cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 18581196     EISSN : 23553596     DOI : -
Core Subject : Health,
KEMAS Journal: Research Study in Public Health publishes the article based on research or equivalent to research results in public health or other disciplines related to public health that has not been loaded/published by other media. The journal contains articles about epidemiology and biostatistics, health policy and administration, public health nutrition, environmental health, occupational health and safety, health promotion, reproductive health, maternal and child health, and other related articles in public health. The journal can be used by health practitioners, health caregivers, teachers, medical students, and people who are interested in public health issues. The journal was first published in July 2005 and subsequently published twice a year, in July and January. KEMAS Journal is a peer review journal and can be accessed in http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas. Semarang State University (Unnes) is a leading university in Indonesia with the vision to become a world-class conservation university. The conservation vision is closely related to the study of public health sciences. Unnes also published high quality e-journal from various disciplines, integrated, and managed through Open Access Journals that can be accessed in http://journal.unnes.ac.id. The IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia/The Association of Indonesian Public Health Expert) is a non-profit membership association dedicated to advance public health as a scientific discipline and profession that serves public good for Indonesia and humanity.
Arjuna Subject : -
Articles 1,403 Documents
POLA ASUH DALAM KESEHATAN ANAK PADA IBU BURUH PABRIK Oemar, Rindu; Novita, Astrid
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3543

Abstract

Kemajuan tingkat ekonomi dan pendidikan wanita membuat banyak ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah sehingga mempengaruhi pola asuh ibu terhadap anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pola asuh ibu dan aspek penting yang mempengaruhi serta proses pengembangan pola asuh kesehatan anak pada ibu yang bekerja sebagai buruh pabrik di wilayah Cimanggis Depok pada tahun 2014. Penelitian ini menggunakan desain mixed methode yaitu gabungan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional dan kualitatif studi kasus intrinsik. Penelitian dilakukan di 3 pabrik dari Bulan Februari 2014 - Februari 2015. Jumlah sampel sebanyak 40 responden. Analisa data menggunakan analisa tematik dengan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antarasosial ekonomi (nilai p 0,026), keadaan  keluarga (nilai p 0,024),  keadaan  kesehatan  keluarga nilai p 0,009),  dan  lingkungan keluarga (nilai p 0,045) terhadap pola asuh pada ibu buruh pabrik di wilayah Cimanggis Depok sedangkan  variabel  lainnya  tidak  berhubungan.  Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan faktor sosial ekonomi, keadaan keluarga, keadaan kesehatan keluarga dan lingkungan keluarga dengan pola asuh pada ibu buruh pabrik dan selain itu komunikasi menjadi faktor terpenting. Diperlukan adanya pola komunikasi yang baik, sehingga dapat tercipta pola asuh yang ideal. Economic progression and educational level of women make housewives who work outside home affect parenting mother to child. This study aims to find a description of parenting mothers and important aspects that affect the development process of parenting and child health in women who worked in factories in the area Cimanggis Depok in 2014. This study used a mixed method design which combines quantitative research with cross-sectional design and intrinsic qualitative case-studies. The study was conducted in three factories in February 2014 - February 2015 with 40 respondents. Data were analyzed using thematic analysis using triangulation. The results showed no relationship between socioeconomic (p value = 0.026, OR 12.143), family circumstances (p-value = 0.024), the state of health of the family (p-value = 0.009), and the family environment (p value = 0.045) against maternal parenting factory workers in the area Cimanggis Depok. The result was there were relationship among socioeconomic factors, family circumstances, state of health of the family and the family environment with maternal parenting factory workers and besides communication becomes the most important factor. There needs to be a good communication pattern to create the ideal parenting.
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DARI ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA PELAKSANA PELAYANAN KESEHATAN Saputra, Maman; Marlinae, Lenie; Rahman, Fauzie; Rosadi, Dian
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3462

