cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
MAKNA SIMBOLIK TARI BEDHAYA TUNGGAL JIWA Pebrianti, Sestri Indah
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 2 (2013): December 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2778

Abstract

Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan  elemen penting dalam upacara Grebeg Besar. Pada penelitian ini fenomena yang menarik untuk dikaji (1) Mengapa tari Bedhaya Tunggal Jiwa dipertunjukkan, (2) Bagaimana bentuk pertunjukan, dan (3) Apa makna simbolik yang terkandung pada tari Bedhaya Tunggal Jiwa. Di dalam memahami fenomena yang terjadi pada Bedhaya Tunggal Jiwa, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggali berbagai data lapangan dalam menjelaskan mengenai persoalan yang terjadi. Perolehan data lapangan itu kemudian diolah dan dituliskan dengan metode deskriptif analisis dengan pendekatan etnokoreologi. Bedhaya Tunggal Jiwa merupakan salah satu unsur budaya masyarakat Demak, yang dipertunjukkan sebagai bagian dari rangkaian upacara tradisi Grebeg Besar di Kabupaten Demak. Kehadirannya sebagai kebutuhan estetis manusia serta menimbulkan keserasian manusia dan lingkungannya. Unsur yang ditampilkan pada pertunjukan Bedhaya Tunggal Jiwa terdiri dari beberapa eleman di antaranya: penari, gerak, pola lantai, musik, rias, busana, properti dan tempat pementasan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna simbolik Bedhaya Tunggal Jiwa sebagai gambaran menyatunya pejabat dengan rakyat dalam satu tempat untuk menyaksikan tari Bedhaya Tunggal Jiwa sehingga tampak sebuah kekompakkan, kedisiplinan dan kebersamaan langkah untuk menggapai cita- cita. Unsur-unsur simbolik ditunjukan pada peralatan yang digunakan dalam rangkaian upacara, tindakan yang dilakukan penari, arah dan angka,  integritas dan sosial kemasyarakatan. Makna simbolik terdapat pada gerak, pola lantai, kostum, iringan tari, dan properti yang sesuai dengan kondisi sosial budaya Kabupaten Demak. Keseluruhan menggambarkan kegiatan hubungan vertikal dan horisontal umat manusia. The Bedhaya is the important element in Grebeg Besar ceremony. In this research, the phenomenon that will be interesting to be studied are (1) Why Bedhaya Tunggal Jiwa dance is showed?, (2) How the pattern of the show is?, and (3) What the symbolic meaning of Bedhaya Tunggal Jiwa dance is?. In understanding the phenomenon happened in Bedhaya Tunggal Jiwa, this research applies the qualitative method to discover all the field data in explaining the problems occur. The result of field data, processed and written in descriptive analysis method etnokoreologi approach. That approach is done by textual and contextual analysis. The textual study, can lineout or describe in detail about the structure in Bedhaya Tunggal Jiwa dance, while the contextual study can reveal socio-cultural condition the residents in Demak regency. Bedhaya Tunggal Jiwa is one of the cultural elements in Demak society that is showed as a part of series traditional ceremony Grebeg Besar in Demak regencey. The presences human aesthetic need and also create the harmony of human and their environment. The performance of Bedhaya Tunggal Jiwa consists of several elements, including: motion, floor pettern, music, make up, clothing, properties and place of performing that overall is simple. The research result shows that Bedhaya Tunggal Jiwa is understood as teaching of life that cantains togetherness, unity and discipline to archive the useful purpose of live individually or in group. The symbolic meaning is contained in motion, floor pattern, costume, dance accompaniment, and properties that appropriate with the socio-cultural condition in Demak regency. The symbolic elements showed in the equipment that is used in the ceremonial series, the dancer actions, directions and number, integrity and social. The whole show vertical and horizontal relation activities of human being.
SENI TARI SEBAGAI MUATAN LOKAL: Sebuah Alternatif (The Art of Dancing as an Alternative in Local Content Curriculum) Soetopo, Sungkowo
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 1 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i1.828

