cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2015)" : 54 Documents clear
KEEFEKTIFAN PROGRAM KELOMPOK PENDUKUNG IBU DALAM MENGUBAH PERILAKU IBU MENYUSUI Ichsan, Burhannudin; Salimo, Harsono; Soebijanto, H.A.A.
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3380

Abstract

Pemerintah Surakarta menyelenggarakan program kelompok pendukung ibu untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif. Penelitian cross sectional ini bertujuan menganalisis perbedaan pengetahuan, sikap, dan tindakan ASI eksklusif antara ibu-ibu yang mengikuti dan tidak mengikuti pada tahun 2014. Populasi penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan. Besar sampel yaitu 384. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap tentang ASI eksklusif pada ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu lebih tinggi secara bermakna dibanding ibu-ibu yang tidak mengikuti (p=0,04  dan p=0,001). Uji Chi-Square menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan  tindakan yang bermakna pada kelompok tersebut (p=0,82). Regresi logistik dilanjutkan tes stratifikasi menunjukkan bahwa dukungan keluarga lain (selain suami) merupakan variabel perancu. Kesimpulannya yaitu ibu-ibu yang mengikuti program pendukung ibu memiliki pengetahuan dan sikap yang lebih tinggi secara bermakna dibanding yang tidak mengikuti. Surakarta government established mother support group program to increase covering of exclusive breastfeeding. This cross sectional study aimed to analyze the difference of knowledge, attitude, and practice of exclusive breastfeeding among mothers who followed and did not follow in 2014.  The population was mothers whose babies aged 6-24 months old. Sample size was 384. The results of the Mann-Whitney test shows that knowledge and attitude about exclusive breastfeeding in mothers who follow mother support group program significantly higher than mothers who did not follow (p=0,04 and p=0,001). The chi-square test shows that there is not significant difference practice in those group (p=0,82). Logistic regression continued with stratification test showed that other family support (besides her husband) is a confounding variable. The conclusion shows that mothers who follow the program have significantly higher knowledge and attitude about exclusive breastfeeding than mothers who did not.
PEMETAAN STATUS GIZI BALITA DALAM MENDUKUNG KEBERHASILAN PENCAPAIAN MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) Setyowati, Maryani; Astuti, Retno
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3371

Abstract

Permasalahan gizi masih ditemukan di wilayah Kota Semarang, terutama masalah gizi kurang dan gizi buruk bagi balita, hal ini terkait dengan pengelolaan data yang ada di Program gizi Dinas Kesehatan Kota Semarang. Status gizi balita juga memiliki peranan penting dalam mendukung pencapaian Millenium Development Goals (MDG’s) di In-donesia khususnya untuk indikator yaitu menurunkan tingkat kematian balita . Peneli-tian ini bertujuan untuk menghasilkan pemetaan cakupan status gizi balita di wilayah Kota Semarang guna mendukung pemantauan status gizi balita pada Program Perbaikan Gizi Masyarakat di Dinas Kesehatan Kota Semarang tahun 2014.Penelitian ini meng-gunakan bentuk deskriptif kuantitatif dengan pendekataan cross-sectional, serta metode yang digunakan untuk pengembangan sistem informasi yaitu SDLC atau System Devel-opment Life Cycle yang menggunakan program aplikasi PHP dengan basis data MySQl dan tampilan peta menggunakan Google Map, yang dapat diakses dengan mengguna-kan jaringan komunikasi data yaitu internet. Simpulan dari penelitian ini adalah adanya pemetaan dari status gizi balita yang terdapat di wilayah Kota Semarang berbasis web dan menggunakan google map yang mudah digunakan dan dapat memantau pencapa-ian untuk Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Nutritional problems are still found in the region of the city, especially the problem of malnutrition and poor nutrition for infants, it is associated with the management of existing data on nutrition program Semarang City Health Office. Nutritional status of children also have an important role in supporting the achievement of the Millennium Development Goals (MDG’s) in Indonesia, especially for indicators of lower levels of mortality. This research aims to generate mapping coverage nutritional status of children in the city of Semarang in order to support the monitoring of nutritional status of children in Community Nutrition Improvement Program in Semarang City Health Office in 2014. This study used quantitative descriptive form with pendekataan cross-sectional, as well as the methods used to development of information systems that SDLC or system Development Life Cycle. which uses PHP application program with MySQL database and display the map using Google Map, which can be accessed using a data communications network that is the internet. The conclusions of this study is the mapping of the nutritional status of children who are in the city of Semarang web based and uses google map are easy to use and can monitor the achievement of the Society for Nutrition Improvement Program.
DETERMINATION OF INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS CAUSE PULP TISSUE DISEASES Hendari, Ratnawati; Siregar, Irma HY; Oktaviani, Frida
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3385

Abstract

Factors of the oral cavity (internal) and external factors play an important role in health status of the teeth and mouth. This study was aimed to determine the causes of internal and external diseases of the pulp tissue in the North Karangasem village of Batang regency.This case study was carried out by survey methods. The independent variables were internal factors (plaques, saliva hydration, viscosity, and pH) and external factors (behavioral, health services, and genetics). The dependent variable was pulp tissue disease (pulpitis, pulp gangrene, and gangrene radix). Plaque index was measured by PHP-M, while saliva hydration, saliva viscosity, and saliva pH were measured using GC Dental Saliva Indicator guide. External factors was assessed using a close questionnaire to 99 respondents observed by purposive randomly sampling with slovin formula.  The results showed that the pulp tissue disease was caused by internal factor was saliva pH (44%) and saliva viscosity (64%), while external factors were behavioral (64%) namely incorrect brushing time (54%), snacking habits of sticky sweet (70%), and snacking frequency more than 3 times a day (50%). This study concluded that major cause of pulp tissue disease in North Karangasem village communities of Batang regency was saliva pH and behavior. Faktor dari dalam rongga mulut (internal) maupun faktor dari luar (eksternal) memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi status kesehatan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinasi  faktor internal dan eksternal penyebab penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara Kabupaten Batang. Jenis penelitian ini adalah survey diskriptif dengan metode yang digunakan adalah case study. Faktor internal yang diamati adalah plak indeks, hidrasi saliva, viskositas saliva dan pH saliva. Faktor eksternal, meliputi lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan keturunan. Cara mengukur plak indeks menggunakan metode PHP-M . Pengukuran hidrasi saliva, viskositas saliva, dan pH saliva menggunakan panduan GC Dental Saliva Indicator.  Penilaian faktor eksternal menggunakan kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling.  Jumlah sampel  sebanyak 99 responden usia 15-44 tahun.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit jaringan pulpa yang disebabkan oleh faktor internal adalah pH saliva (44%) dan viskositas saliva (64%). Faktor eksternal adalah perilaku (64%) akibat waktu menyikat gigi yang salah (54%) dan kebiasaan ngemil dalam memilih jenis makanan manis melekat (70%) dan frekuensi ngemil > 3x sehari (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah aktor penyebab utama penyakit jaringan pulpa pada masyarakat di Kelurahan Karangasem Utara kabupaten Batang adalah pH saliva dan perilaku masyarakat.
EFEKTIVITAS PROGRAM P4GN TERHADAP PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA Sholihah, Qomariyatus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3376

Abstract

NAPZA adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Penyalahgunaan NAPZA tidak saja berbahaya dan merugikan keluarga, tetapi menimbulkan dampak soasial yang luas. Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) perlu dilakukan dengan berfokus pada kegiatan pencegahan sebagai upaya menjadikan para tenaga kerja memiliki pola pikir, sikap, dan terampil menolak penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan efektivitas penyuluhan program P4GN terhadap pencegahan penya lahgunaan NAPZA pada pekerja. Penelitian pada tahun 2014 dan dilaksanakan pada 50 orang tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Instrumen pe-nelitian menggunakan kuesioner dan media penyuluhan. Sebelum dilaksanakan peny-uluhan diberikan pre test dan post test setelah penyuluhan untuk menilai efektifitas pe-nyuluhan P4GN. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna antara sebelum penyuluhan dengan sesudah dilakukan penyuluhan. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tenaga kerja terhadap NAPZA sehingga dapat menghindari penyalahgunaan NAPZA. Drug stands for narcotics, psychotropic, and addictive substances. Drug abuse is not only dangerous and detrimental to the family, but soasial broad impact. Prevention, Combating Abuses and Illicit Drugs (P4GN) program needed to focusing on prevention activities in an effort to make the workforce have the mindset, attitudes, and skilled refusing abuse and illicit drug trafficking. This research is expected to describe the effectiveness of counseling programs P4GN on the prevention of drug abuse workers. The research was conducted in 2014 on 50 workers unloading at the Port of Trisakti Banjarmasin. The research instrument used questionnaires and education media. Before implementation is given pre-test counseling and post-test after counseling to assess the effectiveness of counseling P4GN. The results of the analysis with the Wilcoxon test showed that there were significant differences between the knowledge before and after of the counseling. This research is expected to increase the knowledge workers of the drug so as to avoid drug abuse.
MOTIVASI, KUALITAS SUPERVISI DAN KEPATUHAN BIDAN DALAM MENDETEKSI PREEKLAMPSIA Fatkhiyah, Natiqotul
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3381

Abstract

Kepatuhan bidan  menerapkan standar pelayanan kebidanan bagi kesehatan ibu dan anak mempunyai daya ungkit terhadap kualitas pelayanan antenatal, yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan angka morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh motivasi dan kualitas supervisi terhadap kepatuhan bidan dalam deteksi preeklampsia. Jenis penelitian observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 30 Bidan Praktik Mandiri (BPM) dipilih secara proportional. Pengumpulan data dengan kuesioner terstruktur dan observasi langsung. Data dianalisis secara kuantitatif dengan uji korelasi Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan BPM yang patuh dalam deteksi preeklampsia (83,30%), bermotivasi tinggi (83,30%) dan kualitas supervisi yang baik oleh Bidan Koodinator (46,67%). Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam deteksi preeklampsia adalah motivasi (ρ=0,001) dan kualitas supervisi (ρ=0,0001). Secara bersama-sama (motivasi dan kualitas supervisi) berpengaruh terhadap kepatuhan BPM dalam deteksi preeklampsia. Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap kepatuhan secara berurutan adalah kualitas supervisi (p-value=0,001, Exp(B)=8,129) dan motivasi (p-value=0,002, Exp(B)=7,167). Diharapkan bidan koordinator melaksanakan supervisi fasilitatif secara berkala terhadap bidan pelaksana.Compliance standards apply midwife obstetric care for maternal and child health and have a leverage effect on the quality of antenatal care provided, which further contributes to the reduction in morbidity and mortality to maternal and child. The purpose of the study was to analyze the influence of motivation and the quality of supervision of midwives in compliance. Quantitative observational research with cross sectional approach. Number of samples 30 BPM selected by proportional. Collecting data with structured questionnaires and direct observation. The data were analyzed quantitatively chisquare test. The results showed that adherent BPM in the detection of preeclampsia (83.30), motivated (83.30) and good quality supervision by the midwife coordinator (46.67).The most dominant factor in a sequence effect on compliance is the quality of supervision (p-value 0.001, Exp (B) 8.129) and motivation (p-value 0.002, Exp (B) 7.167).
FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA TUBERKULOSIS Sejati, Ardhitya; Sofiana, Liena
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3372

Abstract

Kualitas pengobatan tuberkulosis di DIY berdasarkan laporan P2M, meskipun dari ta-hun ke tahun terus meningkat namun, tetap masih rendah, yaitu angka kesembuhan baru mencapai 84,07% (target 85%). Cakupan penemuan tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 dirasa masih rendah pada tahun 2011 terdapat 23 kasus, tahun 2012 19 kasus, sedangkan pada tahun 2013 terdapat 25 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeta-hui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 Kabupaten Sleman. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan sampel case control yang dilakukan pada tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah 60 responden, dengan kasus sebanyak 20 responden, dan kontrol sebanyak 40 responden (perbandingan 1:2). Analisis data dengan menggunakan uji chi-square dan Fisher’s exact test. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan kepadatan hunian rumah (p value 0,422, OR 2,250), kebiasaan merokok (p value 1,000, OR 1,000) dan status ekonomi (p value 1,000, OR 1,123) dengan tuberkulosis di Puskesmas Depok 3 Kabupaten Sle-man. Kesimpulannya tidak ada hubungan kepadatan hunian, kebiasaan merokok, dan status ekonomi dengan tuberkulosis. The quality of tuberculosis treatment in the DIY province based on the report of P2M, although from year to year keep increasing but still low, the cure rate has reached 84.07% (target of 85%). Tubeculosis detection coverage in Depok 3 primer health centre (puskesmas) is still low, it’s seen that in 2011 there were 23 cases, 19 cases in 2012, whereas in 2013 there were 25 cases. This study aims to determine what factors that have connection with the incidence of tuberculosis in Depok 3 Primer Health Care of Sleman distric. This research is an observational analytic sample case control in 2014. The study’s sample were 60 respondents, with as many as 20 cases of respondents, and control as many as 40 respondents (ratio 1:2). Data analysis using chi-square test and Fisher’s exact test. The result there was no relationship between the density of residential (p value 0,422, OR 2,250), smoking habits (p value 1,000, OR 1,000), occupation and economic status (p value 1,000, OR 1,123) with the occurrence of tuberculosis in Depok 3 Primer Primer Health Care of Sleman distric. Conclution there was no relationship between the density of residential, smoking habits, occupation, and economic status with tuberculosis.
STUDI METODE PENAMBAHAN PERAK NITRAT PADA SARINGAN KERAMIK TERHADAP Escherichia coli PADA AIR MINUM Nugroho, Ariyanto; Sutomo, Adi Heru; Iravati, Susi; Sarto, Sarto; Wijaya, Yulia Rina
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3386

Abstract

Problematika air tercemar mikrobiologis di Yogyakarta berdasar hasil pemantauan rutin oleh Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta pada tahun 2011 menunjukkan bahwa pada parameter mikrobiologis terdapat 596 (67%) sumber air bersih (sumur) penduduk belum memenuhi syarat sesuai Permenkes 492/MENKES/PER/IV/2010, demikian juga pada tahun 2010 dan 2009 masing masing 68,8% dan 63,2% dari sampel yang diperiksa, sedangkan untuk pemeriksaan terhadap air perpipaan (PDAM) pada tahun 2011 masih terdapat 8,9 % dari sampel yang tidak memenuhi syarat. Hal tersebut terjadi pada pemukiman padat penduduk yang disebabkan keterbatasan lahan sehingga jarak antara peresapan jamban dengan sumur penduduk kurang dari persyaratan.  Penggunaan Filter Keramik sebagai pengolahan air pada tingkat rumah tangga telah banyak dipelajari dan diteliti Riset filter keramik dikembangkan untuk persiapan keadaan darurat bencana dan pemukiman padat penduduk. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2013-2014 dengan menggunakan rancangan analitik observasional, dengan pendekatan pre test-postest group design dengan analisis kuantitatif eksperimen dilaksanakan didalam laboratorium. Hasil menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada metode penambahan perak nitrat ke dalam saringan keramik, sehingga pengembangan saringan keramik lebih mudah dan sangat memungkinkan menjadi alternatif untuk penyediaan air bersih dan layak konsumsi terutama pada keadaan darurat kebencanaanProblems of microbiologically contaminated water in Yogyakarta based on the results of routine monitoring by the City Health Office Yogyakarta in 2011 showed that the microbiological parameters are 596 (67%) of clean water sources (wells) population is not eligible in accordance Permenkes 492 / Menkes / Per / IV / 2010 , as well as in 2010 and 2009, respectively 68.8% and 63.2% of the samples examined, while for the examination of water piped (PDAM) in 2011, there are 8.9% of the sample were not eligible. It occurs in a densely populated residential area due to limited so that the distance between the infiltration wells latrine with a population less than the requirement. Use of Ceramic Filter as water treatment at household level has been widely studied and researched Research ceramic filters developed for the preparation of emergency response and densely populated area. This study used observational analytic design, the pretest-posttest approach to group design with quantitative analysis experiments were carried out in the laboratory. The results showed no difference in the method of adding silver nitrate into the ceramic filters, so that the development of ceramic filters easier and it is possible to be an alternative to the provision of clean and potable water, especially in an emergency disaster.
PERILAKU PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL KABUPATEN TEGAL Aryani, Dessi; Mardiana, Mardiana; Ningrum, Dina Nur Anggraini
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JANUARY 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3377

Abstract

Wanita Pekerja Seks merupakan kelompok risiko tinggi terkena IMS dan paling berpengaruh dalam persebaran IMS. Lokalisasi Peleman berada di Kabupaten Tegal, dengan kasus IMS lebih dari 50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku WPS dalam upaya pencegahan IMS di Lokalisasi Peleman. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan informan snowball sampling. Informan berjumlah 6 WPS, 6 teman WPS, 6 mucikari dan 1 petugas kesehatan Puskesmas Jatibogor. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk narasi. Penelitian ini dilakukan tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WPS cukup aktif mencari informasi IMS melalui teman, petugas kesehatan, penyuluhan, media cetak dan elektronik, tetapi tidak melalui mucikari. Hampir semua WPS merayu pelanggan untuk memakai kondom dan dapat memakai kondom dengan baik. Vaginal higiene WPS belum baik, mereka membersihkan vagina bagian dalam menggunakan antiseptik dan pasta gigi. Female sex workers are the high risk group to be infected STIs and the most influential group that responsible for the spreading of  STIs. Peleman prostitution site is located in Tegal district which has more than 50% STIs case. The purpose of this research is to find out the image of female sex workers behaviour in the effort of STIs prevention in Peleman prostitution site.This research was qualitative research and used snowball sampling technique. Informant for this research amounts 6 FSW, 6 FSW’s friends, 6 pimps, and 1 health workers of Puskesmas Jatibogor. The data collection in this research used in-depth interview and observation. The data analyzed descriptively and presented in narrative form. This result was held in 2014 year. The result showed that FSW were quite actively looking for STIs information through friends, health workers, elucidation, print and electronic media, but not through a pimp. Almost all of FSW asked costumers to used condoms and could use condoms properly. Vaginal hygiene of FSW has not been good, they really cleaned the inside of vagina using an antiseptic and toothpaste.
PERBEDAAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU HAMIL TERHADAP PENERAPAN MODEL SMS GATEWAY Elliana, Dewi; Kurniawati, Titik
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3382

Abstract

AKI kota Semarang tahun 2013 adalah  29 kasus dari 26.547 jumlah KH atau 109,2 per 100.000 KH, yang antara lain 24 kasus masa nifas, 0 kasus persalinan, 5 kasus masa hamil. Masalah penelitian adalah bagaimana perbedaan pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap penerapan Model SMS gateway sebagai media promosi kesehatan.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui  perbedaan pengetahuan dan persepsi ibu hamil terhadap penerapan Model SMS gateway sebagai media promosi kesehatan.   Rancangan penelitian quasi eksperimental one group prepost test design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Sampel sebanyak 99 responden, dengan menggunakan sampling jenuh. Analisis pre dan post tes dilakukan dengan paired samplest-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan responden antara sebelum dan sesudah intervensi SMS gateway tentang tanda bahaya kehamilan dan ada perbedaan persepsi responden sebelum dan sesudah terhadap media promkes SMS gateway. 
KINERJA PETUGAS DALAM PENCATATAN DAN PELAPORAN PWS KIA DI PUSKESMAS DUREN Dharmawan, Yudhy; Wigati, Putri Asmita; Dwijayanti, Fifi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v10i2.3383

Abstract

Angka kematian Ibu dan Bayi di Jateng masih tinggi.  Kejadian kematian tersebut juga terdapat diwilayah kerja Puskesmas Duren. PWS KIA adalah alat manajemen yang sudah dikembangkan oleh Kemenkes RI, untuk mendeteksi dini penyebab kematian bayi dan ibu. Dengan deteksi sedini mungkin, maka penyebab kematian dapat dihindarkan dan berakibat pada menurunnya angka kematian ibu dan bayi. Namun demikian kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa masih terdapat ketidak lengkapan, ketidak akuratan dan keterlambatan pelaporan PWS KIA, termasuk di Puskesmas Duren, Kec. Bandungan, Kab. Semarang. Oleh karena itu perlu diketahui faktor apa saja yang terkait dengan kinerja petugas puskesmas dalam kegiatan PWS KIA. Penelitian bersifat observasional deskriptif, dengan pendekatan crosssectional,dengan analisis data kuantitatif. Populasi penelitian adalah Bidan diwilayah Puskesmas Duren. Hasil menunjukkan bahwa pencatatan PWS KIA hanya menggunakan pencatatan kohort dan buku KIA, sementara Buku bantu dan Kartu ibu hampir tidak digunakan. Tingkat akurasi data pencatatan dan pelaporan hanya mencapai 70%, sedangkan ketepatan waktu pelaporan hanya 80 %. Ada 2 bidan desa yang tidak melaporkan tepat waktu selama 2 bulan. Skor kualitas data hanya mencapai 66 %. Tabulasi silang menunjukan ada keterkaitan motivasi,beban kerja, fasilitas dan masa kerja terhadap kualitas data yang baik.Disarankan untuk pemberian motivasi dan menggunakan teknologi Informasi. Maternal and Infant mortality rate is still high in Central Java. The incidence of these deaths also occurred in the region Puskesmas Duren. Local Area Monitoring of MCH program is a management tool that has been developed by the Ministry of Health of Indonesia, which serves to detect the cause of the premature infant and maternal mortality. With early detection, the cause of death can be avoided and result in reduced maternal and infant mortality. However, the fact that there are in the field shows that there is still a lack of completeness, inaccuracies and delays in reporting of Local Area Monitoring of MCH, including Puskesmas Duren, District Bandungan, Semarang regency Therefore, it is important to know what factors are associated with health center personnel in the performance of the Local Area Monitoring of MCH activities.  The Research is a descriptive observational study, the cross-sectional approach, the quantitative data analysis. Population  of this study was the midwife who worked in the region Puskesmas Duren. Result of this study were  used Recording Document are Kohort and Buku KIA. The level of accuracy of data recording and reporting only reached 70 % , while the timeliness of reporting only 80 % . There are two midwives who do not report on time for 2 months . Data quality scores only reached 66 % . Cross-tabulation showed there is  linkage motivation , workload , facilities and working period with  the quality of data. Suggestion for motivation and use of information technology

Filter by Year

2015 2015