cover
Contact Name
Suharto
Contact Email
suharto@mail.unnes.ac.id
Phone
+628122853530
Journal Mail Official
suharto@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B2 Lt.1 Kampus Sekarang Gunungpati Semarang 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Harmonia: Journal of Research and Education
ISSN : 25412426     EISSN : -     DOI : 10.15294
Core Subject : Education, Art,
Harmonia: Journal of Arts Research and Education is published by Departement of Drama, Dance, and Music, Faculty of Language and Arts, Universitas Negeri Semarang in cooperation with Asosiasi Profesi Pendidik Sendratasik Indonesia (AP2SENI)/The Association of Profession for Indonesian Sendratasik Educators, two times a years. The journal has focus: Research, comprises scholarly reports that enhance knowledge regarding art in general, performing art, and art education. This may include articles that report results of quantitative or qualitative research studies.
Articles 1,219 Documents
Model Pembelajaran Musik Angklung Sunda Kreasi di Sanggar Saung Angklung Udjo Nglagena, Padasuka Bandung Jawa Barat. (Model Study of Music Angklung Creation in Gallery of Saung Angklung Udjo Ngalagena Padasuka Bandung West Java) Supriadi, Didin
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.742

Abstract

Udjo Ngalagena [UN] dan Sanggar Saung Angklung Udjo Ngalagena [SAUN]merupakan pelaku budaya yang berperan dalam upaya melestarikan danmengembangkan jenis-jenis musik angklung. Sosok Udjo Ngalagena merupakanfigur pribadi dan institusi yang aktif dalam proses transformasi musik angklung darifungsi seni yang berfungsi untuk upacara ritual yang berhubungan dengan paninpadi, kemudian menjadi seni hiburan dan totonan. Berbagai upaya kreatif dilakukanoleh Udjo Ngalagena maupun bersama sanggar-nya, dari mulai; [1] kerjaeksperimentasi bentuk jenis-jenis musik yang terbuat dari bambu khususnya musikangklung, [2] model pembelajaran yang menggunakan sitem nomor, danmenggunakan simbol gerak tangan, hingga terbentuk inovasi musik angklung, yangkemudian dikenal dengan musik angklung Sunda kreasi Udjo. Sanggar SaungAngklung UN yang merupakan pembaharu jenis musik angklung telah menjadikanmusik angklung sebagai bentuk musik pertunjukan yang bisa setiap saatdipentaskan bahkan hampir setiap hari selalu mementaskannya terutama bilakedatangan para tamu dari mancanegara maupun tamu domestik yang berkunjung.Kata Kunci : Udjo Ngalagena, model pembelajaran, Angklung Sunda Kreasi.
Uji Akustik Limbah Film Roentgen sebagai Bahan Alternatif Pengganti Membran Alat Musik Drum (Acoustic Test of Roentgen Film Waste as an Alternative Material of Drum Musical Instrument) Haryono, Slamet; Handayani, Langlang
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 3 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i3.743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter akustik dari membran snare drum yangdibuat dari limbah film Roentgen dan karakter akustik membran snare drum yang beredar dipasaran, yang berupa pola gelombang, frekuensi dan amplitudonya. Dengan menggunakanmetode eksperimen, data-data yang diperlukan diperoleh dengan menggunakan seperangkatalat uji akustik berbasis MBL (Microcomputer Based Laboratory). Dari keseluruhanrangkaian kegiatan penelitian diperoleh simpulan bahwa kedua jenis membran memiliki polagelombang yang berbentuk gelombang kompleks dengan masing-masing variasi amplitudo,frekuensi nada dasar dan harmonik yang menyertainya. Disarankan untuk mengadakanpenelitian lebih lanjut berkaitan dengan daya tahan membran yang dibuat dari bahan initerhadap pukulan, untuk mengetahui kelayakan limbah film Roentgen sebagai alternatifpengganti membran alat musik drum.Kata kunci: uji akustik, film roentgen, alat musik drum
Gender dan Musik: Kajian tentang Konstruksi Peran Laki-laki dan Perempuan dalam Proses Pendidikan Musik (Gender and Music: Research of Men’s and Women’s Role Construction in the Music Education Process ) Utomo, Udi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.744

