cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
ROLE OF AGRICULTURAL MACHINE TOOLS IN THE IMPROVEMENT OF RICE PRODUCTION IN CENTRAL OF JAVA Wahyuningsih, Sri
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The success of agricultural development cannot be separated from the development of technology. Rapid development of the agricultural sector is started from the green revolution, as the impact of population explosion, causes a worry of food shortages. The green revolution encourages the discovery of new tools and methods that can increase agricultural production especially food. Starting from the development of seed technology, that high-productivity and short-aged seeds found, until other technologies created. The technology of agricultural machinery begins to develop along with the requirement of tools that can quickly and efficiently assist labor’s work. This study aims at: 1) recognizing the development of rice production growth in central Java, 2) understanding the need of food, especially rice in Central Java, 3) the role of agricultural machinery in increasing rice production in Central Java, and 4) barriers and challenges in developing the agricultural machine tool. The method used in research is descriptive analysis method, that is the writing of actual problem solving, then the data are collected, compiled, described and analyzed (Suracmad, 1980). Discussion on the problems by using literatures and secondary data as information sources, then analyze the data to be interpreted. The problem can be solved through these data sources and reviewing literature until finding the solution. The result of research proves that the growth of rice production in Central Java is smaller than the population growth. Year by year, the use of agricultural machinery has developed. Agricultural machinery can increase rice production in Central Java. The production can be increased through the efficiency of farm management. Therefore, it can change the crop patterns. The use of agricultural machinery also can increase farmer productivities and save labors. However, agricultural machinery has problems of the application due to various technical, operations, social, cultural, and economic. Keywords: Agricultural machine tools, Production, Rice.
PENERAPAN NOSEL BERPENAMPANG SEGI EMPAT PADA TURBIN PIPA BELAH DUA . Sahid
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah meningkatkan kinerja turbin pipa belah dua dengan cara menerapkan nosel berpenampang segi empat. Penelitian diawali dengan membuat model turbin pipa belah dua yang dilengkapi dengan nosel berpenampang lingkaran dan nosel berpenampang segiempat. Nosel berpenampang segi empat yang digunakan divariasikan berdasarkan rasio panjang dan lebar (R), masing-masing adalah 0,83; 1,0; 1,2 dan merupakan variabel dalam penelitian ini. Model turbin dipasang pada instalasi pengujian yang terdiri dari komponen utama turbin air, pompa, reservoir, dan pipa. Langkah selanjutnya adalah uji karakteristik turbin. Parameter yang diukur dalam pengujian adalah beda tekanan pada orificemeter, tekanan pada nosel, putaran dan torsi poros turbin, serta tegangan dan arus listrik keluaran generator. Data hasil pengujian diolah untuk mendapatkan debit aliran air, daya kinetik pancaran air dari nosel, daya poros dan hidrolik turbin, efisiensi turbin. Hasil pengolahan kemudian direpresentasikan dalam bentuk grafik karakteristik turbin meliputi karakteristik daya dan efisiensi. Unjuk kerja masing-masing turbin dikaji dan dibandingkan secara diskriptif. Hasil uji menunjukkan Penerapan nosel berpenampang segiempat tidak memberikan dampak terhadap peningkatan unjuk kerja turbin pipa belah dua. Turbin pipa belah dua dengan nosel berpenampang lingkaran menghasilkan efisiensi lebih tinggi 23,03 % dibandingkan dengan nosel berpenampang persegipanjang (R=1). Berdasarkan daya turbin yang dihasilkan, turbin pipa belah dua dengan nosel berpenampang lingkaran menghasilkan peningkatan daya sebesar 114,67 watt. Kata Kunci: Turbin pipa belah dua,  nosel segiempat, karakteristik turbin
