cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
NILAI BUDI PEKERTI DALAM TARI TRADISIONAL KLASIK GAYA YOGYAKARTA (Mores Values in The Clasical Tradisional Dances of Yogyakarta)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.686

Abstract

Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta disamping sebagai hiburan juga berfungsi sebagai wahana penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi yang mempelajarinya, yang masih memiliki misteri kehidupan. Simbol yang terkandung dalam ragam gerak memunculkan makna. Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta dan segi koreografinya baik bentuk tari putri maupun tari putra dapat dianalisis maknanya dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Dalam pengumpulan datanya digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan analisis data kualitatif yaitu dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Traaisional Klasik Gaya Yogyakarta dapat digunakan sebagai jembatan wanita dan pria Jawa. Ada 4 hal yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin selamat yaitu: (1) Tawakal (berserah diri pada Tuhan), (2) Ikhlas, (3) Lahudri (yaqin), dan (4) Hunafa (Tuhan akan mengabulkan). Kata kunci: Budi pekerti, tari tradisional klasik, nilai.
Langen Tayub Padang Bulan As A Manifestation of Social and Cultural Change in Community Juwariyah, Anik
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 18, No 2 (2018): December 2018
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v18i2.14002

Abstract

This study examines Langen Tayubs artistic position in social and cultural changes in society, especially in Nganjuk Regency. Langen Tayub as a product of a society that has undergone a change, also made innovations in Nganjuk community, this innovation was manifested in the form of a performance called Langen Tayub Padang Bulan. The research methods used include: Qualitative research approaches, data collection techniques uses: interviews, observation, documentation and recording. Data analysis used is the Talcott Parsons theory abbreviated as AGIL (A (adaptation), Achievement Goals (G-goal attainment), I (Integration), and L (latency) or pattern maintenance. Results showed that as a traditional cultural product, Langen Tayub experienced the changing form of presentation: Social and cultural changes that have taken place in the community have shifted the old model of Langen Tayub to Langen Tayub Padang Bulan, with some special characteristics that are adapted to the present conditions of society.
The Development of Art Learning Model at School (A Review of Music Education Learning in Indonesia) Mack, Dieter
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i1.3690

Abstract

At the present time, art education is often ignored. Focus on teaching and learning at school seems to accentuate other subjects, such as: science, economics, and technology. This trend is becoming more concerning for the arts is a field of study, which draws attention to the development of perceptual sensitivity, creativity, as well as social responsibility. However, if art education, in this case is music education, is taught theoretically based on other cultural materials, then the consequences will be worse for students. This study is aimed to draw outlines of music education which hopefully can answer the three aspects of music which are previously described. The outlines are arranged based on recent discoveries in audio perceptions. 
TARI BEDHAYA KETAWANG LEGIMITASI KEKUASAAN RAJA SURAKARTA (The Legitimization of Power of the King of Surakarta in the Bedhaya Ketawang Dance)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 3 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i3.859

Abstract

Kehadiran tari Bedhaya Ketawang di Karaton Kasunanan Surakarta mempunyai fungsi utama, yaitu sebagai legitimasi kekuasaan .Raja dianggap absah sebagai pewaris keturunan Kerajaan Mataram Baru yang mempunyai keajegan kekuatan gaib yang terpancar dalam tari Bedhaya Ketawang.Hal ini sangat erat hubungannya dengan cita pikiran tentang kedudukan raja yang dipercaya bersifat dewa dan berkuasa di atas segalanya. Semua hasil karya seni, penciptaannya dikembalikan kepada raja Mitos yang berlaku di Lingkungan masyarakat tradisional Jawa, tari Bedhaya Ketawang yang disakralkan merupakan pelestarian hubungan mistik keturunan Panembahan Senapati sebagai raja Mataram Baru yang pertama dengan penguasa Laut Selatan yaitu Kanjeng Ratu Kencana Sari. Mitos yang tertuang di da/am Babad Tanah Djawi menggambarkan pernyataan takluknya Kanjeng Ratu Kencana Sari beserta bala tentaranya terhadap kekuatan supranatural Panembahan Senopati, dan akan selalu membantu serta dilanjutkan dengan saling menjalin percintaan. Kata Kunci: Bedhaya Ketawang, mistis, legitimasi kekuasaan.
Ketahanan Budaya melalui Kesenian dalam Wujud Prinsip Aransemen Musik Anak (Cultural Endurance through Art in Shape of Children Music Arangement Principles)
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.748

