cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PEMANFAATAN SEKAM PADI PADA BATAKO Slamet Budirahardjo; Agung Kristiawan; Agustina Wardani
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batako merupakan bahan bangunan yang digunakan oleh kebanyakan orang sebagai pasangan dinding. Dari fungsinya sebagai penyekat maka dinding dapat dibuat dari berbagai bahan seperti pasangan bata, pasangan batu kali, papan kayu, bilik partisi dan sebagainya. Limbah sekam padi adalah sisa hasil penggilingan panen padi berupa kulit gabah. Pemanfaatan limbah berupa sekam padi dengan jumlah banyak, pemanfaatannya kurang menguntungkan dan proses penghancuran secara alami sangat lambat. Pemanfaatan limbah sekam padi dengan menggunakan proses yang sederhana sebagai campuran isian batako (bata beton) padat layak dicoba untuk meminimalkan masalah lingkungan. Bahan baku campuran berupa semen, pasir dan sekam padi. Umur batako yang dilakukan pengujian adalah minimal 14 hari dengan menetapkan komposisi semen, pasir dan sekam padi. Rasio perbandingan bahan baku berupa pasir dan sekam padi berdasarkan volume divariasikan. Bagian untuk pasir bervariasi dari 4 bagian, 5 bagian, 6 bagian dan 7 bagian. Sedangkan bagian untuk sekam padi bervariasi dari 1 bagian, 2 bagian dan 3 bagian. Selanjutnya campuran dicetak dan dipres dengan rojok, lalu dilakukan uji kelayakan yang meliputi : uji tampak luar, uji penyerapan air dan uji kuat tekan untuk mengetahui kualitas batako. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan didapat hasil kuat tekan campuran mortar dengan variasi sekampadi yang optimal, meningkat dari campuran 1PC : 4 Psr : 1 Sekam sampai campuran 1PC : 6 Psr : 1 Sekam kemudian menurun pada campuran 1 PC : 7 Psr : 1 Sekam Kata kunci : Limbah sekam padi, Pemanfaatan, Isian batako
KARAKTERISASI BAJA ARMOUR HASIL PROSES QUENCHING DAN TEMPERING Padang Yanuar; Sri Nugroho; Yurianto Yurianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja, keramik, polimer, dan komposit dapat digunakan sebagai material anti peluru (armour). Konsep seperti kekerasan, kekuatan, dan ketangguhan adalah fitur utama untuk ketahanan kinerja balistik dari material armour. Diantara semua material, baja adalah yang paling banyak digunakan sebagai material armour karena memiliki kombinasi dari kekuatan yang tinggi, kekerasan tinggi, ketangguhan yang baik, mampu las dan kemudahan dalam perlakuan panas.  Tujuan penelitian ini akan menjelaskan pengaruh proses quenching dan tempering terhadap perubahan struktur (komposisi kimia dan struktur mikro) dan sifat mekanik ( kekerasan dan uji impak ) baja armour. Pada pengujian struktur mikro terlihat terjadi perubahan struktur mikro ferrite dan perlite menjadi martensite yang cukup merata sehingga berpengaruh terhadap sifat mekaniknya. Nilai kekerasan baja armour proses quenching dan tempering mengalami kenaikan dari 237 VHN menjadi 530 VHN, untuk uji impak didapatkan peningkatan hasil energy yang diserap dari 101.2 Joule menjadi 124,6 Joule. Penelitian ini menyimpulkan bahwa baja armour proses quenching dan tempering akan merubah struktur mikro ferrite dan perlite menjadi martensite yang akan menyebabkan peningkatan nilai kekerasannya dan nilai impaknya. Kata kunci: armour, quenching, tempering.
PERANCANGAN BIOMEKANISME SENDI PROTESA UNTUK PASIEN AMPUTASI TUNGKAI DI ATAS LUTUT DENGAN DESAIN ERGONOMI DAN FLEKSIBEL Dody Bactiar; Audy Audy; Jamari Jamari; Iwan Budiwan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umunya manusia memiliki anggota gerak diantaranya adalah Tungkai bawah (Extrimitas Inferior), yang berfungsi untuk menopang tubuh bagian atas dan melakukan aktivitas sehari – hari. Hilangnya sebagian alat gerak akan menyebabkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktivitas dalam derajat yang bervariasi, tergantung dari bagian mana alat gerak yang hilang.  Kehilangan alat gerak tersebut dapat disebabkan berbagai hal, seperti penyakit, faktor cacat bawaan lahir, kecelakaan, atau penanganan operasi (amputasi). Untuk membantu mengatasi keterbatasan-keterbatasan aktivitas yang terjadi pada seseorang yang kehilangan kaki akibat amputasi, maka digunakanlah protesa. Protesa yang ada di pasaran saat ini memiliki banyak kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain harga yang mahal. Selain itu terdapat juga beberapa kekurangan dari segi kenyamanan, seperti panjang yang tidak sesuai dengan kaki, ankle kaki yang kaku, hingga daya tahan yang rendah. Penelitian dimulai dari tahap persiapan yang terdiri dari studi pendahuluan dan studi literatur. Dari tahap pendahuluan ini diketahui jenis-jenis protesa yang saat ini ada di pasaran, dan kekurangan-kekurangan protesa tersebut. Selanjutnya dilakukan pengambilan data antropometri yang dibutuhkan untuk merancangan protesa dengan dilakukan perhitungan panjang lutut berdasarkan tinggi badan manusia. Untuk melakukan perancangan, ditentukan aspek-aspek desain, konsep-konsep perancangan, dan pengembangan konsep pemodelan produk, evaluasi konsep dan pembuatan prototipe. Evaluasi dan analisis kemudian dilakukan pada prototipe produk Protesa hasil rancangan. Hasil evaluasi dan analisis menunjukkan protesa hasil rancangan lebih baik dari segi biomekanisme lutut, desain ergonomi dan fleksibel, harga terjangkau, dibandingkan dengan protesa yang saat ini ada di pasaran. Kata kunci: Antropometri, Biomekanisme, Perancangan produk, Protesa
ANALISIS SIFAT FISIK LAPISAN TIPIS TITANIUM NITRIDA PADA BAJA AISI 410 YANG DILAPIS DENGAN METODE SPUTTERING Xander Salahudin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material untuk peralatan kedokteran harus memiliki beberapa keunggulan karakteristik, diantaranya tahan korosi, tahan aus dan memiliki permukaan yang halus. Modifikasi permukaan dengan menggunakan lapisan tipis titanium nitrida pada permukaan material akan dilakukan untuk mengetahui pegaruhnya terhadap nilai kekasaran. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh variasi waktu pelapisan titanium nitrida pada baja AISI 410 terhadap kekasaran permukaan lapisan titanium nitrida. Proses pelapisan pada penelitian ini menggunakan DC magnetron sputtering. Variasi waktu pelapisan titanium nitrida pada baja AISI 410 yaitu 40, 50, dan 60 menit. Sedangkan variabel tetap yang digunakan yaitu tegangan 0,4 kV, kuat arus 80 mA, tekanan chamber 4 x 10-2 torr, jarak target-substrat 12 mm dan rasio titanium nitrida-nitrogen = 11:2. Uji kekasaran dilakukan dengan Surface Roughness Measuring Instrument model SE 1700. Pengujian kekasaran menghasilkan nilai kekasaran terendah pada permukaan yang dideposisi titanium nitrida dalam waktu 40 menit, dengan nilai kekasaran rata-rata 0,69 mm, dan nilai kekasaran rata-rata akar 0,0857 mm. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh deposisi titanium nitrida pada baja AISI 410 tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekasaran rata-rata dan nilai kekasaran rata-rata akar. Kata kunci: AISI 410, sputtering, kekasaran, TiN.
PENGUJIAN KEKERASAN DAN KOMPOSISI KIMIA PRODUK COR PROPELER ALUMUNIUM Hera Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji  kekerasan dan komposisi kimia propeler kapal nelayan tiga sudu dengan material alumunium produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) logam di Juana Pati. Proses peleburan logam alumunium dengan dapur crucible menggunakan bahan bakar minyak dan pengecoran dilakukan dengan teknik pasir cetak (sand casting). Pengujian spectrometer digunakan untuk mengetahui komposisi kimia material alumunium. Pengujian kekerasan digunakan metode Rockwell dengan indentor bola baja diameter 1/16 inchi  dengan beban mayor 100 kg (HRB). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material merupakan alumunium dengan kekerasan 60,5 HRB. Kata kunci: alumunium, propeler, kekerasan, spectrometer.
PROSES PEMBEKUAN SEARAH PADA PRODUK COR PROPELER KUNINGAN Hera Setiawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanis produk cor propeler pada kapal nelayan dengan material kuningan (brass) melalui proses pembekuan searah (unidirectional solidifications), sehingga dihasilkan struktur columnar dendrite pada logam. Pengecoran dilakukan dengan pasir cetak (sand casting) dan proses peleburan logam dilakukan pada dapur crusible dengan bahan bakar minyak. Teknik pembekuan searah dilakukan dengan pendinginan logam cor dengan chiller pendingin yang dialiri air dengan dorongan pompa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pembekuan searah dengan chiller pendingin dapat meningkatkan kekerasan dan kekuatan tarik material, kekerasan dan kekuatan tarik semakin meningkat dengan semakin dekatnya  jarak sampel ke chiller dan semakin besar diameter chiller. Kata kunci: pembekuan searah, chiller, kuningan, propeler.
PENGEMBANGAN ALAT DESTILATOR BIOETANOL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Rochmad Winarso; Bahtiar Setya Nugraha; Ali Muttaqin; Nanang Rofiudin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan  energi  di  masa  depan  merupakan  permasalahan  yang senantiasa  menjadi  perhatian  bagi semua pihak. Seiring  dengan  meningkatnya  pembangunan,  kebutuhan  akan energi  terus  meningkat. Disisi lain cadangan minyak bumi sebagai bahan bakar yang paling banyak dipakai saat ini semakin menipis karena sifatnya yang non renewable, oleh karena itu diperlukan upaya untuk mencari bahan bakar alternatif yang renewable sekaligus ramah lingkungan.Bioetanol sebagai salah satu bahan bakar alternatif sampai saat ini belum banyak digunakan. Padahal di Indonesia, banyak sekali sumber daya alam hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku untuk memproduksi bioetanol, salah satunya adalah ubi kayu. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar didasari oleh sifatnya yang mudah terbakar dan memiliki kalor-bakar netto besar.Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan alat destilator bioetanol dengan fokus pengembangan pada penggabungan 3 (tiga) model destilator yang biasa dipakai menjadi model baru sehingga diharapkan bisa lebih optimal menghasilkan bioetanol dengan kadar tinggi. Pengembangan alat distilator bioethanol ini dimulai dari proses observasi lapangan yang dilanjutkan dengan studi literatur. Tahapan selajutnya adalah proses perencanaan komponen-komponen dari peralatan tersebut. Setelah proses rancangan selesai dilanjutkan dengan proses pembuatan komponen komponen utama dan komponen pendukungnya yang dilanjutkan dengan proses perakitan, finishing dan uji coba peralatan. Hasil penelitian ini telah dikembangkan alat destilator bioetanol dengan spesifikasi sebagai berikut: diameter tangki 500 mm, panjang tangki 1200 mm, terbuat dari bahan stainles steel A304 dengan ketebalan 2 mm. Kapasitas tangki yang diijinkan adalah ¾ dari volume tabung atau sebesar 260 liter.Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi ketela pohon menunjukkan bahwa pada jenis fermenter enzim, npk, urea, ragi menunjukkan hasil yang paling baik. Dari hasil uji coba pada hasil proses distilasi fermentasi tetes tebu menunjukkan bahwa pada proses fermentasi selama 36 jam menunjukkan hasil yang paling baik. Kata kunci: bioetanol, destilator, energi, prototipe, renewable
PENGARUH JUMLAH LAMINA TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SANDWICH SERAT AREN-POLYESTER DENGAN CORE PELEPAH POHON PISANG Wijoyo Wijoyo; Achmad Nuhidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai penguat komposit mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya sebagai pengganti serat buatan, harga murah, mampu meredam suara, ramah lingkungan, mempunyai densitas rendah, dan kemampuan mekanik tinggi, yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki peningkatan kinerja kekuatan bending komposit sandwich serat aren-polyester dengan core pelepah pohon pisang dengan variasi jumlah lamina. Penelitian dilakukan dengan bahan utama serat aren, matrik Polyester type 157 BQTN dan G3253T, katalis MEKPO, akselerator Cobalt naphtenate, max way, wax/miror, dan core/inti limbah pelepah pohon pisang. Peralatan yang digunakan adalah alat uji bending, timbangan digital, mikroskop mikro, foto makro dan peralatan fabrikasi komposit. Spesimen uji yang dibuat merupakan komposit jenis sandwich, dengan metoda hand lay up. Jumlah lamina pada lapisan atas adalah 1, 2 dan 3 layer serat aren, sedangkan lapisan bawah adalah 1 layer serat aren. Struktur lapisan komposit sandwich dan fabrikasinya berukuran 0,4 m x 0,6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah lamina komposit sandwich mengakibatkan kekuatan bendingnya juga semakin meningkat. Kekuatan bending komposit sandwich serat aren-polyeser dengan core pelepah pohon pisang berbanding lurus dengan penambahan variasi jumlah lamina yang diberikan. Kata kunci: bending, komposit sandwich, serat aren-polyester
PENERAPAN MODEL SALURAN DAN CAWAN TUANG UNTUK MENGATASI CACAT POROSITAS PRODUK COR DI IKM BUDI JAYA LOGAM JUWANA KABUPATEN PATI Sugeng Slamet; Taufiq Hidayat
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produk yang terbuat dari proses pengecoran logam banyak kita jumpai di pasar mulai dari perabotan rumah tangga, komponen otomotif, komponen pompa air dan propeler kapal. Permintaan pasar akan produk logam cor yang sangat prospektif ini, kurang diimbangi dengan peningkatan kualitas produk. Produk logam cor dari pengrajin lokal sering kalah bersaing dengan produk impor baik dari sisi kualitas maupun daya saing harga. Salah satu cacat produk cor adalah timbulnya rongga rongga udara atau porositas baik di dalam maupun di permukaannya.  Hasil pengamatan di IKM Budi Jaya Logam Juwana , salah satu penyebabnya adalah  cetakan pasir dibuat  dengan model saluran tegak lurus tanpa cawan tuang. Bentuk dan mekanisme penuangan dengan model saluran turun tersebut akan menimbulkan turbulensi aliran cor yang terjadi saat melakukan pengecoran logam. Hal yang cukup sederhana untuk membantu meningkatkan kualitas produk cor adalah dengan memperbaiki bentuk saluran turun dengan menambahkan penggunaan cawan tuang, yaitu model offset basin dan offset stepped basin yang diharapkan aliran cor akan lebih laminer. Hasil penelitian yang mendasari program pengabdian masyarakat ini, setelah dilakukan pengamatan visual dan pengujian mikrografi menunjukkan penggunaan cawan tuang offset basin maupun offset stepped basin dapat menghasilkan coran dengan cacat porositas kecil dibandingkan tanpa menggunakan cawan tuang. Prosentase cacat porositas pada specimen yang dibuat tanpa cawan tuang/conical basin sebesar 42,12%, cawan tuang tipe offset basin 3,90% dan cawan tuang tipe offset stepped basin sebesar 6,09%. Keywords: logam cor, cacat porositas, turbulensi, laminer, cawan tuang.
PENGARUH KEAUSAN PERMUKAAN BAJA 410 AKIBAT IMPLANTASI ION Cr Sri Widodo
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion Cr terhadap laju keausan baja 410 dalam lapisan Cr diperoleh dengan cara mengimplantasikan ion Cr ke permukaan spesimen.  Parameter penelitian meliputi lama implantasi yaitu 21; 27; 33; 39 dan 45 menit, arus berkas dan energi  ion Cr dipertahankan tetap yaitu masing masing sebesar 20 µA untuk arus berkas ion dan 100 keV untuk energi ion.  Uji keausan menggunakan alat rotating disk on plate. Hasil pengujian menunjukkan bahwa laju keausan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya waktu implantasi. Nilai laju keausan material tanpa perlakuan implantasi sebesar 1,40.10-5 mm3/kgm kemudian nilai keausan optimum dicapai setelah di implantasi selama 39 menit sebesar 7,89.10-7 mm3/kgm. Kata kunci: baja 410, implantasi ion Cr, laju keausan

Page 38 of 140 | Total Record : 1394