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MUSICOOL PADA MESIN PENGKONDISIAN UDARA (STUDI KASUS: AC MERK TOSHIBA DAN PANASONIC DI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG) Samsudi Raharjo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MUSIcool merupakan refrigerant produk PT PERTAMINA ( PERSERO ); sebagai media pendingin ruangan yang ramah lingkungan dan hemat energy ( Inpres No.10/2005 dan kebijakan mentri lingkungan  No. 2 Tahun 2007 ). MUSIcool dengan bahan dasar Hidrocarbon merupakan hasil kilang Migas yang diformulasikan sebagai pengganti Refrigerant R- 12, R-22 dan R-134a. Untuk menggunakan MUSIcool sebagai pengganti Freon yang biasa merusak  lapisan ozon, menurut    ( Anies SM 2010 ), Kerusakan ozon telah menjadi perhatian dan kekhawatiran dunia. Lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan dibumi dari radiasi sinar ultraviolet, Berbagai penyakit dan gangguan kesehatan dapat timbul akibat kerusakan ozon. Lapisan ozon adalah lapisan atmosfer pada ketinggian 19-48 Km (12-30 mil) diatas permukaan bumi yang mengandung molekul-molekul ozon yang terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Lapisan ozon di atmosfer melindungi kehidupan di bumi, karena melindungi dari radiasi sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kangker. Oleh karena para ilmuwan sangat kawatir ketika mereka menemukan bahwa bahan kimia Fluroklurokarbon ( CFC )digunakan sebagai media pendingin memberikan acaman terhadap lapisan ozon. Dan setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan 100.000 molekul ozon. Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan sebagai penyebab meningkatnya penyakit kangker kulit dan katarak pada manusia. Generasi mendatang dalam ancaman bahaya, oleh sebab itu perlu dilakukan langkah-langkah menghentikan progresivitas global warming melalui perbaikan lingkungan secara global dan berkesinambungan dan membeli produk-produk yang ramah lingkungan ( Permendag. No.24/M-DAG/PER/6/2006 ). Hasil Pengujian secara eksperimen pada beban AC yang sama dalam penelitian ini menngunakan dua merk AC split beban 1,5 PK dan setiap merk disediakan 5 buah AC: Kerapatan MUSIcool lebih kecil jadi kerja kompresor lebih ringan 25 %, Rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi lebih kecil 0,5 -1 ⁰ nilai Viscositas lebih kecil kemudian efek refrigerasi , Coeficient of Performance ( COP ) dan konduktifitas bahan  lebih besar. Kata kunci: Refrigeran MUSIcool, Ramah Lingkungan dan Hemat Energi.
SYNTHESIS OF CATIONIC CELLULOSE AS POLYMERIC SURFACTANTS Dewi Sondari; Agus Haryono
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The synthesis of cationic cellulose dissolved in water was conducted at 50o for 2 hours continued at temperature 76oC for 15 minutes in a glass reactor. The cationic cellulose  was synthesized through one-step substitution reaction The chemical composition of cationic cellulose was analyzed by FTIR (Fourier-Transformed Infra-Red). The successful conjugation onto cellulose chain confirmed by 1H NMR (Nuclear Magnetic Resonance). Water solubility of cationic cellulose product was measured using UV-Visible spectrophotometer at 600 nm. Keywords: Cationic cellulose, polymeric surfactants, water- soluble polymer, 1H NMR, FTIR
DESAIN MODEL TURBIN ANGIN EMPAT SUDU BERBASIS SILINDER SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR . Sunarwo; Bambang Sumiyarso