Abstract

Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau mindset suatu masyarakattentang segala peri kehidupannya dahulu, sekarang, dan juga yang akan dating. Polapikir yang sehat dan mempunyai daya saing tinggi, kekuatannya dapat tercermin darisejauh mana keberadaan kebudayaan suatu masyarakat tumbuh dan berkembangnya(sehat, sakit, mati dsb). Aneka ragam dan aneka dimensi kesenian merupakan salahsatu wadah dominant untuk mengartikulasikan kebudayaan. Melalui kesenian mampumentransformasikan diri sebagai milik bersama dan kebanggaan bersama, menjadisebuah daya hidup untuk menopang kelangsungan ketahanan budaya yang sekaligusketahanan nasional. Tindakkan konkrit karya aransemen musik anak, denganmenerapkan konsep-konsep, prinsip-prinsip yang disesuaikan dengan pakem, metodeyang benar, maka dapat dikatakan menjadi salah satu pilar penyangga ketahananbudaya sekaligus ketahanan nasionalKata Kunci : Ketahanan Budaya, Aransemem Musik Anak
Gendhing, King, and Events: The Creation of Gendhing Panembrama During Pakubuwana X Daryanto, Joko; Rustopo, Rustopo; Sunarto, Bambang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 21, No 1 (2021): June 2021
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v21i1.29099

Abstract

Gendhing Panembrama was a creative and innovative product when Paku Buwana X reigned in the Negari Surakarta. Gendhing Panembrama emerged when the Dutch East Indies government imposed restrictions on political and economic activities in Karaton Surakarta. The restriction aimed to remove Paku Buwana X’s legitimacy from the political and economic side. Gendhing Panembrama became one of the symbols of Paku Buwana X’s resistance to the Dutch East Indies government policy. Resistance through the creation of Gendhing Panembrama resulted in the enforcement of the king of Surakarta’s sovereignty and legitimacy. This study aims to reveal the background of the Gendhing Panembrama creation and the events surrounding the Gendhing Panembrama creation. This study employed a historical approach and symbolic interpretation. From the study conducted, it was concluded that the creation of Gendhing Panembrama was a means for Paku Buwana X in maintaining his sovereignty and legitimacy. The intelligence of Paku Buwana X in managing the musical arts amid the political pressure of the Dutch East Indies government, in the end, could radiate his majesty, authority, and power and maintain the Javanese tradition of the Karaton Surakarta.
The symbolical meaning of Macanan dance in Barongan Blora
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 17, No 2 (2017): December 2017
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v17i2.9284