Abstract

Guru sekolah dasar, khususnya di Sematera Selatan bingung ketika para guru dihadapkan dengan mata pelajaran baru yang disebut Muatan lokal. Mereka harus mengajarkan matapelajaran muatan lokal (seni tari) sementara mereka tidak tahu apa yang harus diajarkan. Tulisan ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan itu. Muatan lokal adalah mata pelajaran baru pada kurikulum 1994. Dahulu, materi muatan lokal dititipkan pada pelajaran lain, seperti PPKn., Bahasa Indonesia. Sekarang materi ini berdiri sendiri dan terpisah dari pelajaran Bahasa Indonesia, PPKn, dan sebagainya.Banyak materi muatan lokal yang dapat di ajarkan di sekolah dasar. Tetapi dalam artikel ini hanya dibicarakan tentang tari sebagai alternatif materi muatan lokal. Tari Gending Sriwijaya adalah tari tradisional Palembang. Tari ini, antara lain, cocok dijadikan  materi muatan lokal karena memenuhi kriteria dalam kurikulum 1994.Kata kunci: Muatan lokal, seni tari,
RUWATAN MASSAL MELALUI PERGELARAN WAYANG KULIT -, Tjintariani
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i1.2214

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan:  (1)  struktur ruwatan massal dengan pergelaran wayang kulit purwa lakon Murwakala; (2) makna simbolik yang terkandung dalam ruwatan massal yang dikemas dalam penyelenggaraan dan pergelaran wayang kulit lakon murwakala; dan  (3)  fungsi sosial ruwatan massal yang dikemas dalam pergelaran wayang kulit lakon Murwakala.  Metode penelitian menggunakan pendekatan teori fenomenologi tentang perilaku peserta ruwatan, teori struktural, teori semiotika, dan teori fungsi sosial. Pengumpulan data menggunakan pengalaman terlibat. Hasil penelitian menunjukkan  struktur lakon dan struktur pergelaran wayang kulit lakon Murwakala, makna lakon, jejer atau adegan, terdiri 3 babak permulaan, pertengahan, penyelesaian. Setiap babak memiliki unit-unit yang lebih kecil, lengkap dengan eksposisi, komplikasi, konflik dan penyelesaian. The objectives of this research are to find out (1) the structure of mass ruwatan by purwa shadow puppet show entitled Murwakala, (2) the symbolic meaning inherent in the mass ruwatan embedded in the show of Murwakala shadow puppet. The method of research uses phenomenological approach about the behavior of ruwatan participants, structural theory, semiotic theory, and social function theory. Data collection uses the related experience. The finding of the research shows the play structure of Murwakala shadow puppet show, the meaning of the play, jejer or scenes, which consists of 3 stages: beginning, middle, and ending. Each stage has its smaller units, complete with exposition, complication, conflict and resolution.
Campursari dalam Stratifikasi Sosial di Semarang (Social Statification of Campursari in Semarang) Wadiyo, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 8, No 1 (2007)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v8i1.797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan minat terhadap musikcampursari antara masyarakat remaja golongan atas dengan masyarakat remaja golongan bawahdi Semarang. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif. Populasi, seluruh remajaSemarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Ukuran sampel104 orang, terdiri dari remaja golongan atas 52 orang dan remaja golongan bawah 52 orang.Analisis data untuk menguji perbedaan, menggunakan rumus uji beda dua rata-rata (t-tes).Analisis data untuk mengetahui kategori besaran minat, menggunakan analisis deskriptifkategoris. Hasil penelitian menunjukkan, minat terhadap musik campursari antara masyarakatremaja golongan atas dengan masyarakat remaja golongan bawah, ada perbedaan. Kategoribesaran minat diketahui, masyarakat remaja golongan atas masuk dalam kategori cukupsedangkan masyarakat remaja golongan bawah masuk dalam kategori besar. Disarankan,hendaknya campursari sebagai seni budaya lokal mendapat perhatian yang serius dari semuapihak agar keberadaannya tidak lenyap ditelan jaman. Dalam hal ini perlu ditumbuhkan kreatorkreatorbaru utamanya dari kaum remaja sebagai generasi penerusnya.Kata kunci: campursari, stratifikasi sosial, minat, remaja, seni
RELIGIO-MAGIS SRIMPI ANGLIRMENDHUNG DI KERATON SURAKARTA (The Magis Religious Aspect of the Anglir Mendhung Srimpi in the Court of Surakarta) Supriyanto, Mt.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 2, No 2 (2001)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v2i2.850

