cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2011)" : 14 Documents clear
STUDENTS SCIENCE MISCONCEPTIONS CONCERNING THE STATE CHANGES OF WATER AND THEIR REMEDIATION USING THREE DIFFERENT LEARNING MODELS IN ELEMENTARY SCHOOL Taufiq, M.; Hindarto, N.; Khumaedi, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum, kesalahpahaman yang dialami oleh mahasiswa dapat menyebabkan kesulitan dalam penelitian, sementara anakanakmemiliki kesadaran mereka sendiri. Tingkat kesalahpahaman yang dialami oleh siswa juga tidak sama, dalam kasus inisesuatu mengalami kesalahpahaman pengalaman tingkat tinggi, menengah, dan rendah. Untuk alasan itu, siswa memerlukanmodel pembelajaran yang tepat untuk masing-masing tingkat kesalahpahaman yang dialami untuk membuat studi menjadibermakna. Dalam makalah ini, peneliti mengeksplorasi informasi tentang; (1) tingkat kesalahpahaman ilmu siswa tentangperubahan wujud dari air, dan (2) model pembelajaran yang paling efektif untuk mengatasi kesalahpahaman siswa mengenaiperubahan wujud air. Model pembelajaran tiga dalam penelitian ini adalah: siklus belajar, penyelidikan dipandu, dan model konseppemetaan. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah wawancara klinis dan pretest-posttest. Informasi yangdikumpulkan dianalisis secara kuantitatif dengan percobaan uji ANOVA dan keuntungan rata-rata normal dihitung untuk setiapkelompok percobaan. In general, misconceptions experienced by student could cause difficulties in study, meanwhile children have their own sense.Level of misconceptions experienced by student also unequal, in this case something experiences high level misconceptions,medium, and low. For that reason, student requires correct learning model for each level of misconception experienced to make thestudy become meaningful. In this paper, the researcher explored information about; (1) the level of science misconceptions of thestudent concerning the state changes of water, and (2) the most effective learning model to remedy students misconceptionsconcerning the state changes of water. The three learning models in this research are: learning cycle, guided inquiry, and conceptmapping model. The method applied in this research is the clinical interview and pretest-posttest. The information collected wasanalyzed in experiment quantitative manner by anova test and average normalized gains were calculated for each experimentgroup.Keywords: science misconceptions; learning cycle; guided inquiry; concept mapping
PROGRAM PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Triwiyono, -
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan program pembelajaran fisika dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing.Program pembelajaran dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui topik getaran, gelombang danbunyi. Untuk melihat efektivitas program pembelajaran, dalam penelitian digunakan metode kuasi eksperimen “non-equilvalentgroups pretest-posttest design” dengan subyek 154 siswa kelas delapan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di KabupatenJayapura. Pada implementasi program, kelompok eksperimen diajarkan dengan metode eksperimen terbimbing dan kelompokkontrol diajarkan dengan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) N-gain rata-rata yang diperoleh siswakelompok eksperimen adalah: (a) memberikan penjelasan sederhana 0,42; (b) inferensi 0,62; dan (c) membangun keterampilandasar 0,48, dan (2) N-gain rata-rata yang diperoleh siswa kelompok kontrol adalah: (a) memberikan penjelasan sederhana 0,15;(b) inferensi 0,18; dan (c) membangun keterampilan dasar 0,10. Secara statistik dengan perhitungan pada taraf signifikansi 0,05 Ngainrata-rata kedua kelompok untuk semua indikator keterampilan berpikir kritis menunjukkan perbedaan yang signifikan.Temuan lain dari penelitian ini adalah bahwa program pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen terbimbing dapatmemperbaiki kualitas pembelajaran fisika pada topik getaran, gelombang, dan bunyi. The aim of the study is to produce a physics learning program using guided experiment method. The program is designed toincrease critical thinking skill of student through the topics of vibration, wave and sound. In order to see the effectiveness of theprogram, the research used experiment quasi method of non-equilvalent groups pretest-posttest design with 154 students ofgrade-VIII subject. In the program implementation, the experiment group was taught by using guided experiment method, while thecontrol group was taught by using conventional method. The result of the research showed that for all indicators, both groups weredifferent significantly. It was also found that guided experiment method can increase the quality of physics lesson in the topics ofvibration, wave and sound.Keywords: guided exsperiment; critical thinking skill; physics learning program
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS LIFE SKILL UNTUK MENINGKATKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN SISWA Khoiri, Nur; Hindarto, N.; -, Sulhadi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis life skill untuk meningkatkan minat kewirausahaansiswa. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah lulusan SLTA yang tidak melanjutkan studi ke Pendidikan Tinggi sertaterbatasnya perangkat pembelajaran berbasis life skill. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan minat kewirausahaan. kelaseksperimen memiliki minat yang lebih tinggi (85,61) dibanding kelas kontrol (62,19). Hasil lain menunjukan adanya hubunganyang kuat antara kecapakan hidup dengan minat kewirausahaan siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaanperangkat pembelajaran fisika berbasis life skill dapat meningkatkan minat kewirausahaan siswa. Perangkat pembelajaran selainmampu meningkatkan minat kewirausahaan juga tidak menurunkan rata-rata nilai siswa, karena rata-rata nilai masih di atasstandar ketuntasan yaitu 76. This study is performed with the background of the lack of life skill based learning equipments and the huge number of SHSgraduate student who do not apply to the higher level of education and the aim of developing life skill based learning equipments toincrease entrepreneurship interest of the student. The result of the study shows that there is a different interest of entrepreneurshipbetween experiment and control group. It also shows that there is a close relationship between life skill and entrepreneurshipinterest of the student. This interest can be increased through the use of the developed life skill based learning equipments.Keywords: Lifeskill; entrepreneurship, learning equipments
IMPLEMENTASI PENDEKATAN KONFLIK KOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP KELAS VIII Setyowati, A.; Subali, B.; -, Mosik
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi pendekatan konflik kognitif dalam pembelajaran fisikapokok bahasan tekanan pada siswa kelas VIII terhadap kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep dan hasil belajar kognitifsiswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Setelah dilakukan pengambilan sampel secara random sampling,diperoleh kelas VIIIB sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIC sebagai kelas kontrol. Dari analisis uji rata-rata dua pihak atau uji tdiperoleh harga t tabel < t hitung yang berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap rata-rata kemampuan berpikir kritis,pemahaman konsep dan hasil belajar kognitif kedua kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pendekatankonflik kognitif pada pokok bahasan tekanan efektif digunakan dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemahamankonsep dan hasil belajar kognitif siswa kelas VIIISMP. This experiment research aims to examine the influence of cognitive conflict approach application to physics lesson with pressuretopic on critical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of the student. The random samplingused resulted class VIIIC as control group and VIIIB as experiment group. The t-test was performed to analyse the average ofcritical thinking ability, concept understanding and cognitive learning achievement of both groups. It was concluded thatimplementation of cognitive conflict approach to physics lesson with pressure topic can grow critical thinking ability, conceptunderstanding and cognitive learning achievement of the JHS student.Keyword: cognitive conflict approach, critical thinking ability, concept understanding, cognitive learning achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF MELALUI STRATEGI ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA KELAS X SEMESTER II POKOK BAHASAN KALOR Arifin, -; Khanafiyah, S.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang masih banyak guru yang menerapkan metode ceramah dalam pembelajaran. Guru mengajar murid dengantarget kurikulum dan nilai Ujian Nasional. Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas belajar siswa rendah dan kemampuan berpikirsiswa tidak berkembang. Model pembelajaran aktif melalui strategi rotating trio exchange memberi kesempatan kepada siswaberpartisipasi aktif dalam pembelajaran melalui diskusi dengan seksama. Melalui kegiatan tersebut metode pembelajaran inidapat membuat siswa aktif sejak awal pembelajaran. Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuipeningkatan kemampuan analisis dan aktivitas belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran aktif dengan strategi rotatingtrio exchange. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes. Berdasarkan uji t dan uji gain dapatdisimpulkan bahwa pembelajaran aktif melalui strategi rotating trio exchange dapat meningkatkan kemampuan analisis danaktivitas belajar siswa pada pokok bahasan kalor. Nowadays, there are many teachers still applying lecture learning method. In the classroom, teacher activities to instruction thestudent with curiculum target and National Test values standart only. The lecture learning method makes students learningactivities and anlytical thinking skill not increased. Active learning with Rotating Trio Exchange Strategy gives an opportunity forstudents to participate in the learning procces by intensif discussion. This experiment research have the goals that are to knowimproving students learning activities and anlytical thinking skill by applied of active learning with rotating trio exchange strategy.Taking over of data in this research do by observation and test metode. Base of t test and gain test got conclusion that activelearning with rotating trio exchange strategy can be improve students learning activities and anlytical thinking skill on the calor submaterial.Keywords: active learning; rotating trio exchange; anaytical thinking skill
PENERAPAN PHYSICS COMMUNICATION GAMES DENGAN PENDEKATAN SETS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KEBENCANAAN DAN MINAT BELAJAR SAINS FISIKA SISWA SMP Amaliya, Siti; Rusilowati, Ani
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman kebencanaan perlu diberikan kepada masyarakat mengingat semakin banyaknya bencana alam yang terjadi akibatulah manusia. Di sisi lain, minat belajar sains fisika siswa SMP menjadi menurun dikarenakan pembelajaran didominasi oleh gurudengan metode ceramah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa peningkatan pemahaman kebencanaan, pemahamanmateri sains fisika dan minat belajar sains fisika siswa yang diajar menggunakan Physics Communication Games denganpendekatan SETS lebih tinggi dari siswa yang diajar menggunakan metode ceramah. Penelitian ini merupakan penelitianeksperimen dengan desain penelitian berupa Pretest-Posttest Control Group Design. Hasil uji gain ternormalisasi data hasilpenelitian menunjukkan besarnya faktor gain peningkatan pemahaman kebencanaan adalah 0,4 untuk kelas eksperimen dan 0,27untuk kelas kontrol. Adapun besarnya faktor gain peningkatan pemahaman materi sains fisika adalah 0,42 untuk kelas ekperimendan 0,20 untuk kelas kontrol. Lain halnya dengan faktor gain peningkatan minat belajar sains fisika, faktor gain untuk kelaseksperimen sebesar 0,64 dan 0,02 untuk kelas kontrol. The knowledge of disaster is needed to be given to public society as there are many disasters happen caused by human error. Inother thing, physics learning interest of JHS student decreases due to teacher dominated learning using lecturing method. Thisresearch has purpose of examining that the aspects of disaster and physics understanding and learning interest of student taughtusing Physics Communication Games with SETS approach is higher than those taught by using lecturing method. The result showsthat the increase of all the above aspects of the experiment group is higher than those of the control group.Keywords: Physics Communication Games; SETS approach; disaster understanding.
PEMBELAJARAN SAINS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA Rahayu, E.; Susanto, H.; Yulianti, D.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran sains dengan pendekatan keterampilan proses untukmeningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiridari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar afektif dan psikomotorik diperoleh dari lembarobservasi, hasil belajar kognitif dan berpikir kreatif diperoleh dari tes essay. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasilbelajar dan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VII D SMP Negeri 1 Getasan setelah penerapan pendekatan keterampilanproses pada pokok bahasan kalor. This classroom action research aims to describe lesson applying process skill approach to increase learning achievement andstudents creative thinking ability. The research was done in three cycles consisting of planning, action, observation and reflection.Data of affective and psychomotor learning achievement were gathered using observation sheet, while the cognitive one was takenusing essay test. The result shows that there is an increase of learning achievement and creative thinking ability of grade VII DSMPN 1 Getasan students after the application of process skill approach in heat topic.Keywords: creative thinking; learning achievement; science lesson; process skill approach
KONSEPSI AWAL MAHASISWA FISIKA TERHADAP MATERI BINTANG DAN EVOLUSI BINTANG DALAM PERKULIAHAN ASTROFISIKA Aviyanti, L.; Utama, J. A.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil analisis konsepsi awal praperkuliahan mahasiswa program studi fisika yang sedang mengikutiperkuliahan astrofisika. Penelitian ini menggunakan metode survei mengenai identifikasi konsepsi pada topik bintang dan evolusibintang. Topik ini dibahas dalam perkuliahan astrofisika yang merupakan perkuliahan pilihan wajib dalam kelompok bidang kajian(KBK) Fisika Bumi dan Antariksa. Melalui perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebihluas mengenai astrofisika serta mampu menerapkan ilmu fisika dan matematika dalam memahami keadaan alam semestakeseluruhan melalui penelaahan gejala alam secara fisis. Sampel penelitian lima belas mahasiswa peserta perkuliahan ini. Alatpengumpul data berupa soal-soal essay berjumlah 10 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gagasan awal tentangbintang dan evolusinya yang dimiliki oleh mahasiswa sebelum perkuliahan