Abstract

Jaminan kesehatan nasional (JKN) mulai beroperasi sejak 1 Januari 2014. Pelaksanaan jaminan kesehatan di Kabupaten Tabalong, masih mengalami beberapa permasalahan seperti SDM pelaksana pelayanan kesehatan yang masih belum mencukupi baik dari segi kuantitas, distribusi dan kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi program JKN dari aspek SDM pelaksana pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabalong periode Januari-Juni 2014. Penelitian ini menggunakan mix method dengan desain urutan pembuktian sequential explanatory. Subjek penelitian berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong, RSUD H. Badaruddin, Puskesmas Kelua dan BPJS Kesehatan. Hasil evaluasi konteks, informan memahami mengenai batasan JKN, roadmap dan hambatan program. Hasil evaluasi input SDM pelaksana pelayanan kesehatan, kuantitas masih mengalami kekurangan 136 orang. Distribusi di Puskesmas Kelua sudah sesuai dengan standar ketenagaan di puskesmas tetapi kuantitasnya masih belum sesuai standar rasio per 100.000 jumlah penduduk. Distribusi di RSUD H. Badaruddin berdasarkan standar ketenagaan kesehatan di rumah sakit sudah sesuai, kecuali untuk dokter spesialis. Penilaian kualitas SDM di Puskesmas Kelua belum menggunakan standar Kepmenkes Nomor 857 Tahun 2009. Sedangkan di RSUD H. Badaruddin masih menggunakan penilaian Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3). Hasil evaluasi proses, kuantitas sudah meningkat tetapi masih mengalami kekurangan 82 orang. Distribusi di Puskesmas Kelua tidak ada perubahan. Distribusi di RSUD H. Badaruddin mengalami penambahan tenaga keperawatan. Penilaian kualitas SDM di Puskesmas Kelua tidak ada perubahan. Penilaian SDM di RSUD H. Badaruddin menggunakan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai (PKP). Evaluasi output menunjukkan belum ada perubahan kuantitas, distribusi dan kualitas dari hasil evaluasi proses. Pelaksanaan JKN di Kabupaten Tabalong sudah berjalan, baik dari aspek peraturan perundangan, kepesertaan, pelayanan kesehatan, keuangan dan tata kelola organisasi. Ada beberapa hambatan seperti peraturan daerah masih kurang dan kurangnya jumlah SDM pelaksana pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya penambahan kuantitas dan pemerataan distribusi SDM pelaksana pelayanan kesehatan oleh Pemerintah Daerah dan upaya memaksimalkan jumlah dan kualitas SDM pelaksana pelayanan kesehatan yang tersedia. National health insurance (JKN) started operating on January 1, 2014. The implementation of health insurance in Tabalong, still have some problems such as health services workforce are still not enough in terms of quantity, distribution and quality. This study aims to evaluate the JKN program of health services workforce aspects in Tabalong period January to June 2014. This study used a mixed method design with sequential explanatory. Study subjects were from the Department of Health Tabalong, H. Badaruddin Hospital, Kelua Health Center and BPJS Health. The results of the evaluation context, informants understand the JKN restrictions, roadmap and program obstacles. The results of the evaluation of health services workforce inputs, the quantity is still deficient 136 people. Distribution in Kelua Health Center is appropriate with the standard for personnel in health centers but the quantity is still not appropriate with the ratio per 100,000 of population standard. Distribution in H. Badaruddin hospital based health workforce standards in hospitals is appropriate, except to specialists. Assessment of the quality of human resources in Kelua Health Center not using Kepmenkes No. 857 of 2009 standard. While in H. Badaruddin hospital still use assessment Implementation Assessment Work List (DP3). The results of the evaluation process, the quantity has increased but is still deficient 82 people. Distribution in Kelua Health Center no change. Distribution in H. Badaruddin hospital have additional for nursing staff. Assessment of the quality of human resources in the Kelua Health Center no change. Assessment of human resources in H. Badaruddin hospital using Employee Job Performance Assessment (PKP). Evaluation of the output shows no change in the quantity, distribution and quality of the results of the evaluation process. Implementation JKN in Tabalong already running, both from the aspect of legislation, participation, health care, financial and organizational governance. There are several obstacles such as local regulation are still lacking and the lack of workforce for the services of health. Therefore, efforts are needed to increase the quantity and distribution of health workforce by local government and maximizing the amount and quality of available health workforce.
POLA KONSUMSI (FAKTOR INHIBITOR DAN ENHANCER FE) TERHADAP STATUS ANEMIA REMAJA PUTRI Masthalina, Herta
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3516

Abstract

Laporan kegiatan Dinas Kesehatan Lombok Barat 2012 terhadap pemeriksaan kadar Hb remaja puteri diperoleh sebesar 83,16 % remaja puteri di Gunungsari  yang menderita anemia.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi (faktor inhibitor dan enhancerfe) dengan status anemia siswi. Penelitian dilakukan pada tahun 2014 bersifat observasional analitik, dari segi waktunya cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswi Madrasah Aliyah Al-Aziziyah sebanyak 67 siswi yang diperoleh secara random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi nama, umur, kelas, status anemia dan pola konsumsi faktor inhibitor dan enhancer. Remaja yang anemia, sebanyak 10 orang (47,6%) termasuk kategori biasa mengkonsumsi makanan sumber inhibitor Fe dan sebagian besar (76,2%) kadang-kadang mengkonsumsi makanan sumber enhancer Fe. Ada hubungan pola konsumsi faktor inhibitor Fe dengan status anemia siswi, dan tidak ada hubungan pola konsumsi faktor enhancer Fe dengan status anemia siswi. Health Department Activity Report 2012 West Lombok The level of Hb girls of 83.16% girls in Gunungsari suffered from anemia . The research aims to determine the relationship patterns of consumption ( inhibitors factors and enhancers fe ) with anemia status schoolgirl. The study was conducted in 2014 with observational analytic study, in terms of time to cross-sectional. Subjects were students of Madrasah Aliyah Al-Aziziyah were 67 students who obtained random sampling..Data collected includes name, age, grade, status of anemia and consumption patterns factor inhibitors and enhancers. Teens are anemic, as many as 10 people (47.6%) including category inhibitor used to consume food sources Fe and most (76.2%) sometimes consume food sources enhancer Fe . There is a relationship consumption patterns inhibitor factor with anemia status Fe students, and there is no relationship enhancer factor Fe consumption pattern with anemia status of students.
ANALISIS PENYEBAB RESISTENSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS Nugrahaeni, Dyan Kunthi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3341