Abstract

This study is aiming at finding out the symbolical meaning of Macanan dance in Barongan Blora. The method implied in the study was qualitative with ethnochoreology approach. Results indicated that Macanan dance is a typical dance immitating the movement of an animal which is a tiger, which is known also in Indonesia as ‘macan’. It also illustrates some movements which resemble the activity of a group of farmers. This study concluded that the movement of Macanan dance contained specific meanings; specifically representing and illustrating the life of Blora Regency’s agricultural community in Indonesia. 
ANALISIS KEBUTUHAN GURU SENI MUSIK DALAM KONTEKS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS ACTION LEARNING DI SEKOLAH
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan kompetensi yang diperlukan para calon guru seni musik dalam konteks pelaksanaan pembelajaran berbasis action learning dan kendala-kendala yang dihadapinya. Artikel hasil penelitian ini merupakan temuan pada tahap kegiatan analisis konteks penelitian pengembangkan materi ajar mata kuliah keahlian Program Studi Pendidikan Seni Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari desain penelitian model spiral yang dikembangkan oleh Cennamo dan Kalk. Berdasarkan data yang diperoleh pada kegiatan analisis konteks yang terkait dengan kebutuhan yang diperlukan dalam penelitian pengembangan materi ajar mata kuliah keahlian Program Studi Pendidikan Seni Musik dalam Konteks Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Action Learning ini diperoleh informasi pentingnya beberapa hal seperti: (1) penguasaan konsep dan simbul-simbol musik yang diperoleh melalui berbagai pengalaman musikal (bernyanyi, bermain alat musik, berkreasi  musik, dan lain-lain); (2) strategi pembelajaran seni musik yang mencakup metode, kegiatan pembelajaran, dan media pendukung; (3) kemampuan memainkan alat musik pengiring seperti keyboard, piano atau gitar; dan (4) kemampuan menciptakan lagu model yang diperlukan dalam pembelajaran seni musik.This study aims to identify and describe competencies required by students of   music education in the context of action learning-based and learning constraints that their face. This article is the result of research findings in the step of context analysis of development research  of subject matter expertise, Musical Arts Education Program, Faculty of Languages and Arts, Semarang State University.  The study was conducted by the development  research approache adapted of the research model design developed by Cennamo and Kalk. Based on the data obtained in the context of analytical work related to the research needs required in the course of teaching material development expertise at Music Education Program Implementation in  the context of action learning-based is obtained the importance  information of things such as: (1) mastery of concepts and music symbols obtained through a variety of musical experiences (singing, playing musical instruments, creating music, etc.), (2) the art of music learning strategy  includes methods, learning activities, and media support, (3) the ability to play a musical instrument such as keyboards, piano or guitar , and (4) the ability to create a song model required in music learning.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PENGGUNAAN NOTASI BALOK DENGAN NOTASI ANGKA DALAM MENINGKATKAN KETRAMPILAN MEMAINKAN REKORDER SOPRAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (The Effectiveness difference between the using of
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i2.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara penggunaan notasi balok angka dalam meningkatkan ketrampilan memainkan rekorder sopran pada Mahasiswa PAUD UNJ.Yang menjadi masalah adalah : mana yang lebih efektif, penggunaan notasi balok atau notasi angka dalam meningkatkan ketrampilan memainkan rekorder sopran pada Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : penggunaan notasi balok lbih efektif daripada penggunaan notasi angka dalam memainkan rekorder sopran pada mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Univesitas Negeri Jakarta.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. sampel penelitian ini terdiri dari 60 orang mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri  Jakarta dengan perincian : 30 orang mendapat perlakuan notasi balok dan 30 orang mahasswa mendapat perlakuan notasi angka.Sebelum data diolah kedalam rumus uji­t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. hasil uji normalitan dari kedua kelompok ternyata menunjukkan bahw ahanya satu kelompok yan populasinya dapat dinyatakan normal yaitu didapat LO = 0,0247 dan Lt = 0,161 pada derajat 0,05 untuk n = 30. jadi dengan kata lain Ho yang menyatakan populasi asal sampel berdistribusi tidak normal ditolak. Sedangkan hasil dari uji homogenitas didapat x2 = 1,3608 dan xt2 =* 42,557.   ternyata   X2     Xt2   maka   Ho   :   d12   =   d22   diterima   pada   taraf signifikan   0,05   yang   berarti   data   yang   terdapat   pada   sampel   2   dan   II adalah homogen.Setelah   data   diuji   dengan   uji   normalitas   dan   homogenitas   lalu dianalisis melalui rumus ujit. Hasil analisi tersebut adalahs ebagai berikut : Nilai uji t yang didapat sebesar 3,306, sedangkan nilai tabel untuk db 50 pada  alfa 0,05 = 2,008 dan pada alfa 0,01 = 2,671. Jadi, dengan demikian dapat   dikatakan   bahwa   hasil   belajar   ketrampilan   memainkan   rekorder sopran   melalui   notasi balok   jauh   lebih   efektif   daripada   hasil   belajar kerampilan   memainkan   rekorder   sopran   melalui notasi   angka.   Dengan demikian, Ho ditolak dengan taraf signifikan 0,01.Kata Kunci : efektifitas, Notasi Balok, Notasi Angka, Rekorder Sopran.
Development of Assessment Instrument for Singing Skills and Playing Musical Instrument for The Music Teacher Candidates of General Schools
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 19, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v19i1.23616

Abstract

The competences of music teacher candidates in teaching singing practice and playing a musical instrument are needed in the teaching-learning process at general schools. Hence, the process needs a comprehensive preparation for both competences. The objective of this study is to prepare an assessment instrument of singing practice and playing a musical instrument which is needed to assess the competences of music teacher candidates. The study used mix-method approach. The combination of qualitative and quantitative is required as the two methods are interrelated for both in the process of preparing assessment instruments and testing the instrument. The instruments consist of nine assignments. The six of which are the instruments for reading melodic and rhythmic notation and the other three instruments are to assess the skills to accompany songs. Based on the result, it can be found that the coefficient of instrument reliability is 0.817 in the type of consistency definition and 0.810 in the type of absolute agreement definitions. It can be concluded that the instrument made by using the analytic rubric of coefficient the reliability is better compared to the instrument made by a holistic rubric.

Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue