cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Fakultas Teknik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 1,394 Documents
PENGARUH VARIASI PbO TERHADAP SERAPAN OPTIS KACA Er:TZPBN Mukhayyarotin Niswati Rodliyatul Jauhariyah; Ahmad Marzuki; Cari Cari
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaca tellurite banyak diminati peneliti karena kemampuannya sebagai host laser. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat kaca tellurite yang sesuai untuk aplikasi laser infra merah dan menganalisis sifat optis kaca tellurite berupa serapan. Kaca tellurite yang dikembangkan ialah kaca tellurite dengan komposisi Er:TZPBN [55TeO2-35ZnO-(5+x)PbO-2Bi2O3-(2-x)Na2O-Er2O3] dengan x = 0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 % mol. Kaca Er:TZPBN dengan komposisi tersebut telah difabrikasi dengan metode melt quenching. Setelah kaca diannealing dan dipolish, dilakukan pengukuran serapan optis kaca tellurite pada suhu ruang menggunakan Shimadzu UV-Vis Spectrophotometer pada rentang panjang gelombang 200-1100 nm. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serapan optis meningkat dengan penambahan PbO. Serapan optis terbesar pada sampel 5 dengan konsentrasi 2% mol PbO. Dari data serapan optis, nilai energi band gap optis kaca Er:TZPBN juga telah ditentukan. Optical band gap energi menurun seiring dengan penambahan konsentrasi PbO. Kata kunci: serapan optis, kaca Er:TZPBN, energi band gap optis.
KARAKTERISASI LAJU DROP TEMPERATUR BILLET BAJA DALAM SISTEM HOT CHARGING Hariyotejo Pujowidodo; Bhakti Nuryadin
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengoptimasi proses produksi baja kawat gulungan (Wire Rod Mill) di industri baja konvensional, dalam proses pemanasan ulang (Reheating) terdapat peluang pemanfaatan Teknologi Sistem Hot Charging. Bahan baku baja batangan (Billet) harus dapat dijaga temperaturnya 5secara optimum terutama saat ditransportasikan dari Billet Steel Plant (BSP). Karakterisasi laju penurunan temperature billet baja merupakan faktor penting guna memberikan desain optimal efisiensi energi kalor yang diinginkan.Parameter simulasi pengujian berupa kecepatan udara lokal dan laju transportasi menggunakan teknik pencitraan panas (thermal imaging), melalui sistem terbuka dan tertutup. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa terdapat zona drop temperature yang tajam sebesar 36,38 oC/menit dan secara natural hot billet mengalami drop temperature sebesar 116 oC/menit dari rentang panas 1000oC ÷ 700oC. Hal ini menjadi acuan dalam penetapan spesifikasi kerja system hot box yaitu temperature billet loading sebesar 700 oC. Untuk Hot Charging Sistem Moving Atmospheric (1÷3,5 m/s) memiliki rentang drop temperatur dari 4,9÷8,4 oC/menit . Sehingga data tersebut dapat dipakai sebagai pedoman dalam penentuan desain system transportasi hot billet. Untuk Hot Charging Sistem Close System (0,016÷0,047 m/s) memiliki rentang drop temperatur dari 5,98÷6,96 oC/menit . Sehingga data tersebut dapat dipakai sebagai pedoman dalam penentuan desain system transportasi hot billet. Kata-kata kunci : billet, Billet Steel Plant, hot charging, sistem terbuka, sistem tertutup,Wire Rod Mill
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PENGELASAN GMAW BAJA TAHAN KARAT AUSTENITIK AISI 316L TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MEKANIK Harlian Kadir; Gunawan Dwi Haryadi; Sri Nugroho; Kim Jeon
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis Pengelasan baja tahan karat austenitik AISI 316L banyak di aplikasikan pada bidang konstruksi dan pembuatan komponen. Permasalahan pengelasan baja tahan karat austenitik AISI 316L adalah menurunnya kualitas hasil las akibat masalah penggetasan oleh endapan halus karbida krom diantara batas butir dan juga ketahanan korosi menjadi berkurang. Pada sisi lain baja tahan karat austenitik AISI 316L akan mengalami kekurangan krom pada daerah fusi karena terbentuknya krom karbida. Metoda penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan kecepatan pengelasan  gas metal arc welding (GMAW) secara semiotomatis pada pelat baja tahan karat austenitik AISI 316L dengan tebal 3 mm,menggunakan kawat elektroda pejal ER 308L dengan diameter 0.8 mm,pada kecepatan pengelasan bervariasi 175 mm/menit,190 mm/menit,205 mm/menit,dengan arus las 140A, pada polaritas arus direct current electrode positive (DCEP). Dilakukan beberapa pengujian kekerasan,dan pemeriksaan struktur mikro pada daerah terpengaruh panas (HAZ) dan daerah fusi las. Kata kunci: AISI 316L, DCEP, ER308L, HAZ, krom karbida, krom oksida, kecepatan pengelasan.
PENGEMBANGAN ADSORBENT BED UNTUK PENINGKATAN KONDUKTIVITAS TERMAL MELALUI PENAMBAHAN PARTIKEL METAL ALUMINIUM Didik Ariwibowo; Sutrisno Sutrisno
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk meningkatkan konduktivitas termal adsorbent dengan cara memberikan penambahan butiran metal ke dalam adsorbent bed sehingga menjadi suatu campuran butiran dalam suatu bed. Adsorbent bed berisi butiran karbon aktif dan partikel metal aluminium. Kegiatan yang dilakukan meliputi: desain dan pabrikasi prototipe adsorbent bed, dilanjutkan studi perfroma termal dari adsorbent bed. Studi perfroma termal dari adsorbent bed meliputi: studi pengaruh rasio metal/adsorben pada konduktivitas termal dari adsorbent bed. Parameter yang diteliti adalah rasio metal/adsorben (5, 10, 15% berat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan partikel aluminium meningkatan nilai konduktivitas termal adsorbent bed sebesar 10,9 Wm-1K-1; 21,9 Wm-1K-1; dan 30,9  Wm-1K-1 pada penambahan volume partikel aluminium 5%, 10%, dan 15% yang dibandingkan dengan adsorbent bed karbon aktif yang memiliki nilai konduktivitas termal 1,6 Wm-1K-1. Nilai konduktivitas termal hasil eksperimen lebih tinggi daripada nilai konduktivitas termal kalkulasi. Persentase perbedaan tersebut menurun seiring dengan meningkatnya temperatur permukaan bed. Persentase perbedaan yang relatif tinggi berkisar pada nilai 45%, sedangkan perbedaan yang relatif rendah berkisar pada 10%. Rentang perbedaan yang rendah yaitu 10-20% terjadi pada rentang temperatur 55-65 oC. Kata kunci: adsorbent bed, rasio metal/adsorben, konduktivitas termal
PENGARUH PERSENTASE ZEOLIT ALAM TERHADAP SHRINKAGE MATRIK ALUMINA ZEOLIT ALAM KERAMIK KOMPOSIT Sri Mulyo Bondan Respati; Rudy Soenoko; Yudy Surya Irawan; Wahyono Suprapto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian tentang shrinkage pada alumin zeolit alam komposit telah dilakukan. Pengukuran volume green part dan volume keramik serta berat spesimen berbentuk tangkai spesimen pullout dilakukan berdasarkan hasil dari sintering menggunakan burner furnace. Penelitian ini bertujuan untuk mencari berat jenis dari spesimen green part dan spesimen keramik serta menghitung shrinkage yang terjadi akibat sintering pada suhu 1250OC. Penelitian ini menggunakan bahan alumina A12 dan zeolit alam produksi Batu Malang dengan campuran 10, 20, 30, dan 40 % berat zeolit yang dikompaksi pada 90 Mpa untuk menghasilkan green part. Penelitian ini menghasilkan berat jenis green part 1,21-1,36 gr/cm3, berat jenis keramik 1,20-1,33 gr/cm3 dan shrinkage 2,31-6,55 %. Hasil penelitian diharapkan dapat untuk menghitung dalam perencanaan pembuatan spesimen uji pullout dengan penambahan serat kontinyu stainless steel. Kata Kunci: alumina, natural zeolite, ceramic, matrix composite, sintering, burner furnace
PENGEMBANGAN MEKANISME DAN KUALITAS PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM BERBAHAN ALUMUNIUM DAUR ULANG DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE Darmanto Darmanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu kampas rem merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang diproduksi melalui proses pengecoran umur pemakaiannya relatif pendek dan dapat mengalami kegagalan. Pengembangan mekanisme pengecoran dilakukan dengan menggunakan sistem hidrolis dua arah untuk sistem penutupan dan pembukaan cetakan maupun pengeluaran coran dari dalam cetakan. Temperatur cetakan dan tekanan squeeze divariasikan untuk mendapatkan kapasitas produksi, spesimen metalografi dan kekerasan dari bahan paduan alumunium silikon daur ulang. Pengamatan dan analisa hasil penelitian menunjukkan mekanisme yang dikembangkan dapat bekerja secara optimal mulai dari penutupan cetakan, pembukaan cetakan dan pelepasan coran dapat dilakukan secara otomatis dengan menggunakan sistem hidrolis. Kecepatan produksi sangat tergantung dari pemanasan cetakan, semakin panas cetakan yang diberikan semakin rendah kecepatan produksi. Pada temperatur cetakan lebih tinggi jumlah porositas menurun, SDAS semakin halus, kekerasan menurun. Penambahanm tekanan squeeze menghasilkan porositas menurun, SDAS semakin halus dan kekerasan meningkat. Kata kunci: mekanisme pengecoran squeeze, alumunium daur ulang, sifat fisis dan mekanis
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BACTERIAL CELLULOSE TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN TRANSPARANSI BAHAN KOMPOSIT AKRILIKBACTERIAL CELLULOSE Dini Cahyandari; Ahmad Solichan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi industri optoelektronik, material resin transparan yang mempunyai sifat mekanik yang lebih baik sangatlah penting seiring dengan berkembangnya peralatan display atau layar monitor.  Resin epoxy yang diperkuat dengan partikel atau serat gelas ukuran mikro telah berhasil meningkatkan kekuatan dan ekspansi panas rendah dengan penurunan ekspansi yang sangat kecil. Dengan penambahan serat bacterial cellulose sebagai penguat diharapkan kekuatan mekanik akrilik akan meningkat namun tidak menurunkan transparansi dari akrilik. Bacerial cellulose adalah serat selulose yang dihasilkan oleh bacteria Acetobacter xylinum. Serat Bacterial cellulose ini berbentuk jaring-jaring yang mempunyai ukuran nano. Sehingga serat Bacterial cellulose ini dapat dijadikan kandidat sebagai penguat bahan polimer seperti akrilik. Pada penelitian ini akan dicari perubahan sifat mekanik dan transparansi material akrilik dan komposit akrilik-bacterial cellulose. dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kekuatan tarik komposit akrilik-bacterial cellulose meningkat menjadi 20 MPa dibandingkan kekuatan tarik akrilik yang hanya 5 MPa. Sedangkan regular transmitance akrilik yang sebesar 90% menurun menjadi 81% pada material komposit akrilik-bacterial cellulose.  yang berarti penurunan transmitansi cahaya komposit akrilik-bacterial cellulose sebesar 0,7%. Hal ini sangat kecil jika dibandingkan dengan peningkatan kekuatan tarik komposit akrilik-bacterial cellulose yang mencapai 5 kali lipat kekuatan tarik akrilik. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa material akrilik-bacterial cellulose mempunyai potensi untuk digunakan sebagai bahan display. Kata Kunci :  komposit, akrilik, bacterial cellulose, kekuatan tarik, transparansi
PENERAPAN PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK SEBAGAI PERANGKAT PROGRAM PENURUNAN BIAYA PADA PROSES PRODUKSI DI PT. BARATA INDONESIA TEGAL Achmad Faizal; Zulfah Zulfah; Saufik Luthfianto
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Barata Indonesia Tegal adalah perusahaan yang bergerak dibidang industri job order, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas dalam upaya mengendalikan tingkat kecacatan pada produk pipa yang dihasilkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengendalian kualitas statistik dengan menghitung jumlah produksi pipa dan jumlah cacat pipa dengan menggunakan diagram kontrol P-Chart Hasil penelitian adalah berupa pipa dengan dimensi Ø 2250, berbahan dasar plat dengan ketebalan 8 mm. Pada bulan desember 2011 dengan ͞p = 0,35, Batas Kendali Atas (BKA)= 0,47 dan Batas Kendali Bawah (BKB)=0,23. Ada 15 titik yang berada diluar BKA dan BKB. Sedangkan Januari 2012, ͞p=0,33, Batas Kendali Atas=0,45, Batas Kendali Bawah =0,21, Ada 9 titik yang berada di BKA dan BKB. Sehingga terjadi penurunan produk cacat sebesar 6,45%. Total Biaya Kualitas menurun sebesar 15,36 % dengan pendapatan penjualan pipa naik sebesar 3,96 % Kata kunci : Pengendalian Kualitas Statistik, Diagram Kontrol P chart
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI POTENSI PENGEMBANGAN KLASTER INDUSTRI BATIK LASEM DI KABUPATEN REMBANG Naniek Utami Handayani; Heru Prastawa; Misykatul Haq Fithriana
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang terus didukung pertumbuhannya guna mendorong peningkatan pendapatan masyarakat. Upaya pengembangan komoditas batik dilakukan melalui berbagai cara, diantaranya dengan membentuk klaster industri kerajinan batik. Klaster industri batik tulis Lasem merupakan salah satu klaster industri batik yang didorong pertumbuhannya oleh pemerintah melalui program OVOP sebagai komoditas unggulan kabupaten Rembang. Namun, kondisi eksisting menunjukkan klaster industri tersebut belum mampu tumbuh dengan baik ditandai dengan masih terbatasnya area pemasaran produk klaster industri batik Lasem. Selama ini, pasar batik Lasem terbatas pada pasar nasional dan belum mampu menjangkau pasar internasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan klaster batik Lasem. Metode yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap potensi perkembangan klaster batik tulis Lasem adalah faktor kondisi dengan komponen utama pada desain dan inovasi produk; kondisi permintaan, dan peran pemerintah. Kata kunci: klaster industri, batik Lasem, PLS, daya saing
UPAYA PERBAIKAN KUALITAS LAYANAN PADA INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH ROEMANI DENGAN METODE SERVQUAL DAN TRIZ Diana Puspita Sari; Andry Harmawan
Prosiding SNST Fakultas Teknik Vol 1, No 1 (2014): PROSIDING SEMINAR NASIONAL SAINS DAN TEKNOLOGI 5 2014
Publisher : Prosiding SNST Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dan tingkat pendidikan, maka tuntutan masyarakat terhadap layanan yang berkualitas juga semakin tinggi, termasuk didalamnya adalah layanan yang diberikan rumah sakit. Layanan yang berkualitas ini dapat diukur dari tingkat kepuasan pelanggannya. Instalasi Rawat Jalan (IRJ) RSM Roemani merupakan bagian yang paling banyak melayani pasien dibanding bagian lainnya. Saat ini, IRJ RSM Roemani mendapat kritikan dari pelanggan mengenai turunnya kualitas layanan yang diberikan. Dengan banyaknya keluhan dari pelanggan, mendorong RSM Roemani untuk melakukan evaluasi kualitas layanannya, serta melakukan perbaikan agar dapat mencapai kepuasaan pelanggan. Metode yang digunakan untuk menganalisa  masalah yang terjadi terkait dengan kualitas layanan adalah SERVQUAL, sedangkan untuk memecahkan masalahnya digunakan metode TRIZ. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tujuh variabel yang menjadi masalah karenan terjadi kesenjangan antara persepsi dengan ekspektasi pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa layanan IRJ RSM Roemani belum mampu memenuhi harapan pelanggan. Berdasarkan hasil analisis dengan metode TRIZ, solusi usulan perbaikan kualitas layanan IRJ RSM Roemani yaitu perbaikan alur layanan, memasang papan informasi pada tempat-tempat strategis yang berisikan petunjuk layanan serta informasi terkait layanan yang terjadi, mempercayakan layanan kesehatan pada petugas medis (perawat dan dokter) yang professional serta berpengalaman di bidangnya untuk membentuk brand image masyarakat, menyediakan sistem pendaftaran elektronik untuk pasiennya serta menggunakan sistem pencarian obat elektronik, dan penambahan tempat duduk ruang tunggu serta memperbaiki sistem penyimpanan rekam medis. Kata kunci:kualitas layanan, servqual, TRIZ

Page 39 of 140 | Total Record : 1394