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desain turbin angin sederhana,  memanfaatkan konstruksi silinder dibelah empat sebagai penggerak mula pompa air. Uji eksperimental pengaruh sudut putar sudu terhadap kinerja turbin angin perlu dilakukan untuk mendapatkan sudut putar sudu optimum. Tahap-tahap penelitian meliputi merancang dan membuat model turbin angin dari konstruksi silinder dibelah empat sebagai penggerak pompa air, uji karakteristik turbin dengan variable sudut putar sudu, dan analisis untuk mendapatkan sudut putar optimum. Turbin angin yang dibuat dengan memanfaatkan konstruksi silinder belah empat ini mempunyai  diameter silinder 35,36 cm  yang dibelah menjadi empat dan masing–masing bagian selubung silinder berfungsi sebagai sudu turbin. Turbin angin ini memiliki lebar sudu 27,77 cm, tinggi sudu 60 cm, dan tebal sudu turbin 0,3 cm. Berdasarkan pada hasil pengujian, turbin angin memanfaatkan konstruksi silinder belah empat  sebagai penggerak mula pompa air, mempunyai sudut bukaan sudu optimum 45o, karena mulai dari bukaan sudu 30o debit dan efisiensi sistem semakin besar sampai pada sudut bukaan 45o dan kemudian menurun setelah di uji antara sudut 50o sampai 45o pada masing-masing kecepatan dengan keluaran debit sebesar 0,000571429 m3/det, yang bekerja pada kecepatan 9,92 m/s. Daya hidrolis maksimal yang dihasilkan pompa sebesar 4,184612 watt pada kecepatan angin 9,92 m/s. Efisiensi terbaik dihasilkan pada kecepatan angin 5,66 m/s yaitu sebesar 2,580408292 %, dengan daya kinetis 46,343 watt dan daya hidrolis 1,195 watt. Kecepatan angin minimum yang dibutuhkan oleh turbin angin memanfaatkan konstruksi silinder belah empat untuk dapat berputar dengan sudut optimum 45o adalah 3,9 m/s, yaitu dari hasil pengujian yang kami lakukan, sedangkan kecepatan angin yang dibutuhkan agar pompa dapat bekerja adalah 4,15 m/s dengan putaran mencapai 30 rpm. Kata kunci: Turbin angin,  konstruksi silinder, karakteristik turbin angin
TEKNOLOGI PEMURNIAN SENYAWA DENGAN METODA KROMATOGRAFI Jamilah Abbas; Puspa Dewi; M Hanafi
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2010): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 1 2010
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Teknologi pemurnian senyawa dengan metoda kromatografi penting dilakukan agar didapat senyawa murni yang mempunyai aktivitas lebih tinggi. Metoda pemurnian dilakukan dengan menggunakan fasa diam silika dan fasa gerak merupakan campuran n-heksana dan etil asetat serta campuran etil asetat metanol dengan kepolaran yang dinaikkan secara gradien. Dari fraksi n-heksana  dari tumbuhan Calophyllum macrophyllum didapat  satu senyawa murni yang mempunyai aktivitas antioksidan. Kata kunci : Kromatografi, Calophyllum macrophyllum, aktivitas antioksidan.
TINJAUAN BEBERAPA MODEL MEKANISTIK TINGKAT KONSUMSI BAHAN BAKAR UNTUK DITERAPKAN PADA PROGRAM SIMULATOR MENGEMUDI HEMAT ENERGI SMART DRIVING Tabah Priangkoso; Nazaruddin Sinaga
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program mengemudi Smart Driving merupakan simulator pelatihan mengemudi hemat energi. Program membutuhkan model yang memungkinkan simulator merepresentasikan kenyataan. Model mekanistik banyak digunakan untuk memperkirakan konsumsi bahan bakar kendaraan. Model mekanistik memperkirakan konsumsi bahan bakar sebanding dengan gaya-gaya yang melawan gerak kendaraan. Faktor yang paling menentukan besarnya konsumsi bahan bakar pada suatu pengendaraan adalah perilaku berkendaraan. Paper mengases tiga model mekanistik konsumsi bahan bakar kendaraan, yaitu aaMOTION, PERE (Physical Emission Rate Estimator), dan HDM-4 (Highway and Development Management-4 untuk melihat kemungkinan penerapan model pada program. Ketiga model tidak memuat seluruh perilaku berkendaraan. aaMOTION dan HDM-4 tidak memasukkan perilaku posisi gigi, sedangkan PERE tidak memperhitungkan perilaku stasioner ke dalam model. Sebagai model, ketiganya telah memenuhi syarat sebagai model mekanistik dan dapat digunakan sesuai kebutuhan penggunanya, namun masih memerlukan penyempurnaan untuk digunakan sebagai model dalam program. Kata kunci: model mekanistik, perilaku berkendaraan, konsumsi bahan bakar
PENGARUH KECEPATAN PUTAR DAN JENIS GEL SORGUM (Sorghum Bicolor L. Moench) DALAM PEMEKATAN PATI RESISTEN MELALUI SEL ULTRAFILTRASI BERPENGADUK UNTUK ANTI KOLESTEROL Agustine Susilowati; . aspiyanto; yati maryati
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemekatan serat makanan (Dietary Fiber) dari sorgum Sorgum bicolor L. Moench) yang diperoleh dari ekstraksi secara kimia (gelatinisasi) melalui ultrafiltrasi ((UF) sel berpengaduk dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh kecepatan putar pengaduk pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH yang semakin meningkat terhadap komposisi konsentrat gel sorgum terutama SDF (Solouble Dietary Fiber) yang berfungsi sebagai pati resistan atau pati tak tercernakkan untuk anti kolesterol. Pemekatan dilakukan pada gel sorgum dari proses gelatinisasi dengan pH 10, 11, 12, 13 dan 14 menggunakan membran UF 30000 MWCO pada kecepatan putar 200, 300 dan 400 rpm dengan tekanan proses 30 selama 30 menit pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan putar pengaduk akan meningkatkan komposisi retentat pada tingkat alkalinitas gel yang semakin rendah. Kondisi proses optimal berdasarkan SDF tertinggi dicapai pada kecepatan putar 400 rpm selama 30 menit  pada gel dari proses gelatinisasi pada pH 10 dengan menghasilkan konsentrat sebagai pati tidak tercernakkan (resistance starch) dengan konsentrasi SDF, Tannin, Total Padatan, Serat kasar berturut-turut sebesar 5,62 % (b.k),  0,36% (b.k) , 0,79%, 1,19% dan IDF sebesar 2,635% (by difference).  Pada kondisi optimal ini dihasilkan perolehan kembali SDF sebesar 60,08% dari TDF sebesar 8,255% pada konsentrasi 30% pati kering whole grain atau rendemen sebesar 27,52% dari whole grain sorgum berdasarkan 100% pati kering. Kata kunci : sorgum, gelatinisasi, serat terlarut (SDF), kecepatan putar pengaduk, ultrafiltrasi. Abstract Dietary Fiber concentration from sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) extract by gelatinization process (chemical method) through Stirred Ultrafiltration (UF) Cell was aimed to find out effect of rotation speed of stirred cell on gelatinized sorghum gel. pH value becoming more and more high on composition of sorghum gel concentrate, especially Total Dietray Fiber (TDF) and Soluble Dietary Fiber (SDF) functioned as resistance starch for anti cholesterol. Concentrating of gelatinized sorghum gel with pH of 10, 11, 12, 13 and 14 utilized UF membrane of 30,000 MWCO at stirrer rotation speeds of 200, 300 and 400 rpm, room temperature and operation pressure of 30 psia for 30 minutes. The experiment result indicated that rotation speed of high stirrer cell would increase retentate composition at low gel alkalinity level. Based on the highest SDF, optimal process condition was reached at rotation speed of stirrer cell of 400 rpm for 30 minutes using gelatinized gel at pH of 10 produced retentate as resistance starch with concentrations of  SDF, Tannin, Total Solids, Crude Fibre of 5.62 % (dry weight), 0.36 % (dry weight), 0.79 %, 1.19 %, and IDF of 2.635 % (by difference). At this optimal process condition was resulted a recovery of SDF of 60.08 % and TDF of 8.255 % at dry starch concentration (whole grain) of 30 % or or rendement of 27.52 % from whole grain sorghum based on 100 % of dry starch. Key Words : Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench), dietary fiber (DF), gelatinization, soluble dietary fiber (SDF), ultrafiltration (UF).