Abstract

Salah satu tari tradisi Jawa di Keraton Surakarta yang masihdianggap keramat dan mempunyai daya magis adalah SrimpiAnglirmendhung. Tari ini disejajarkan dengan Bedhaya Ketawang.Pengucapan mantram atau doa sebenarnya suatu peristiwa magis, karenaberdasarkan pendirian bahwa kekuatan sakti yang keluar dari ucapanucapanitu bisa membuat dewa-dewa atau roh untuk memenuhi keinginanmanusia. Syair tembang Durma dalam gending kemanak Anglirmendhungitu sebenarnya adalah mantram (doa) yang mempunyai daya magis,kepercayaan seluruh pendukung (umat) terhadap adanya ilmu gais/magis,menjadikan tarian Anglirmendhung merupakan tari yang sakral. SrimpiAnglirmendhung dipercaya oleh masyarakat Keraton Surakarta khususnyadan kalangan seni tradisi di Surakarta dianggap mempunyai daya magisdan dapat mendatangkan hujan.Kata Kunci : Religio-magis, Anglirmendhung, hujan.
Rantaya Gagah sebagai Dasar Pembentukan Sikap Penari Gagah (Rantaya Gagah as a Basic of Attitude Formation in Gagah Dancers) -, Suharji
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.749

Abstract

Rantaya gagah merupakan salah satu bentuk tari dasar Jawa gaya Surakarta.Rantaya memberikan bekal, sikap bagi calon penari. Peran yang dapat dirasakanyaitu dalam rangka pembentukan sikap kepribadian penari yang profesionalsangat memerlukan pengetahuan maupun keterampilan teknik dasar. Penguasaanbekal teknik dasar akan memberikan lebih banyak penjelajahan gerak untukmenuju proses kreatif. Kreativitas mensyaratkan pemahaman terhadap totalitastari tradisi melalui unsur-unsur terkecilnya. Rantaya meliputi dua hal yaitulatihan teknik dasar gerak dan koordinasi iringan. Rantaya dilihat darikepentingan proses pembelajaran tari ada manfaat langsung dan tidak langsung.Manfaat secara langsung dari segi gerak penari dapat melakukan dengan benardan ini merupakan bekal utama yang bisa dianggap cukup dalam penguasaanbentuk wadag. Manfaat tak langsung dimungkinkan sebagai bekal dasar untukmengembangkan kreativitas sebagai seorang penari berkualitas dan profesional.Kata Kunci: Rantaya Gagah, Tari, Sikap.
The Role of In-Service Teacher in Supervising Pre-Service Teachers during Teaching Practicum Program Latifah, Diah
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 14, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v14i2.3290

Abstract

This study analyzes the role of in-service teacher in supervising the pre-service teachers during the Teaching Practicum Program and in building the pre-service teachers’ character to be competent music teachers in the future. This study implements narrative inquiry as the method of research. Narrative inquiry method explains the variety of cases during the process of supervision by the in-service teacher. In addition, the research was held in Pasundan 8 Senior High School Bandung and was analyzed further by using qualitative methods with interactive analysis as it is formulated in the research question of this study. Results show that the supervision by an in-service teacher has been successfully enhanced the ability of pre-service teachers in teaching art and culture, particularly music lesson. The competence of pre-service teachers can be achieved by giving them examples, model, and music experience from in-service of the pre-service teachers.
LELAGON DOLANAN ANAK DAN PENDIDIKAN KARAKTER Widodo, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v10i2.62

