cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
OPTIMASI KEKUATAN TARIK SERAT NANAS (ANANAS COMOUS L. MERR) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN KOMPOSIT SERAT ALAM . Wijoyo; Catur Purnomo; Achmad Nurhidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Image “Green” yang menempel pada serat alam, membuka jalan bagi serat alam untuk inovasi dan pengembangan produk dalam dekade terakhir ini, misalnya untuk pengembangan komposit yang diperkuat serat alam (fiber reinforced composites) dalam industri automotif, konstruksi bangunan, geotextiles dan produk pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimasi kekuatan tarik serat nanas (Ananas Comous L. Merr) sebagai alternatif bahan komposit serat alam. Penelitian menggunakan serat nanas (Ananas Comous L. Merr) dan unsaturated polyester sebagai matrik untuk bahan komposit. Perlakuan diberikan pada serat nanas dengan peredaman pada larutan alkali dengan prosentase 10%, 20%, 30% dan 40% selama 2 jam dan 4 jam. Spesimen uji tarik serat tunggal dibuat berdasar standart JIS K-7601. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik maksimum mencapai 1058,660 MPa pada perlakuan peredaman larutan alkali 30% selama 2 jam. Dari hasil pengamatan penampang patahan menunjukkan bahwa patahan terjadi karena adanya fiber pull-out (tercabut).Kata kunci : kekuatan tarik, serat nanas, komposit serat alam
EXTENDED PRODUCER RESPONSIBILITY (EPR) SEBAGAI ALTERNATIF PENGHEMATAN ENERGI DALAM RECYCLING E-WASTE PADA TELEPON SELULER DI INDONESIA Widi Astuti
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Informasi dan komunikasi telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat dari berbagai golongan ekonomi. Tingginya kebutuhan tersebut menyebabkan industri peralatan elektronik ini mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Percepatan pertumbuhan tersebut dikombinasi dengan produk yang cepat usang karena produk generasi yang lebih baru sudah muncul lagi. Akibatnya dalam satu tahun ratusan juta telepon selular tidak digunakan lagi oleh pemiliknya, sehingga pembuangan barang-barang elektronik ini mengalami peningkatan yang sangat cepat. Telepon selular sebagai salah satu jenis E-waste (Electronic waste) yang komponen penyusun terdiri dari kombinasi bahan-bahan yang berbahaya (PBR, lead, merkuri, chromium, cadmium,dll) dan bahan non berbahaya yang mempunyai nilai jual yang tinggi atau berharga (emas, perak, tembaga,dll) Material yang berbahaya tersebut persisten di lingkungan, mengalami bioakumulasi pada rantai makanan, dan beresiko menimbulkan efek berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Kerangka kerja model Extended Producer Responsibility (EPR) adalah tanggungjawab secara finansial untuk penanganan recycling E-waste telepon selular yang ramah lingkungan dan pembuangannya. Tujuan dari EPR adalah untuk mendorong produser meminimalisir pencemaran dan mereduksi penggunaan sumber daya alam dan penggunaan energi dari setiap tahap siklus produksi melalui rekayasa desain produk dan teknologi proses. Untuk pengembangan dari model yang ada di Swiss, maka model pengelolaan E-waste telepon selular di Indonesia sangat penting memperhatikan beberapa antara lain  eksisting E-waste telepon selular yang ada, perdagangan barang-barang elektronik dari sektor informal, latar belakang sosial budaya dan ekonomi, kehadiran aturan dan hukum yang mendukung, adanya monitoring dan regulasi. Kata kunci : E-waste, EPR,reduksi, recycling  