diberikan cenderung beragam. Pemahaman yangbenar tentang suatu hal masih sering dicampuradukkan dengan pemahaman yang salah maupun dugaan semata. Terlihat pulabahwa lebih banyak mahasiswa dengan pemahaman yang parsial dibandingkan dengan yang mengenal konsep yang benar. Astrophysics is a compulsory subject aiming to give knowledge and understanding of astrophysics to students so that they can beable to apply physics and mathematics in understanding the universe. This paper presents analysis result of the study of prelectureearly concept of physics study program student taking astrophysics subject. The study took 15 sample students and usedsurvey method identifying the concept of star and star evolution discussed in the lecture. Ten items of essay test were used togather the data of the early concept of the student. The students understanding of the concept is discussed.Keywords: astrophysics; star; star evolution; early concept
PEMBELAJARAN KEBENCANAAN ALAM DENGAN MODEL BERTUKAR PASANGAN BERVISI SETS UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Masfuah, S.; Rusilowati, A.; -, Sarwi
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berpikir kritis dan sikap siswa terhadap bencana. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen dengan desain control group pre-test post-test. Instrumen yang digunakan adalah tes dan lembar observasi untukmengukur berpikir kritis siswa, serta angket untuk mengetahui sikap siswa terhadap bencana. Hasil analisis data penelitian denganteknik uji gain ternormalisasi. Dengan demikian, disimpulkan bahwa berpikir kritis dan sikap siswa terhadap bencana yang diajarmenggunakan model bertukar pasangan bervisi SETS lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model diskusi klasikal bervisiSETS. This research intent to know thinks critical and student attitude to disaster. This research utilize experiment method with controlsdesign pres group posts test test. Instrument that is utilized is essay and observation sheet to measure thinks critical student, andquestionnaire to know student attitude to disaster. analisiss result research data with tech gains quiz most normalization. Thus,concluded that thinks critical and student attitude to disaster that teaching to utilize model commutes couple get SETSS visionbetter than student that taught by klasikals discussion model gets SETSS vision.Keywords: SETS; analytical thinking; Physics learning
EDUCATIONAL COMPUTER GAME MATERI LISTRIK DINAMIS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA UNTUK SISWA SMA Purnomo, T. H.; Sugiyanto, -; Akhlis, I.
Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut sebagian besar siswa konsep-konsep dalam ilmu fisika dianggap rumit atau sulit dimengerti. Untuk mengatasi haltersebut penulis mengembangkan multimedia pembelajaran berbentuk game komputer edukasi (educational computer game)yang diterapkan pada pokok bahasan listrik dinamis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game komputer edukasi materilistrik dinamis dan menguji kelayakannya sebagai media pembelajaran. Program game ini didesain untuk menyampaikan materiyang bersifat review dan pengayaan. Software yang digunakan dalam pembuatan game ini adalah Adobe Flash CS3 denganbahasa Actionscript 2.0. Dalam permainan game, pemain harus menyelesaikan permasalahan-permasalahan terkait denganmateri listrik dinamis. Program yang dihasilkan divalidasi dengan uji ahli, kemudian diuji cobakan pada siswa sebanyak 106responden untuk mengetahui tingkat kelayakan media berdasarkan kriteria/indikator yang telah ditentukan. Data diolah secaradeskriptif persentase dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa educational computer game materilistrik dinamis yang digunakan sebagai media pembelajaran fisika bagi siswa SMA ini memiliki kriteria “baik”. Hasil tersebutmenunjukkan bahwa program game komputer edukasi yang diterapkan pada pokok bahasan listrik dinamis ini dapat digunakansebagai media pembelajaran fisika untuk siswa SMA, dan lebih efektif apabila digunakan sebagai suplemen atau tambahansetelah guru menjelaskan materi di kelas. Most of students think that physics concepts are difficult. This causes many students do not like physics lesson. To cover thisproblem, the learning multimedia in a form of educational computer game applied in electrodynamics topic was developed. Thisstudy aims to develop educational computer game of dynamics electricity and test its feasibility as a learning media. The gameprogram is designed to deliver review and enrichment material and uses Adobe Flash CS3 and Actionscript 2.0 language. It wastested by using expert test and given to 106 respondents for examining its indicator based feasibility. The data was processed byusing likert scale. The study result shows that the game has good criteria to be used as learning media for SHS student, satisfyingsucceed indicator of 83.75 and can be applied effectively as a learning supplement after explaining the material.Keywords: educational computer gam; dynamic electricity; learning media

Page 1 of 2 | Total Record : 14