Abstract

Children folksongs laras slendro and pelog are full of noble values of national cultures. Nowadays, they are abandoned. Children as the subjects and appreciators of the songs get more unfamiliar with the songs. The songs are less often heard in the family, schools, playground and the place of living environments and other places of gathering for children. The lack of new creation of folksongs worsens the condition. New creation of the songs is badly needed to introduce, preserve, and plant the noble values of national cultures. When the songs and their values can get to more and more children, the character development of the children will be colored with the values of national cultures. They may grow and become generations that respect values of national cultures. Kata kunci: lelagon dolanan anak, pendidikan karakter, pelog dan slendro
PENINGKATAN KEMAMPUAN VOKAL MELALUI METODE SOLFEGIO Sulasmono, Putut
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 13, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v13i1.2532

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan vokal setelah diberikan metode solfegio pada peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kayen Kabupaten Pati tahun 2009/2010 dan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar vokal setelah diberikan metode solfegio peserta didik kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kayen abupaten Pati tahun 2009/2010. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif  kualitatif dan kuantitatif, rancangan penelitian tindakan kelas dilakukan dua siklus setiap siklusnya empat pertemuan, pada semester dua tahun pelajaran 2009/2010.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 peserta didik mencapai kriteria baik jumlahnya 33 peserta didik (82,5 %). Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode solfegio di kelas VIII A SMP 2 Kayen Kabupaten pati dapat meningkatkan kemampuan vokal peserta didik. Berdasarkan analisa data keadaan dipengaruhi adanya respon yang baik dari peserta didik terhadap latihan intonasi, ritme serta harmoni. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode solfegio di kelas VIII A SMP 2 Kayen Kabupaten Pati, peningkatan aktivitas belajar pada kegiatan visual activities, listening activities, oral activities serta motor activities pemberian latihan-latihan dengan metode solfegio memberikan stimulus yang menyenangkan terhadap aktivitas belajar sehingga terjadi perubahan pengalaman belajar. Rerata aktivitas belajar vokal peserta didik dengan nilai 3.86 dengan skor 40 – 52 (50) predikat aktivitas belajar sangat baik. The goals of this research are to find out the improvement of vocal skill of students at VIII A class of 2009/2010 year of Public Junior High School 2, Kayen, Regency of Pati after having been treated with solfegio method and to identify how the method could improve the students’ vocal learning activity. Technique of data analysis used descriptive qualitative and quantitative analysis. The design of action research was conducted in two cycles; each cycle consisted of four meetings, in the second semester of 2009/2010 year. The finding shows that among 40 students, 33 of them reached a good criteria (82,5%). The research shows that the use of solfegio method in the class could improve students’ vocal skill. Based on data analysis, the condition was influenced by good response from students toward intonation, rhythm, and harmony practices. It also shows that the use of the method could enhance students’ visual, audio, oral, and motor activities; giving more exercises by solfegio method could give an enjoyable stimulus to their learning activity so that their learning experience changed accordingly. The average grade of students’ vocal learning activity was 3.86 with the score of 40 – 52 (50); the learning activity was considered very good.
Musik Dangdut di Kalangan Remaja Kota Semarang (Dangdut Music of Adolescent Society in Semarsmg City) Wadiyo, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 5, No 3 (2004)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v5i3.819

Abstract

Kepopuleran musik dangdut di masyarakat merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji dari perspektif sosial budaya. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang bertujuan mengungkap fungsi musik dangdut bagi para remaja pecintanya di Kota Semarang. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriprif. Pengambilan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Analisis data yang ditempuh rnengikuti alur analisis Milles dan Huberman. Pola analisisnya menggunakan model interaktif yang cara kerjanya beranjak dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi yang berputar terus menerus sampai menemukan hasil yang diyakini kebenarannya. Berdasar atas analisis data yang telah dilakukan dapat ditunjukkan hasil, fungsi musik dangdut bagi para remaja pecintanya di Kota semarang adalah untuk pemenuhan kebutuhan akan rasa keindahan dalam ranah dan konteks individu sebagai makhuk sosial. Wujud nyata dari itu, mereka bemyanyi sekalipun kadang hanya dalam hati.   Kata kunci: Musik dangdut, masyarakat remaja, sosial budaya.

Page 47 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue