metanolisis. Aplikasi dalam industri sebagian besar sebagai katalis reaksi hidrolisa. Mikroba penghasil lipase meliputi kelas fungi, yeast dan bakteri. Penggunaan metode imobilisasi sel mikroba dapat meningkatkan produktivitas, memudahkan pemurnian produk serta kemudahan dalam mengontrol kestabilan sel. Sel yang diimobilisasi dapat diaplikasikan sebagai biokatalisator dalam unit reaktor konversi. Walaupun mempunyai banyak kelebihan, dalam aplikasi teknologi masih perlu investigasi lebih lanjut, terutama untuk data-data proses scale up pada bioreaktor.Kata kunci: Imobilisasi sel, Mikroorganisme, lipase
EKSTRAK DAUN API-API (Avecennia Marina) UNTUK PEMBUATAN BIOFORMALIN SEBAGAI ANTIBAKTERI IKAN SEGAR Syafi’ul Rofik; Rita Dwi Ratnani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam lingkungan nelayan biasanya mengawetkan ikandengan cara memberi es, tapi daya tahan es terbatas sehingga nelayan menambahi sesuatu zat campuran yang disebut dengan formalin.Bioformalin adalah zat pengawet pengganti formalin yang berasal dari alam, sehingga aman untuk dipakai dan harganya relative lebih dari formalin. Pembuatan Bioformalin dari Simplisia daun api-api menggunakan metode infundasi dengan variable bertingkat, caranya simplisia daun api-api ditambah pelarut aquades dengan perbandingan 1:5, 1:7,5 dan 1:10.rebus menggunakan panci infusa sampai suhu 90C biarkan selama 15 menit. Saring dengan Corong Butcer dengan bantuan pompa vacum, hasilnya berbentuk cairan. Aplikasikan satu variabel satu ikan dengan cara dicelupkan, masing-masing variable diberi control. Pengamatan dilakukan kontinyu salama 2 jam sekali sampai ikan tersebut membusuk. Hasil pengamatan berupa jumlah secor, secor standarnya adalah 18. Ikan bandeng yang dibuat control dapat bertahan selama 12 jam. Ikan bandeng yang diberi beri larutan Bioformalin dengan perbandingan 1:10, 1:7,5, 1:5 masing-masing dapat bertahan hingga 18 jam,18 jam dan 20 jam. Jadi bandeng yang diberi bioformalin lebih awet dari ikan yang dibuat kontrol. Dari tiga ikan bandeng yang dicelup dengan Bioformalin yang bagus adalah dengan perbandingan 1:5 karena dapat mengawetkan lebih lama yaitu 20 jam, jumlah secor 22 dengan ciri-ciri keadaan kulit putih, mata datar, mulut sedikit terbuka, daging agak kenyal, sisik kuat, aroma amis, sebab dengan pelarut yang sedikit kandungan zat pengawet Api-api (Avecennia Marina) menjadi sangat pekat.Kata Kunci:Pengawet, Daun api-api, Pengeringan, Infundasi
POTENTIAL PRODUCTION OF FOOD COLORANT FROM COFFEE PULP Indah Hartati*); Indah Riwayati,; Laeli Kurniasari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee pulp is the waste produced during the pulping operation of the coffee berries. Coffee pulp is reported as a good candidate of material for food colorant production. The food pigment found in coffee pulp is anthocyanin. The anthocyanin content in coffee pulp is reported up to 25 mg of monomeric anthocyanins/100 g of fresh pulp on a dry weight basis. As the fourth largest coffee producer in the world, Indonesia has the potency to produce food colorant from coffee pulp. There are several methods that can be applied in the separation of anthocyanins from coffee pulp. The methods are include solvent extraction, microwave assisted extraction, ultrasound assisted extraction, supercritical fluid extraction and enzymatics extraction. Further researchs are needed in order to find the suitable method for anthocyanins production from coffee pulp.Keywords: coffee pulp, food colorant, anthocyanin
EFISIENSI PENGGUNAAN MUSICOOL PADA MESIN PENGKONDISIAN UDARA MERK SADEN PADA MOBIL KIJANG SUPER H. Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Air Conditioner dalam kenyamanan berkendara maupun dalam ruangan tertentu adalah mutlak dibutuhkan dengan melihat kondisi cuaca yang panas saat ini. Musicool adalah refrigeran dengan bahan dasar hidrokarbon alam sehinggga termasuk dalam kelompok refrigeran ramah lingkungan, yang dirancang sebagai alternatif pengganti refrigeran sintetik kelompok Halokarbon CFC : R-12, HCFC : R-22, dan HFC : R-134a yang masih memiliki potensi merusak alam. Refrigerant syntetic terutama yang mengandung senyawa Clurofluorocarbon (CFC) R-11 & R-12 mempunyai efek negatif terhadap lingkungan seperti merusak lapisan ozon (Ozone Depleting Potensial/ ODP) dan sifat menimbulkan pemanasan global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan efisiensi pada sistem pengkondisian udara pada mobil kijang super serta kondisi udara titik masuk dan keluar evaporator dan membandingkan antara refrigeran R-12 dengan MC-12. Pada perhitungan COP, terlihat bahwa performance yang dihasilkan MUSIcool dengan kerja yang lebih kecil 2,8 menghasilkan pendinginan yang lebih besar dibandingkan dengan kerja yang dibutuhkan freon 3,1. Dari pengambilan data terlihat bahwa temperatur yang dihasilkan menggunakan MUSIcool MC-12 lebih rendah (7,1 oC) dibandingkan menggunakan freon R-12 (7,6 oC), dengan tekanan pengisian MUSIcool lebih kecil (28 Psi).Kata kunci: refrigeran MUSIcool, efisien, koefisien prestasi, ramah lingkungan
KAJI EKSPERIMENTAL KINERJA TURBIN ANGIN VERTIKAL MULTIBLADE TIPE SUDU CURVED PLATE PROFILE DILENGKAPI RUMAH ROTOR DAN EKOR SEBAGAI PENGARAH ANGIN Yusuf Dewantoro Herlambang
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik tertentu dari model turbin vertikal multiblade dengan sudu curved plate profile terhadap unjukkerja turbin pada pembangkit listrik tenaga angin. Penelitian diawali dengan merancang dan membuat sebuah model Turbin Angin Sumbu Vertikal (TASV) dengan tipe sudu curved plate profile berjumlah 6 buah sudu yang terbuat dari material galvalum yang dilengkapi dengan rumah rotor dan ekor sebagai pengarah angin, lengkap dengan instalasi pengujiannya. Tahap selanjutnya adalah uji karakteristik model. Pengujian dengan variabel uji yaitu kecepatan angin pada 12,6 m/s, 9,95 m/s, 8,5 m/s, 6,5 m/s, 6,12 m/s, 5,95 m/s. Parameter penelitian yang diukur adalah kecepatan angin sebagai variable uji untuk menghitung daya input turbin serta daya keluaran yang dihasilkan oleh generator untuk menghitung daya output. Kinerja generator yang paling baik adalah yang menghasilkan daya keluaran paling tinggi. Hasil akhir pada tahap ini adalah efisiensi sistem yang paling optimum. Data hasil pengujian diolah untuk mendapatkan putaran turbin, putaran generator, tegangan generator, daya generator, dan daya kinetik. Hasil pengolahan kemudian disajikan dalam bentuk grafik karakteristik turbin meliputi karakteristik daya dan efisiensi. Spesifikasi turbin adalah diameter poros 25 mm, diameter rotor 600 mm, tinggi rotor 650 mm. Hasil uji menunjukkan putaran tertinggi turbin 290 rpm pada kecepatan angin 12,6 m/s, kecepatan putar turbin terendah pada 142 rpm pada kecepatan angin 5,95 m/s. Didapatkan efisiensi tertinggi sebesar 22,3 % pada kecepatan angin 6,12 m/s, putaran poros generator 244 rpm.Kata kunci : curved plate, karakteristik, rumah rotor, turbin vertikal
ANALISA PENGARUH VARIASI SUDUT MIXING CHAMBER TERHADAP ENTRAINMENT RATIO DAN DISTRIBUSI TEKANAN PADA STEAM EJECTOR DENGAN MENGGUNAKAN CFD Bachtiar Setya Nugraha, ST
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada situasi krisis energi seperti sekarang ini ejector refrigeration dapat sebagai solusi yang tepat, karena ejector merupakan alat yang digunakan untuk menggerakkan fluida dengan jalan memanfaatkan aliran fluida lain. Fluida yang digunakan untuk mendorong aliran fluida lain disebut primary fluid, sedangkan fluida yang terdorong disebut fluida isap/secondary fluid. Steam ejector banyak digunakan pada industri misalnya pada proses pendinginan fluida, proses pevakuman dan sebagainya. Keuntungan dari steam ejector di banding sistem-sistem yang lain adalah steam ejector memerlukan sedikit sumber energi, umur komponen tahan lama, karena tidak ada komponen yang bergerak, ramah lingkungan, karena menggunakan fluida air. Adapun kelemahan steam ejector adalah COP yang dihasilkan rendah. Entrainment ratio akan mempengaruhi nilai COP pada sistem, bila menginginkan nilai COP tinggi maka harus meningkatkan entrainment ratio dan untuk meningkatkan nilai entrainment ratio, dengan memvariasi geometri ejector. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi sudut mixing chamber terhadap entrainment ratio dan distribusi tekanan pada steam ejector dengan menggunakan CFD ( Computational Fluid Dynamics ) Geometri yang divariasikan adalah pada sudut Mixing Chamber yaitu: 3,5o,5o,7o dan 13o. Dari penelitian ini dihasilkan pada eksperimen nilai entrainment ratio (ω) paling tinggi pada sudut mixing chamber 7° menghasilkan entrainment ratio (ω)= 0,71 pada tekanan boiler 5 . Pada simulasi nilai entrainment ratio (ω) paling tinggi terjadi pada sudut mixing chamber 7° menghasilkan entrainment ratio (ω)= 3,32 pada tekanan boiler 5 . Semakin tinggi tekanan boiler, semakin tinggi kecepatan yang terjadi di sepanjang ejector maka semakin besar daerah vakum yang dihasilkan. Hal ini yang menyebabkan laju aliran massa secondary flow yang terhisap semakin banyak sehingga semakin besar nilai entrainment ratio yang dihasilkan. Pada Eksperimen Distribusi tekanan terjadi sepanjang ejector dan pada pengujian didapat nilai maximum pada titik 9 pada throat sebesar 104693 Pa yaitu pada sudut mixing chamber 7° pada tekanan boiler 5 . Pada simulasi distribusi tekanan terjadi sepanjang ejector dan pada pengujian didapat nilai maximum pada throat sebesar 101410,4 Pa yaitu pada sudut mixing chamber 7° pada tekanan boiler 5 .Kata kunci : COP, entrainment ratio, mixing chamber, steam ejector
KAJI EKSPERIMEN TURBIN ANGIN POROS HORIZONTAL TIPE KERUCUT TERPANCUNG DENGAN VARIASI SUDUT SUDU UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN Bono Bono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti Turbin Angin poros horisontal tipe Kerucut Terpancung dengan variasi sudut sudu untuk pembangkit listrik tenaga angin. Turbin yang diuji memiliki diameter runner terbesar D1=60 cm,dan diameter runner terkecil D2=20 cm, tinggi kerucut terpancung H=35 cm, jumlah sudu Z=10 buah, dan variasi sudut sudu. Penelitian ini diawali dengan membuat Turbin Angin poros horisontal tipe Kerucut Terpancung dengan variasi sudut sudu yang terdiri dari runner, dan poros turbin. Runner turbin terdiri dari piringan bentuk kerucut terpancung dan sudu yang dapat diatur sudutnya. Instalasi pengujian terdiri dari komponen utama blower, turbin angin, Generator listrik atau dinamometer turbin, yang dilengkapi alat ukur pengujian meliputi anemometer, tachometer, termometer, Volt meter, Ampere meter dan neraca pegas. Pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik turbin, dimana sudut sudu divariasikan mulai dari sudut 150. Sampai dengan 600. Parameter yang diukur dalam pengujian adalah kecepatan aliran angin, putaran dan torsi poros turbin. Parameter yang ditentukan dan merupakan variabel dalam penelitian ini adalah sudut sudu, yaitu 150, 300, 450, 600. Beban turbin divariasikan dan setiap variasi dilakukan pencatatan terhadap parameter-parameter diatas. Hasil penelitian terhadap masing-masing sudut sudu turbin pada berbagai kecepatan angin menunjukkan bahwa pada sudut sudu sebesar 300 menghasilkan daya mekanik terbesar dibandingkan dengan sudut sudu 150, 450,dan 600. Sedangkan efisiensi total maksimum sebesar 20,75% dicapai pada sudut sudu 300 dan kecepatan angin 5 m/s.serta pada putaran 136,7 rpm.Kata kunci : Turbin kerucut terpancung, jumlah sudu
ANALISIS EFEK HOT EGR TERHADAP PERFORMA DAN EMISI JELAGA PADA MOTOR DIESEL DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN BAKAR CAMPURAN BIOSOLAR DAN JATROPHA BIODIESEL Jhonni Rentas Duling
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2012): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 3 2012
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mencari solusi, krisis energy yang mulai terasa melanda dunia, maka disini akan dicoba untuk mengembangkan sumber energy yang bukan merupakan bahan pangan manusia maupun bahan pakan ternak. Untuk itu penelitian eksperimen ini, bertujuan untuk mengetahui efek Exhaust Gas Recirculation (EGR) type panas, terhadap performa dan emisi jelaga, pada motor diesel Isuzu Panther type C223 yang umum digunakan di Indonesia, dengan menggunakan bahan bakar campuran biosolar dan jatropha biodiesel. Dalam experiment output EGR dapat di tentukan pada temperatur 70°C sampai 100°C. Selain itu, juga diberikan variasi dalam beban, rpm, % EGR dan komposisi campuran bahan bakar. Jatropha biodiesel yang digunakan adalah produksi lokal, sehingga hasil experiment diharapkan dapat diaplikasikan langsung oleh masyarakat. Hasil yang diperoleh, performa campuran biosolar dengan jatropha tidak jauh berbeda dengan performa biosolar murni, seperti yang terlihat pada daya, untuk EGR 10.3 % dengan beban 100% dengan variasi putaran mesin 2100 (rpm) dan temperatur EGR 1000C dan variasi campuran bahan bakar B10D90,B20D80,B30D70 dan Biosolar 100%, mempunyai daya 28,47 kW. Emisi rata-rata terendah diperoleh pada campuran, Biosolar 80% jatropha 20%.Kata kunci: Hot EGR, performa, jelaga, motor diesel, jatropha.

Page 2 of 134 | Total Record : 1333