PENYUSUNAN NERACA AIR SEBAGAI FUNGSI KONTROL LAJU KEHILANGAN AIR PDAM (STUDI KASUS PDAM KOTA SEMARANG) Benny Syahputra
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Jumlah air tak berekening (ATR) PDAM Kota Semarang pada tahun 2008 mencapai angka sebesar 57,3%, dan angka tersebut sangat berbahaya bagi efisiensi sistem. Penelitian tentang kehilangan air PDAM Kota Semarang ini bertujuan untuk mengetahui jenis kehilangan air yang memiliki volume terbesar dan faktor-faktor penyebabnya serta untuk menganalisis fungsi kontrol neraca air terhadap laju kehilangan air PDAM. Untuk mengetahui volume kehilangan air dan analisis fungsi kontrol neraca air terhadap  sistem digunanakan software WB-EasyCalc 1.07. Analisis dengan WB-EasyCalc dilakukan dengan cara membaca grafik yang dibuat dari neraca air, dan selain itu diperlukan juga perbandingan dengan nilai air tak berekening tahun-tahun sebelumnya serta data lapangan yang reliabel. Data lapangan diambil dengan metode kuesioner teknisi PDAM dan pelanggan serta observasi. Kombinasi kedua jenis data ini sangat menentukan dalam analisis deskriptif. Hasil dari penyusunan Neraca Air 2009 adalah PDAM Kota Semarang memiliki ATR  sebesar 57,4% dan kehilangan air tertinggi adalah kehilangan fisik sebesar 30,35 %. Mayoritas penyebab kehilangan fisik adalah usia pipa yang lebih dari 25 tahun. Penggunaan neraca air untuk kontrol laju kehilangan air sangat dibutuhkan oleh PDAM dalam rangka untuk memonitor efisiensi sistem PAM. Kata kunci : neraca air, fungsi kontrol, sistem PAM
OPTIMASI PRODUKSI IKAN LEMURU (SARDINELLA LONGICEPS) TINGGI ASAM LEMAK OMEGA-3 DENGAN PROSES FERMENTASI OLEH BAKTERI ASAM LAKTAT Fahmi Arifan; Deddy Kurniawan Wikanta
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2011): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 2 2011
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fermentasi merupakan salah satu cara  pengawetan ikan yang cukup penting, dengan cara ini diperoleh produk-produk yang digemari oleh sebagian masyarakat  karena flavor dan aromanya yang khas. Pada proses fermentasi  ikan bergaram, yang berperan  sebagai faktor  pengawet bukan hanya garam tetapi juga asam-asam dan senyawa-senyawa lain  yang dihasilkan oleh mikroba yang melakukan fermentasi. Ikan lemuru mengandung asam lemak omega -3, yang merupakan asam lemak esensial, namun produk ikan lemuru mudah rusak, disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis dan autolisis,. Proses  fermentasi dengan menggunakan kultur bakteri asam laktat (BAL) yang dikombinasikan dengan  3% NaCl dan Na asetat dapat mencegah kerusakan lemak pada ikan. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metoda Tiobarbituricacid (TBA), sampai umur simpan 48 jam harga TBA control (tanpa pengawetan) 4,56 mgr/100gr, untuk pengawetan dengan BAL saja 1,8 mgr/100gr, untuk  pengawetan dengan kombinasi BAL dengan 3%NaCl dan Na asetat  0,75 mgr/100gr. Standar ikan yang masih dapat dikonsumsi  nilai TBA :3-4 mgr/100gr. Indeks kesegaran ikan, diukur dengan kadar TMA standar sebesar  17,48-19,57 Untuk usia siman sampai 48 jam tingkat kesegaran ikan pada control (tanpa pengawetan) sudah tidak memenuhi standar, yaitu sebesar 18,8 % mgr N, sedangkan ikan yang difermentasi denganBAL sebesar 8,1 mgrN/100gr dan Kombinasi BAL,Na-asetat dan NaCl sebesar 7 mg N/100gr. Pada pengujian organoleptik yang meliputi tektur, kenampakan dan bau didapatkan hasil sebagai berikut :   sampai umur simpan 48 jam pada kontrol sudah mengalami kerusakan tekstur , tidak segar dan berbau, sedangkan pada fermentasi dengan BAL maupun kombinasi BAL NaCl dan Na asetat pada masa simpan 48 jam tektur, masih kenyal, kenampakan dan bau masih segar. Kata kunci : Fermentasi dengan Bakteri asam laktat – kualitas ikan yang dihasilkan

Page 19 of 140 | Total Record : 1394