Abstract

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara alami (biologis) dalam berbagaikonteks budaya seringkali mendasari diferensiasi peran (division of labor) yang ada.Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengkaji tentang bagaimanakonstruksi peran laki-laki dan perempuan dalam dunia pendidikan, khususnyabidang pendidikan seni musik. Metode yang digunakan dalam penelitian iniadalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputiwawancara, angket, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan yakni dengan mengembangkan deskripsi kasus, yang prosesnyadilakukan dengan tahap reduksi data, kategorisasi, dan penafsiran data(verifikasi/penarikan kesimpulan).Hasil penelitian menunjukan bahwa konstruksiperan laki-laki dan perempuan dalam proses pendidikan musik terjadi padalingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Realitas obyektif yangmencakup berbagai pandangan, sikap, perilaku, dan pemberian makna terhadapdiferensiasi peran laki-laki dan perempuan berdasarkan budaya (nurture) yangterdapat dalam lingkungan keluarga memiliki peran yang menonjol dalam proseskonstruksi peran dikalangan siswa dan mahasiswa perempuan. Sedangkan bagisiswa dan mahasiswa laki-laki, proses konstruksi peran selain terjadi di dalamlingkungan keluarga juga terjadi di dalam lingkungan sosial masyarakat. Biasgender yang terjadi dalam proses konstruksi peran laki-laki dan perempuan dalampenelitian ini ditunjukan dengan masih adanya pandangan stereotype gender dikalangan orang tua, siswa, dan mahasiswa musik.Kata kunci : Gender, Musik, Konstruksi, Peran, Pendidikan.
Efektivitas Pergelaran Tari bagi Mahasiswa Sendratasik Unnes (Performance Effectiveness of Dance for Sendratasik Students of Unnes) Usrek Tani Utina dan Wahyu Lestari Staf Pengajar Jurusan Pendidikan Sendratasik FBS, Universitas Negeri Semarang Utina, Usrek Tani; Lestari, Wahyu
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.745

Abstract

Banyak problem yang dihadapi mahasiswa Sendratasik Unnes dalam matakuliah Pergelaran Tari, misalnya waktu yang sangat sempit, pengalaman mahasiswayang masih terbatas, dan materi yang harus di-garap. Dalam penelitian ini masalah yangdiangkat adalah “Efektifkah Pergelaran Tari bagi Mahasiswa Jurusan Seni Tari, danFaktor-faktor apakah yang menjadi pendukung atau penghambat Pergelaran Taritersebut”?Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif meskipun jugamengambil jasa kualitatif guna lebih menjelaskan fenomena-fenomena yang ditemukandi lapangan. Data dijaring secara observasi partisipasi, wawacara, dokumentasi, angket,dan tes. Data dianalisis secara deskriptif persentase dan rumus korelasi product’s moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa masih banyak mengalamikesulitan dalam menghasilkan karya tari yang disebabkan oleh beberapa faktorpenghambat antara lain kemampuan mahasiswa, kurangnya apresiasi, terbatasnyasarana dan prasarana, serta terbatasnya penari pendudukung karya. Analisis datamenunjukkan hasil r xy = -0,005, r tabel untuk N = 18 diketahui 0,468. Ternyata rhitung < dari r tabel, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yangsignifikan antara profil dosen pemberi matakuliah pergelaran terhadap hasil nilaipergelaran.Saran yang dapat direkomendasikan adalah agar para mahasiswa SendratasikUnnes banyak diberikan apresiasi berupa melihat pertunjukan tari, atau karya-karya tarisebagai bahan inspirasi. Kemudahan-kemudahan lain seperti pemilihan penari.Kata kunci: Efektivitas, Pergelaran Tari
Pola Pewarisan Nilai-Nilai Kesenian Tayub ( Inheritance Pattern of Tayub Values) Cahyono, Agus
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.746

Abstract

Kesenian tayub sampai saat ini masih sangat populer dan bahkan barangkali tidak adatari Jawa yang lebih populer dari tayub ini. Masalah yang diangkat dalam penelitian iniadalah mengapa komunitas tledhek mampu mewariskan tayub sebagai keseniantradisional rakyat dari generasi ke generasi berikutnya? Secara khusus dan lebih tegasrumusan masalahnya dinyatakan sebagai berikut. Bagaimana pola pewarisan keseniantayub secara tradisional dalam masyarakat Blora?Lokasi penelitian di Desa JeponKecamatan Jepon dan di Desa Todanan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dandokumentasi. Proses analisis data yang ditempuh merujuk tiga jalur kegiatan analisisMilles dan Haberman.Ketiga komponen analisis tersebut aktivitasnya dengan prosesdari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi sebagai suatuproses siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pewarisan nilai-nilai keseniantayub secara tradisional dari tledhek atau joged senior kepada para wurukan sebagaigenerasi penerus telah mewarisi nilai pengetahuan, nilai sikap, dan nilai ketrampilanyang memadai serta kesiapan untuk melanjutkan usaha sebagai penari tayub ataujogged.Kata Kunci: Pola Pewarisan, Kesenian Tayub, Nilai-nilai Tayub
Musik Klasik Mozart dan Beethoven suatu Refleksi Konsep Estetika Plato (The Clasical Music of Mozart and Bethoven a Reflection of Plato’s Aesthetic Concept ) -, Kustap
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.747

Abstract

Karya Mozart dan Beethoven adalah dasar utama keindahan musik di jaman klasik.Konsep yang digunakan kedua komponis ini masih relevan digunakan dan dipelajarihingga era kekinian. Keseimbangan pikiran, persaan dan tenaga ditunjukan dalamkonsep karya Mozart dan Beethoven, yang merupakan refleksi dari pemikiranmimesis tentang seni oleh Plato.Kata Kunci: Musik Klasik, Keseimbangan, Mimesis.
Ketahanan Budaya melalui Kesenian dalam Wujud Prinsip Aransemen Musik Anak (Cultural Endurance through Art in Shape of Children Music Arangement Principles) Santoso, Budi
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.748

Abstract

Kebudayaan secara utuh sebenarnya meliputi pola pikir atau mindset suatu masyarakattentang segala peri kehidupannya dahulu, sekarang, dan juga yang akan dating. Polapikir yang sehat dan mempunyai daya saing tinggi, kekuatannya dapat tercermin darisejauh mana keberadaan kebudayaan suatu masyarakat tumbuh dan berkembangnya(sehat, sakit, mati dsb). Aneka ragam dan aneka dimensi kesenian merupakan salahsatu wadah dominant untuk mengartikulasikan kebudayaan. Melalui kesenian mampumentransformasikan diri sebagai milik bersama dan kebanggaan bersama, menjadisebuah daya hidup untuk menopang kelangsungan ketahanan budaya yang sekaligusketahanan nasional. Tindakkan konkrit karya aransemen musik anak, denganmenerapkan konsep-konsep, prinsip-prinsip yang disesuaikan dengan pakem, metodeyang benar, maka dapat dikatakan menjadi salah satu pilar penyangga ketahananbudaya sekaligus ketahanan nasionalKata Kunci : Ketahanan Budaya, Aransemem Musik Anak
Rantaya Gagah sebagai Dasar Pembentukan Sikap Penari Gagah (Rantaya Gagah as a Basic of Attitude Formation in Gagah Dancers) -, Suharji
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.749

Abstract

Rantaya gagah merupakan salah satu bentuk tari dasar Jawa gaya Surakarta.Rantaya memberikan bekal, sikap bagi calon penari. Peran yang dapat dirasakanyaitu dalam rangka pembentukan sikap kepribadian penari yang profesionalsangat memerlukan pengetahuan maupun keterampilan teknik dasar. Penguasaanbekal teknik dasar akan memberikan lebih banyak penjelajahan gerak untukmenuju proses kreatif. Kreativitas mensyaratkan pemahaman terhadap totalitastari tradisi melalui unsur-unsur terkecilnya. Rantaya meliputi dua hal yaitulatihan teknik dasar gerak dan koordinasi iringan. Rantaya dilihat darikepentingan proses pembelajaran tari ada manfaat langsung dan tidak langsung.Manfaat secara langsung dari segi gerak penari dapat melakukan dengan benardan ini merupakan bekal utama yang bisa dianggap cukup dalam penguasaanbentuk wadag. Manfaat tak langsung dimungkinkan sebagai bekal dasar untukmengembangkan kreativitas sebagai seorang penari berkualitas dan profesional.Kata Kunci: Rantaya Gagah, Tari, Sikap.
Telaah Karakterologi dan Etika Tokoh Bisma dalam Pewayangan Jawa (Charachterologi and Ethic of Bisma Figure in Javanes Pupetry) Randya, M.
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.750