Abstract

Jumlah penderita TB Indonesia sekitar 5,8% total TB dunia dan menempati peringkat keempat dengan angka prevalensi 281/100.000 penduduk. Kendala program pemberantasan dan penanggulangan TB adalah Resistensi obat anti tuberkulosis, karena pengobatan lama, mahal, dan tingginya efek samping. Tujuan penelitian menganalisis penyebab resistensi OAT. Penelitian dilakukan pada tahun 2013 dengan rancangan penelitian menggunakan kasus kontrol. Sampel kasus penderita TB resisten dan sampel kontrol penderita TB yang sembuh masing-masing 26 orang. Data dari hasil pemeriksaan laboratorium dan catatan medik di RS Dr. HA. Rotinsulu Kota Bandung. Uji statistik dengan chi square dan besar risiko dari OR. Hasil penelitian didapatkan 80,8% kategori MDR-TB dan 19,2% XDR-TB. Penderita TB mengalami efek samping 42,3%, riwayat pengobatan tidak adekuat 96,2%, adanya kontak erat 30,8%, tempat pengobatan sebelumnya tidak menerapkan DOTS 15,4%. Penyebab resistensi OAT adalah riwayat pengobatan tidak adekuat (nilai p= 0,001; OR= 40,00, 95%CI: 4,66-343,14). Pencegahan resistensi OAT dengan penatalaksanaan TB komprehensif, menerapkan program DOTS agar pengobatan tidak terputus dan berkesinambungan. Number of case TB Indonesia approximately 5.8% total TB in world, was ranked fourth with prevalence rate 281/100,000 population. Anti-tuberculosis drug resistant become problem prevention and eradication TB programmes, because treatment for longer, expensive, and greater side effects. The purpose this study was analysis causes Anti-tuberculosis drug resistant. This research was conducted at 2013 with design using case control. Cases which TB patients drug resistance, control which patients were cured TB each one as 26 people. Data obtained from the results laboratory and medical records in  hospital Dr. HA. Rotinsulu Bandung. Statictic analyzed using chi-square test and risk factor from OR. Results showed 80.8% MDR-TB and 19.2% XDR-TB. TB patients who experience side effects 42.3%, inadequate treatment 96.2%, 30.8% close contact, not implementing DOTS 15.4%. The causes anti-tuberculosis drug resistance inadequate treatment (P value= 0.001; OR= 40.00, 95%CI: 4.66-343.14). Prevention of anti-tuberculosis drug resistance by comprehensive TB management, implementing DOTS program that uninterrupted and continuous treatment.
POLA ASUH DAN PEMBENTUKAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO TERHADAP HIV/AIDS PADA WARIA Rokhmah, Dewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3617

Abstract

Ketidakharmonisan hubungan antara anak dan orang tua yang tidak harmonis, bertentangan, kejam, penuh dengan tekanan serta mengakibatkan kondisi patologis di keluarga. Hal ini menjadi faktor pendorong dalam pembentukan perilaku seksual yang menyimpang yang mengarah pada risiko penularan HIV/AIDS. Penelitian dilakukan pada tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode qualitative dengan pendekatan fenomenologi. Informan diambil secara purposive sampling, pada 10 waria non pekerja seks. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisa menurut isi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menjadi waria karena pola asuh yang koersif (keras). Sebagian kecil responden menjadi waria karena pola asuh orang tua dimana peran ibu sangat dominan (kehilangan figure ayah) dan pola asuh orang tua yang permisif. Dimana kondisi ini mengakibatkan eksistensi dan identitas sebagai waria menjadi lebih kuat, serta mempengaruhi perilaku seksual mereka pada saat memasuki usia remaja dan dewasa yang sangat rentan terhadap penularan HIV/AIDS, seperti melakukann oral dan anal seks dengan bergonta-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom atau pelicin. Dibutuhkan upaya yang komprehensive antara pemerintah dan masyarakat dalam melakukan promosi kesehata. The interference in relation between child and parents that unharmony, controvertion, cruel, full of hypocrisy, and family constelation patologycally. It being predisposition for the forming of risk sexual deviation in transmition of HIV/AIDS. This study conducted at 2015. The method of this research is qualitative exploration with fenomenology disclosure. Informan is taken by purposive sampling. They’re 10 Non Comersial Sexual Worker of Transsexual. Data is collected by indepth interview and is analysed by thematic content analysis. The result of this research showed that almost all respondent being transsexual because of coersive parenting role. A few of respondent being transsexuals because the parenting role of mother dominantly, and permisive parenting role. This condition caused identity and existency or respondent as transsexual being strongly. It influenced their sexual behaviour in adolecence and adult period being risky in transmition of HIV/AIDS, such as doing oral and anal sex with various partner, without using condom or lubrican. It needs a comprehensive effort both goverment and society for health promoting.
KARAKTER GIZI REMAJA PUTRI URBAN DAN RURAL DI PROVINSI JAWA TENGAH Setyawati, Vilda Ana Veria; Setyowati, Maryani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3463

Abstract

Sejak tahun 2010 westernisasi menjadi kiblat remaja dalam berbagai bidang, diantaranya gaya hidup dan perilaku makan baik di daerah urban maupun rural. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter gizi pada antara remaja putri urban dan rural. Rancangan cross sectional digunakan untuk mengumpulkan data dalam variabel karakter remaja gizi remaja putri urban dan rural. Lokasi penelitian ini di Kota Semarang dan Kabupaten Sragen. Responden yang diambil dari masing-masing wilayah sejumlah 48 orang. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk variabel body image, pengetahuan gizi, dan perilaku makan. Instrumen untuk mengetahui status gizi adalah digital scale dan mocrotoise dan dikategorikan berdasarkan kategori Asia. Penelitian dilakukan selama Bulan Agustus dan September 2014. Analisis data menggunakan software SPSS. Uji statistik yang digunakan adalah independent t test dan mann whitney untuk mengetahui perbedaan karakter gizi pada remaja urban dan remaja rural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada body image (p=0,28), pengetahuan gizi (p=0,87), dan perilaku makan (p=0,14), sedangkan pada status gizi ada perbedaan (p=0,0001).Since 2010 westernization be the center of a teenager in a her life, including lifestyle and eating behavior in both urban and rural areas. This study aims to determine the difference between the character of nutrition in urban and rural adolescent girls. Cross-sectional design was used to collect data in the variable character teenage girls nutrition urban and rural. The location of this research in Semarang City and Sragen. Respondents were drawn from each region some 48 people. Collecting data by interviews using a structured questionnaire for variable body image, nutrition knowledge and eating behavior. The instrument to determine the nutritional status were a digital scale and mocrotoise. Nutritional status categorized Asian. The study was conducted during the months of August and September 2014. Data were analyzed using SPSS software. The statistical test used was the independent t test and Mann Whitney to determine differences in the character of nutrition in adolescents urban and rural adolescents. The results showed that there was no difference in body image (p = 0.28), nutritional knowledge (p = 0.87), and eating behavior (p = 0.14), whereas this got difference in nutritional status (p = 0, 0001).
PAPARAN TIMBAL UDARA TERHADAP TIMBAL DARAH, HEMOGLOBIN, CYSTATIN C SERUM PEKERJA PENGECATAN MOBIL Muliyadi, Muliyadi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3519

Abstract

Timbal mempengaruhi sistem hematologis, saraf, urinaria, reproduksi, endokrin, dan jantung. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh timbal udara terhadap timbal darah dan pengaruh timbal darah terhadap hemoglobin, cystatin C serum dan keluhan kesehatan. Penelitian dilakukan pada tahun 2015. Jenis penelitian observasional (cross sectional study). Populasi penelitian yaitu kelompok penelitian dan pembanding dengan sampel 12 masing-masing kelompok. Analisis data menggunakan uji regresi linier ganda dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh timbal udara dengan timbal darah (β=0,667;p=0,000), ada pengaruh timbal darah dengan Hemoglobin (β=-0,609:p=0,008), ada pengaruh timbal darah dengan Cystatin C (β=0,348:p=0,035) dan tidak ada pengaruh timbal darah dengan gangguan pencernaan (β=0,004:p=0.990), ada pengaruh timbal darah dengan gangguan ginjal (β=0,572:p=0,038), ada pengaruh timbal darah dengan gangguan hematologis (β=0,816:p=0,020), tidak ada pengaruh timbal darah dengan gangguan SSP(β=-0,022:p=0,944). Hasil penelitian menunjukkan bahwa timbal darah dipengaruhi oleh timbal di udara, hemoglobin dan cystatin C dipengaruhi oleh timbal darah serta gangguan hematologis dan gangguan ginjal dipengaruhi oleh timbal darah. Lead affects the haematological system, nervous, urinary, reproductive, endocrine, and cardiovascular. Research purposes to analyze the effect air lead to blood lead and blood lead effect on hemoglobin, serum cystatin C and health complaints. The study was conducted in 2015. Type of study, observational (cross-sectional). Research population, Research and comparison with 12 samples each group. Data analysis using multiple linear and logistic regression. Results showed there effect air lead to blood lead (β=0.667:p=0.000). There effect blood lead with Hemoglobin (β=-0.609:p=0.008). there effect blood lead with Cystatin C (β=0.348:p=0.035). There is no effect blood lead with digestive disorders (β=0.004:p=0990). there effect blood lead with renal impairment (β=0.572:p=0.038). there effect blood lead with haematological disorders (β=0.816:p=0.020). There is no effect blood lead with CNS disorders (β=-0.022:p=0.944). The results showed, blood lead is affected by lead air, Hemoglobin and Cystatin C is affected by blood lead and hematological disorders and kidney disorders are affected by blood lead.
THE PREDICTING FACTORS AFFECTING THE OCCURRENCE OF STUNTING IN CHILDREN UNDER FIVE YEARS OF AGE Mardani, Raden Ahmad Dedy; Wetasin, Kanokwan; Suwanwaiphatthana, Wiparat
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3927

Abstract

Stunting adalah salah satu masalah kesehatan utama yang berkaitan dengan nutrisi di seluruh dunia, khususnya negara-negara berkembang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor utama yang mempengarui terjadinya stunting pada anak usia dibawah lima tahun.  Penelitian ini dilakukan pada tahun 2014 dan merupakan penelitian descriptive cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling untuk memilih posyandu, dan untuk menentukan sampel pada masing-masing posyandu menggunakan proportion stratified random sampling. Total sampel yang digunakan sebanyak 181 sample. Chi-square test and Logistic regression digunakan untuk menganalisis data.  Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara pendek dengan berat badan lahir (nilai p <.001, PR =1.83), pendidikan ibu (nilai p =.009 PR = 1.80), pengetahuan ibu tentang malnutrisi (nilai p <.001, PR= 2.28), dan tipe-tipe keluarga (nilai p= .003, PR= 1.64); faktor utama penyebab anak pendek pada anak usia dibawah lima tahun adalah pengetahuan ibu tentang malnutrisi (p-value= 0.01, Exp(B)= 0.35).Stunting is one of the main nutritional health problems throughout the world, particularly in developing countries. The objective of this study was to examine the predictor factors affecting the occurrence of stunting in children under five years of age. This  research was conducted at 2014 and this was a descriptive cross-sectional study. The purposive sampling technique was used to choose the community health meeting, and the proportion stratified random sampling technique was used to selecting the sample in each community health meeting. The total sample size was 181 samples. Chi-square test and Logistic regression were used to analyze the data. The results showed the significant relationships between child’s birth weight (p-value <.001, PR =1.83), mother’s education (p-value =.009 PR = 1.80), mother’s knowledge of child malnutrition (p-value <.001, PR= 2.28), and family types (p-value= .003, PR= 1.64) with stunting; The predictor factor of stunting in children under five years of age was mother’s knowledge of child malnutrition (p-value= 0.01, Exp(B)= 0.35).
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKILL GURU SERTA PERSONAL HYGIENE SISWA SD Solehati, Tetti; Susilawati, Sri; Lukman, Mamat; Kosasih, Cecep Eli
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3678

Abstract

Banjir sering menimbulkan masalah kesehatan terutama pada anak. Hal ini diperparah dengan buruknya pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengetahuan Dan Skill Guru dan  personal hygiene siswa setelah diberikan edukasi. Penelitian dilkukan pada tahun 2014. Desain penelitian quasi eksperimen dengan rancangan pre test dan post test. Penelitian dilakukan di SDN VII dan X Dayeuhkolot Bandung. Sampelnya adalah 24 guru  dan 288 siswa kelas 3-6 SDN VII dan SDN X Dayeuhkolot. Instrumen menggunakan quesioner, lembar observasi, dan lembar cek list. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil menunjukan rerata personal hygiene siswa 77,78 sebelum intervensi meningkat jadi 89,54 (pv= 0.001). Rerata tingkat pengetahuan guru sebelum intervensi 52, rerata skill CTPS 64,17. Setelah intervensi mengalami peningkatan rerata tingkat pengetahuan menjadi 97, rerata skill CTPS 97,92 (pv= 0.001). Simpulan penelitian, ada perbedaan bermakna rerata pengetahuan dan skill guru serta personal hygiene siswa sebelum dan setelah periode intervensi. Floods often cause health problems especially in children. This is aggravated by poor pattern Clean and Healthy Lifestyle/ PHBS in the community. The aim is to determine the effect of education on knowledge, skill of  the teachers and hygiene of the elementary school students. The study conducted at 2014. The study was a quasi-experimental of pre-test and post-test design. The study was conducted in elementary school VII and X Dayeuhkolot. The sample is 24 teachers and 288 students in grades 3 to 6. The instrument used quisionare, observation sheet, and a check list sheet. Univariate and bivariate analysis was used to analyze the data. The mean score of personal hygiene students increased from77.78 to 89.54 (pv = 0.001). The mean score of teacher knowledge increased from 52 to 97 (pv = 0.001). The mean score of skill in teacher increased from 64.17 to 97.92 (pv = 0.001). Conclusion: This study found a significant differences of mean the knowledge and skill on teachers and personal hygiene students before and after the intervention (p = 0.001).
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA IBU RUMAH TANGGA Octavianty, Lenny; Rahayu, Atikah; Rosadi, Dian; Rahman, Fauzie
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 11, No 1 (2015): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (KEMAS) JULI 2015
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v11i1.3464

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan penyebab penyakit Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) yang merusak kekebalan tubuh manusia. Tahun 2013 di Kalimantan Selatan terdapat 227 kasus HIV dan 134 kasus AIDS dengan kasus tertinggi di Kabupaten Tanah Bumbu yaitu kasus HIV 189 orang dan 30 kasus AIDS. Peningkatan kasus baru diproyeksikan terjadi pada populasi sopir karena termasuk mobile men with money and migrant. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan HIV/AIDS pada ibu rumah tangga dengan suami pekerja sopir bus antar kota terhadap upaya pencegahan HIV/AIDS. Penelitian dilakukan pada tahun 2014 dengan rancangan penelitian secara cross sectional. Sampel ibu rumah tangga sebanyak 40 orang secara accidental. Analisis data dengan uji chi-square. Analisis univariat didapatkan hasil tingkat pengetahuan rendah dan tinggi seimbang sebanyak 50%, sikap kategori baik 92.5% dan upaya pencegahan rendah sebanyak 65%. Analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan (p=0,000, OR=35,2), dengan upaya pencegahan tidak ada hubungan (p=0,539). HIV is the cause of AIDS damage the human immune system. In South Kalimantan (2013) was as much as 227 HIV cases and 134 AIDS cases and the highest case in Tanah Bumbu with the number of HIV cases as many as 189 people and 30 cases of AIDS. The increase in new cases of HIV/AIDS is projected to occur in the population of driver because including as a mobile men worker with money and migrants. This research was especially against his wife to understand about the relationship between knowledge and attitudes towards the prevention of HIV/AIDS on the housewife who has husband as inter-city bus driver towards the prevention of HIV/AIDS in Tanah Bumbu in 2014. This study conducted at 2014 and used cross sectional design with a sample of housewives as many as 40 people were taken by accidental means. Analyzed using chi-square test. Univariate analysis showed that who had a husband as a driver has a low and a high level of knowledge in balance with each as much as 50%, good attitude category was 92.5% and prevention was low, as much as 65%, while for the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge and prevention (p-value = 0.000: OR = 35.2), while for variables with prevention efforts there was no relation (p-value = 0.539).

Page 18 of 141 | Total Record : 1403


Filter by Year

2009 2024