cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
Revitalization and Socialization of Daeng Dance in Purbalingga, Indonesia Anggraeni, Dinar
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 15, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v15i1.3755

Abstract

The purpose of the study is to know and depict the revitalization and socialization of Daeng dance in purbalingga, Indonesia. This study used a qualitative method. The relevant techniques of data collection to the method are observation, interview, and documentation. The data obtained are analyzedusing three ways; they are data reduction, data display, conclusion and verification. The results showed that revitalizing Daeng dance occurred in its earliest performances, by means of innovating the foregoing Daeng dance without leaving its characteristics. The revitalization was done toward the dance’s motion, accompaniment, makeup, wardrobe, stage, sounds, lighting, and floor patterns, as well as there is a change in its function; as the media of spreading Islam in the past to nowadays just being an entertainment. After the process of revitalization, Daeng dance is then socialized through two ways of deployment; they are formal and informal processes. This dance’s socialization in this study occurs through direct performance and mass media. 
Laesan sebuah Fenomena Kesenian Pesisir : Kajian Interaksi Simbolik antara Pemain dan Penonton (Laesan, a Phenomenon of Beach Arts : A Study of Symbolic Interaction between The Players and Audiences) Kusumastuti, Eny
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.730

Abstract

Laesan adalah salah satu kesenian tradisional kerakyatan masyarakat pasisir desa Bajomulyo, kecamatan Juwana, kabupaten Pati, Jawa Tengah, dengan fenomena trance yang merupakan bagian paling pokok dalam kesenian itu. Masalah dalam penelitin ini adalah (1) bagaimanakah bentuk penyajian kesenian Laesan ? (2) bagaimanakah proses terjadinya interaksi simbolik antara pemain dan penonton? (3) simbol-simbol apakah yang dapat membentuk terjadinya proses interaksi simbolik antara pemain dan penonton? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami dan menjelaskan : (1) bentuk kesenian Laesan, (2) proses terjadinya interaksi simbolik antara pemain dan penonton, (3) simbol-simbol yang ada dan digunakan untuk membentuk interaksi simbolik antara pemain dan penonton.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi partisipan, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi, mengklarifikasi, mendiskripsikan, menyimpulkan dan mengiterpretasikan semua informasi secara selektif. Teknik Pemeriksaan data menggunakan dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Laesan mempunyai bentuk penyajian yang meliputi (a) tiga bagian penyajian yaitu awal pertunjukan, inti pertunjukan, akhir pertunjukan, (b) unsur-unsur perlengkapan pentas; (c) iringan; (d) rias dan busana; (e) gerak tari representasional dan non representasional. Proses interaksi simbolik terjadi pada setiap bagian pertunjukan. Simbol-simbol yang membentuk proses interaksi simbolik meliputi dupa, sesaji, nyanyian pengiring, makna trance dalam Laesan.   Kata kunci : Laesan, interaksi simbolik, simbol, trance
NILAI BUDI PEKERTI DALAM TARI TRADISIONAL KLASIK GAYA YOGYAKARTA (Mores Values in The Clasical Tradisional Dances of Yogyakarta) Wahyu Lestari, Hartono &; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 3, No 2 (2002)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v3i2.686

Abstract

Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta disamping sebagai hiburan juga berfungsi sebagai wahana penanaman nilai-nilai budi pekerti bagi yang mempelajarinya, yang masih memiliki misteri kehidupan. Simbol yang terkandung dalam ragam gerak memunculkan makna. Tari Tradisional Klasik Gaya Yogyakarta dan segi koreografinya baik bentuk tari putri maupun tari putra dapat dianalisis maknanya dan perlu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif. Dalam pengumpulan datanya digunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Digunakan analisis data kualitatif yaitu dengan cara Triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Traaisional Klasik Gaya Yogyakarta dapat digunakan sebagai jembatan wanita dan pria Jawa. Ada 4 hal yang dapat dilakukan apabila seseorang ingin selamat yaitu: (1) Tawakal (berserah diri pada Tuhan), (2) Ikhlas, (3) Lahudri (yaqin), dan (4) Hunafa (Tuhan akan mengabulkan). Kata kunci: Budi pekerti, tari tradisional klasik, nilai.
PERTUNJUKAN TARI CAMPUR BAWUR DALAM TRADISI SYAWALAN DESA LENCOH SELA BOYOLALI Sumaryatmi, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v10i1.53