Abstract

Bisma merupakan tokoh sentral dalam serial epos Mahabarata. Perang besarBaratayuda sebagian besar diakibatkan oleh karakter nya. Sebagai seorang ksatriabrahmana yang sakti mandraguna, Bisma/Dewabrata menjadi salah seorangmahasenapati yang memimpin peperangan paling lama dibanding dengan tokohsenapati Kurawa yang lain.. Bisma sebagai seorang maharesi sangat bijaksana,tabiatnya yang selalu hormat terhadap orang tua,pejabat dan bersifat rukunterhadap sesama termasuk kepada ibu tiri,keturunan musuh ,layak menjadipengayon,penasehat raja , merupakan contoh nilai etis yang diperagakan olehtokoh besar dalam pewayangan. Oleh karena kesempurnaan bertapa dan selalumenepati sumpahnya, dewa memberikan Bisma matram sakti Swacchandamaranasehingga tidak dapat mati kecuali atas kemauannya sendiri. Bisma merupakantokoh pahlawan yang menjadi senapati ambigoes artinya tokoh yang mendua,secara batin membantu Pandawa dan secara lahiriah membela Kurawa. Menjelangakhir hidupnya setelah menjadi senapati melawan satu satunya senapati Pandawayang berupa seorang wanita, Bisma banyak memberikan pesan moral kepada paraksatria sehingga menyebabkan tetap dihormatinya . Prinsip hidupnya yangtegas,selalu menepati janji dan sangat setia pada sumpahnya menjadikan Bismamenjadi seorang maharesi wara yang tetap dikenang selamanya. Bisma beraniberkorban demi kepentingan orang lain dengan prinsip hormat,rukun,keadilan,kebenaran,dan keluhuran budinya. Prinsip rukun dan hormat sertaadil,jujur,bijaksana menjadi salah satu kebijaksanaan hidup orang jawa pendukungpewayangan.Kata kunci : Bisma,wayang, karakter,etika jawa
Nuansa Laras Diatonik dalam Macapat Semarangan (Diatonic Scale Atmosphere in Semarang Style Macapat). -, Widodo
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 7, No 1 (2006)
Publisher : Department of Drama, Dance, and Musik (Sendratasik), Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v7i1.751

Abstract

Tembang macapat pada berbagai gaya baik daerah maupun seniman atauseniwati umumnya dilagukan dengan menggunakan laras slendro atau pelog. Lagupada tembang macapat Semarangan bukan hanya disajikan dengan menggunakanlaras slendro atau pelog melainkan juga tangga nada musik Barat atau diatonik.Beberapa tembang macapat Semarangan yang sering disebut berlaras slendro yaknidhandhanggula dan sinon ternyata bukan slendro “murni” yang digunakan melainkanslendro yang amat kental dengan nuansa laras diatonik. Karena itulah maka laraspada kedua lagu tembang macapat tersebut juga sering disebut slendro-diatonik.Penotasian lagu tembang macapat dhandhanggula dan sinon Semarangan selain dapatmemakai notasi Kepatihan juga dapat, bahkan lebih mudah menggunakan notasidiatonik.Kata Kunci : Laras (tangga nada), diatonik, pentatonik, macapat.

Page 9 of 122 | Total Record : 1219


Filter by Year

2000 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1 (2024): June 2024 Vol 23, No 2 (2023): December 2023 Vol 23, No 1 (2023): June 2023 Vol 22, No 2 (2022): December 2022 Vol 22, No 1 (2022): June 2022 Vol 21, No 2 (2021): December 2021 Vol 21, No 1 (2021): June 2021 Vol 20, No 2 (2020): December 2020 Vol 20, No 1 (2020): June 2020 Vol 19, No 2 (2019): December 2019 Vol 19, No 1 (2019): June 2019 Vol 18, No 2 (2018): December 2018 Vol 18, No 1 (2018): June 2018 Vol 17, No 2 (2017): December 2017 Vol 17, No 1 (2017): June 2017 Vol 16, No 2 (2016): (Nationally Accredited, December 2016) Vol 16, No 2 (2016): December 2016 Vol 16, No 1 (2016): June 2016 Vol 16, No 1 (2016): (Nationally Accredited, June 2016) Vol 15, No 2 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2015) Vol 15, No 2 (2015): December 2015 Vol 15, No 1 (2015): June 2015 Vol 15, No 1 (2015): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, June 2015) Vol 14, No 2 (2014): (EBSCO, DOAJ & DOI Indexed, December 2014) Vol 14, No 2 (2014): December 2014 Vol 14, No 1 (2014): (DOI & DOAJ Indexed, June 2014) Vol 14, No 1 (2014): June 2014 Vol 13, No 2 (2013): December 2013 Vol 13, No 2 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, December 2013) Vol 13, No 1 (2013): June 2013 Vol 13, No 1 (2013): (DOI & DOAJ Indexed, June 2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 2 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 2 (2000) Vol 1, No 1 (2000) Vol 1, No 1 (2000) More Issue