ANALISA KONTAK PADA SAMBUNGAN TULANG PINGGUL BUATAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Yuris Setyoadi; Iwan Budiwan Anwar; Rifky Ismail; . Jamari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi dari disiplin ilmu yang berkaitan dengan teknik mesin dalam berbagai aspek kehidupan semakin luas cakupannya, termasuk di bidang ortopedi. Hip joint manusia yang telah mengalami kerusakan parah pada bagian tulang rawannya akibat penyakit maupun benturan dapat diatasi dengan cara mengganti hip joint tersebut dengan artificial hip joint yang sesuai dengan ukuran orang Indonesia. Sebelum total hip joint replacement dipasang pada tubuh, perlu dilakukan simulasi proses ini dengan program komputer agar diperoleh gambaran tentang kekuatan material hip joint sebelum benar-benar ditanam.Artificial hip joint cementless yang terdiri dari acetabular shell (CoCr), acetabular liner (UHMWPE), femoral head ( 316L), dan stem (316L). Pada penelitian kali ini akan diambil kasus simulasi kontak total hip joint cementless cememtless pada sambungan tulang pinggul buatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa variasi pembebanan gaya dengan gaya 1) 735,75 N 2) 1471,5 N 3) 2943 N pembebanan gaya terrsebut diasumsikan manusia dalam posisi tegak normal, pada saat menaiki tangga dan menuruni tangga. Distribusi tekanan kontak berpengaruh pada keausan dan kestabilan total hip joint replacement cementless.Analisa kontak dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan software COSMOSXPRESS. Dari hasil yang diperoleh hip joint cementless (tanpa cement) dengan variasi beban gaya 1) 735,75 N 2) 1471,5 N 3) 2943 N dihasilkan von mises stress sebesar 1) 6.370.9929 MPa 2) 12.741.858 MPa 3) 25.483.718 MPa.Kata kunci: Artificial hip joint cementless, UHMWPE, Metode Elemen Hingga
ALTERNATING DIRECTION IMPLICIT METHOD FOR SOLVING MODIFIED REYNOLDS EQUATION IN A LUBRICATED SLIDING CONTACT M. Tauviqirrahman; R. Ismail; . Jamari; Schipper D. J.
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reynolds lubrication theory assumes that there is no-slip boundary on the interfaces between solid and lubricant. However, during the past few years, slip boundary has been observed in micro/nanometer gap. In this paper, numerical studies of the Reynolds model with slip boundary are presented for investigating the effect of slip boundary on the pressure distribution  in sliding contact. The modified Reynolds equation is solved numerically by finite difference method with alternating direction implicit algorithm. Line by line algorithm was applied to overcome multidimensional direction. The simulation results indicate that the two-dimensional modified Reynolds equation can predict the dynamic of lubrication process with boundary slip in sliding contact. Keywords : Slip boundary, finite difference method, hydrophobic, hydrophilic
ANALISIS GRADIEN PDRB TERHADAP KONSUMSI BBM (STUDI KASUS KOTA-KOTA DI JAWA) Mudjiastuti Handajani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkotaan merupakan daerah yang mempunyai angka urbanisasi yang tinggi, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat termasuk meningkatnya Pendapatan Regional Domestik Bruto (PDRB). Analisis gradien adalah salah satu metode untuk membandingkan pola trend (kecenderungan) dari beberapa lokasi dengan mengamati tingkat kemiringan garis yang menghubungkan antara dua buah variabel. Dalam tulisan ini analisis gradien digunakan untuk mengamati hubungan linear antara variabel PDRB dan konsumsi BBM. Analisis gradien ini menunjukkan bahwa kemiringan garis (gradient) hubungan linear antara PDRB dan konsumsi BBM memiliki pola yang relative sama, yaitu kemiringan rendah di kota sedang dan kemiringan tinggi di kota metropolitan. Untuk kota besar konsumsi premium terjadi sedikit penurunan. Analisis gradien hubungan linear antara variabel PDRB  dan konsumsi total BBM untuk kota sedang dan kota besar, konsumsi BBMnya meningkat lebih cepat dibanding peningkatan PDRB, sedangkan di kota metropolitan peningkatan PDRB lebih cepat dibanding peningkatan konsumsi BBMnya. Kata kunci : Analisis Gradien, PDRB , Konsumsi BBM,
MENAIKKAN EFISIENSI BOILER DENGAN MEMANFAATKAN GAS BUANG UNTUK PEMANAS EKONOMISER . Murni
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin ketatnya persaingan dalam dunia industri dan mahalnya harga bahan bakar, maka banyak perusahaan berusaha untuk menekan pemakaian energi tanpa mengganggu proses produksinya. Ada beberapa cara yang dilakukan diantaranya adalah menaikkan efisiensi baik tenaga kerja maupun mesin-mesin pembangkitnya, baik itu mesin diesel maupun mesin boiler. Dalam tulisan ini kami mengkaji  data yang diperoleh dari pencatatan harian pengoperasian boiler merk ALSTOM type TA 2100, kapasitas 21.000 kg/jam, tekanan kerja 14 bar dan bahan bakar yang digunakan adalah batubara. Boiler ini dioperasikan oleh PT. Primatexco Indonesia yang berlokasi di Jl. Jend. Urip Sumoharjo Sambong, Batang. Dari data diperoleh temperatur gas buang rata-rata adalah masih cukup tinggi yaitu 210 oC, pada tekanan kerja boiler 7 bar, oleh karena itu energi gas buang ini dapat dimanfaatkan untuk memanaskan air pengisi boiler (ekonomiser). Dari hasil perhitungan didapat bahwa bila gas buang ini digunakan untuk pemanas ekonomiser dapat menaikan efisiensi boiler sebesar 1,7 %. Atau dapat menghemat biaya pembelian bahan bakar sebesar Rp. 524.442.720,- setiap tahunnya. Kata kunci: boiler, efisiensi, ekonomiser
SISTEM DRAINASE PERKOTAAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Bambang Sudarmanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Drainase Perkotaan yang Berwawasan Lingkungan (SDPBL) dengan prinsip dasar mengendalikan kelebihan air permukaan sedemikian rupa sehingga air limpasan dapat mengalir secara terkendali dan lebih banyak mendapat kesempatan untuk meresap ke dalam tanah.  Sumur Resapan sebagai alternatif konstruksi imbuhan infiltrasi air hujan ke dalam tanah diharapkan mampu memecahkan problem defisit air pada masa yang akan datang untuk pulau Jawa dan Madura. Kata Kunci : sumur resapan.
KAITAN DESAIN SELUBUNG BANGUNAN TERHADAP PEMAKAIAN ENERGI DALAM BANGUNAN (STUDI KASUS PERUMAHAN GRAHA PADMA SEMARANG) . Sukawi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek penting dalam disain arsitektur yang semakin hari semakin dirasakan penting adalah penataan energi dalam bangunan. Krisis sumber energi tak terbaharui mendorong arsitek untuk semakin peduli akan energi dengan cara beralih ke sumber energi terbaharui dalam merancang bangunan yang hemat energi. Minimal ada tiga faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap penghematan energi pada bangunan, yaitu : disain selubung  bangunan, manajemen energi dan kesadaran pengguna. Akumulasi angka pemborosan dalam penggunaan energi  pada bangunan  berkisar 15-30 %  sehingga perlu memperoleh tanggapan yang lebih serius, karena akan mempunyai dampak yang besar terhadap pemakaian energi listrik secara nasional. Bentuk desain selubung bangunan rumah tinggal tidak lepas dari pertimbangan kondisi iklim tropis dan lingkungan sekitar. Bentuk pembayangan pada bangunan merupakan upaya dalam mengantisipasi iklim tropis untuk mencapai kondisi termal yang nyaman dalam bangunan. Penyelesaian disain fasade harus dibuat tidak diseragamkan antara yang menghadap barat, timur selatan atau utara. Karena pada prisipnya deretan rumah yang menghadap ke barat dan ke selatan memiliki permasalahan yang berlainan apabila dilihat dari aspek lintasan matahari. Perwujudan dari desain arsitektur untuk bangunan yang berwawasan lingkungan sering disebut dengan green building. Hal ini erat kaitannya dengan konsep arsitektur hijau yang merupakan bagian dari arsitektur berkelanjutan (sustainable architecture) dan hemat energi. Disini arsitek mempunyai peran yang amat sangat penting dalam penghematan energi. Disain hemat energi diartikan sebagai perancangan bangunan untuk meminimalkan penggunaan energi tanpa membatasi fungsi bangunan maupun kenyamanan atau produktivitas penghuninya. Untuk mencapai tujuan itu, karya rancang bangun hemat energi dapat dilakukan dengan pendekatan pasif. Melalui studi ini akan diuraikan kaitan antara bentuk tampilan selubung bangunan dengan pemakaian energi dalam bangunan. Kata kunci : Selubung Bangunan, Energi, Bangunan
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DALAM MENGKONSTRUK KONSEP MATEMATIKA . Mulyono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir merupakan  proses yang dimulai dari penerimaan informasi, pengolahan, penyimpanan, dan pemanggilan informasi itu dari dalam ingatan serta pengubahan-pengubahan struktur yang meliputi konsep-konsep atau pengetahuan-pengetahuan itu. Pengetahuan itu dikonstruk sendiri oleh individu. Konsep matematika harus dikuasai oleh mahasiswa matematika. Konsep-konsep matematika itu bersifat hirarkis, artinya untuk bisa mengerti sebuah konsep harus mengerti konsep sebelumnya. Bagaimana proses berpikir mereka ketika membangun sebuah konsep matematika. Hal ini perlu dikaji secara mendalam. Pada dasarnya setiap individu itu unik, berbeda antara individu satu dengan lainnya. Untuk mencapai suatu tahap konstruksi tertentu, bisa saja antar individu berbeda proses berpikirnya.  Sebuah teori konstruksi tentang konsep matematika yang dikenal dengan teori APOS, menyatakan ada 4 tahap dalam mengkonstruksi konsep matematika, yaitu (1) aksi, (2) proses, (3) objek, dan (4) skema. Seorang individu bisa melakukan 4 tahap tersebut, tapi individu lain mungkin saja tidak bisa melewati semua tahapan itu. Makalah ini memaparkan hasil penelitian proses berpikir mahasiswa dalam mengkonstruksi konsep matematika dengan berdasarkan teori APOS. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bersifat kualitatif. Melalui wawancara yang mendalam akan diperoleh profil individu dalam mengkonstruk sebuah konsep matematika. Kata kunci: proses berpikir, konsep matematika, Teori APOS, kualitatif
ROLE OF AGRICULTURAL MACHINE TOOLS IN THE IMPROVEMENT OF RICE PRODUCTION IN CENTRAL OF JAVA Sri Wahyuningsih
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success of agricultural development cannot be separated from the development of technology. Rapid development of the agricultural sector is started from the green revolution, as the impact of population explosion, causes a worry of food shortages. The green revolution encourages the discovery of new tools and methods that can increase agricultural production especially food. Starting from the development of seed technology, that high-productivity and short-aged seeds found, until other technologies created. The technology of agricultural machinery begins to develop along with the requirement of tools that can quickly and efficiently assist labor’s work. This study aims at: 1) recognizing the development of rice production growth in central Java, 2) understanding the need of food, especially rice in Central Java, 3) the role of agricultural machinery in increasing rice production in Central Java, and 4) barriers and challenges in developing the agricultural machine tool. The method used in research is descriptive analysis method, that is the writing of actual problem solving, then the data are collected, compiled, described and analyzed (Suracmad, 1980). Discussion on the problems by using literatures and secondary data as information sources, then analyze the data to be interpreted. The problem can be solved through these data sources and reviewing literature until finding the solution. The result of research proves that the growth of rice production in Central Java is smaller than the population growth. Year by year, the use of agricultural machinery has developed. Agricultural machinery can increase rice production in Central Java. The production can be increased through the efficiency of farm management. Therefore, it can change the crop patterns. The use of agricultural machinery also can increase farmer productivities and save labors. However, agricultural machinery has problems of the application due to various technical, operations, social, cultural, and economic. Keywords: Agricultural machine tools, Production, Rice.

Page 18 of 140 | Total Record : 1394