Abstract

Campur bawur dance is one of the folk art that has been born, alive and developing in the society of Cangkol Atas and has been acclaimed to be Lencoh’s. The performance of Campur Bawur dance is a media to express feeling and thoughts of the artist and involvement of the supportive society. The performance of Campur Bawur dance in Lencoh is one of the completion of the syawalan tradition dan village cleaning ceremony. The dance performance is the embodiment of validation or the belief of the Lencoh society in the existance of the power of the spirit of the dead. The spirits as the ancestor of the society, is considered to be able to protect and provide safety for the society. Syawalan tradition is a system of belief of the upcoming hapiness after one month fully fasting. Syawalan tradition is a media to strenghten the bond of friendship. Campur Bawur dance has simple motions and dinamic illustration. In every performance it is illustrated with the blend of Javanese gamelan in slendro harmony, added by other isntruments, suc as: drum, keyboard, adn cymbal. The research on campur Bawur is conducted with textual and contextual aproach. The textual research is to reveal Campur Bawur dance performance as a cultural product. The contextual research is conducted to reveal the background of why the Campur Bawur performance is held, the bevaviour pattern of the supportive society, and to analyze the cause of why the society hold such performance for the entertainment sake. The performance of Campur Bawur dance strengthen special characteristi of syawalan tradition. Kata kunci: campur bawur, tradisi, tari rakyat
MODEL PENGEMBANGAN NASKAH AUDIO LAGU UNTUK MELATIH PENCAPAIAN PERKEMBANGAN MUSIK PADA ANAK USIA 4 - 6 TAHUN Wulandari, Rina
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v12i2.2523

Abstract

Masalah dalam penelitian adalah belum adanya model pengembangan media audio untuk melatih pencapaian perkembangan bermain musik di Kelompok Bermain. Berdasarkan masalah yang ada maka rumusan masalah penelitian yaitu bagaimanakah model pengembangan media audio yang dapat melatih pencapaian perkembangan bermain musik anak usia Kelompok Bermain. Tujuan pengembangan ini adalah untuk mengetahui model pengembangan media audio yang dapat melatih pencapaian perkembangan bermain musik anak usia Kelompok Bermain. Model pengembangan produk media dikhususkan untuk menentukan langkah-langkah maupun jenis kegiatan dari analisis kebutuhan, desain, pengembangan, evaluasi, dan implementasi produk penelitian ini. The problem dealt with in this research is the absence of audio media development model used to elicit children’s musical aptitude in a play group. Accordingly, the problem formulated in this research is how the development model of audio media could improve children’s musical aptitude. The goal of this research is to find out how the development model of audio media could improve the children’s musical aptitude. This model is specified to determine stages as well as kinds of activities in terms of need analysis, design, aptitude development, evaluation, and implementation of the research product.
Penerapan Management Seni Pertunjukan pada Teater Koma (Management Aplication of Performing Art in Teater Koma ) Haryono, Sutarno
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 6, No 3 (2005)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v6i3.810

Abstract

Teater Koma merupakan salah satu komunitas seni teater di Indonesia yang kreatif danproduktif, pencarian bentukbentuk inovatif yang selalu dilakukan, dan kerja keras dariseluruh para anggota. Kreativitas sangat mewarnai pada setiap hasil karya dan mencirikandengan gaya bahasa, gerak, musik, penjiwaan pada setiap karakter, dan tema yang diangkatbetorientasi pada kehidupan budaya keseharian. Kecermatan dalam usahanya mengangkattema menjadi perhatian utama melalui proses yang panjang dan melibatkan para aktormaupun aktris untuk terjun langsung di lingkungan sosial masyarakat yang menjadi objek.Semua proses dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa pembelajaran maupunpembentukan diri menjadi aktor maupun aktris yang berhasil (berkualitas) perlu adanyapeleburan diri ke berbagai kehidupan sosial masyarakat. Peran utama seorang manajeryang sekaligus sebagai sutradara sangat menentukan, tampak adanya usahausaha untukkarya seninya. Manajer ahli dalam mengatur sebuah komunitas (Teater Koma) agar tetapeksis, satu visi, kebersamaan, keutuhan, satu tekat yang bulat. Sifat keterbukaan, caramemenegemen tentang; produksi, pemsaran, dan pergelaran menjadi bagian utamakehidupan organisasi.Kata Kunci: Seni, Managemen, Produksi, Pemasaran, Pergelaran
Sundanese Traditional Tone Sensitivity-Based Audiation Model of Salendro Musical Scale Latifah, Diah
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 16, No 2 (2016): December 2016
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v16i2.7542

Abstract

This study is aiming at finding out the audiation model of salendro musical scale and teaching it to the non-Sundanese learners. Treatment done to the learners whose hearing sensitivity has not been familiar with salendro tone during the audiation practice. A method implemented in the study was grounded theory. It was used to explore initial audiation theory from Edwin E. Gordon in Syntax Learning Sequence in Music that was adjusted with learning stages of salendro tone. This study resulted in an audiation model of salendro tone to sharpen hearing sensitivity of non-Sundanese learners who had not been familiar with salendro tone.
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PENGGUNAAN NOTASI BALOK DENGAN NOTASI ANGKA DALAM MENINGKATKAN KETRAMPILAN MEMAINKAN REKORDER SOPRAN PADA MAHASISWA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (The Effectiveness difference between the using of Adi S., Tuti  Tarwiyah
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 4, No 2 (2003)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v4i2.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas antara penggunaan notasi balok angka dalam meningkatkan ketrampilan memainkan rekorder sopran pada Mahasiswa PAUD UNJ.Yang menjadi masalah adalah : mana yang lebih efektif, penggunaan notasi balok atau notasi angka dalam meningkatkan ketrampilan memainkan rekorder sopran pada Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : penggunaan notasi balok lbih efektif daripada penggunaan notasi angka dalam memainkan rekorder sopran pada mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Univesitas Negeri Jakarta.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. sampel penelitian ini terdiri dari 60 orang mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Negeri  Jakarta dengan perincian : 30 orang mendapat perlakuan notasi balok dan 30 orang mahasswa mendapat perlakuan notasi angka.Sebelum data diolah kedalam rumus uji­t, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. hasil uji normalitan dari kedua kelompok ternyata menunjukkan bahw ahanya satu kelompok yan populasinya dapat dinyatakan normal yaitu didapat LO = 0,0247 dan Lt = 0,161 pada derajat 0,05 untuk n = 30. jadi dengan kata lain Ho yang menyatakan populasi asal sampel berdistribusi tidak normal ditolak. Sedangkan hasil dari uji homogenitas didapat x2 = 1,3608 dan xt2 =* 42,557.   ternyata   X2   <   Xt2   maka   Ho   :   d12   =   d22   diterima   pada   taraf signifikan   0,05   yang   berarti   data   yang   terdapat   pada   sampel   2   dan   II adalah homogen.Setelah   data   diuji   dengan   uji   normalitas   dan   homogenitas   lalu dianalisis melalui rumus ujit. Hasil analisi tersebut adalahs ebagai berikut : Nilai uji t yang didapat sebesar 3,306, sedangkan nilai tabel untuk db 50 pada  alfa 0,05 = 2,008 dan pada alfa 0,01 = 2,671. Jadi, dengan demikian dapat   dikatakan   bahwa   hasil   belajar   ketrampilan   memainkan   rekorder sopran   melalui   notasi balok   jauh   lebih   efektif   daripada   hasil   belajar kerampilan   memainkan   rekorder   sopran   melalui notasi   angka.   Dengan demikian, Ho ditolak dengan taraf signifikan 0,01.Kata Kunci : efektifitas, Notasi Balok, Notasi Angka, Rekorder Sopran.
FUNGSI DAN MAKNA KESENIAN BARONGSAI BAGI MASYARAKAT ETNIS CINA SEMARANG Putro, Bintang Hanggoro
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v9i1.664

Abstract

Barongsai is a traditional art of Chinese ethnic in Semarang, which comes from China. That art still existsand develop until nowadays although have lot of pressures both from Orde Lama and Orde Baru. Researchstudies were: (1) origin of Barongsai, (2) form of Barongsai art performance, (3) function of Barongsai art,(4) meaning of Barongsai art for Chinese ethnic in Semarang. Applied research method is qualitativemethod. Techniques of data collection are observation, interview, and documentation studies. Techniqueod data analysis are reducing, clarifying, decrypting, concluding, and interpreting all informationselectively. Techniques of checking relevance data were dependability and conformability. Research resultshows that Barongsai is an art comes from China entered Semarang by Chinese merchant. Form ofBarongsai performance are divided into three stages, those are flag play, Barongsai play, and ending.Function of Barongsai art for Chinese ethnic in Semarang are ritual, entertainment, and politic function.Whereas meaning of Barongsai art for Chinese ethnic in Semarang are symbolic meaning and strategymeaning.Kata Kunci : kesenian barongsai, fungsi, makna, masyarakat etnis Cina
RESEPSI BUDAYA DALAM BIDANG MUSIK DI INDONESIA BARAT DAYA: SUATU PENDEKATAN MENURUT HEISENBERGIAN Sunarto, -
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 1, No 1 (2000)
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v1i1.833

Abstract

SAMPAI saat ini, sejarah musik In­donesia belum ada yang ditulis    oleh orang Indonesia asli. Adapun alasan-alasannya, adalah sebagai berikut. 1) Tidak adanya tradisi ilmiah, sampai paling tidak satu se-tengah abad sejak abad ke-20, 2) Dalam realitasnya kolonialisme Be-landa membuat para elite Indonesia untuk terbiasa dengan tradisi Barat dalam belajar musik, dan 3) Per-hatian terpusat pada musik daerah yang menghasilkan pengkotak-kotakkan tradisi musik Indonesia.

Page 49 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue